
POV Rizal.*
Setelah puas mencium bibir Rizal dan kemudian menatap wajah nya.
"ini kartu kredit tanpa limit, mas akan berikan jika kamu mau menjadi pria Ku dan bersedia menamai mas kemanapun."
Entah apa yang dipikirkan oleh Rizal atau memang dia sama saja seperti mama nya yang gila uang.
Kartu kredit itu langsung di sambar olehnya dan seolah-oleh menantang pria kekar itu agar bisa memberikan lebih untuk nya.
"kalau begitu belikan Rizal mobil keluaran terbaru dan juga tempat tinggal yang layak."
"okey....
tapi layani om sekali lagi sebelum kita berangkat untuk membeli semua yang kamu butuhkan.
Mobil keluaran terbaru dan apartemen mewah untuk mu."
Tanpa basa-basi Rizal langsung mengiyakan nya dan beraksi.**
Disebuah showroom mobil yang besar dengan pilihan yang sangat banyak dan Rizal tertuju kepada sebuah mobil berwarna silver.
Memang benar pria yang bernama Basil itu membelikan mobil itu untuk Rizal dan kemudian langsung pergi setelah menyelesaikan administrasi nya.
"yuk kita lihat apertemen mu."
Rizal yang mengendarai mobil baru itu hanya mengganguk seraya tersenyum dan berakhir di cium oleh pria yang disampingnya.
Tiba di lobi sebuah apertemen yang sangat menjulang tinggi ke langit dan pria yang bernama Basil tersebut langsung merangkul bahu Rizal untuk masuk ke loby apartemen.
"pak Dandro......"
Pria yang bernama Basil itu menyapa seseorang dan terlihat wajah Rizal menjadi merah.
Akan tetapi pria yang dipanggil dengan pak Dandro, seperti pura-pura tidak mengenal Rizal yang masih di rangkul oleh Basil.
"pak Basil apa kabar? sudah berapa lama di Jakarta?"
"kabar baik pak Dandro, baru kemarin tina di jakarta.
Oh ya masih ada unit yang kosong? biasa untuk kekasihku yang terbaru."
"tunggu sebentar ya pak Basil, biar saya tanya dulu sama kepala pengelolaannya, mari kita duduk dulu."
Ujar pria yang bernama Dandro tersebut, dan mengajak calon pembeli unit untuk duduk bersantai di sofa.
Setelah beberapa lama bercengkrama lalu datang seorang perempuan cantik yang mendatangi mereka yang duduk di sofa.
"Desi.....
kenalkan ini pak Dandro, calon pembeli unit apartemen sekaligus sebagai investor di hotel kita."
Ucap Dandro yang memperkenalkan perempuan cantik itu kepada clien tersebut, dan wajah Rizal semakin tak karuan.
__ADS_1
"Desi....
kamu putri nya pak Dandro kan?"
Basil berulangkali memuji kecantikan Desi dan berkata kalau suaminya adalah pria yang beruntung.
"buntung yang ada pak Dandro, karena ternyata mantan suamiku itu sudah menjadi pemuas nafsu orang lain, baik perempuan dan juga laki-laki."
"maksud Desi, seperti saya ini?"
Desi hanya mengganguk dan pak Dandro memperkenalkan Rizal kepada-nya.
"maaf ni pak kalau lancang, apa bapak sudah gituan sama pacar bapak ini?"
"pasti dong Desi, empat ronde malahan."
Pria bertubuh kekar itu tertawa, seakan-akan dia merasa pria paling hebat.
Lalu Desi memintak ayahnya untuk duduk menjauhi kedua pria penyuka sesama jenis itu.
"loh apa-apaan? kok menjauh gitu?"
"mohon maaf ya pak Basil, kami tidak menjual atau menyewakan unit kami kepada laki-laki yang terinfeksi virus HIV AIDS seperti pacar bapak.
jika penghuni lain mengetahuinya, bisa-bisa mereka komplain dan itu tentunya mencoreng nama baik apertemen kami.
baik sebaiknya observasi, karena pria itu adalah manusia yang sudah terinfeksi virus mematikan itu."
