Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien

Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien
The Show


__ADS_3

Mendengar teriakan Erik, semua orang terperangah, bahkan nyonya dan tuan Jaya sampai berlari keluar dari kamar mereka saat mendengar suara putra kesayangan mereka menggelegar.


"Ya ampun ada apa nak? kenapa kau sampai berteriak seperti itu? kerongkongan mu bisa sakit nanti," ucap Nyonya Jaya yang datang sambil menggendong kucing hitam gemuk di pangkuannya.


Tuan Jaya berlari dengan cerutu di mulutnya," Ada apa Erik, kenapa kau teriak teriak, apa kau terluka ?" tanya tuan Jaya.


"Erik baik baik saja Pa, Ma, tapi Ana kehausan gara gara si bodoh itu, dia sangat lambat!!!" ucap Erik sambil menunjuk Ella yang masih berjalan dengan pelan ke arah mereka.


"Ana nggak apa apa kok Tan, Om, Ana masih bisa tahan, Ana ngerti kok kalau kak Ella gak suka sama Ana, maaf hiks hiks..." lirih wanita itu dengan tangisan pura puranya.


Mendengar drama mereka membuat Ella tersenyum tipis," Hebat sekali pertunjukan sore ini, mereka berusaha keras untuk menjatuhkan ku, Haihh kemana kau selama ini Ella, kenapa baru sadar sekarang, dasar bodoh!" gumam wanita itu.


Tuan dan Nyonya Jaya menatap Ella dengan tatapan penuh amarah.


"Astaga calon menantu Mom kok kehausan di rumah besar ini, kasihan sekali kamu sayang, uhhh~~ jangan sedih kamu gak salah apa apa kok," ucap Nyonya Jaya yang langsung memeluk Ana bahkan sampai melepaskan kucing kesayangannya yang tak pernah jauh dari pangkuannya.


Ella memperhatikan interaksi Ana dengan Nyonya Jaya, dia tersenyum getir," dahulu kau juga melakukan itu padaku nyonya Jaya, tapi hanya dalam dua minggu sifat aslimu kau tunjukkan, cihh munafik!" umpat Ella di dalam hati, dia masih diam sambil menatap mereka.


"Tak apa Tante, Ana tau kalau kak Ella mungkin membenci Ana karena jatuh cinta pada Erik, tapi Ana gak bisa menahan perasaan ini, Ana terlanjur dan terlalu mencintai Erik, maafkan Ana Hiks hiks hiks....." Lagi lagi peran antagonis Jung Ana dimainkan dengan sangat apik.


Erik memeluk kekasih gelapnya ," sudahlah sayang, aku juga mencintaimu, dia tak ada apa apanya dibandingkan dengan dirimu yang sangat berharga ini, kau adalah wanita terbaik dan paling tepat untukku sayang," ucap Erik.


Ana tersenyum licik sambil menatap Ella dari balik pelukan Erik. istri sah Erik menangkap ekspresi si rubah licik itu.


Ella membalasnya dengan bibir tersungging yang sukses membuat Ana syok.


"Sialan, dia bahkan tidak terintimidasi? dan senyuman itu!!? se..sejak kapan dia seperti itu!!!" Ana sedikit terkejut namun masih mampu mengontrol dirinya.


"Silahkan kau ambil sampah sisa itu Jung Ana, aku akan membalas kalian beribu kali lipat dari yang kalian lakukan padaku!!!" batin Ella.


"Yaaakkk dasar wanita gila!!!" bentak tuan Jaya," apa yang kau tunggu cepat berikan minuman itu pada Ana!!!" ucapnya lagi.


"Ba...baik Tu..tuan," jawab Ella dengan tangan gemetaran, dia menunjukkan wajah ketakutan dan berhasil membuat Ana merasa menang.


"Cihh ternyata dia lemah!" batinnya lagi.


"Ini...mi.. minumannya no...nona..." ucap Ella sambil membungkuk.


"Minumlah sayang, aku tau kau sangat haus, jangan sampai kesayanganku jadi kehausan gara gara wanita ini!!!" ucap Erik sambil memberikan minuman itu pada Ana.


"Baiklah, maafkan aku Kak Ella, aku terlalu lelah mengambil minumanku sendiri," ucap Ana dengan bangganya merasa berhasil menginjak injak istri sah pria di sampingnya itu.

__ADS_1


"Minumlah," ucap Erik dan Ana mengangguk namun sedikit ragu saat melihat tampilan minuman itu.


"Ini adalah minuman terbaik di rumah ini, sa..saya membuatkannya khusus untuk nona" ucap Ella.


"Ternyata kau punya sedikit pekerjaan baik, kupikir kau akan memberikan sembarang minuman pada calon nyonya rumah ini!" ketus Erik.


"Saya akan melakukan yang terbaik, dan minuman itu harus langsung ditengguk menurut tradisi keluarga, orang yang meminumnya sama dengan orang penting di rumah ini, bahkan saya sendiri tidak pernah meminumnya," jelas Ella.


