Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien

Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien
Manusia Macam Apa


__ADS_3

Mereka semua menatap gadis itu dengan tatapan penasaran terhadap apa yang akan dilakukan Karina saat ini.


"Karina!?" Panggil Ella lembut sambil menggenggam tangan gadis itu.


Namun Karina dengan cepat menepis tangan Ella dan malah duduk berlutut di atas lantai sambil sungkem seperti sedang memohon maaf pada Ella.


"Ya ampun, nona besar maafkan saya berlaku tidak sopan, tu..tuan Dominic maafkan saya berlaku tidak sopan di hadapan dua orang penting perusahaan ini!!!" Celetuk Karina sambil membungkuk meminta maaf di depan mereka berdua.


Lagi lagi gadis itu overakting dan selalu membuat orang geleng geleng kepala terhadap aksinya.


"Yaaakk Karina apa yang kau lakukan? Kenapa kau memohon mohon seperti itu, cepat berdiri kau pikir ini di dinasti apa, jangan bermimpi Karina, bangun hei!!!!" Panggil Ella sambil menghampiri Karina yang duduk membungkuk di hadapan mereka.


Brian duduk di kursinya sambil memijit pelipisnya, Karina bena benar selalu di luar ekspektasi, terkadang berteriak tidak jelas, tiba tiba menangis, tiba tiba ini, tiba tiba waras, tiba tiba normal atau panggil saja dia si gadis tiba tiba.


"Ck... Ki Jeong urus kekasihmu itu, kenapa dia bertingkah seperti orang gila disana, apa kau tidak mengajarinya dengan baik!?" Ketus Brian yang mulai jengah dengan kelakuan absurd gadis itu.


"Dia bukan kekasihku!!" pekik Ki Jeong dan Karina bersamaan.


" Masa iya? " Celetuk Brian.


"Karina bangunlah, tak perlu melakukan hal ini!!" Ucap Ella sambil menarik tangan temannya.


Namun sungguh apes, bukannya Karina berdiri malah Ella yang terjerembab ke atas lantai karena Karina lagi lagi menepis tangannya.


"Maafkan saya nona, saya akan berlaku sopan mulai sekarang, saya tidak sadar kalau kekasih tuan Dominic yang misterius adalah sahabat saya sendiri huaaaa... Ini benar benar gilaaaaa!!!" Teriak Karina.


"Ck.. dia benar benar sudah seperti orang gila," gumam Ki Jeong sambil geleng geleng kepala menatap Karina .


"Yaaak Karina, kalau kau tidak bangun juga akan kuminta dia memecatmu!!" Pekik Ella yang mulai kesal dengan kebiasaan buruk sahabat nya itu.


Mendengar ancaman itu sontak membuat Karina bangkit berdiri dan menatap mereka bertiga sambil cengengesan," hehehe ma..maaf semuanya, semoga terhibur," cicit gadis itu sambil tertawa.


"Ya ampun, sepertinya kau butuh pemeriksaan menyeluruh terhadap isi kepalamu Karina, semakin lama kau semakin gila," ketus Ki Jeong.


"Tak perlu ikut campur pak, ingat ada batas!" Ucap Karina


"Manager Cha bisa diam tidak!" Kali ini Brian angkat bicara, seketika ruangan itu langsung hening.


"Ma..maaf pak Presdir..." Ucap Karina yang lagi lagi akan membungkuk sampai Ke lantai.

__ADS_1


"Sekali lagi kau melakukan hal itu, maka tamat riwayatmu manager Cha, kau pikir aku ini roh leluhurmu sampai kau membungkuk seperti itu padaku, dasar gadis aneh!" Ketus Brian.


"Pffthh.." Ella dan Ki Jeong tertawa cekikikan mendengar ucapan Brian.


"Hihihi kau memang pantas disebut sebagai roh leluhur hahaha.." Ella tertawa cekikikan di samping Karina.


"Hahahah.... Sebutan itu sangat cocok untukmu Brian,"gumam Ki Jeong yang tentu saja bisa dengan jelas di dengar oleh Brian.


"Lanjutkan pekerjaan kalian, tidak ada yang akan pulang dari kantor ini sebelum semuanya beres!"Brian berbicara dengan nada dingin, dia kembali ke singgasananya.


Lagi lagi ruangan itu terasa menyeramkan karena kemarahan Brian.


"Ba.. baik Pak!" Jawab Mereka.


"La aku pergi, nanti ketemu di depan, " bisik Karina yang dibalas anggukan kepala oleh Ella.


Karina berjalan Keluar dari ruangan itu bersama dengan Ki Jeong, senyuman gadis itu tak lekang dari wajahnya.


