
Dengan sisa kekuatannya Ella membersihkan rumah besar itu dengan tangannya sendiri tanpa ada bantuan dari siapapun. Menahan luka di sekujur tubuhnya sambil membersikan rumah besar itu sungguh membuat Ella tersiksa.
Ella berjalan dengan cepat meski kakinya terluka karena ulah erik. Sasha hanya bisa menatap Ella yang berjalan dengan kaki yang sakit, dia tak bisa membantu,sebab siapapun yang membantu wanita itu pasti akan terkena masalah dan berhadapan dengan tuan dan nyonya Jaya yang benar benar merepotkan jika sudah mengamuk.
Sasha adalah salah satu teman dari sahabat baik Ella yaitu karina. Karena mengetahui Sasha bekerja di rumah besar itu menggantikan papanya, Karina meminta Sasha untuk menjaga dan melaporkan segala sesuatu yang terkait dengan Ella di rumah besar itu, sebab dugaan sahabat Ella benar kalau keluarga itu hanya membuat Ella menderita.
Sasha adalah seorang tenaga kerja profesional, dia memilih menjadi kepala pelayan karena gajinya yang besar dan pekerjaannya yang mudah dan sedikit santai. Sasha sangat menyukai Ella ketika wanita itu baru bergabung dengan keluarga jaya, alasannya karena Ella adalah wanita lembut baik hati dan sangat cantik bahkan sebenarnya keluarga Jaya terlalu beruntung mendapatkan Ella sebagai menantu di rumah itu.
“Kasihan kau Ella, ck... aku tak bisa berbuat apa apa, Karina pasti akan sangat sedih jika melihat secara langsung apa yang terjadi pada Ella, orang orang tanpa hati itu benar benar membuat Ella merasakan neraka dalam bentuk rumah,” batin Sasha yang hanya bisa menatap sambil mengawasi Ella kalau kalau terjadi sesuatu pada wanita itu.
Satu jam kemudian seluruh ruangan telah bersih. Ella menyelesaikan semuanya dnegan tubuh kurus kerontangnya itu. Dia menghela nafas, keringatnya bercucuran, asam lambungnya kembali kumat karena tidak makan. Ella pucat, dia benar benar lemah saat ini.
“akhhh.....” Ella meringis kesakitan, namun tak ada satu pun yang peduli.
“Kenapa lagi kau? Kalau sudah selesai cepat pergi dari sana, makananmu di belakang, jangan samapi kau mati di depan ini, kalau mati di belakang kami tinggal mengirim mayatmu pada kakek nenekmu yang sudah keriputan bau tanah itu,” ketus Erik yang kebetulan lewat dari ruangan itu.
Ella terdiam, kata kata kasar itu kembali dia dengar, tak bisakah Erik setidaknya berkata dengan lembut pada Ella padahal jelas jelas wanita itu masih berstatus sebagai istri sah Erik dan merupakan tanggung jawab Erik.
Tidakkah Erik mengingat janji pernikahan yang mereka kumandangkan dua tahun silam? Apakah cintanya semudah itu hilang dari hati Erik?
“Tolong bantu aku Erik, maag ku kambuh, ini... ini benar benar sakit,” ucap Ella dengan suara lirih dia terduduk di atas lantai dengan wajah pucat pasi, keringat bercucuran. Erik yang mendengar itu menghentikan langkahnya sambil memutar malas kedua bola matanya.
“Dasar merepotkan mati saja kan beres, sialan, kau menggangguku saja,” ketus Erik seraya menatap Ella dengan tatapan jijik dan merendahkan.
“To.. tolong aku trik, ini benar benar sakit, kumohon..” suara Ella terdengar mengiba, dia benar benar kesakitan saat ini. Tak makan dan dipaksa bekerja tentu membuat tubuhnya lemah.
“Ck... sialan..” kesal Erik.
__ADS_1
“Mana sudi akau menyentuhmu, kau begitu kotor dan jelek, sial...” ketus Erik .
“Sashaaaaa.....” teriak Erik memanggil kepala pelayan di rumah itu.
Terdengar langkah kaki Sasha memasuki ruangan itu dengan langkah cepat.
“Ada apa tuan muda?” tanya Sasha seraya membungkuk sedikit ke arah Erik, tata krama yang harus selalu di ingat di rumah besar itu.
“Bawa alien itu, berikan dia makan jangan sampai dia mati disini, menjijikkan mengurus mayatnya, bawa dan berikan obat, jika sudah sangat urgent bawa dia ke rumah sakit, tapi jangan sampai orang orang melihatnya, bawa pengawal agar dia tidak kabur,” ucap Erik yang memperlakukan istrinya sendiri seperti seorang tahanan yang tidak ada harganya.
