PEJUANG GARIS DUA

PEJUANG GARIS DUA
Rapat Pemegang Saham.


__ADS_3

POV Satria.*


Bahkan Satria mengulangi pertanyaannya dan Neni belum menjawab nya.


"maaf mas maaf....


Gini loh mas, kalau dipikir-pikir ya. lebih baik Neni aja yang memegang Insani, karena Sarah pasti ngak akan bisa mengurus Insani.


Neni itu ya lulusan manajemen terbaik universitas negeri, beda sama Sarah yang hanya lulusan SMA aja."


"nanti kita lihat aja, siapa yang pantas memegang Insani."


Mungkin karena mereka sudah tiba di kantor pusat Lila group, sehingga jawaban Satria begitu singkat.


Baru aja tiba di lantai dasar gedung itu, dan semua mata tertuju kepada mereka dan seperti menghindar dari rombongan Satria.


'itu tuh perempuan yang sering di pakai orang, dan perempuan itu yang ada video slurrr itu. kok berani banget masih keluar seperti ini?'


'mungkin urat malu sudah putus kali, tapi penasaran deh buah dadanya yang besar sebelah.'


Begitu lah percakapan beberapa pegawai laki-laki yang melihat aneh ke arah Neni.


"bintang film po*no ada disini, saingannya Miyabi."


Ujar salah pegawai laki-laki dan seketika mereka memvideokan rombongan Satria, terutama fokus kepada Neni, Lyra dan juga Rizal.


"eh....


pada ngapain? mau dipecat?"


Mereka semua langsung berhenti merekam karena di tegur oleh Deva yang sudah datang bersama Findon.


"Satria....


sekarang ke aula untuk rapat pemegang saham Lila group, dan usir orang-orang yang kau bawa itu.


Takutnya mereka akan menularkan virus jahanam itu ke semua pegawai yang ada disini."


Deva dan rombongannya mengenakan masker, dan juga kacamata seperti yang dipakai petugas medis dan juga sarung tangan medis.


"Deva, Findon....


apa-apaan ini semua? kenapa kalian memakai pakaian seperti itu?"


"iya jelas kami takut sama kau, karena kau sudah menikah dengan perempuan ****** itu, perempuan yang terinfeksi virus jahanam itu.


Kau sudah tidur kan sama perempuan itu? pastinya dong virus itu sudah berpindah ke tubuh mu."

__ADS_1


"jangan ngaco kau Deva."


"ngak usah banyak komen, yuk kita langsung aja.


security...... security........"


Mungkin ada sepuluh orang security, yang sudah memakai alat pelindung medis lengkap dan langsung mengamankan Neni, Lyra dan juga Rizal dan dibawa paksa ke suatu ruangan.


Neni yang terus menerus berteriak memanggil Satria dan akhirnya Satria melawan security itu.


"cukup Satria.....


kalau ngak suruh perempuan manusia-manusia itu pergi dari sini, dan kita lanjut rapat."


Para security akhirnya melepaskan mereka bertiga, dan mengusirnya.


Seketika itu juga ruangan itu seperti diberi asap dan para karyawan di asapi satu persatu.


Sesampainya di ruang rapat, para petinggi Lila group sudah berkumpul dan sudah meja khusus untuk Satria.


Para security menempatkan Satria di meja khusus itu dan semua petinggi Lila group sudah duduk dengan rapi.


Mickropon meja Satria menyala dan itu artinya kalau Satria hendak menyampaikan sesuatu.


"apa-apaan ini?"


Sampai lima video slurrr yang di putar, lalu berlanjut video slurrr Rizal dengan seorang perempuan dan begitu juga dengan Lyra.


Kemudian seorang laki-laki berdiri di podium, dengan mickropon yang menyala di tangannya.


"pak Satria yang terhormat, saya akan membeberkan semua hal yang bapak barusan tonton.


Video-video itu kami peroleh dari peninggalan almarhumah ibu Lila, sang pendiri Lila group yang dirintis bersama ayah handa nya yang tercinta.


