
Jam istirahat,
📍Gedung DRG
Ki Jeong menatap ruangan presentasi, sejak tadi jam istirahat sudah mulai berjalan tetapi tampaknya orang orang dalam ruangan itu sangat serius dalam membahas proyek besar yang sedang dikerjakan oleh DRG.
"apa dia tidak lapar atau sedang kumat? pembuat onar ini tidak ingat makan atau bagaimana? cihh berani sekali kau membuat seorang Hong Ki Jeong Khawatir!" gumam pria itu.
"tunggu! aku khawatir? waahh hebat ya, kau benar benar membuatku gila manager Cha, tapi sampai detik ini kau tidak ingat dengan apa yang kau lakukan padaku di atap waktu itu !!" gumam Ki Jeong.
Pria itu sudah seperti orang gila berjalan kesana kemari sambil menggigit jarinya, menatap ke dalam ruang presentasi, berhenti berjalan, menatap lagi, berhenti lagi, bergumam lagi benar benar seperti setrikaan listrik.
"hoisshh benar benar membuat jengkel kenapa dia tidak keluar juga!!" Geram Ki Jeong.
Sementara itu di dalam ruangan presentasi Karina sedang menjelaskan proyek mereka sampai sedetail mungkin, tentu gadis itu tidak ingin pekerjaannya rusak dan ternodai dengan kesalahan kecil belum lagi mereka akan melakukan kolaborasi dengan idol K-Pop tersohor, konsep dan gaya iklan harus yang terbaik.
"Nilai yang mau kita capai disini adalah elegansi, arogan, mewah dan mahal, namun di saat yang sama sangat nyaman saat dipakai, oleh karena itu kita memakai bintang Idol K-Pop ini untuk proyek besar kita, figur yang fresh, young and rich, soft and swag at the same time, leader of her self, aura khas itu harus terpancar dan tertanam dalam iklan ini!" Ucap Karina.
"Persiapkan semua bahan untuk pemotretan, jangan sampai ada yang ketinggalan, kontrak iklan dengan model terkait sudah dilakukan oleh pihak perusahaan pemilik perhiasan ini, kita tinggal melakukan pemotretan dan promosi iklan di seluruh platform!"
"Paham semuanya!?" Tanya Karina.
"paham Manager Cha!" Ucap mereka serentak.
"Manager Cha, ngomong ngomong sejak tadi pak Hong menatap kita dari luar, seperti nya beliau...
Karina menatap keluar, seketika dia terdiam, spontan menutup mulutnya dengan mata terbuka lebar.
Entah kenapa semburat merah tampak jelas di wajah gadis itu. "Apa.. apa yang dilakukan pria itu disini haishhh sialan... Aku harus berpura pura lagi arrhkkkk kenapa juga aku melakukan hal itu waktu itu, arkhhh bodoh kau Karina, masa cari masalah sama pria batu itu!!!" Gerutu Karina sambil menepuk keningnya beberapa kali.
Sebenarnya, Karina sama sekali tidak lupa mengenai kejadian saat dia mencium Ki Jeong dan mengklaim pria itu sebagai miliknya.
Sejak kejadian memalukan itu, Karina lebih kalem di kantor, dan selalu diam jika Ki Jeong lewat ruangannya atau menatapnya dari kejauhan.
Jujur saja melihat tatapan Ki Jeong dia tak kuat, ingatan tentang kejadian di bawah pengaruh alkohol itu membuat Karina gugup dan malu jika bertemu Ki Jeong, takut jika sewaktu-waktu Ki Jeong membahas hal itu di depannya.
"Bu Cha, ada apa? Kenapa anda tiba tiba berkeringat? Apa anda sakit!?" Tanya salah satu rekan laki laki Karina.
" Ini pakailah tisu ini!" Ucap Pria yang kerap disapa Pak Je No itu.
" Terimakasih pak Je No, aku baik baik saja," ucap Karina sambil tersenyum Kikuk.
Dari luar, Ki Jeong terlihat kepanasan saat melihat gebetannya tampak dekat dengan pria lain.
__ADS_1
"Sial, kenapa mereka berdua sedekat itu, ckk siapa pria itu, dia harus diberi pelajaran karena berani dekat dekat milikku!" Kesal Ki Jeong.
"Selamat siang Pak Hong!" Suara seorang wanita cantik berambut pendek dengan pakaian formal yang terkesan seksi mendatangi Ki Jeong yang sedang gusar menatap calon kekasihnya dekat dengan pria lain.
"Ya ada apa? Apa kau tidak lihat aku sedang sibuk!?" Kesal Ki Jeong.
"Saya diutus kakek datang kesini, bukannya ada janji makan siang hari ini?" Tanya wanita itu.
