
Brian tiba di rumah bersama dengan dokter Lee Min Ki, mobil Ki Jeong juga sudah ada disana yang menandakan pria itu sudah tiba terlebih dahulu di rumah.
Dengan langkah cepat kedua pria itu berlari memasuki rumah, Jika Brandon sudah demam, Brian akan panik dan ketakutan jika sesuatu terjadi pada putranya. Brian berlari ke kamar putranya, "bagaimana keadaannya Bi?” suara brian terdengar khawatir dan panik, dia langsung menghampiri putranya yang sudah terlelap dengan sebuah alat kompres di kepalanya.
“Masih demam tinggi, bibi belum kasih obat Cuma kompres aja, bibi takut seperti kejadian sebelumnya,” jelas Bibi lee.
Wanita tua itu pernah ketakutan karena Brandon meminum obat demam yang mengandung Ibuprophen, alhasil bukannya demamnya turun, Brandon malah semakin sakit dan di tubuhnya muncul bendol bendol merah yang sangat banyak bahkan anak kecil itu gemetaran.
Brandon memiliki kondisi khusus yang menolak pengobatan terhadap Ibuprophen dan antibiotik, anak kecil itu tidak bisa sembarang meminum obat, oleh karena itu Lee Min Ki selaku dokter pribadi keluarga itu selalu siap sedia jika Brandon sakit.
“Baiklah Bi, bibi tenang, Min Ki sudah disini,” ucap Min Ki menenangkan bibi Lee yang kelihatan sangat panik saat ini, dia terus menerus menatap Brandon yang masih demam.
“ Min Ki cepat periksa dia,” ucap Brian yang sama khawatirnya dengan wanita tua itu.
“ Sebaiknya tunggu di luar Brian, Brandon butuh ruang,” Ki Jeong memanggil Brian dari luar ruangan kamar Brandon.
“ya dia benar, tumben otaknya jalan, kau tunggulah di luar akan kuselesaikan dengan cepat, bawa Bibi Lee!” ucap Min Ki yang mulai mengeluarkan alat alat medisnya dan mulai memeriksa Brandon.
“Tapi aku ingin...
“Sudah turuti saja, kau tidak akan membantu jika terus disini, sebaiknya masakkan bubur untuk Brandon!!” ucap Min Ki dengan nada memaksa.
“Baiklah baik, panggil aku jika sudah selesai,” ucap Brian yang dianggukkan oleh Min Ki.
“Ayo Bi,” ajak Brian.
Akhirnya Min Ki ditinggalkan sendirian di dalam kamar Brandon dan memeriksa kondisi anak itu dengan serius.
“Kasihan kamu nak, hidup tanpa seorang ibu yang merawatmu pasti berat untukmu, ck... kenapa juga si bodoh itu tidak mau cari ibu untuk mu,” gerutu Min Ki .
Brian tampak sibuk di dapur mengolah semua bahan masakan yang akan dia buat untuk anaknya Brandon. Brandon punya kebiasaan jika sedang demam atau sakit harus memakan bubur buatan Daddynya dan tidak mau memakan makanan yang dibuatkan oleh orang lain termasuk bibi Lee meski masakan wanita itu jelas jelas lebih enak dari masakan Brian.
“ Biar Bibi saja nak, kamu juga pasti lelah,” ucap Bibi Lee.
“Nggak apa apa Bi, lagian Brandon pasti akan tau dan akhirnya gak mau makan, dia harus isi perut, apa tadi dia makan malam Bi?” tanya Brian.
“ Tidak, dia sudah menolak makan malam, alasannya masih kenyang karena tadi sore dia makan cemilan tapi ternyata Brandon malah demam,” jelas Bibi Lee.
“Baiklah, kalau begitu Bibi sudah bisa istirahat, Bibi sudah tua jangan memaksakan diri, itu tidak baik ,” ucap Brian yang tak tega pada wanita tua itu.
“tapi Bibi..”
“Ki Jeong antarkan Bibi Lee ke kamarnya,” ucap Brian pada asistennya/l.
“Ayo Bi, ini waktunya istirahat, biar kami yang menangani Brandon, Bibi istirahat agar Lutut Bibi tidak sakit lagi,” ucap Ki Jeong sambil mengarahkan Bibi Lee menuju kamarnya.
Brian sibuk dengan dapur, sementara itu di rumah sakit...
Seorang gadis cantik dengan rambut panjang hitam dengan layer merah jambu, tubuh tinggi bak model dengan jumpsuit toska yang sangat pas di tubuhnya berlari keluar dari dalam mobil Dnegan tas Chan*l di tangannya.
Wajahnya panik, dia berlari sekencang-kencangnya memasuki rumah sakit itu.
Gadis pemilik nama asli Cha Ha Reum yang malah lebih senang dipanggil Karina berlari memasuki rumah sakit.
__ADS_1
"Perawat dokter, tolong dimana sahabat saya dimana dia dimana dia.!!!!" Karina berteriak dengan wajah panik di dalam lobi rumah sakit.
Seluruh petugas medis dibuat terbelalak ketika mendengar teriakan gadis yang sudah terkenal menjadi pembuat onar di rumah sakit besar itu, Karina adalah langganan tetap di rumah sakit itu.
Gadis itu membuat keributan di malam hari dengan kepanikannya.
"Nona tenang lah dulu, katakan pada Kami siapa nama teman nona," ucap perawat rumah sakit.