Video pertama di ambil setelah bapak menikahi Neni, dan vidio kedua dan seterusnya diambil setelah pak Satria berpisah dengan perempuan itu lalu menikah dengan ibu Sarah.


Akan tetapi pak Satria masih berhubungan dengan Neni bahkan sampai tidur lagi dengan Neni.


Laki-laki dalam video ketiga dan keempat, terindikasi mengidap HIV-AIDS dan kemungkinan besar Neni sudah terinfeksi virus jahanam tersebut.


Oleh karena itu, ibu Sarah, dan semua asisten rumah tangga pak Satria saat ini dalam rehabilitasi medis untuk mengecek apakah mereka ikut terindentifikasi virus mematikan itu.


Selama pak Satria menikahi ibu Sarah dan kemungkinan besar pak Satria berhubungan badan dengan Neni, yang kemungkinan adanya penularan virus tersebut.


Sehingga perlu dilakukan pemeriksaan mendetail.


saat ini juga bahwa, Neni, Rizal, Lyra dan ibu Friska akan segera dibawa oleh tim medis untuk melakukan identifikasi dan observasi.

__ADS_1


Nantinya juga pak Satria....."


"tunggu......"


Laki-laki yang di podium itu berhenti bicara, karena di sanggah oleh Satria.


"Sarah tidak mungkin tertular, karena saya tidak pernah berhubungan badan dengan Neni."


"mohon maaf pak Satria, tapi Sarah dengan suka rela melakukannya dengan calon bayi yang di kandungnya.


oleh karena itu bapak nantinya akan ikut di rehabilitasi dan itu wajib."


"kalau saya menolaknya?"


Deva langsung berdiri dan kemudian berjalan ke arah pembawa acara itu.


"jika kau menolak, maka semua saham sebanyak dua puluh persen akan dialihkan seluruhnya kepada Sarah dan itu sudah ketentuan dari mendiang mbak Lila."


"apaan dua puluh persen, saham saya itu...."


"hello....


Satria lupa dengan surat perjanjian pranikah nikah? lalu Satria lupa dengan wasiat mendiang mbak Lila?"


Seketika itu juga Satria terdiam, lalu di layar di tampilkan surat wasiat dari Lila. berikutnya adalah perjanjian pranikah yang ditandatangani oleh Satria, juga Sarah dan ibu kandungnya sebagai saksi.


"Satria dengar ya, mama mu itu hanya memberi mu saham dua puluh persen dari total saham kepemilikannya.


Dimana saham yang dimilikinya adalah delapan puluh persen, setelah diberikan kepada mu jadi totalnya sahamnya tinggal enam puluh persen.


Melalui surat wasiat, bahwa istri mu yang dipilih oleh mbak Lila akan memperoleh seluruh sahamnya sebesar enam puluh persen.


Ditambah lagi perjanjian pranikah itu, kalau kamu yang selingkuh dan menikahi wanita lain, maka setengah saham mu akan di alihkan kepada Sarah.


Jika Sarah hamil akan anak mu, terlepas itu anak laki atau perempuan, maka kamu akan melepaskan setengah bagian saham mu kepada Sarah.


Saat ini Sarah telah mengandung anak mu.."


"anak yang dikandung Sarah itu dari laki-laki lain, dan itu bukan anakku.


Sarah telah bekerjasama dengan klinik itu, untuk mengganti sel spe*ma pria lain untuk disatukan dengan sel telur."


Seketika semuanya terdiam, dan Deva menepuk tangannya, lalu keluarlah dokter Supriadi dan empat orang perawat yang menangani proses bayi tabung tersebut.


Ke empat perawat itu menuju meja operasi, dan mengganti laptop itu dengan laptop yang dibawa nya.


Kemudian salah satu perawat memberikan dokumen kepada dokter Supriadi dan satu perawat memberikan dokumen kepada Satria lalu para peserta rapat lainnya.

__ADS_1


Dua perawat yang bertugas membagikan dokumen sudah duduk di kursi meja operator dan Deva mempersilahkan dokter Supriadi untuk masuk ke podium.


__ADS_2