
📍 DRG
Pekerjaan di kantor DRG semakin hari semakin padat, perusahaan tersebut memiliki beberapa proyek besar yang harus mereka kerjakan.
Pembuatan iklan untuk sebuah merk perhiasan ternama yang melibatkan idola TOP Korea Selatan yang sedang berada pada tangga popularitas mereka membuat perusa tersebut sangat sibuk.
Yang paling sibuk saat ini adalah departemen Marketing yang dipimpin oleh Manager Cha alias Karina. Mereka semua bekerja dengan sangat keras memikirkan ide terbaik untuk proyek terbaru yang dilimpahkan pada mereka.
Sejak kejadian Ella memutuskan hubungannya dengan Karina, gadis itu menjadi benar benar kacau, dia gila kerja dan tidak merawat dirinya, makan terlambat, tidur hanya 2-3 jam sehari terkadang tidak tidur dan jarang pulang ke rumah.
Karena kejadian itu, anggotanya juga terkena imbasnya, mereka juga harus ikut lembur meski terkadang hanya Karina yang mengerjakan semuanya sendirian dan mereka diminta untuk pulang.
Anggotanya miris melihat bagaimana Karina saat ini, lingkaran hitam di bawah matanya terlihat sangat jelas, matanya merah dan perutnya sering sakit akibat asam lambung tetapi tak dia pedulikan.
"Sebenarnya apa yang terjadi pada manager Cha, tak biasanya dia seperti ini, biasanya kalau pun ada proyek besar tidak akan sampai pulang larut bahkan menginap di kantor," ucap Karyawan A.
"Ku dengar dia ditinggalkan sahabatnya, manager Cha seorang sahabat yang setia, entahlah... Mungkin mereka memiliki masalah," Tukas yang lain.
Para karyawan bergunjing tentang gadis itu, semua pekerjaan di handle olehnya.
Di dalam ruangan gadis itu, tampak tumpukan dokumen di kiri dan kanan, semuanya sudah selesai dia kerjakan, dia menguras otaknya untuk semua pekerjaan itu.
Ting...
Notifikasi ponselnya berbunyi, Karina tersentak, sontak dia melihat pesan masuk itu berharap kalau itu adalah Ella.
"Ella kah?" Gumamnya, sorot mata gadis itu menunjukkan kalau dia benar benar berharap jika pesan masuk itu adalah pesan dari sahabatnya, seutas senyum tergambar di wajahnya namun seketika wajahnya berubah saat melihat kalau pengirimnya bukan Ella Melainkan Sasha yang kini benar benar khawatir dengan Karina, Sasha masih memberitahukan keadaan Ella selama ini tanpa sepengetahuan wanita itu.
"Jangan lupakan makan siangmu Cha Ha Reum, jika tidak, aku tak akan memberikanmu kabar apa pun tentang Ella!" Pesan itu berisi sebuah ancaman yang mengharuskan Karina makan.
Karina membalasnya," baiklah, apa dia sudah pulang?" Balas Karina, dia seperti seorang kekasih yang sedang khawatir dengan pasangannya namun tak bisa bertanya langsung.
Setelah membalas pesan itu, Karina mengambil kotak makan siang yang dibawakan anggotanya, dia memakannya dengan lahap karena sejak semalam perutnya tak diisi dengan apa pun.
__ADS_1
Sasha belum memberitahukan pada Karina perihal Ki Jeong yang membawanya pulang, bahkan Karina tampaknya lupa dengan kejadian kemarin.
Sementara itu~~
📍Rumah Dominic,
Brian, Ki Jeong Ella dan si kecil Brandon tiba di kediaman keluarga Dominic. Sepanjang jalan Brandon bercerita dengan sangat ceria tentang pelajarannya dan segala hal yang dia lihat.
Ella membalas cerita Brandon, mereka berdua tampak sangat akrab, seolah mereka adalah pasangan ibu dan anak yang sebenarnya. Sifat keibuan wanita itu muncul begitu saja saat dia bersama Brandon, kehadiran anak kecil itu membuatnya melupakan sakit di hidupnya meski untuk sejenak.
