
POV Satria.*
Sarah menarik napasnya dan kemudian mengelus-elus perutnya yang sudah besar dan kemudian menatap Satria dengan tatapannya yang kecewa.
"Sarah sudah membaca buku harian mendiang ibu, yang melakukan kesalahan terhadap suaminya.
Satria.....
Sejujurnya aku sudah terlanjur cinta sama mu, tapi semua itu pupus ketika kau membawa perempuan sialan dan ibu tiri mu.
Saya sangat berharap kau berubah dan menyadari semua kebodohan dan kesalahan mu.
Halaman terakhir dari buku harian mendiang ibu, yang memintak ku untuk tidak menyerah akan semua harta peninggalannya.
Karena itu tidak layak untuk dapatkan perempuan-perempuan itu.
Sejak kecil mendiang ibu sudah menyadari ada kesalahan dalam dirimu dan terus menerus berusaha untuk mengobatinya.
Tapi karena serangan ayah mu ini, dan juga perempuan-perempuan selingkuhan ayah mu ini sehingga membuat mendiang tidak fokus untuk merawat mu Satria.
Hingga pada akhirnya kau menjadi pria impoten yang sok hebat.
Kalau bukan karena almarhumah mama mu, kau tidak ada apa-apanya Satria.
Ijasah dari universitas Sydney itu adalah hasil rekayasa mu.
Mendiang ibu sendiri yang melihatnya, tapi demi kebahagiaan mu dan harga dirimu yang sangat tinggi itu dan membiarkan kamu hidup dalam kebohongan yang berkelanjutan.
Jangan merasa bangga dengan semua kebohongan mu, merasa paling hebat dan luar biasa.
Mendiang ibu sebenarnya tidak mempercayai mu sebagai CEO dari Lila group.
Karena otak mu yang sudah rusak dan tidak akan bisa di perbaiki lagi.
Kemoterapi yang kamu lakukan itu sebenarnya cukup membantu, tapi karena keegoisan mu yang membuat hancur seperti ini Satria.
Ini bukan salah ibu yang mengandung, tapi karena sifat mu yang tidak beda jauh dari ayahnya mu ini.
ayah, apa ada yang salah dengan ucapan Sarah?"
"semuanya benar Sarah, dan itulah kebenaran yang sebenar-benarnya.
Pantas saja Satria sama bodohnya seperti ayahnya, rupanya ijazah Sydney itu palsu.
Jangan-jangan ijazah SMA mu juga palsu Satria?"
"hampir sama dengan palsu ayah, karena mendiang ibu membeli ijazah SMA itu dari sekolah abal-abal.
Ingat ya Satria, saya akan melaksanakan amanah dari mendiang ibu.
Seorang ibu akan melakukan apapun demi anaknya dan itulah yang di lakukan oleh mendiang terhadap mu.
Hanya karena sedikit kesalahan terhadap suaminya, karena terlalu banyak memberikan dosis jamu.
__ADS_1
Demikian juga dengan ku, akan lakukan apapun itu demi anakku ini.
Termasuk mintak cerai darimu, agar saya fokus menjaga dan mendidik nya.
Kemungkinan besar anak ini akan sama dengan ayahnya, berhubungan menurut hasil USG, anak yang ku kandung adalah laki-laki.
Satria....
Aku mencintaimu tanpa syarat, jika hanya karena masalah di ranjang, itu bisa di atasi dengan jamu ramuan mpok Surti.
Sarah hanya memberi mu minum jamu, dua kali dalam seminggu dan masalah ranjang akan teratasi.
Tapi tidak dengan perempuan-perempuan itu, dan juga kebodohan mu saat ini."
Susana hening dan Sarah kembali mengelus perutnya.
"Sarah....
apakah masih ada kesempatan bagi Satria untuk memperbaiki pernikahan kalian?
Ayah tidak mau pernikahan kalian hancur, seperti pernikahan Rizal dan Desi.
Pernikahan yang sempurna dan hancur seketika, ayah menginginkan kalian berdua menyatu dalam ikatan yang sah.
Cukuplah ayah mertua mu yang mendapatkan karma dari semua yang ayah lakukan, dan ayah berharap karma itu putus ketika nyawa ini telah melayang.
