
"Kau masih bisa bertahan kan? sebentar lagi kita sampai," ucap Sasha sambil menatap Ella yang terkapar lemah di atas kursi sambil menekan perutnya yang begitu perih.
"Kumohon cepat Sha, ini... sakit..." lirih wanita itu. Wajahnya benar benar pucat, bibirnya kering dan pecah pecah bahkan sampai berdarah, matanya kekuningan, dan keringatnya bercucuran sampai membasahi kaosnya.
"Sabar ya La, aku akan cepat tapi jalanan sedang macet, apa yang harus kulakukan," ucap Sasha yang panik karena melihat jalanan tampak macet bahkan mereka tak bisa lewat, sepertinya terjadi kecelakaan lalu lintas yang menghambat jalannya kendaraan.
"Arkhhh... sha... sakit...." Lagi lagi Ella meringis kesakitan, beberapa menit lalu saat Sasha menyelesaikan tugasnya dia menghampiri kamar Ella, saat dia ketuk tak ada jawaban dari wanita itu, pada akhirnya, dia membuka paksa pintu kamar dengan kunci darurat.
Saat Sasha masuk, betapa terkejutnya dia saat melihat Ella sudah tergeletak sambil meringis kesakitan di atas lantai.
Maka dari itu, dengan sigap dan cepat Sasha membawa Ella ke rumah sakit tanpa permisi sebab memang sudah jamnya untuk pulang dan dia ditugaskan untuk mengurus wanita itu.
"Sabar La, aku lihat situasi ini benar benar macet, kumohon tahanlah sebentar lagi," ucap Sasha.
Ella hanya bisa meringis kesakitan, kebetulan mobil yang mereka gunakan memiliki kaca transparan sehingga para pengendara yang lain bisa melihat kalau Ella sedang butuh bantuan.
Sasha benar benar tak bisa berbuat apa apa, jalanan macet total dan Ella harus segera di bawa ke rumah sakit.
Gadis itu keluar dari dalam mobil, menatap ke arah yang jauh tetapi tak terlihat entah apa yang terjadi, sebab mereka terjebak di tengah kemacetan
"Hais.... apa yang harus kulakukan, kenapa jalanan ini begitu macet!!!" ucap Sasha yang mulai frustasi dengan keadaan saat ini.
Gadis itu mencoba mencari bantuan tetapi tak ada yang bisa membantu sebab mereka juga sama sama terjebak di tengah kemacetan lalu lintas.
Sasha kembali masuk ke dalam mobilnya dia memijit pelipisnya sambil menatap Ella yang kesakitan.
"Bagaimanapun?" tanya Ella pelan.
"Macet La, ini benar benar macet, hisssh sial!!!" umpat gadis itu sambil memukul kemudi mobilnya.
Tok... tok... tok..
tiba tiba... seseorang mengetuk jendela mobil Sasha, gadis itu menatap dan membuka jendela mobilnya.
tampak seorag pria dengan wajah khas Eropa dengan kaos oblong dan celana pendek yang menunjukkan kaki besinya berdiri di samping mobilnya.
Pria itu adalah Brian si kaki besi.
"Apa kalian butuh bantuan? sepertinya wanita itu sangat kesakitan!?" tanya Brian tepat saat Sasha membuka jendela mobilnya.
__ADS_1
Sasha tertegun dengan wajah tampan pria itu, namun dia melihat kakinya dan langsung tersadar.
"Eh... ahh i..iya kami butuh bantuan, dia sedang sakit, tapi kami malah terjebak ditempat ini, apa anda bisa membantu kami tuan?" tanya Sasha dengan sopan.
Brian mengangguk," kalau begitu biar aku yang bawa dia, aku menggunakan mobil besar dan ada sirene daruratnya itu akan memudahkan membuka jalan, jika kau tetap dengan mobil kecil ini, orang orang tidak akan peduli karena mereka akan berpikir kau orang kaya yang sombong," ucap Brian sambil melirik mobil Mercedes yang dipakai oleh Sasha.
"Ekhmmm... "
"ck... tapi... " Sasha tampak tidak yakin dia menatap Ella dan pria itu bergantian, menitipkan Ella pada orang asing sama saja membawa masalah besar bagi dirinya dan keluarga Jaya karena Ella dalam pengawasan dan selai disembunyikan dari publik.
"Apa kau takut? atau curiga? kalau begitu..." Brian mengeluarkan dompetnya dan mengambil kartu tanda penduduk miliknya lalu memberikannya pada Sasha serta ponselnya, dia memberikannya pada Sasha.
