
Kota Busan,
Tak terasa sebulan lebih telah berlalu, Ella dan yang lainnya menetap di kota Busan untuk waktu yang lama. Mereka menikmati waktu mereka menjelajahi kota itu dan seluk beluk kehidupan disana.
Di rumah kakek nenek Ella sekarang terlihat sangat ramai, semuanya tampak bahagia, liburan panjang yang disengaja oleh Brian untuk menghindari sekelompok orang yang mencari tau keberadaan istrinya.
Brian sengaja mengisolasi diri mereka di kampung Ella, agar tak seorang pun menemukan mereka, bahkan pengawasan terhadap semua anggota keluarga sangat ketat.
Di dalam bilik Ella dan Brian tampak baru saja bangun pagi, Ella menggeliat, dia memeluk tubuh kekar suaminya. Rasanya tak ingin lepas dari sana dan jika boleh tidur seharian sambil memeluk suaminya, baginya itu sangat nyaman dan menyenangkan, apalagi semalam mereka habis bertempur membuat cetakan yang bagus untuk penerus berikutnya.
Brian sudah bangun sejak subuh, namun melihat istrinya yang terlelap seperti anak kecil membuat Brian tak tega membangunkan Ella, dia takut Ella terganggu lagipula dia sangat menyukai wajah Ella yang sedang terlelap.
" Cantik sekali," gumam Brian sambil mengusap kening istrinya.
"eghhh.... " Ella melenguh, dia bangun dari tidurnya yang lelap.
"Selamat pagi sayang," sapa Brian.
Ella tersenyum, dia menyelundupkan kepalanya di dada sang suami, masih enggan untuk bangun padahal hari sudah siang.
"Mom bangun yuk, ini udah mau siang, malu sama yang lain, masa iya bangunnya telat sayang," ucap Brian.
"Gak mau, masih ngantuk..." Seloroh wanita itu.
"Harum, kau harum sekali, pakai parfum ya sayang ya?" tanya Ella yang sedang mengendus endus dada suaminya seperti anak kucing.
Brian terkekeh, dia merasa tingkah istrinya belakangan ini sangat aneh, beberapa hari ini Ella lebih sering berdiam diri di kamar, tidur dan malas malasan, sekali duduk dia akan terlelap, saat Brian dekat dia akan bertingkah manja, kelakuannya benar benar di luar akal, terkadang malas mandi bahkan porsi makannya berubah ubah.
"Aku mana pakai parfum sayang, aku baru saja bangun pagi, wangi dimananya coba, yang ada bau keringat bekas semalam," ucap Brian yang menyentuh area favoritnya di tubuh polos sang istri.
"eghh jangan begitu, aku jadi... jadi pengen kayak semalam ihhhkkk..." celetuk Ella.
Brian benar benar tak habis pikir, Ella beberapa hari ini sering meminta terlebih dahulu bahkan sampai menggunakan seribu cara menggoda suaminya, tentu Brian tidak akan sungkan karena dia menyukai nya tapi Brian memikirkan kondisi Ella, istrinya juga harus istirahat dan menjaga kesehatan nya.
Brian mengungkung istrinya di bawah tubuhnya,"dasar kamu ini, udah ayo bangun kita olahraga pagi, kamu udah jarang olahraga , ayo biar sehat, masa iya dua Minggu rebahan terus, ada ada aja kamu !" celetuk Brian.
Ella menatap wajah suaminya sambil tersenyum, dua warna mata yang berbeda milik Ella benar benar rendah dipandang mata.
__ADS_1
Cup...
Bukannya menurut Ella malah mencium bibir suaminya dengan rakus, dia benar benar menyukai waktunya berdua dengan Brian.
Brian tersenyum," ternyata kamu nakal ya, makin lama makin manja saja," ucap Brian sambil mengusap wajah istrinya.
"Heheheh... kamu tampan banget sih, bikin aku makin sayang," balas Ella.
Brian tersenyum bahagia, "iya sayang sih sayang Baby, tapi ini perut harus di isi makan dulu, jangan rebahan aja, udah ayo kita mandi terus makan pagi ya,"ucap Brian Sambil bangkit berdiri dari ranjang mereka.
"Bareng ya.. ya.. ya..?" ucap Ella sambil mengedip kedua matanya penuh harap kepada Brian.
"Hahaha kami manja banget sayang, tapi aku suka, ya udah ayo mandi!!" Brian mengangkat istrinya, dia membawa Ella ke dalam kamar mandi, mengisi bathtube dengan air hangat lalu merendam tubuh mereka disana.
