
📍Rumah Keluarga Jaya
Ella dan Brian tiba di rumah keluarga Jaya, Ella tampak gugup, dia menatap rumah besar itu.
Mobil Brian berhenti di depan pagar besar yang menjulang tinggi ke atas.
"Turunlah kau sudah sampai, " ucap Brian sambil menatap Ella.
"Ba..baik," ucapnya pelan.
Ella keluar dari dalam mobil itu, dia tampak gugup, sembari menatap rumah besar itu dia tampak ragu ragu melangkahkan kakinya.
Tetapi dia ingat kalau dia ingin bebas maka dia harus berani mengambil resiko, sebesar apa pun itu dia harus hadapi demi kebebasannya.
Ella mengepalkan kedua tangannya, dia berjalan menuju pagar kecil, akses masuk yang selalu dia lewati.
Brian menatap wanita itu," Apa aku terlalu memaksanya?" gumam Brian.
Dia menggelengkan kepalanya, matanya tertuju pada kaki besi itu, "sadar Brian, mereka harus diberi pelajaran, nyawa Mom dan Kakimu lebih berharga dari hidup mereka, kalau pun harus mengorbankan wanita itu, aku tidak peduli!" ucapnya yang lagi lagi bersikap keras pada dirinya sendiri.
Di saat Ella masuk, saat yang sama pula, Erik dan Ana tiba, mereka menggunakan mobil sport dengan kap terbuka sehingga orang orang bisa melihat dengan jelas pengendara mobil itu.
Mata Brian menangkap pemandangan itu, Ana Jung adalah mantan istrinya yang memberikan surat perceraian saat usia putranya masih tiga bulan, pergi meninggalkan Brian dan Brandon saat dia tak butuh mereka lagi, saat keserakahan, gengsi dan arogansi menguasai wanita miskin ahlak itu.
Tatapan mata Brian berubah dingin dan menyeramkan, seperti seekor serigala yang siap menerkam mangsanya, pria itu mengepalkan kedua tangannya, kebenciannya pada Ana semakin bertambah saat dia tau wanita itu dekat dengan Erik dari keluarga Jaya.
"Senang sekali hidupmu setelah meninggalkan aku dan Brandon, kau akan mendapatkan pembalasan sempurna dariku Jung Ana, persiapkan dirimu untuk kehilangan semua yang kau miliki, wanita sialan!" umpat Brian.
Mobil sport itu masuk, tampak di dalamnya Ana bercumbu mesra dengan Erik, penampilannya sangat seksi tentu saja menarik hati setiap kaum Adam namun tidak bagi Brian.
Bagi pria itu, Ana hanya seorang jal*ng yang tidak tau tempat dan harus segera dimusnahkan.
"Ana ikut ke dalam, apa Ella akan berhasil? Kasihan juga dia, luka luka di tubuhnya benar benar mengejutkan!" gumam Brian.
"Kenapa aku jadi merasa bersalah dan ling lung seperti ini, arrhh sialan!" umpat Brian.
Dia menyalakan besi itu, lalu melaju kembali ke kediamannya.
__ADS_1
Sementara itu di rumah keluarga Jaya, Ella masuk dan berjalan perlahan, sesekali dia meringis kesakitan karena luka luka di tubuhnya belum kering.
Ella menatap Erik dan Jung Ana yang masuk menggunakan mobil, tampak sangat mesra di dalam mobil itu.
"Sial, tega kau melakukan itu di depanku Erik, ternyata mengambil keputusan untuk bercerai adalah pilihan yang tepat, ya kita harus bercerai!" ucap Ella meyakinkan dirinya sendiri untuk mengikuti rencana pertama Brian.
Ella masuk ke dalam rumah itu melalui pintu belakang, dia masuk ke dalam kamarnya dan langsung merapikan semua pakaian dan barang barang pentingnya.
"Aku bisa, aku pasti bisa menghadapi semua ini!" ucap Ella.
Dia merapikan pakaiannya dan barang barang penting, tak ada kesedihan ketika dia memilih untuk bercerai.
Ella keluar dari dalam kamar itu, dia membawa sedikit barang, hanya barang yang dia punya bukan pemberian keluarga itu.
Ella berjalan, dengan penuh keyakinan dia mendatangi Erik dan Ana yang duduk di ruang santai sambil saling bercanda, menggelitik satu sama lain.
Panas hati Ella, tak dianggap sebagai istri sah, membuatnya semakin marah.
