Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien

Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien
Bibi Lee


__ADS_3

Hari telah berlalu, semua orang kembali melakukan kegiatan mereka masing masing setelah beristirahat semalaman.


Di kediaman keluarga Dominic,


Bibi lee tampak berjalan mendekati ruangan brandon, pria itu sedang asik bermain game di dalam ruangan kerjanya setelah menyelesaikan beberpaa proyek penting.


“Yaaa... hancurkan sisi barat jangan lengah , jangan sampai down...” teriak Brian yang terlihat sangat serius dengan game yang dia mainkan saat ini.


“ Ayoioooo... seraaangg~~~~ “ teriak pria itu lagi.


Klotak klotak klotakkk...


Papan keyboard pria itu digempur oleh jari jari lentiknya, dia berteriak dan memerintah dengan suara tegasnya, seandainya timnya tau siapa pria yang sedang mengarahkan mereka saat ini, pasti mereka akan kena mental breakdown.


“hahhahahaha... yesss kita berhasil... wohoooo...” teriak pria itu sambil mengagkat kepalan tangannya ke atas.


Brian tersenyum senang, dia menarik nafas lega lalu bersandar di kursinya.


“Permisi Nak Brian,” suara renta bibi Lee terdengar memasuki ruangan Brian.


“ehh Bibi ada apa Bi, masuk aja, ada apa bi?” tanay brian yang langsung memberikan kursi pada Bibi Lee.


“Ada yang mau bibi sampaikan,” ucap wanita itu.


“Ada apa bi? Apa bibi mau tambah gaji? Mau liburan , mau jalan jalan boleh bi, berapa, biar Brian tambahin mau liburan kemana? Biar Brian biayain , katakan bi,” ucap Brian dengan penuh semangat, bagi Brian Bibi Lee sudah seperti ibu untuknya, Bibi Lee sudah bersamanya sejak dia pindah ke negara itu bahkan sebelum, bertemu dengan mantan istrinya dahulu.


“Haduuuhhh kamu ini ya, Bibi lagi serius nih,” ucap Bibi Lee .


“lah Brian juga serius Bi, siapa yang gak serius coba?” balas pria itu.


“Haduhh begini, Bibi mau pulang kampung ,”


“ya udah pulang aja Bi, kapan? Biar Brian anterin,” balas pria itu.


Bibi Lee tersenyum,” dasar kamu ini, Bibi belum selesai bicara dipotong terus,” ketus Bibi Lee sambil menunjukkan wajah seolah olah dia kesal .

__ADS_1


“hehehh ya maaf Bi,” balas Brian.


“Begini nak, Bibi mau pulang kampung sekaigus cuti, anak Bibi lahiran, Bibi harus tinggal disana paling nggak tiga bulan, kasihan mereka, Bibi harus jagain mereka, dan lagi bibi mau ke tempat mendiang paman kamu, udah lama gak berkunjung dengan keluarga disana, jadi Bibi mau pamitan sama kamu selagi Brandon gak di rumah,” jelas bIbi Lee.


“kalau dia dengar, dia akan minta ikut, atau bahkan gak ngasih Bibi Pergi, apalagi Ki Jeong dia akan merengek dan cancel semua jadwalnya, sebenarnya udah dari tiga hari yang lalu Bibi di kabari, jadi Bibi mau pamit, “ jelas Bibi Lee lagi.


“Wahh begitu ya, ckk kenapa bibi gak bilang dari kemarin,haduh si bibi, kalau bibi bilang lebih cepat kan Brian bisa buat persiapan Brian bisa anterin Bibi ,” ucap pria itu.


“Nggak usah, soalnya Bibi di jemput sama anak bibi, bibi cuma mau pamitan sama kamu saja,” jelas Bibi Lee lagi.


Brian menghela nafas,” haihhh baiklah bi, gak rela sih, apalagi tiga bulan huwaaaaa~~ masa iya, Brian gak lihat bibi Lee selama tiga bulan?!“ rengek pria itu.


“Kan nanti bibi pulang nak, Cuma tiga bulan kok,”


“Haihhh baiklah baik, kalau begitu kapan bibi berangkat?” tanya Brian.


“satu jam lagi, Bibi udah siapain barang barang bibi,” jelasnya.


Brian mengangguk paham,” baiklah biar Brian temani, haihhh~~ jadi Brian harus cari pengasuh untuk Brandon dong, gak apa deh.... yang penting Bibi Bahagia,” ucap pria itu sambil tersenyum.


Brian tersenyum,” iya Bibi bawel, Brian akan lakukan semuanya,” ucapnya.