Seketika itu juga Basil langsung menolah Rizal, yang duduk dengan menundukkan kepalanya.
apa-apaan ini? apakah semua itu benar?"
Rizal masih diam dan tetap menunduk, akan tetapi pandangan tajam dari Desi mengarah ke Rizal.
"pak Basil, saya ini adalah mantan istri pacar bapak dan Desi harus berada di rumah sakit untuk observasi dari virus itu.
Desi sangat-sangat bersyukur pak, karena tidak tertular oleh virus itu.
Pria yang bersama pak Basil telah berhubungan dengan wanita yang mengidap virus berbahaya itu.
Sebaiknya bapak di periksa deh, percuma punya uang banyak jika terinfeksi virus jahanam itu pak."
Seketika itu juga pak Basil menghubungi seseorang dan memerintah untuk membawa perempuan bernama tante Friska.
Lalu merampas kembali tas kecil itu, berikut kunci mobilnya, dan terlihat Desi menunjukkan foto seorang wanita kepada pria berbadan kekar itu.
"Friska yang bapak maksud ini kah?"
Basil hanya mengganguk kebingungan dan kembali memperhatikan foto yang di tunjukkan oleh Desi.
"Desi kenal?"
"kenal pak Basil, beliau itu adalah ibu kandung dari pria yang bersama bapak ini, dan wanita itu juga yang menghancurkan rumah tangga kami.
__ADS_1
Seorang ibu yang tega menyuruh anaknya untuk meniduri perempuan pengidap HIV AIDS dan kemudian menjualnya kepada bapak."
Pria yang bernama Basil itu terlihat geram dan menatap tajam ke arah Rizal.
Pandangan pria itu berubah seketika menerima pesan dari seseorang melalui handphone miliknya.
"pertama sekali, saya akan menghancurkan perempuan ****** itu lalu menghancurkan keluarganya dan terakhir kau.
Anak buah ku sudah berhasil mendapatkan identitas keluarga mu, tentunya keluarga dari pihak mama mu.
Nikmati aja dulu apa yang sudah kau dapatkan dan nanti kamu berteriak dan memintak tolong."
Ucap pria itu dan meninggalkan Rizal yang duduk lemas.
"anak kita apa kabarnya?"
"huuu....
anak kita, kamu ngak layak menjadi seorang ayah, kamu itu tak lebih dari sampah yang tidak bisa di daur ulang.
Syukurlah kalau kita berpisah dan Tuhan menunjukkan bahwa kau adalah laki-laki yang paling laknat di dunia ini.
Oh iya.....
pengadilan sudah memutuskan hubungan kita, dan sudah resmi bercerai karena tidak ada sanggahan dari kau.
Putusan itu sudah berkekuatan hukum, dan semoga kita tidak pernah bertemu lagi.
Ngak nyangka kalau kamu menjual diri kepada laki-laki juga, dan enyah lah kau dari dunia ini."
"Desi.....
apa salah aku berbakti kepada ibu kandung Ku sendiri?"
"ibu mu itu bukanlah manusia, melainkan iblis yang mengambil rupa manusia."
"kamu salah Desi, mama hanya yang terbaik untuk ku dan kita."
"terbaik untuk kita?
mana ada orang tua yang menghancurkan pernikahan anaknya, bukan hanya Desi yang hancur Rizal.
Tapi mbak Sarah juga demikian, dan banyak yang lain yang terluka karena mama mu itu.
Percuma ngobrol sama kau, kaum sodom seperti kau layak lenyap dari muka bumi ini.
"kamu tau darimana kalau saya terinfeksi virus itu?"
Seketika Desi menunjukkan sebuah video kepada Nya, melalui handphone milik mantan istrinya itu.
"perempuan ini sudah terinfeksi virus itu, dan ngak perlu tau dari mana saya dapat informasi nya."
"anak kita apa kabar? dimana dia sekarang?"
__ADS_1
"kamu itu ngak pernah punya anak Rizal, karena kau selalu hidup dibawah ketiak mama Mu.
Rizal hanya terdiam dan seketika air mata nya mengalir di pipinya.