"Tentu saja, karena kau tidak pantas di rumah ini dasar alien busuk!" ejek nyonya Jaya.


Ana tersenyum bangga, dia menenggak minuman itu, namun seketika dia terbelalak.


"Eghh... uhukk...i..ini.. rasanya...


"Rasanya memang seperti itu nona, jika nona membuang sama saja anda tidak menghormati tradisi keluarga Jaya!" suara tegas Sasha terdengar, ternyata dia juga turut membantu Ella menangani si wanita ular itu.


Ella melirik Sasha, dia merasa lega karena wanita itu membantu nya.


"Ini sangat asin, apa benar ini minuman untuk orang penting di rumah ini? arrhhhh sialan, kalau aku memuntahkannya maka sama saja aku menolak dan mengejek keluarga ini, haishhh wanita ini membuatku kesulitan, kenapa juga harus membuatkan minuman dengan rasa yang buruk ini sial!!!" batin Ana.


Ana menenggak semua minuman itu, hampir saja dia muntah, tetapi dia menahan dirinya agar tidak malu di depan keluarga berkelas itu.


Ella tersenyum tipis begitu juga dengan Sasha yang melihat dengan jelas wajah kesal Ana.


"Ekhmm...ini... enak, aku menyukainya," ucap Ana dengan senyum palsu padahal mulutnya sudah mati rasa karena terlalu banyak garam.


"Baiklah kalau begitu ada yang ingin ku sampaikan!!!" kali ini suara Ella terdengar mendominasi, membuat mereka semua terkejut mendengar nada bicara Ella.


Wanita itu berdiri tegak sambil mengeluarkan sebuah berkas dari dalam tas usangnya.


"Jaga cara bicaramu wanita sialan, kau tidak menghormati Mertuamu hah!!" bentak Erik.


"Cih.. mertua apanya, mereka hanya orang tua sombong, apa pernah menganggap ku sebagai menantu?" gumam Ella sambil mengeluarkan berkas perceraian dari dalam tasnya.


"A.. apa kau bilang!!!" pekik nyonya Jaya saat mendengar perkataan Ella.


Ella menatap wanita itu, semua orang yang ada di dalam ruangan itu tercengang saat mendengar perkataan Ella.


"Apa kau kehilangan kewarasanmu Arabella!!!" pekik Erik.


"Hahah... ternyata kau masih mengingat namaku Erik, selama dua tahun terakhir kau memanggilku dengan sebutan jal**ng, wanita Alien, sialan, perempuan gila, jelak, aneh dan semuanya, iya kan pria jal**ng!!" ucap Ella dengan senyuman tipis di bibirnya.

__ADS_1


"A... apa yang kau katakan, apa kau sudah kehilangan kesadaranmu, kau tidak akan bisa lepas dari hal ini Ella!!!" ucap tuan Jaya.


"Ck.. kalian sangat ribut!" ketus Ella seraya menggaruk telinganya.


Sasha yang menyaksikan ini terbelalak dengan rahang terjatuh ke bawah, baru kali ini dia melihat Ella melakukan perlawanan dan langsung membuat mereka kepanasan dengan jawaban sarkas Ella.


"A.. apa!!!! beraninya kau!!!" pekik Nyonya Jaya.


"Hmm? tenang saja nyonya Kim, saya tak akan mengganggu keluarga kalian lagi, aku... " Ella menunjukkan dokumen perceraian yang sudah dia tandatangani.


"Ingin bercerai!!!" ucap Ella sambil menunjukkan dokumen itu.


Mereka semua terbelalak, Ella berubah dalam sekejap.


"Jadi ini yang kau inginkan, baiklah aku setuju tetapi kau tidak akan mendapatkan tunjangan apa pun dari keluarga ini!!!" ucap Erik yang langsung menarik kertas perceraian itu tanpa ragu dan langsung menandatangani nya.


"Erik apa itu tidak terlalu berisiko!??" tanya Nyonya Jaya.


"Tenang saja Ma, dia yang akan malu memilih pergi dari keluarga ini, selamat Ella, nama baikmu sudah hancur hahahaah...." Erik tertawa,dia sudah menantikan momen ini.


Pria itu mengeluarkan ponselnya, lalu menghubungi seseorang disana.


"Unggah berita itu!!!" ucapnya sambil menatap Ella dengan senyuman licik.


Ella sadar dengan senyuman pria itu, dia tau jelas pasti ada yang tidak beres.


"semua beres ma," ucap Erik.


Nyonya Jaya tersenyum,dia mendekati Ella dan mencengkram leher wanita itu," Hahaha akhirnya kau meminta bercerai, baiklah, kami juga sudah menantikan ini sejak lama alien sialan, pergi kau dari rumah ini!!!" pekik Nyonya Jaya.


"Cuihhh... lepaskan aku sialan!" kesal Ella.


Plaaakkk....


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Ella," kenapa kau berkata kasar pada Tante Jaya, kau sangat kasar Ella!!!"Ana mengambil bagian terbaik dari show itu.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😉😊


__ADS_2