
Keesokan harinya, seperti biasa Tama berangkat ke kantor dengan setelan rapi. Berkomunikasi dengan Ravi menggunakan tulisan. Membaca laporan keuangan Harun Coporation selalu minus dan mempunyai banyak kerugian.
“Siapa itu Gono, Keanu?” Tanya Tama sesaat setelah keluar dari ruangan rapat. Rapat para pemegang saham itu berlangsung riuh tadi. “Dia pemegang saham kedua terbesar selain Tuan Harun, tuan muda.” Sahut Keanu sambil berjalan mendampingi tuannya dibarengi oleh Merry.
“Pantas saja dia sangat berani setiap kita melakukan rapat pemilik saham.” Kata Tama sambil menatap Keanu. “Berapa besar saham dia pada Harun Corporation?” Tambahnya lagi. “Sekitar 40% persen tuan.” Jawab Keanu. Merry terlihat diam dan menyimak.
“Lalu berapa saham milik ayah ku?” Tanya Tama lagi. “Saham ayah Anda ada di angka 45% tuan.” Sahut Keanu. “Wah, itu sangat tipis.” Tama menopang dagu. “Kenapa tidak kita beli saja saham Gono, Keanu?” Tama sedang memikirkan sesuatu.
“Tidak bisa tuan, dengan tuan membeli saham Gono maka tuan bisa dipastikan bangkrut!” Bantah Keanu. “Bangkrut? Kau yakin? Dari mana kau bisa mengatakan aku bisa bangkrut?” Tama tak percaya kekayaan keluarganya bisa bangkrut hanya membeli saham dari Gono. Semua orang tahu bahwa kekayaaan keluaga Harun tidak habis tujuh turunan.
“Neraca keuangan kita banyak mengalami kerugian. Saldo kita juga telah habis tuan. Jika tuan ingin membeli saham Pak Gono maka tuan harus merelakan asset tuan. Dengan menjual sebagian besar asset tuan maka barulah tuan bisa membeli semua saham Pak Gono dan itu pun jika dia bersedia menjualnya. Namun, jika dia ingin menjualnya dengan harga sangat tinggi, apakah tuan mau?” Terang Keanu. Kali ini wajahnya tampak begitu serius.
“Ku rasa itu tidak masalah. Karena dengan membeli saham Gono, maka dengan begitu tentu keuntungan ku akan bertambah bukan?” Tama sangat percaya diri.
“Itu benar tuan. Tetapi di masa krisis seperti ini itu akan sangat merugikan. Saham kita terus turun dengan skandal ayahanda tuan yang tak kunjung usai. Apalagi jika pengadilan mengatakan ayahanda tuan telah bersalah. Bisa dipastikan saham kita akan turun drastic. Dengan membeli semua saham Gono menggunakan asset berharga milik keluarga Harun itu tidak akan sebanding dengan keuntungan dari saham yang dibeli itu tuan.” Jelas Keanu. Kali ini dia tampak jujur.
“Tapi aku tidak suka dengannya yang suka melawan argumenku.” Kata Tama kemudian langkahnya berhenti saat tepat berada di depan pintu ruangan kerjanya. “Beritahu kepada Gono bahwa aku ingin membeli sahamnya.” Tama menutup pintu kantornya.
Hal itu membuat Merry menelan salivanya sedangkah Keanu mengeleng-gelengkan kepalanya. “Sebenarnya apa mau nya tuan muda itu Merry?” Tanya Keanu bimbang. “Aku tidak tahu.” Jawab Merry datar.
“Begini, aku telah memberikan saran terbaik ku. Aku tidak ingin Harun Corporation bangkrut. Mau kerja di mana kita?” Jelas Keanu. “Kalau begitu, kenapa kau selama ini ikut korupsi berjamaah bersama para pemegang saham?” Ujar Merry yang ikutan bimbang.
__ADS_1
“Tidak seperti itu. Aku ikut mereka untuk mempertahankan posisi ku. Jika tidak mengikuti mereka, maka dengan mudah aku akan dilengser dari asisten pribadi ini dan kau pasti tahu itu. namun, untuk hal membeli saham Gono, itu sangat fatal. Harun Corporation bisa bangkrut. Kau dan aku tidak akan memiliki pekerjaan. Apa kau mengerti?” Kini Keanu memegang kedua bahu Merry.