Wanita itu berjalan, dia menatap tajam Erik dan Ana yang sedang bercumbu mesra seolah di dunia ini hanya ada mereka berdua.
"Sayang aku haus," rengek Ana saat dia melihat Ella berjalan ke arah mereka.
"Kau dengar bukan kalau kekasihku sedang haus, cepat ambilkan!!" titah Erik.
Ella terdiam, "baik," ucapnya pelan, dia mengepalkan kedua tangannya, tasnya masih dia pegang.
Wanita itu berjalan ke dapur, kebetulan Sasha ada disana, wanita itu terus menatap Ella yang mendiamkan dirinya, tak tahan dengan hal itu, membuat Sasha langsung menghampiri Ella.
"La kau baik baik saja!?" suara Sasha terdengar khawatir.
Ella membalas tatapan Sasha, sebuah senyuman tergambar di wajahnya, dia menatap gadis yang selama ini membantunya di rumah itu. Ella menggenggam tangan Sasha," aku baik baik saja, maaf mengabaikan mu dan maaf sudah menyusahkan dirimu selama ini Sha, aku akan pergi dari rumah ini," ucap Ella.
Sasha terdiam membeku ini benar benar hal yang sangat mendadak.
"La.. ka...kau benar benar akan pergi?" Sasha terkejut.
Ella mangangguk, dia melepaskan tangannya lalu membuat minuman untuk wanita ular di depan sana.
__ADS_1
"Ya aku akan pergi, kuharap kau juga sha," ucap Ella sambil memasukkan garam ke dalam minuman itu, entah mendapat keberanian dari mana atau setan dari mana yang merasuki Ella tetapi wanita itu tampaknya mulai menunjukkan jati dirinya.
"Buat apa la?" Sasha terheran.
"Ready for the first show Sasha?" Celetuk wanita itu sambil mengedipkan sebelah matanya.
Setelah berbincang dengan Brian, Min Ki, Ki Jeong dan menemani Brandon selama beberapa jam di rumah keluarga Dominic membuat Ella sadar sepenuhnya kalau dia harus bangkit dari jerat yang mengikatnya selama dua tahun terakhir.
Sekali menjadi perempuan kuat, dia harus terus menjadi perempuan kuat yang mampu melibas habis lawan lawannya.
"La kau tidak sedang sakit bukan? ada apa denganmu? " Sasha terkejut bukan main.
Ella menatap Sasha, dia menepuk bahu gadis kepala pelayan itu, sebuah senyuman kebangkitan kini berkobar kobar dalam diri wanita itu.
"Aku sangat-sangat waras Sasha, aku harus keluar dari rumah ini, aku akan menjalani hidupku dengan bebas, Arabella akan bangkit!" ucapnya sambil berjalan melewati Sasha dan membawa minuman itu.
Sasha diam mematung, dalam sekejap Ella berubah, entah apa yang terjadi pada wanita itu, pembicaraan dengan ketiga pria tadi ternyata membuka pikirannya dan menumbuhkan keberanian nya dengan segala risiko yang harus dia hadapi.
"Apa yang terjadi pada Ella? tak pernah aku melihat senyuman itu, tetapi setelah sekian lama dia menunjukkan nya, apa yang sebenarnya terjadi pada Ella? dalam hitungan jam dia berubah menjadi orang lain!" ucap Sasha, matanya terus mengikuti Ella.
"Ka..Karina harus tau hal ini, Ella sahabatnya menjadi gila karena suaminya berselingkuh!!" Sasha benar benar syok!
Sementara itu Ella berjalan keluar, raut wajah berubah, dia kembali ke mode Ella yang mudah ditindas, melihat situasi dan belajar dari kelemahannya membuat wanita itu cepat belajar.
"inti dari pertunjukan ini, aku harus keluar dengan risiko apa pun yang mungkin kuterima!" batin Ella.
"Sayang aku haus sekali, kenapa dia selama itu!!!!" rengek Ana saat dia menangkap sosok Ella berjalan membawa nampan berisi minuman dari dapur.
"Aku yang akan menguasai rumah Jaya, cihh wanita busuk dan dekil seperti dirimu tak pantas menjadi nyonya di rumah ini hahahahhahaha...." Ana tertawa puas dalam batin nya, merasa kalau dia akan berhasil.
"Bertingkah yang benar jal**Ng sialan!"
"CEPAT JALAN ELLA, KEKASIHKU KEHAUSAN!!!!"teriakan Erik menggelegar dalam ruangan itu.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😉😊