Pelangi Di Atas Hujan

Pelangi Di Atas Hujan
Bab 36


__ADS_3

“apa kau sudah gila? Tidak ada bunga sebesar itu.” kata Tama dengan nada yang meninggi. “tentu ada tuan muda. Itulah hutang plus bunga yang harus dibayar oleh Nyonya Kirana.” sahut pria berseragam hitam yang ada di depan suami Kirana tersebut.


Tama hanya bisa terdiam kaku. Tuan muda itu sedang berpikir keras bagaimana ia bisa membayarkan hutang istrinya sedangkan dia tidak memiliki pekerjaan apapun. Selama ini dirinya masih saja dalam tanggungan orang tua walaupun Tama telah menikah.


“aku tidak bisa membayar hutang itu. Maksudku untuk sekarang aku belum bisa. Aku juga belum memiliki pekerjaan.” Kata Tama dengan jujur.


“bukankah uang tidak menjadi masalah untuk keluarga Harun?” kata pria berseragam hitam tersebut. Pria itu melirik tipis kepada Nyonya Bella kemudian kembali menatap Tama dengan tatapan tajam.


“kau benar, uang bukan masalah bagi kami.” Berang Nyonya Bella. “kami akan membayarmu besok. Sekarang kau pergilah!” usir Nyonya Bella sembari menunjuk ke pintu keluar ruangan tersebut.


“baiklah.” Pria itu tersenyum sinis dan berdiri berbarengan dengan pria yang satu lagi yang datang bersama dengannya itu. “akan kuberitahu rule-nya. Jika besok kau tidak membayarnya maka satu hari dendanya 100 juta atau Nyonya mudamu akan langsung kami bawa dari sini.” Ancam pria berseragam hitam itu.


Para pria berseragam itu pergi. “Flo, bisa kau obati para pengawal itu?” Tama melihat Flo yang masih tampak tegang itu. “aku akan mengobati mereka semua tetapi dengan bantuan pelayan wanita.” Sahut dokter Flo saat melihat ada banyak pengawal dari keluarga Harun yang babak belur.


Tama langsung melirik ke arah Tumiyem. Belum sempat memberikan perintah, Tumiyem yang mengerti arti dari tatapan itu pun mengangguk. “baik tuan muda.” Kata Tumiyem kemudian bergegas untuk mengambil kotak p3k.


Nyonya Bella lekas mengambil benda pipih yang sejak tadi dibawanya itu. Istri dari tuan Harun itu mencoba berkali-kali menghubungi suaminya namun tidak ada jawaban pada panggilan suara itu.


“ayahmu kemana saja. Telepon ibu tidak angkat.” Gerutu Nyonya Bella. “biarkan saja ibu, nanti dia akan pulang. sekarang kita pikirkan saja bagaimana caranya membayar si bedebah Azego itu agar Kirana tidak di bawa dari rumah ini. Dan satu lagi ibu, kita harus memperketat dan menambah pengawal di rumah ini.” Jelas Tama.

__ADS_1


Tak lama kemudian tuan Harun sampai bersama dengan Mario. Langkah kedua orang itu terhenti saat melihat para pengawal pribadi yang ada dipintu menghilang namun Mario segera berlari masuk untuk memastikan semuanya. Mario mendapati anak buahnya babak belur di ruang tamu kediaman keluarga Harun. Mario yang melihat bawahannya babak belur lekas berlari menghampiri satu persatu dari bawahannya tersebut untuk memeriksa mereka.


“ada apa ini?” dengan kedua lobang hidung yang kembas kempis, tuan Harun mulai emosi melihat semua pengawal pribadinya yang bebak belur. Akhirnya ia sampai juga pada ruang tamu tersebut.


“tuan, ku rasa ini ulah dari Maria.” Gegas Mario yang mendekati tuannya. “siapa itu Maria?” kini gigi tuan Harun pun bergesekan satu sama lain menahan amarah di dadanya. “Maria adalah pengawal pribadi dari Azego tuan.” Sahut Mario.


“lagi-lagi ini karena ulah Azego! Apa dia belum tahu berhadapan dengan siapa.” Berang tuan Harun. “lalu siapa Maria itu? kenapa kau menyebutnya sebagai pengawal pribadi sedangkan namanya terdengar seperti nama seorang perempuan.” Tuan Harun melangkah mendekati istri dan putranya. Sementara dokter Flo dan pelayan wanita yang lain sedang mengobati para pengawal pribadi itu.


