Pelangi Di Atas Hujan

Pelangi Di Atas Hujan
Bab 6


__ADS_3

“Jangan berbohong Bella. Aku mendengarnya saat kau meminta nomor ponselnya di hari pertama kita berjumpa dengannya. Waktu itu kau memintanya di toilet. Karena aku sedang buang air kecil di sana pada waktu itu, aku tak sengaja mendengarnya. Kau bahkan memastikannya dengan melakukan panggilan suara pada Riyanda. Benarkan?” Terang Rihanna.


Nyonya Bella hanya tersenyum tak enak hati. Kemudain ia mengambil ponselnya dan menelepon Riyanda. “kau lihat? Dia sedang sibuk. Panggilanku tidak dijawab.” Pungkas Nyonya Bella.


Kemudian grup arisan sosialita berlanjut tanpa kehadiran Riyanda. Arisan itu di akhiri dengan Gigi Slapinu yang membayarnya. “Sampai ketemu minggu depan ya semuanya.” Ujar Rihanna beserta Gigi yang melambaikan tangan.


“Bye..” kata Ralinsyah dan Nyonya Bella berbarengan. “Bella, Aku juga pamit ya. Anakku harus aku jemput sekarang juga.” Terang Ralinsyah sembari beranjak dari duduknya. “Apa supirmu libur Ralinsyah?” Tanya Nyonya Bella sedikit mengejek.


“tidak, tidak sama sekali. Hari ini anakku sedang ultah, jadi aku ingin memberikannya sebuah kejutan.” Jelas Ralinsyah. “Ok. Baiklah, silahkan duluan. Aku masih ingin menghabiskan Bir' ini.” Terang Nyonya Bella.


“bye sayang.” Ujar Ralinsyah sembari cipika cipiki kepada tema arisannya itu. Setelah melihat Ralinsyah menghilang dibalik pintu hotel, lekas saja Nyonya Bella mengirimi Riyanda pesan. “Riyanda bisa kita bertemu sekarang?” isi pesan tersebut.


Ternyata Ralinsyah membalas pesan dari temannya “Baik, bertemu di tempat biasa.” Balas Riyanda. Nyonya Bella menaiki mobil limo miliknya. “Pak ke restaurant Harbour Sekaran juga.” Titah Nyonya Bella pada supirnya.


“baik Nyonya” Sahut supir itu lalu menyetir dengan kecepatan sedang. Gerrkkk… ponsel Nyonya Bella bergetar. “Aku sudah di restaurant Harbour, kau dimana?” Sebuah pesan dari Riyanda. “Tunggu saja di depan restaurant, kita akan pergi bersama.” Balas Nyonya Bella. “Okay” Balas Riyanda singkat.


Tak lama kemudian Nyonya Bella sampai di restaurant tersebut. Terlihat Riyanda yang berdiri dengan segala kemewahan yang ia kenakan dari mulai rambut sampai kakinya. Limo itu berhenti tepat di depan Riyanda. Supirnya turun dan membukakan Riyanda pintu.


“Nyonya Bella menunggu anda di dalam mobil Nyonya.” Kata supir limo itu. Riyanda masuk ke dalam mobil dan pintu di tutup kembali oleh supir tersebut. Mereka melanjutkan perjalanannya.


“Kenapa kau tidak pernah mau mengangkat teleponku semenjak perjodohan mu Riyanda?” Tanya Nyonya Bella memastikan. “Aku sibuk Bella, ada banyak hal yang harus ku kerjakan.” Sahut Riyanda. “Ahhh benar. Aku tahu itu, baiklah kalau seperti itu.” Ucap Nyonya Bella tersenyum senang. Dia sedang berpikir bahwa calon menantunya pasti sibuk dengan keberangkatan pulang pergi ke luar negeri.


“Lalu ada apa denganmu yang ingin bertemu secara tiba-tiba?” Riyanda berbalik tanya. “Oh itu, tadi designer baju pengantinmu menghubungiku. Dia menyarankan untuk segera melakukan fitting baju pengantin.” Jelas Nyonya Bella.