Keakraban kedua manusia beda generasi lah yang membuat Brian dan Ki Jeong Ter heran heran pada Brandon, anak kecil yang dingin dan susah di dekati itu seolah sudah sirna dan berganti kulit me jadi anak kecil periang dan penuh dengan semangat seperti anak anak normal lainnya.
tatapan mata Brandon yang sangat berbeda dibandingkan dengan saat dia menatap ibu kandung nya sendiri. Sorot mata itu menjelaskan posisi kedua wanita itu di hati Brandon, yang satu memenuhi seluruh ruang di hatinya dan yang satu lagi bahkan tak dia anggap sebagai manusia.
Kejam? Tentu saja, karena yang mereka alami bahkan lebih dari yang orang orang pikirkan.
Terlalu dewasa untuk ukuran anak kecil? Mungkin saja, tetapi itu cara untuk melindungi dirinya sendiri.
Tak sesuai dengan usianya? Terlalu cerdas untuk anak seusianya? Ohh ayolah, dia anak seorang Dominic yang terkenal, hanya saja belum diungkapkan ke publik.
" Brandon tidak salah makan kan Bro?" Celetuk pria itu, sejak tadi fokusnya hanya pada Brandon dan Ella.
"Kau pikir aku kasih makan apa anakku sampai kau berkata seperti itu, kau yang salah makan dasar manusia purba!"Ketus Brian.
"Bibi Lee kamu pulang!!!" Teriak Brandon yang sama sekali belum tau kalau Bibi Lee sudah pulang kampung.
"Brandon, Bibi Lee pulang kampung, beliau cuti 3 bulan, anaknya lahiran dan tadi pagi berangkat nya, maaf Daddy gak langsung sampaikan pada kamu," Ucap Brian, jujur saja dia takut putranya marah.
Brandon sempat terdiam dan seperti sedang menahan amarah, namun dia ingat kata kata Ella tadi, kalau tidak baik bicara kasar.
"Ohhh... Baiklah Daddy," Jawabnya dengan nada datar.
Ki Jeong dan Brian saling menatap, mereka tau arti nada dingin dan datar dari pria kecil itu, menandakan kalau Brandon benar benar dalam mode marah.
__ADS_1
Emosi anak itu tidak terkontrol karena tak ada dampingan ibu, jelas saja dia mudah marah dan meledak ledak, namun seolah ingin menjaga imagenya di depan Ella, dia menahan dirinya seperti orang dewasa agar tak membuat Ella kecewa, ada harapan besar dalam hati Brandon agar Ella mau tinggal di rumah itu.
Tentu saja langkah pertama yang dia harus lakukan adalah bersikap baik di depan Ella.
"Brandon gak mau Mom pergi," Batin anak itu, hati murni seorang anak yang benar benar membutuhkan sosok ibu dalam hidupnya, entah orang orang menganggap karakter ini berlebihan, tetapi Brandon adalah anak yang lahir tanpa sosok ibu, terlahir dengan kebencian dan kesepian selama ini, dan akhirnya menemukan sosok lembut yang dia anggap sebagai ibu, apakah dia terlalu egois untuk mendapatkan kebahagiaannya sendiri?
"Ka..kalian masuklah, kurasa Min Ki ada di dalam,dia tidak bertugas siang ini," Ucap Ki Jeong.
"Benarkah? Kalau begitu ayo Mom, Mom harus diobati sama Paman dokter," Ucap anak itu sambil menarik tangan Ella menuju ruangan kerja milik Min Ki.
"Brandon ganti pakaian dulu nak, "Ucap Brian.
"Tapi Brandon mau temani Mom," Jawab anak itu.
"Harus ganti baju dulu, cuci tangan dan cuci kakimu lalu rapikan barang barangmu, bukankah kita punya peraturan di rumah ini nak?" Ucap Brian dengan tegas.
"Tapi Brandon mau temani Mom Ella," Balas anak itu, dia bersikukuh agar menemani Ella.
"Brandon!" Tegas Brian.
"Nggak mau!!" Pekik anak itu.
Bru kali ini dia melawan sampai seperti itu pada sang Daddy, bahkan Ki Jeong dibuat kaget.
"Brandon cepat ganti pakaian, menurut pada Daddy!!!"Brian tegas pada putranya, peraturan tetaplah peraturan.
Brandon, anak kecil itu menunduk, menahan tangisnya karena dibentak oleh sang Daddy.
..
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 😊😉