Tolong jawab sarah."
semua masalah pasti ada solusinya, dan selalu ada kesempatan ketika kita hendak memperbaiki diri.
Sama seperti almarhumah ibu, yang memberikan kesempatan kedua kepada ayah untuk memperbaiki kesalahan ayah.
Tapi kali ini, Sarah hanya memberikan kesempatan untuk terakhir kalinya."
"ayah memang pria yang paling bodoh, tapi masa langsung kesempatan terakhir?"
"maaf ayah, Sarah belajar dari pengalaman mendiang ibu. karena kesempatan yang kedua yang diberikan ibu kepada ayah dan menjadikan itu sebagai keluarga.
Anak yang Sarah kandungan begitu berharga bagi Sarah.
Begitu banyak rintangan dan cobaan yang sudah Sarah jalani, tidak terkatakan lagi dan sulit untuk di deskripsikan."
"kamu benar Sarah, dan mendiang ibu mertua mu adalah wanita yang hebat, istri yang luar biasa dan ibu yang sangat penyayang dan sabar.
Demikian juga dengan mu, tidak salah almarhumah memilih mu untuk menjadi menantunya.
Sarah....
Apa yang harus dilakukan oleh Satria, agar bisa merajut cinta kalian kembali."
haaaaaaaa......
Sarah menghela napas panjangnya lalu menatap tajam ke arah Satria, dan air mata itu mengalir ke pipinya.
__ADS_1
"mas Satria harus menceraikan perempuan itu dan memutuskan segala hubungan dengan perempuan itu.
lalu menandatangani perjanjian yang baru, kalau mas Satria tidak bisa menikah lagi selama Sarah masih bisa melakukan kewajiban Sarah sebagai istri.
Jika mas Satria melakukannya, maka mas Satria harus pergi dari rumah tanpa mendapatkan apapun.
Syarat yang terkahir, mas Satria harus minta maaf ke Indah klinik dan melakukan konferensi pers.
Di dalam konferensi pers nantinya, mas Satria harus benar-benar minta maaf karena telah memfitnah dua kali Indah klinik.
Pihak Indah klinik akan membantunya dengan menampilkan bukti-bukti yang sudah berhasil di kumpulkan...."
"apa?
kamu ngak salah Sarah, itu artinya kamu meminta untuk mengakui kongkalikong mu bersama Indah klinik."
"tapi maaf mas Satria, jika salah satu dari syarat itu tidak terpenuhi, maka Sarah akan tetap pada pendirian saat ini.
Saya menunggu keputusan mu saat ini juga, Sarah sudah lelah menunggu mas.
Kamu itu laki-laki dan kepala keluarga, dan kita berdua bersama-sama di klinik itu.
Dari awal sampai dinyatakan ada janin di rahim ku ini dan semuanya terpantau."
"jangan harap Sarah, lebih baik saya disini jika harus mengakui perbuatan biadab itu."
"baiklah Satria, dengan ini saya nyatakan akan tetap pada pendirian ku.
Mungkin Senin depan putusan pengadilan akan dibacakan dan sesuai bukti-bukti perselingkuhan dan video tidak senonoh yang tersebar itu.
Sembilan puluh sembilan persen, kita akan bercerai secara resmi.
Selamat tinggal dan semoga kau berbahagia dengan pilihan mu itu."
Sarah dan pengacaranya pergi meninggalkan Satria dan ayahnya.
"dasar idiot, penipu ulung dan bodoh stadium akhir."
Ucap ayahnya dan memintak petugas untuk memasukkan ke dalam sel lagi dan memilih untuk berdiam diri.
"tolong pisahkan aku dengan pria ini pak, takutnya nanti terbunuh pula nantinya."
"kenapa seperti itu?"
"pria ini anakku yang sangat bodoh dan idiot, tolong pisahkan sel kami pak.
Nantinya akan menambah daftar dosa ku karena membunuh orang lagi.
Saya mohon pak, tolong pisahkan kami. tolong bapak..."
Akhirnya permohonan itu di kabulkan oleh petugas, karena sang ayah memukul tepat di wajahnya anaknya.
Bukan hanya sekali tapi berkali-kali bahkan sampai Satria terkapar di lantai.
__ADS_1