PEJUANG GARIS DUA

PEJUANG GARIS DUA
Kedatangan Mantan Istri Siri.


__ADS_3

Tok.... tok.... tok.....


Ketukan pintu yang disertai dengan suara dari mpok Surti, lalu aku membukanya.


"kenapa mpok?"


"anu neng.....


ibu tirinya mas Satria datang lagi dan kali ini bersama putrinya yaitu si Lyra."


"pak Imran dimana mpok?"


"dah mpok mintak ke ruang tamu, takutnya nanti perempuan itu ngamuk lagi. mbak Tika juga saat di ruang tamu.


Neng di mintak menghadap perempuan bar-bar itu."


"ngak usah berikan minum mpok, dan biar Sarah yang menghadapinya."


Lalu kami bersama-sama datang menghadap mereka yang sedang berada di ruang tamu.


"perempuan mandul akhirnya muncul juga."


Ujar Lyra dengan sinis, wajah nya yang terlihat masih pucat tapi masih sanggup mengatai ku perempuan mandul.


"Kenapa kau diam aja? ngak sakit hati lagi dikatai perempuan mandul? atau memang sudah terbukti kalau kau perempuan mandul?"


Tenang......tenang.......


ini ujian..... harap tenang.....


Berusaha untuk tenang menghadapi dua perempuan licik ini, tidak perlu di balas karena takut akan berpengaruh ke janin ku ini.


"ada apa datang kemari?"


"masih nanya kau?


rumah ini milik mas Satria, dan aku adik kandungnya, aku berhak tinggal disini."


"Lyra sudah izin ke mas Satria?"


"buat apa izin perempuan mandul, karena sudah pasti di izinkan oleh mas Satria."


"tapi masalahnya saya tidak menginginkan kau tinggal disini Lyra."


"apa hak mu perempuan mandul."


"sadar kau Lyra, kau yang jelas-jelas mandul karena rahim mu sudah diangkat dokter, dari mana cerita nya perempuan tanpa rahim bisa hamil lagi.


introspeksi diri, sadarkan diri mu. jaga ucapan mu dan juga tindakan mu."


Lyra dan ibunya terlihat sangat marah dan emosi, tapi aku tidak perlu takut karena sudah punya kartu as mereka atau rahasia keluarga mereka yang sangat rumit.


"Sarah......


kamu itu benar-benar perempuan yang tidak tahu malu ya, sudah mandul dan malah menuduh Satria yang mandul.


Neni......"


Ujar ibu tirinya mas Satria dan perempuan yang dipanggil nya itu datang dengan perutnya yang sudah mulai membuncit.

__ADS_1


Aku tahu dia, perempuan yang bernama Neni itu adalah istri siri mas Satria.


"nama saya Neni, istri mas Satria. sebenarnya sudah mantan karena mas Satria sudah menjatuhkan talak kepadaKu."


Ucapannya yang terlihat pamer lalu duduk di samping ibu tirinya mas Satria.


"Sarah.....


Neni hamil anak Satria, dan sudah USG. dimana anaknya berjenis kelamin laki-laki yang artinya sebagai pewaris tunggal kekayaan Lila group.


apa kau bisa memberikan anak laki-laki untuk Satria?


jelas ngak lah, kau kan mandul."


"oh gitu.....


mas Satria sudah kalau Neni sudah hamil anaknya?"


"eh pelakor.....


bagaimana mas Satria tahu kalau kamu menghalangi nya, dasar perempuan ******."


"kamu yakin itu anaknya mas Satria?"


"ya jelas yakin, karena hanya mas Satria yang meniduri Ku."


"terus kau mau apa?"


Lalu perempuan yang bernama Neni itu berdiri dimana kedua tangannya diletakkan di pinggangnya.


"hanya karena si Lila brengsek itu tidak merestui kami, dan sekarang perempuan itu sudah mati.


Saya akan pastikan kalau kau akan segera angkat kaki dari rumah ini."


tapi tunjukkan bukti kalau anak yang kamu kandung adalah anaknya mas Satria."


"siapa takut...."