"Makan siang? Kakek? Kau siapa!?" Kesal Ki Jeong, dia masih belum menoleh ke arah wanita cantik itu.
"Ini aku, Clara, apa kau tidak ingat, kita kan melakukan kencan buta sebulan lalu," ucapnya sambil menggandeng lengan Ki Jeong.
Ki Jeong terperangah, wanita yang dikirim si pria tua kepadanya sebulan lalu ternyata datang lagi.
"Yakkk apa yang kau lakukan, berani sekali kau menyentuh ku!" Kesal Ki Jeong dia menarik tangannya dengan kasar.
" Maaf tapi aku hanya berusaha untuk dekat denganmu, bukannya kakek...
"Aku tidak mau!" Kesal Ki Jeong, katakan pada pria tua itu kalau Hong Ki Jeong menolakmu dengan kasar!" Ucap Ki Jeong dengan nada sedikit membentak.
"Tapi... Aku jauh jauh datang kesini hanya untuk menemui mu, apa kau pikir aku tidak kurang kerjaan Hong Ki Jeong!" Kesal wanita itu.
"Ck... Pergilah Clara, kau sudah tau dengan jelas kalau aku tidak suka dijodohkan, katakan pada kakek tua itu untuk membatalkan semua angan angan gilanya!" Celetuk Ki Jeong.
Beruntung dia sigap dan menahan tubuhnya juga tubuh Clara dengan memegang bahu wanita itu.
"Yaakk hati hati!!!" Ucap Ki Jeong panik, dia merangkul bahu wanita itu.
"Ck... Ini juga salahmu!" Kesal Clara.
Di saat yang bersamaan Karina dan timnya keluar.
"Omoooo...Pak Hong pacaran di dalam kantor!!" Teriak para karyawan.
Cepat cepat Ki Jeong melepaskan tangannya dari Clara namun tidak untuk Clara dia malah menggandeng lengan pria tampan itu.
"Siapa wanita ini, pakaiannya itu terlalu seksi, apa dia mau menggoda seluruh pria di gedung ini!?" Batin Karina.
"Ekhmm jangan berkata yang tidak tidak, dia bukan pacar saya!" Ucap Ki Jeong yang berbicara sambil menatap Karina.
Karina yang ditatap malah kebingungan," kenapa melihatku pak? Aneh!" Celetuk Karina.
"Ck.. kebiasaan gadis ini!" Gumam Ki Jeong.
__ADS_1
"Bu Cha, katanya bukan pacar, berarti ada kesempatan dong," goda karyawan lain
"Kalian semua kembali ke tempat, Manager Cha ikut aku, Tuan Dominic memanggilmu ke kantornya!" Ucap Ki Jeong sambil melepaskan tangan Clara dari lengannya.
"Lepaskan, dan pergi jauh sebelum aku melakukan hal yang lebih kasar Clara!" Ucap Ki Jeong dengan nada sarkas.
"Ck... Jadi kau melepaskan hanya demi wanita tak berkelas ini? Cihh lihat penampilan urakannya itu, masa iya perempuan pakai celana di kantor, rambutnya warna warni dan...
"Diamlah Clara!" Bentak Ki Jeong.
"Karina cepat ikut!" Ki Jeong menarik tangan Karina dan memaksa gadis itu berjalan dengan cepat.
Clara hanya menggerutu kesal di lorong ruangan itu.
"Ck.. benar benar mengesalkan!" Ketus wanita itu.
Ki Jeong menarik tangan Karina dan berjalan dengan cepat menuju lift.
"pak aku bisa jalan sendiri tak perlu ditarik seperti ini!" Ucap Karina sambil melepaskan paksa tangannya.
"Nanti pacar anda marah!" ucap Karina tanpa sadar, spontan dia menutup Mulutnya.
"Bisa bisanya aku mengatakan itu, arrkhhhh mulut bodoh, Karina bodoh!!!" gerutu gadis itu.
"Dia bukan pacarku Karina, kami hanya terlibat kencan buta karena aku dipaksa menikah secepatnya, tidak lebih dari itu, kau cepat ikut aku, jika tidak aku akan menggendong mu mengelilingi perusahaan ini!" tegas Ki Jeong.
"Ehh ba..baik, tapi kenapa juga anda jelaskan hal itu padaku?" tanya Karina.
"agar kau tidak salah paham bodoh!" Celetuk Ki Jeong.
"Aku? salah paham? hahahah yang benar saja!!!" Celetuk Karina.
"Ck... cepatlah!" Ki Jeong menarik Karina ke dalam lift hingga....
Brukk....
"Arrkhhhhh.....
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 😉😊