“Ternyata seperti itu.” Sahut Riyanda singkat.


Tak lama kemudian kedua Wanita itu sampai di sebuah butik mewah. “hai sis, akhirnya datang juga.” Sapa pemilik butik yang bernama Linda Gunawan. “Iya, ini aku sedang bersama calon menantuku.” Tunjuk Nyonya Bella kepada Riyanda.

__ADS_1


“Wow, cantik sekali. Wajah asal dari mana ini? Jawa bukan, batak bukan, melayu juga bukan. Apa ini rambut pirang asli sayangg..” tutur Linda denga rentetan pertanyaan yang membuat Riyanda gerah.


“Aku keturunan Paris, Belanda dan Indonesia. Jadi bisa dipastikan aku berkebangsaan Indonesia. Tapi aku tak bersuku yang ada di Indonesia.” Terang Riyanda. “Ahhh..” Linda hanya membuka mulutnya lebar kemudian menutupnya rapat kembali.


“baiklah sayangku yang berkebangsaan PABENESIA. Mari langsung kita coba baju buatanku apakah cocok denganmu atau tidak.” Linda menarik lengan Riyanda untuk berganti baju.


“Pabenesia? Apa itu Linda?” Tanya Nyonya Bella sembari membuntuti mereka di belakang. “Pabenesia itu ya Paris, Belanda, dan Indonesia. Hahaha…” Setelah menjawab Linda tertawa senang. Sedangkan Nyonya Bella hanya mengurucutkan bibirnya. Riyanda yang juga mendengar celoteh dari pemilik butik itu hanya memutar kedua bola matanya.


Riyanda keluar dari balik tirai tempat mengganti baju. Ia mengenakan sebuah gaun putih yang megah dengan rok yang menjuntai hingga ke lantai dan mengembang. Tak lupa rambutnya di sanggul dan mengenakan penutup muka yang terbuat dari bahan borkat hingga separuh wajahnya tertutup kain itu.


“Sempurna! Kau sangat terlihat cantik sayanggg…” Ujar Linda tertegun melihat karyanya sendiri. “No, gaun ini terlihat sedikit kesempitan untukmu. Aku harap kedepannya kau bisa diet atau berpuasa juga boleh.” Terang pemilik butik itu.


“Baiklah, aku akan diet dan berpuasa.” Sahut Riyanda. “Cantik, penurut sekali kamu.” Linda gemas melihat Riyanda. “dia calon menantu yang baik.” Bisik Linda kepada Nyonya Bella. Istri dari Tuan Harun itu hanya tersenyum senang.


Fitting baju itu pun selesai. Sang pemilik akan berjanji menyelesaikannya sebelum acara pernikahan digelar. Nyonya Bella dan Riyanda pun permisi dengan cipika cipiki dipipi kiri dan kanan Linda.


Nyonya Bella mengerutkan kulit keningnya. “Maksudmu bagaimana Riyanda?” Tanya Nyonya Bella bingung, dia pikir dengan Riyanda mau diet dan berpuasa telah menyimpulkan bahwa Riyanda menyukai gaunnya.


“sudahlah lupakan saja Bella. Oh ya ada suatu hal yang harus aku sampaikan padamu.” Kata Riyanda menatap Bella. “iya ada apa Riyanda?” Bella pun menatap calon menantunya itu.


“Hemmm… dengan adanya perjodohan antara aku dan anakmu. Aku juga harus melaksanakan resepsi pernikahan di rumahku. Kau juga belum pernah datang ke rumahku bukan? Maka dari itu demi kelancaran resepsi ini, aku meminta uang mahar sebesar 5 milyar rupiah.” Terang Riyanda.


“Apa? 5 Milyar? Hei kau itu seorang janda kawan. Kau bukanlah seorang gadis, terlalu mahal maharmu itu.” Nyonya Bella menyeru dalam hati. Ia hanya terdiam untuk sesaat. “Jika kau tidak bersedia memberikan mahar sebesar itu. Silahkan batalkan pernikahan ini.” Jelas Riyanda.