“Hm…” Merry tampak berpikir keras dengan apa yang didengarnya. “Ah sudahlah. Untuk hal yang seperti ini kau memang bodoh.” Umpat Keanu yang kesal berhadapan dengan wanita lemot seperti Merry. “Tetapi aku pintar untuk urusan ranj4ng kan…” Merry menoel perut Keanu.
“Kau benar.” Seketika Keanu tersenyum. Keduanya kembali ke meja kerja mereka untuk melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda.
Kring… kring… kringg…
Telepon yang ada di atas meja kerja Merry pun berbunyi. “Tuan muda…” Ucapnya sambil menatap Keanu. “Angkat saja.” Perintah Keanu.
“Halo, Anda berbicara dengan Merry tuan.” Merry berbicara sangat lembut. “Merry, apa lagi jadwal ku setelah jam makan siang?” Tanya Tama pada panggilan itu.
“Tidak ada tuan. Hanya saja, ibunda tuan memberi kabar bahwa akan berkunjung pada saat jam makan siang.” Terang Merry. “Katakan pada ibu ku agar tidak ke mari.” Kata Tama kemudian ia menyudahi panggilan itu.
“Ayolah sayang… aku sedang badmood.” Dengan manja Merry memeluk Keanu. “Baiklah.” Keanu berpasrah diri karena ia tidak bisa melihat wajah kekasihnya yang begitu manja seperti itu. Hal itu dengan mudahnya membuatnya meleleh.
Kring… kring… kring…
“Merry coba kau periksa ulang jadwal ku hari. Ku rasa kau melewatkan sesuatu.” Tama kembali melakukan panggilan suara. “Sebentar tuan.” Merry pun meletakkan gagang telepon itu dan mengambil Ipadnya yang ia gunakan untuk bekerja.
“Ahh tuan benar. Saya melewatkan sesuatu! Siang ini adalah hari sidang ayahanda tuan.” Ucap Merry dengan tergesa-gesa. “Kau ini! Bekerjalah lebih becus lagi.” Bentak Tama. Hal itu membuat Merry memegang dadanya dan cemberut.
__ADS_1
“Cepat beritahu ibuku bahwa aku akan bertemu dengannya di pengadilan saja. Waktu ku tidak banyak untuk menunggunya.” Tambah Tama kemudian ia kembali mematikan panggilan itu secara sepihak.
*
*
“Dengan ini Hakim menyatakan bahwa Bapak Harun Karimun dinyatakan bersalah.” Hakim mengetuk palunya sebanyak tiga kali. Sontak hal itu membuat Nyonya Bella menangis terseduh. Tak lupa ia ditemani dengan Dokter Flo dan putranya.
Dokter Flo ikut menangis dengan keadaan itu sedangkan Tama terdiam seribu bahasa. Ia tidak pernah menyangka ayahnya benar-benar telah resmi di penjara. Sementara itu para wartawan pun berdiri untuk mengambil gambar Tuan Harun beserta anggota keluarganya yang lain.
“Dengan ini Bapak Harun Karimun akan menjalani masa tahanan selama 10 tahun sesuai dengan undang-undang yang berlaku.” Tambah para hakim yang duduk di depan sana. Namun, Tama tidak lagi memperdulikan apa saja yang dikatakan oleh orang-orang yang berjubah itu. ia berdiri dan beranjak dari tempatnya.
Tuan muda itu berjalan melihat kosong ke bawah. Tidak peduli ada banyak wartawan yang sedang mewawancarainya. Tampak teman dan ibunya mengikutinya dari belakang. Hingga akhirnya mereka tak dapat lagi dikejar oleh para wartawan itu karena masuk ke dalam mobil dan pergi dari pengadilan tersebut.
Tuan Harun yang bergodek putih diseret oleh para polisi dengan tangan yang diborgol. Ia juga tidak berbicara banyak dan langsung dibawa ke penjara kota.
*
*
“Harun Corporation di ambang kehancuran.” Dengan nada yang berbisik Dokter Flo membaca koran disamping Tama. Sebelumnya koran itu telah dibaca lebih dulu oleh Tama. Dokter Flo menganga tak percaya. Semua orang percaya dengan kekayaan keluarga Harun.
__ADS_1
Selanjutnya Dokter Flo melihat ke layar TV yang mana telah tayang Breaking News pagi itu.