"Haishh.... Namanya Ella Sanbers maaf maksud ku Arabella Sanbers, dimana ruangannya? Cepat beritahukan padaku!!!" Lagi lagi nada Karina membentak dan mendesak.
"Nona Ella di ruangan pasien no. 11 anda bisa lewat lorong sebelah kanan non," ucap Perawat sambil menatap Karina.
"eh hilang?" Karina sudah pergi terburu buru dari sana saat mendengar nomor ruangan Ella.
"Astaga, jam malam selalu saja punya banyak drama, belum lagi nona itu yang datang~~" gumam perawat yang bertugas di bagian administrasi itu.
Sementara itu Karina berlari sekencang-kencangnya menuju ruangan no. 11.
Brak
Pintu kamar inap dibuka dengan kasar membuat Sasha terbelalak dan langsung menatap ke arah sumber suara.
"Ellaaaa!!~~" Karina berteriak histeris sambil masuk ke dalam ruangan, dia menjatuhkan semua barang barangnya di atas lantai bahkan sampai melepaskan sepatunya.
"Karina pelankan suaramu!" Senggak Sasha," Ella sedang istirahat!" Ucapnya lagi.
"Maaf,~~" cicit gadis itu.
"Buruk," jawab Sasha.
"Apa separah itu?" Tanya Karina yang sedang duduk di samping Ella sambil mengusap kening sahabat baiknya yang tidak dia temui selama setahun terakhir tetapi selalu berhubungan melalui Sasha.
Komunikasi mereka benar benar dibatasi,selain itu, Ella sudah dikurung dan dilarang beraktifitas di luar sejak setahun lalu. Jika sebelumnya Ella setidaknya masih bisa keluar rumah dengan bebas, tetapi akhir akhir ini dia sama sekali tak diperbolehkan
"Dia sangat menderita," ucap Sasha.
Karina menatap wajah kurus Ella, mengusap wajah itu dengan lembut sambil menatapnya dengan berlinang air mata.
"Kenapa dia tidak mau keluar dari rumah itu Sa? Kenapa mereka jahat pada Ella, setahun tak bertemu, dia sudah sekurus dan semenyedihkan ini, lihat wajahnya ini, lihat rambutnya arrhhh jahat, kenapa mereka jahat!!!" Karina menangis di samping Ella menumpahkan segala kerinduan dan kesedihannya pada sang sahabat.
"Ella pernah bilang padaku, kalau dia keluar dari rumah itu, kakek, nenek dan sahabatnya yaitu kamu, akan diusik oleh wanita licik itu," jelas Sasha.
Karina terbelalak, dia menatap Sasha dengan tatapan tak percaya.
"Apa itu benar? Kau yakin?? " Tanya Karina.
Sasha mengangguk," ya itu benar, Ella diancam dan tidak bisa keluar dari rumah itu," ucapnya.
Karina menangis, dia menatap Ella.
"arrhh...sialan!!!" Gadis itu mengumpat.
"Kecurigaanku ternyata benar, keraguanku pada keluarga itu ternyata benar, hiks hiks hiks... Temanku yang berharga, dia selalu menolak bantuanku, aku bisa apa Sha, berapa kali aku mencoba mengeluarkan dia dari rumah itu tetapi dia... Dia tetap bertahan disana ..." Karina menangis tersedu-sedu.
__ADS_1
"Calm down Ha Reum!" Sasha menyebut nama asli Karina membuat gadis itu terdiam.
"Don't call me with that name Seo Yoon!" Ketus Karina, dia membenci nama aslinya.
"Makanya jangan nangis Kencang kencang, dasar gadis gila, Ella akan mendengar mu!" Balas Sasha tak kalah ketus.
"Ck... Iya bawel!"
"Lalu bagaimana bisa dia keluar dari rumah itu? Apa si gila itu memberi ijin?" Tanya Karina.
"Yap, Erik memberi ijin dia takut Ella mati disana, aku heran dengan Ella, sudah jelas rumah itu adalah neraka tapi masih mau tinggal disana," ucap Sasha.
"huh... Dia benar benar membuatku kesal," ucap Karina sambil menatap Ella.
"Oh iya, kalian naik apa kesini? Bukannya di jalan tadi macet? Aku sampai putar haluan," tanya Karina.
"Kami di tolong seorang pria, katanya sih dia pekerja Pabrik, tapi dia sudah pergi tadi," ucap Sasha.
"Apa kau mengenal pria itu?"tanya Karina.
"No, aku gak kenal, dia ngasih KTP-nya sih sebagai jaminan tapi gak sempat ku baca, karena panik, namanya Brian!" Jelas Sasha.
"Hmm... Kau harus mengucapkan terimakasih padanya," ucap Karina.
"Ya harus, tapi dia sangat cuek," ucap Sasha.
"Heh, semua pria kau bilang cuek, kau yang cuek," ejek Karina.
Pletak!!
"Ck.. kau mau ngajak ribut hah!" Sasha mengetuk kepala Karina.
"Shut up silly girl!" Ucap Karina.
"Ck.. kamu yang mulai !" Ketus Sasha.
"Apaan, kamu kali!"
"CK.. yang ngajak ribut ya kamu Ha Reum!!"
"Seo Yoon!! Don't call with that name!!"
"Terserah padamu, HA REUM!!!"
.......
.......
.......
...to be continued 🤪...
...Jangan lupa, like vote dan komen 😉😊...
__ADS_1