“Ahhh tidak jangan. Aku sudah mengeluarkan banyak uang demi acara pernikahan ini. Jadi, kumohon jangan membatalkannya Riyanda. Aku akan menyampaikan kepada suamiku nanti. Dan uang 5 milyar yang kau pinta sangatlah kecil bagi keluarga Harun.” Ucap Nyonya Bella sombong.


“Baiklah kalau seperti itu. Turunkan aku disana.” Riyanda menunjuk sebuah hotel mewah. “apa yang akan kau lakukan di sana Riyanda?” Tanya Nyonya Bellah penasaran. “aku ada urusan bisnis disana Bella.” Pungkas Riyanda.

__ADS_1


Flashback off


“hai nona, kita mulai ya.” Sapa Fetta Sati kepada pengantin yang akan di rias itu. “jangan di ajak mengobrol ya Mba, soalnya pengantin ini sedang kelelahan sampai ketiduran. Tolong dirias saja ya.” Pesan Tumiyem kepada Mua itu.


Dalam waktu dua jam MUA tersebut selesai mendadani Kirana. MUA itu terlihat senang mendadani calon pengantin ini. Karena gadis itu didandani dengan tidak banyak gerak walaupun MUA itu merasa aneh saat mengajaknya mengobrol tetap saja Kirana tidak menjawab.


Sesekali saat MUA itu bertanya, Tumiyem yang menjawabnya lebih dulu. Mua itu pun membereskan peralatan make up nya kemudian beralih di ruang tunggu. Sekarang Kirana di hampiri dengan Linda untuk dipakaikan baju.


“Halo sayangggg, waw kau terlihat muda sekarang. Kau sungguh hebat, bisa menghilangkan keriputmu dengan sangat cepat.” Sapa Linda kepada Kirana. “Apa kau memakai botox?” Bisik Linda kepada telinga yang ia pikir Riyanda itu.


“Nyonya bisakah memakaikannya saja baju. Jangan mengganggunya, dia sedang tidur.” Pinta Tumiyem dengan sopan. “Hei bagaimana bisa aku memakaikan baju orang yang sedang tidur? Jangan ngaco kamu.” Tegas Linda.


“Nyonyaku bilang, anda hebat dalam segala hal. Yang tidak mungkin dilakukan orang lain pasti bisa anda lakukan nyonya.” Tumiyem beralasan dengan memujinya. Linda yang sedang dipuji tiba-tiba merasa malu sendiri.


“memang benar apa yang dikatakan oleh Nyonya mu itu. Baiklah, akan ku laksanakan dengan sempurna.” Lekas Linda memakai baju pengantin kepada Kirana. Dengan susah payah ia mengenakan gaun itu perlahan. Linda tidak ingin membangunkan pengantinnya yang sedang tidur. Padahal pengantin itu tidak tidur melainkan sedang tak sadarkan diri karena dibius oleh Mario.


“Amazing! Kau terlihat sempurna dengan gaun dan rambut yang berwarna hitam. Sejak kapan kau mengecet rambutnmu sayang?” Linda berbicara sendiri sambil menatap Kirana yang mengenakan kacamata hitam itu.


“Percuma saja berbicara denganmu. Aku hanya bagaikan bicara terhadap patung, dasar Wanita sombong.” Umpat Linda. Lalu ia keluar tanpa permisi lagi kepada Kirana.


Kirana sudah siap dengan gaun mewahnya, riasan pengantin yang sangat cantik, dan sepatu berlian yang dikenakan oleh Tumiyem. Ia hanya tinggal menunggu panitia resepsi pernikahan memanggilnya keluar.


*


*


“hai anakku kau terlihat sangat tampan hari ini nak.” Kata Tuan Harun kepada putra kebanggaannya itu. Mereka berdua duduk menunggu di ruang tunggu rumah pengantin pria.

__ADS_1


__ADS_2