“Maria memang seorang wanita tuan. Tetapi kekuatannya banyak mengalahkan laki-laki.” Jawab Mario dengan mengikuti tuannya dari belakang. “apa dia juga bisa mengalahkanmu?” tuan Harun menghentikan langkahnya dan memutar badan untuk menatap kedua mata pengawal pribadinya itu.


“ku rasa tidak tuan.” Kata Mario tersenyum sinis. Walaupun Maria seorang perempuan yang kuat, tetapi ia percaya diri akan mengalahkannya. “bagus!. Kalau begitu—” perkataan tuan Harun terhenti kala istrinya yang tiba-tiba saja memeluknya sambil menangis.


“kenapa kau lama sekali? Dari mana saja kau. Tadi ada segerombolan pria yang datang dan menghajar para pengawal kita.” Terang Nyonya Bella yang masih saja menangis. “jangan menangis.” Tuan Harun mengusap air mata yang ada di pipi istrinya.


“apa semuanya pria?” tanya tuan Harun memastikan. “benar ayah.” Kali ini Tama yang menjawab pertanyaan ayahnya. Karena ia pun yakin semua orang yang berseragam hitam itu adalah pria.


Mendengar jawaban putranya, seketika tuan Harun mendongak untuk menatap Mario yang berdiri dibelakangnya. “dia memang terlihat seperti laki-laki tuan. Tapi ku pastikan dia adalah perempuan.” Bisik Mario ke telinga tuannya.


“ayah kita harus menambah pengawal kita dan carilah pengawal yang lebih hebat lagi. dengan kejadian hari ini, sangat jelas terlihat bahwa pengawal kita sangatlah lemah karena dengan mudah mereka di kalahkan oleh anak buah dari Azego.” Jelas Tama.

__ADS_1


“Azego? Apa kau mengenalnya nak?” tuan Harun tampak heran saat putranya yang tidak tahu apa-apa tiba-tiba saja menyebut nama seorang rentenir berdarah dingin seperti Azego.


“tidak ayah! Aku tidak mengenalnya. Tetapi, kekacauan yang terjadi di rumah ini itu atas perintah si bedebah Azego itu.” bibir Tama tampak bergerak-gerak dengan mimic wajah yang marah.


“ada apa sebenarnya yang terjadi Tama?” tuan Harun semakin heran saat melihat putranya seperti itu padahal putranya itu biasanya terlihat acuh tak acuh kepada setiap urusan yang ada di rumah itu.


“pria berseragam hitam itu hendak membawa Kirana atas perintah tuannya.” Terang Tama. “Kirana?” kata tuan Harun yang wajahnya tak lagi terlihat emosi melainkan terlihat seperti orang yang sangat kebingungan.


“kenapa bisa Kirana? ku rasa istrimu hanyalah wanita biasa yang tidak tahu apa-apa sama seperti dirimu.” Kata tuan Harun sembari melipat kakinya.


“benar sayang, kau sangat benar. Tetapi Riyanda sebelum meninggal ternyata memiliki hutang kepada Azego. Karena ia mengetahui bahwa Riyanda telah meninggal maka dia pun memerintahkan orang-orangnya untuk mencari Kirana yang berakhir disini.” Jelas Nyonya Bella yang tak bisa berdiam saat kedua lelaki tercintanya berbicara belum sampai ke intinya juga.


“ahhh seperti itu, tidak perlu membuat keributan kalau seperti itu. Kau tinggal bayar saja hutang Riyanda sayang.” Tuan Harun menghela nafasnya, ia pikir ada masalah besar yang terjadi ternyata hanya soal uang yang menurutnya sangat gampang untuk diselesaikan.


“kau benar sayang, aku pun tadi langsung mengiyakan mereka. Tetapi…” Nyonya Bella tampak berpikir. “tetapi kenapa lagi sayangku..” tuan Harun meraih dagu istrinya dan mengecup kilat bibirnya di depan semua orang.


“tetapi ayah, uang yang mereka minta cukup banyak. Riyanda hanya berutang seratus juta kepada Azego, namun bunga yang harus dibayar adalah 10 milyar.” Jelas Tama yang emosinya masih belum reda.


“APPAAA? Apa Azego itu sudah gila? Itu bukan hutang namanya! Itu pemeresan!!!” tuan Harun langsung berdiri dan membelalakkan kedua matanya. “AZEGOOOOO!” teriak tuan Harun, suaranya menggema pada ruang tamu itu. sejenak, kegiatan pengobatan para pengawal di rumah itu terhenti kemudian mereka melanjutkannya kembali.

__ADS_1


“Mario, cepat bawa aku menemui Azego sekarang juga!” perintah tuan Harun.


__ADS_2