“baik tuan,” jawab Sasha dengan cepat. Segera wanita itu menopang tubuh Ella dan membantu Ella berdiri. Erik sama sekali tidak mau menatap istrinya satu satunya, yang dia lihat saat ini adalah layar ponselnya yang berisi foto foto wanita cantik yang sangat sesuai dnegan seleranya. Pria itu tersenyum sambil menatap layar ponselnya.
“Kenapa aku tidak pernah lagi tersenyum seperti itu padaku rik??” batin Ella sambil menatap suaminya dengan tatapan menyedihkan.
Erik hanya tersenyum pada gawainya tetapi tidak untuk istrinya, menyedihkan memang nasib Ella.
“Ini minumlah dahulu,” ucap sasha sambil memberikan segelas air dingin untuk Ella.
Ella menenggak air itu dalam sekali tegukan , dia benar benar kehausan dan perutnya benar benar perih saat ini.
Sasha mengambil obat maag yang selalu di sediakan di daam ruangan perawatan karyawan itu.
“Makanlah, ini akan mengurai asam lambungmu dan mengurai rasa sakitnya,” ucap Sasha, tampak jelas di mata wanita itu kalau dia benar benar khawatir dengan Ella saat ini.
“terimakasih sha, tapi apa kau tidak apa apa membantuku, aku takut kau akan dihukum oleh mereka,” ucap Ella sambil menerima obat yang diberikan oleh Sasha.
“Tak apa karena dia yang meminta, kalau pun aku harus dihukum lebih aku dihukum daripada membiarkanmu tersiksa La, huh... kenapa kau bodoh sekali dan tetap bertahan di rumah ini ella, kau harus pergi dari sini,” ucap Sasha.
__ADS_1
Ella tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya,” nggak bisa sha, aku gak bisa keluar,” jawab Ella masih dengan suara lemah.
“Ck.. kenapa gabisa sih? Apa masalahnya apa yang terjadi kenapa kau tidak bisa meminta keluar dari rumah ini kalau perlakuan mereka padamu seperti itu?” ketus Sasha yang belum tau ancaman ancaman yang didapatkan ella dari nyonya.
“ Katakan padaku apa kau tidak bisa keluar karena cinta? Kau masih mencintai orang jahat yang jelas jelas membenci dirimu Ella?” tanya Sasha, dia benar bena kesal saat ini.
Ella menggelengkan kepalanya, kalau ditanya soal cinta, Ella tak memiliki itu lagi, “ kakek, nenek dan Karina sha, mereka akan jadi sasaran kemarahan keluarga ini kalau akau samapi keluar dari rumah ini. Aku diancam aku tak bisa berbuat apa apa, keluar tanpa seijin merkea sama saja aku menyerahkan nyawa Kakek, nenek dan Karina pada mereka, aku tidak bisa,” jelas Ella dengan air mata berlinang membasahi kedua pelupuk matanya.
“Ckkk kenapa kau harus bertemu dengan manusia manusia seperti mereka, tak punya hati, haishhhhh... sialan...” geram Sasha yang terus menerus mengumpat dan mengoceh setiap membicarakan keluarga Jaya.
“tampaknya kau memiliki dendam kesumat pada keluarga ini sha, kenapa kau sangat membenci mereka?” tanya Ella.
“Ck... entah, mereka pantas dibenci, kau tak usah mengurusiku, urus saja dirimu, kau ini harus makan yang banyak, rawat tubuhmu, kau harus sehat Ella, bagaimana kau bisa hidup dengan tubuh kurus ini, apa kata Karian nanti jika melihatmu la, dia pasti akan sangat sedih,” ucap Sasha.
“makanya aku menolak bertemu dengannya, dan kumohon jangan bilang apa apa pada Karina,” ucap Ella.
“yayayay... terserah padamu, sudahlah istirahat dulu setelah itu kau makan yang banyak selagi dia memperbolehkan mu makan,” ucap Sasha seraya mengalihkan pandangannya ke arah lain menghindari tatapan mata Ella.
“Mana mungkin aku mendiamkan kejadian ini dari Karina la, dia tau semunya Ella, dia hanya tidak mengatakannya agar kau tidak khawatir, keluarga Jaya memang harus diratakan..” batin Sasha.
.......
.......
.......
...to be continued 🤪...
__ADS_1
...Jangan lupa like, vote dan komen 😊😉...