Akhirnya Bibi Lee berangkat, dia dijemput oleh putranya, Brian mengirimkan sejumlah uang dengan nominal yang besar tanpa sepengetahuan Bibi lee, itu adalah hadiah kecil untuk keluarga Bibi Lee yang menerima dirinya apa adanya bahkan di saat dia berada di masa paling buruk.


Brian menghela nafas, Bibi Lee sudah renta, memang sudah seharusnya untuk istirahat, seketika pria itu teringat dengan permintaan putranya.Seketika bibir pria itu melengkung ke atas seolah dia sudah tau jelas paa yang harus dia lakukan.


Dia menatap ponselnya, menatap foto seorang wanita yang sangat cantik,” let’s play the game, hahah pembalasan akan segera di mulai keluarga Jaya, Ana tunggu giliran kaian,” senyum licik tergambar jelas di wajah pria itu.


Dia masuk ke dalam rumahnya, di saat yang sama Ki Jeong pulang dari hotel tepat dia menginap semalam, dia tidak ke kantor, pria itu tampak ling lung bahkan matanya sampai menghitam.


“Aku pulang... Bibi Leee Ki jeong laparrr...” teriak pria itu.


Semalaman dia tidak bisa tidur setelah mengantarkan Karina ke rumah gadis itu, bayang bayang saat Karina mengecup bibirnya terus menghantuinya bahkan membuatnya tak bisa konstrasi bekerja dan memilih tidur di hotel, tetapi sama sekali tak bisa terpejam.


“bibi Leee.... Bibi dimana, Ki jeong laparr!!!” teriak Pria itu yang sudah nagcir ke dalam dapur dan membuka tudung saji.

__ADS_1


Beruntung dia menemukan banyak sekali hidangan yang dimasak oleh bibi Lee sebelum wanita itu pergi.


“ Bibi Leee apa ini bisa dimakan?” teriak Ki Jeong lagi , dia sudah menyantap baru bertanya pria ini benar benar menjengkelkan.


“heh kenapa kau teriak teriak di rumahku bodoh, Bibi Lee pulang kampung dan tidak akan tinggal disini selama tiga bulan, ke depannya makan makananmu sendiri,” ketus Brian sambil duduk di dekat Ki Jeong dan juga mengambil makan siang bagiannya.


“Apa... uhuk.. uhuk ~~” Ki Jeong tersedak, cepat cepat dia mengambil minumannya.


“Arrkhhh , apa kau bilang? Bibi lee pulang kampung?” Ki Jeong terbelalak sambil menatap Brian dengan wajah memerah karena tersedak barusan.


Brian mengangguk dengan snatai, “ ya, tiga bulan cuti, tak bisa diganggu gugat,” ucap Brian.


“Nggak nggak boleh, Bibi Lee gak boleh cuti!!” Ki Jeong berdiri dengan mulut penuh sambil menunjuk Brian dengan sendok makannya, dia benar benar terkejut dengan berita ini.


“Tidak boleh begitu, siapa yang akan menyuapiku nanti huaaa~~ Bibi Lee... aku akan menjemputmu, tidak boleh... haisshh kenapa kau biarkan bibi Lee pulang kampung Brian, arrhhhh bagaimana dengan makananku nanti arrhh... “ pria itu merengek sambil menghentak hentakkan kakinya di atas lantai.


Brian menatap asistennya yang persis sepertia anak kecil itu, “ dewasalah Ki Jeong, bibi Lee juga butuh istirahat, dia sudah tua dasar kekanakan,” ketus brian.


“Arrhhh tidak asik kalau begini huaaaa.... Bibi Lee kenapa pergi tanpa pemberitahuan aku kesal... kesal kesal...” gerutu pria itu .


“Dasar kau ini,”


“lalu siapa yang akan mengurus Brandon saat kau sibuk?” tanya Ki Jeong.


“Aku sudah punya rencana untuk itu Ki Jeong, sudah kupersiapkan dengan matang,” jawab Brian dengan nbibir melengkung sempurna ke atas.


Ki jeong merinding saat melihat sorot mata brian,”apa yang kau rencanakan ajuhssi? Jangan bilang kau akan berbuat macam macam, identitasmu bisa terbongkar sebelum pembalasan dendammu dimulai...” ucap Ki Jeong .


“Diamlah, kau makan yang benar, arhhh~~ sial! nasi dari mulutmu berhamburan kemana mana grrrhh dasar kau ini...” gerutu Brian sambil memukul kepala Ki Jeong yang berbicara sambil makan dan membuat semuanya berantakan.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen


__ADS_2