"Pegang sebagai jaminan, aku tida akan macam macam, aku hanya bersimpati pada wanita itu, dia begitu menderita, bisa saja dia mati di mobil ini saat kau berusaha menembus kemacetan ini," ucap Brian tepat setelah memberikan kartu dan ponselnya pada Sasha.
Sasha lagi lagi dilema, dia benar benar bingung saat ini, dia takut Ella diculik, di satu sisi Ella sudah dalam keadaan kritis.
"Sa... to..tolong aku... akhhh.... ini sakit sha!!!" Ella meringis kesakitan sambil mencengkram lengan baju Sasha.
"Bagaimana?" tanya Brian dengan nada mendesak.
"Ck... cepatlah berpikir!" ketus Brian.
Brak...
Pintu mobil di buka dengan paksa, Sasha tampak terkejut dengan apa yang dilakukan Brian.
Cepat cepat pria itu membuka seat belt Ella, "apa yang kau lakukan!!" teriak Sasha yang panik.
"ck... segera susul kami dengan mobil mahal mu ini, aku akan membawanya ke rumah sakit dan pastikan ponsel serta kartu tanda pengenal ku tidak hilang!!" ucap Brian sambil mengeluarkan Ella dari dalam mobil dan membawanya ke dalam mobil Van besar yang dikendarai nya.
Blam!!
Suara pintu mobil yang ditutup dengan kencang," El..Ella bagaimana ini!!" Sasha menjadi panik dia menatap mereka berdua yang sudah masuk ke dalam mobil Van.
Brian menempatkan Ella di kursi tengah dengan posisi berbaring karena mobil Vannya cukup luas.
Segera pria itu mengambil kemudi, dia mengeluarkan sirene yang selalu dia bawa untuk kondisi Darurat. Lagipula mobil itu milik pihak keamanan yang sengaja dibawa oleh Brian.
Twiiuuttt....wiuuui..... wiuuu....wiuuu
__ADS_1
suara Sirene terdengar sepanjang jalan ini, sirene yang sangat kencang membuat semua orang mendengar dan langsung paham kalau ada hal darurat.
Sudah menjadi kebiasaan di kota itu, jika ada hal urgent maka mobil dengan pasien darurat akan didahulukan.
"Selamat malam semua, Van KR no 456 J sedang dalam keadaan darurat, seorang wanita sedang dalam kondisi urgen dan harus segera ke rumah sakit, dimohon kerjasamanya untuk membuka jalan, " suara Brian terdengar melalui pengeras suara yang dia pasang.
Mendengar hal itu segera para pengguna jalan menggeser mobil mereka ke tepi jalan dan merapat untuk membantu evakuasi pasien.
Semuanya saling berkoordinasi dan memberi jalan bagi Van yang dibawa oleh Brian.
Akhirnya karena kerja sama, Van milik Brian diikuti mobil Sasha berhasil melewati jalanan itu.
"Terimakasih semuanya, teman saya dalam keadaan darurat!" teriak Sasha dari dalam mobil pada para pengendara.
Mobil Van itu melaju dengan cepat, ternyata di persimpangan jalan ada kecelakaan yang menyebabkan jalanan macet, beruntung arah rumah sakit berada di sisi lain sehingga perjalanan Brian tidak terganggu.
Brian melaju dengan cepat meninggalkan Sasha di belakang. Pria itu melaju menuju rumah sakit, matanya sesekali melirik Ella yang kesakitan.
"Haihh bagus Brian, bisa bisanya kau nyasar kesini dan menolong seorang wanita yang kesakitan, hadehh sepertinya rasa penasaranmu harus di kurangi!" pria itu merutuki dirinya sendiri karena tau tau Suah ada di dekat mobil Sasha karena mengikuti mereka dengan segala pertanyaan di kepalanya.
"Ck... sial, siapa sebenarnya pria itu? kenapa dia sangat cepat!" Sasha berusaha mengejar Brian namun tidak terkejar, akhirnya dia memilih melalui jalan dengan hati hati.
tiba tiba ...
Ponsel di dalam mobil Sasha berbunyi.
"Loh ponsel pria itu kan?" gumam Sasha sambil menatap ponsel yang diletakkan di atas dashboard mobilnya.
"ini kan?" Sasha terkejut melihat foto pria yang menghubungi Brian.
"Ki Jeong??"
.......
.......
.......
...Bersambung...🤪🤪...
__ADS_1
...Jangan lupa like vote dan komen 😊😉...