Ucap perempuan itu, tapi terlihat keraguan dari sorot matanya.


"terus apa lagi yang kalian mau?"


"saya mintak hak dari yang aku kandung ini, kalau tidak aku akan nekad untuk menyebarkan aib mas Satria."


"sabar.....


sebentar lagi nak Satria akan datang kemari, pelan kan suara mu dan duduklah, kasihan bayi yang kamu kandung."


Ucap mpok Surti yang duduk disamping Ku, dan benar saja suara mobil mas Satria sudah terdengar di garasi.


Terdengar langkah kaki dan datang lah mas Satria yang di dampingi oleh Findon.


Kemudian mas Satria duduk di samping kananku sementara mpok Surti langsung berdiri dan hendak berlalu.


"mpok mau kemana?"


"mau buat minum."


"ngak usah mpok, nanti kami ambil sendiri. mpok duduk aja di samping Sarah."

__ADS_1


Perintah mas Satria dan mpok Surti kembali duduk disamping ku seraya memegang tanganku.


"mas Satria apa kabar?"


"baik."


Jawaban mas Satria akan pertanyaan mantan istrinya sangatlah singkat dan terdengar kaku.


"aku hamil mas, hamil anak mu dan anak ini berjenis kelamin laki-laki, sesuai impian ibu dan mas Satria."


"anakku....."


Ujar mas Satria yang terlihat bahagia, tapi masih duduk disamping Ku.


"iya mas, ini anak mu. mas harus bertanggungjawab atas anak ini, aku tidak mau anak lahir tanpa ayah dan juga kasih sayang seorang ayah."


"kamu yakin itu anaknya mas Satria?"


Perempuan itu melotot ke arahku dan kemudian berdiri.


"perempuan mandul seperti kau tidak pantas meragukan anakku."


"sabar Neni, aku kan hanya bertanya. kali aja anak pria lain yang tidak bertanggungjawab seperti laki-laki yang telah menghamili Lyra."


"makin kurang ajar kau ya perempuan mandul."


Ujar sang ibu mertua tiri, dia seperti tidak terima anaknya saya katai demikian.


"mpok....


tolong ambilkan notepad di meja rias Sarah di kamar."


Mpok Surti langsung beranjak setelah kunci kamar aku berikan kepadanya dan mengarah ke kamar kami.


Tidak berapa lama mpok Surti sudah tiba di ruang tamu ini, lalu menyerahkan notepad dan kunci kamar kepadaKu.


Lalu aku memutar video yang aku dapatkan dari flashdisk yang diberikan Desi, dimana Neni mantan istri siri mas Satria melakukan adegan suami istri di suatu ruangan.


Kemudian memberikan notepad itu ke mas Satria.


"mas jangan percaya begitu saja, siapa tau aja anak yang di kandung oleh mantan istri siri mu itu anak dari pria itu, ataupun anak dari pria lain."


Setelah selesai menonton video itu, lalu mengarahkan ke perempuan hamil itu.


"kalau aku perkirakan kehamilan Neni sudah berusia hampir tujuh bulan, dan video itu di ambil sembilan bulan lalu.


kemudian ada beberapa video lagi bersama pria yang sama dan juga beberapa pria lainnya dengan waktu yang berbeda-beda.


Itu artinya ibu Lila masih hidup saat itu, dimana Neni masih menjadi istrimu mas.


Mas pasti tahu apa artinya?"


Mas Satria kembali melihat notepad itu, lalu memeriksa video yang lain.


Sepertinya pria yang tampan yang sudah sah menjadi suami ku ini sangat terkejut melihat beberapa video itu.


Jelas terkejut dong, karena salah satu diantara pria itu berada di lingkaran keluarga mas Satria yaitu Ferdinand.


Ferdinand adalah pria yang mengaku sebagai adik tiri mas Satria.

__ADS_1


Akan tetapi ada kejanggalan akan hal itu, karena mendiang ibu Lila hanya sempat mendanai proses bayi tabung untuk satu anak.


Kemungkinan besar itu adalah Rizal, karena anak yang minus sopan santun itu sangat mirip dengan ayah mertua.


__ADS_2