Puas berbicara dengan Ella membuat mood Karina kembali lagi, seolah dia dihidupkan kembali setelah mati dalam waktu yang lama.


"Kupikir aku tidak akan bertemu dengan Ella lagi hiks hiks hiks, tapi hari ini aku benar benar diberkati, Ella sudah bebas dari neraka huaaa....." gadis itu melompat lompat sambil berteriak seperti orang gila di sepanjang koridor.


Ki Jeong yang berjalan di belakangnya menatap Karina, memperhatikan langkah gadis itu dengan seksama. Segurat senyum tipis tergambar jelas dari bibir pria itu.


"Tapi kenapa Ella dan Presdir saling kenal ya? ahh dan wajah Presdir benar benar tampan huaaa... ini akan jadi berita besar di kantor!!" seru gadis itu.


"Jangan sekali sekali membocorkan rahasia Presdir nona Cha, jika kau masih ingin sahabatmu selamat!" ancam Ki Jeong yang entah kapan sudah berada di belakang punggung gadis itu dan menggenggam bahu Karina dengan Erat.


"ba...baik Pak!" jawab Karina.


Sementara itu di dalam ruangan Brian, Ella tampak duduk termenung sambil menatap pintu keluar setalah Karina pergi.


Mata Ella menunjukkan kalau dia akan menangis saat ini.


"Hei kalian boleh bertemu nanti, jangan menangis disini dan selesaikan pekerjaan mu dasar cengeng!" ejek Brian.


Menghadapi sikap Brian yang berubah ubah membuat Ella merasa jengkel, wanita itu tak jadi menangis padahal sudah tepat sekali waktunya untuk menangis tetapi celetukan dari bibir pria tampan di sebelahnya itu menghilangkan moodnya.


"Dasar Batu, roh leluhur kolot, nyolot aja terus, sedikit sedikit ejek orang lain, dasar menjengkelkan, nyenyenye... nyenyenye... bla.. bla... cerewet!!!" gerutu Ella.

__ADS_1


Wanita itu memilih melanjutkan pekerjaannya meskipun ini sudah jam Istirahat.


Brian tersenyum tipis, "apa aku sudah gila karena menyukai Ella yang sedang mengomel seperti ini? tunggu!! apa kau bilang Brian? kau menyukainya?!!! wahh kau benar benar sudah gila," Pria itu berdebat dengan dirinya sendiri.


"Lihatlah, dia sudah gila, Haihh ada apa dengan orang orang sekarang, setelah COVID menyerang apakah virus gila juga ikut masuk!?" Celetuk Ella sambil geleng geleng kepala dengan tingkah pria itu.


"Ekhmmm... Ini jam Istirahat, sebaiknya kita ke kantin, aku lapar!" ajak Brian.


"Aku tidak lapar tuan Dominic yang terhormat, aku hanya ingin menyelesaikan ini dengan cepat agar bisa bertemu Karina!" jawab Ella.


"Kau bisa melakukannya nanti Ella, taat padaku, atau kau mau sakit lagi!? asam lambung mu saja tidak stabil tapi kau sok ingin melupakan makan siang!? " ketus Brian.


Ella terbelalak, dia saja lupa dengan kondisinya tetapi pria itu mengingat bahkan sampai ke hal sedetail itu.


"Ya ampun, bagaimana bisa dia mengingat itu? aku saja terkadang lupa kalau punya penyakit maag akut, dia ini kenapa sih!!!" batin Ella sambil menatap heran ke arah Brian.


"Apa kau akan terus bengong disana Arabella!!" bentak Brian sambil memakai masker dan topinya.


"ehh i..iya, maaf... maaf, jangan marah marah dong, aku ikut, aku menurut!" ucap Ella yang langsung sigap memakai Masker dan topi sama seperti Brian


"Tapi kenapa kita tidak makan disini saja? bukannya lebih aman!?" tanya Ella.


"Ikut saja, tak usah banyak tanya kalau kau masih sayang dengan nyawamu!" ketus Brian sambil menarik lengan Ella.


"Tadi roh leluhur, sekarang menjelma jadi malaikat maut, manusia semacam apa sebenarnya kau ini tuan Dominic!!!" Celetuk Ella.


"Diamlah, dan lakukan aktingmu dengan baik, kau lihat kan wanita itu!!?" ucap Brian sambil menunjuk seorang wanita yang sudah masuk ke dalam ruangannya.


"Hai Brian, i miss you babe!!!" suara wanita itu terdengar manja tetapi terdengar menjijikkan di telinga Ella.


"Kau berkencan dengan wanita semacam ini? kau gila ya!? Kalau Brandon tau, dia akan marah hihihi..."


"Yaakk diamlah!"


.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 😉😊


__ADS_2