Brian mengeluarkan aroma rasberi kesukaan Ella namun tiba tiba wanita itu merasakan mual yang sangat hebat saat dia mencium aroma benda itu.
"Huweekk... uhuk.. uhukk... sayang.. itu... tolong buang, bau sekali, perutku tidak nyaman huweekkk..." Ella mual mual, Brian dengan cepat menutup aromaterapi itu dan menjauhkannya dari sana, dia menatap istrinya yang tampak lemas.
"Ada apa sayang, kenapa tiba tiba mual?" tanya Brian heran.
"Entahlah, tapi rasanya perutnya sangat tidak enak, benda itu sangat bau!!" ucap Ella sambil menutup hidungnya.
"Kurasa kamu masuk angin, kebanyakan main sih, udah dibilangin jangan keluar malam, mual mual kan jadinya," omel Brian.
Ella tersenyum dia malah memeluk suaminya dan menghirup aroma tubuh. Brian," kamu harum, nyaman banget ," ucap Ella.
Brian menggelengkan kepalanya, dia benar benar dibuat heran dengan sikap Ella saat ini.
"Dasar kamu pinter banget cari kesempatan!" ucap Brian.
Ella hanya terkekeh, dia memeluk suaminya, setiap kali berada di dekat Brian dia merasa tenang dan nyaman.
"Sayang," panggil Brian.
"Ada apa?" tanya Ella sambil menatap suaminya.
"Kapan disini ada baby ya? " ucap pria itu sambil mengusap perut Istrinya, dia sangat berharap kalau Ella segera hamil, alasannya agar keluarga Ella tidak memiliki alasan apa pun untuk membawa Ella jika suatu saat mereka bertemu.
__ADS_1
Ella menatap suaminya, Brian tampak nya sangat menginginkan seorang bayi, hal itu jelas terlihat dari raut wajah Brian dan bagaimana dia membicarakan tentang bayi sepanjang waktu mereka bersama.
"Bagaimana kalau aku tidak bisa hamil sayang? bagaimana kalau kandunganku bermasalah!?" tanya Ella, kali ini dia menatap Brian dengan serius.
Brian yang mendengar hal itu terdiam, tentu saja hal ini harus masuk dalam perkiraan nya, bagaimana kalau Ella tidak bisa hamil, apa yang harus dia lakukan.
"Brian? sayang?" panggil Ella.
"Aku yakin kau pasti hamil, aku benar benar ingin seorang anak," ucap Brian.
Ella merasa tidak puas dengan jawaban suaminya, Karena hal ini dia menjadi kesal, cepat cepat Ella melepaskan tangan Brian dari dirinya.
"Kau mengesalkan, kau hanya ingin anak dariku, bukan benar-benar butuh diriku hiks hiks hiks... apa kau pikir aku ini mesin pembuat anak hah, setiap malam kau membicarakan tentang anak, apa kau pikir aku tidak kepikiran dengan hal itu hiks hiks hiks... kau jahat!!!" Ella malah menangis tersedu sedu di depan Brian.
"E.. Ella, sayang bukan begitu maksudku, a..aku ingin anak bukan berarti tidak ingin dirimu!!;" ucap Brian yang jadi merasa bersalah karena membebani istrinya dengan tuntutan itu.
"Pergi, kau jahat hiks hiks hiks... kau tidak tau apa yang kuhadapi, hiks hiks hiks.. jahat, Brian jahaaaat!!" pekik Ella.
"Aku pergi ke dokter beberapa hari lalu bersama Karina dan dokter mengatakan aku... hiks hiks hiks... kau.. kau egoisss!!" Ella menangis tersedu-sedu.
Brian kalang kabut dia mendekati istrinya, namun Ella berjalan keluar dan membasuh tubuhnya dengan wajah kesal, lalu memakai bathrobe ya.
"Sayang dengarkan aku dulu!!" ucap Brian sambil terburu buru memakai bathrobe.
Dia mengejar Ella yang terlihat sangat sedih, rasa bersalah di hati Brian semakin besar, dia tak berniat mengguncang hati istrinya seperti saat ini.
"Sayang tunggu," Brian berdiri di depan Ella dia menahan wanita itu ," Maaf," ucap Brian.
"Maaf aku egois sayang, aku... aku benar benar takut kehilanganmu, maaf kalau permintaanku membuatmu terbebani, maafkan aku," Brian memohon pada istrinya.
Ella menunduk, dia menangis sesenggukan," jahat, Brian Jahat!" ucapnya, dia meninggalkan Brian di depan kamar mandi.
"Laaa... sayang, maafkan aku!!!" teriak Brian namun tak dihiraukan oleh Ella.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😉😊