Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien

Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien
Kau Bisa Ella


__ADS_3

📍 Rumah Dominic


Ella menatap Brandon yang sudah terlelap, dia tersenyum menatap wajah polos anak kecil itu, memeluknya dengan begitu erat tampak sangat nyaman.


"Tidur yang nyenyak sayang, Mom pulang dulu, sampai bertemu lagi, doakan Mom berhasil," gumam wanita itu.


Cup....


Sebuah kecupan lembut mendarat di kening Brandon, rasa sayangnya pada anak itu semakin besar, mungkin karena pernah kehilangan anak membuat Ella begitu menyayangi Brandon yang kesepian.


Ella turun dari kasur dengan perlahan lalu memperbaik selimut anak itu, dia mengusap wajah Brandon sambil tersenyum.


"Anak tampannya Mom," gumam Ella.


Dia mematikan lampu dan menyalakan lampu tidur, memastikan anak itu tidur dengan lelap.


Tanpa dia sadari, dia diawasi oleh sepasang mata di balik kamera CCTV yang dipasang di kamar anak kecil itu.


Di ruangan lain, pria itu tersenyum melihat betapa menggemaskan nya interaksi Ella dengan putranya, anaknya bisa terlelap dengan sangat tenang di kamar itu.


"Kemampuan pengasuhnya hebat juga, dia akan sangat cocok menggantikan Bibi Lee," gumam Brian yang tanpa sadar sejak awal memperhatikan mereka dia ikut tertawa dan tersenyum saat mendengar dan menyaksikan celetukan mereka berdua.


Ella berjalan dengan pelan keluar dari kamar Brandon setelah anak kecil itu terlelap. Mereka bermain seharian, tak pernah Ella sepuas itu saat bersama dengan orang lain, dia merasa dirinya bebas dan sangat bahagia jika ada di dekat Brandon.


"Apa sudah selesai?" suara bariton Brian terdengar saat Ella keluar dari kamar itu.


"Ssthhh... dia sedang tidur nanti bangun lagi, kalau mau bicara disana saja," ucap Ella sambil menaruh jarinya di depan bibir dan menutup pintu dengan perlahan.


Brian menatap Ella dengan datar lalu berjalan mendahului wanita itu.


Ella menghampiri Brian, "Aku akan pulang dan melakukan rencana itu, aku akan bercerai dengannya!" ucap Ella.


Brian tersenyum," baiklah, bawa ini kau mungkin akan butuh ini," ucap Brian sambil memberikan sebuah dokumen pada Ella, dokumen perceraian yang sudah disiapkan oleh pria itu.


Ella terkejut, dia terheran heran dengan kecepatan Brian, sejak kapan dia mempersiapkan hal ini, tentu saja untuk bercerai dia butuh surat perceraian.


"Ba.. bagaimana bisa?" tanya Ella heran.


"Tentu saja bisa, kau sedang bekerja sama dengan seorang Park Solomon alias Brian, bawa dan tandatangani berkas itu, mereka pasti akan langsung menerimanya," ucap Brian dengan senyuman liciknya.

__ADS_1


"Sejak kapan kau menyiapkan ini?" tanya Ella.


"Baru saja, lebih cepat lebih baik, maka pembalasan akan segera dilakukan," ucap Brian.


"Kau siapa sebenarnya, aneh, aku tidak yakin dengan dirimu, apa kau mata mata dari Utara???"Celetuk Ella.


" Lakukan saja, tak usah banyak bertanya, tau batasanmu, kita hanya partner dan kau akan jadi pengasuh putraku!" ucap Brian.


"Pengasuh, ta.... tapi aku belum diberitahu, kenapa kau mengambil keputusan sepihak!" tanya Ella.


Brian menatap Ella," Setelah keluar dari rumah itu kau mau kemana Ella? mau ke rumah keluarga mu? apa kau tidak malu? ke tempat sahabatmu? sepertinya kau tidak punya, menyewa rumah? uang sepeser pun kau tak punya bahkan kau masih memiliki utang, aku hanya menawarkan sedikit bantuan melihat kau begitu dekat dengan putraku," ucap Brian.


"Tenang saja, aku akan menggajimu dengan bayaran yang sangat tinggi, kau tidak akan kelaparan dan melarat disini, tugasmu hanya menjadi Mom yang baik untuk Brandon, " ucapnya.


"Eits tapi tidak melewati batas, kau Mom bagi Brandon bukan berarti kita menjalin hubungan lebih!" ucapnya lagi.


Ella terbelalak, dia benar benar terkejut dengan sifat pria itu, apa dia sedang dipermainkan sekarang? dan auranya itu benar benar mendominasi!


"Cihh siapa juga yang ingin menjalin hubungan lebih denganmu,dasar narsis!!" ketus Ella sambil mengambil tasnya dan memasukkan dokumen itu ke dalam tas usang itu.


Brian menggaruk tengkuknya," Ekhmm... baiklah, ini terima, ini juga akan berguna!" ucap Brian sambil memasukkan sebuah amplop berisi penuh dengan uang.


"Bawa saja, mungkin kau akan butuh, itu untuk menutup mulut, kau bisa gunakan semuanya," ucap Brian.


"Ta...tapi... aku.. aku tak akan bisa mengembalikannya!" ucap Ella .


"Sudah bawa saja, ayo cepat aku akan mengantarmu, ini sudah jam 5 sore, bukankah sudah waktunya pulang?" ucap Brian sambil menaikkan sebelah alisnya pada wanita itu seraya mengingatkan Ella tentang waktu.


Ella terkejut, dia tak melihat jam saat bermain dengan Brandon, ini sudah jam pulang, seharusnya dia kembali pukul 4 tadi,dia akan dalam masalah besar.


"Bagaimana ini, aku akan dalam masalah besar, aku terlambat pulang..." ucapnya yang mulai panik.


Ella berjalan kesana kemari, mencengkram tangannya sendiri, kepanikan dan rasa takut dihukum masih menghantui wanita itu, bertahun disiksa membuatnya mudah ling lung.


Grepp..


Brian menarik tangan Ella dan mensejajarkan posisi mereka,keduanya dalam posisi berhadapan.


"Tarik nafas lalu buang, lakukan tiga kali!" ucap Brian seraya memegang bahu wanita itu.

__ADS_1


"huffft... fuhhhh... Hufftthhh...fiuhhh..


huuufff.... fuuuhhhh......" Ella mengikuti arahan Brian.


"Tenang!" ucap Brian, dia menatap mata Ella dengan serius, memerintahkan Ella untuk tenang dan rileks.


"Jangan takut, ini kesempatan besar bagimu untuk keluar dari rumah itu, kau bisa Ella, kau pasti bisa!" ucap Brian.


"aku tak akan membiarkan kesalahan sekecil apa pun merusak rencanaku, termasuk rasa takutmu itu Ella," batin Brian.


"Kau pasti bisa!" ucap Brian menyemangati Ella.


Wanita itu bagaikan terhipnotis,dia mengangguk, lebih percaya diri dan sedikit tenang meskipun dia tidak tau akhir seperti apa yang akan dia dapatkan dari keluarga Jaya.


"Ayo pergi!" ucap Brian yang kembali berdiri tegak dan melepaskan kedua tangannya dari bahu Ella.


Ella mengangguk, dia berjalan mengikuti Brian dari belakang, mereka berdua berjalan keluar dari rumah itu.


Sementara itu Ki Jeong dan Min Ki mengamati mereka dari lantai dua.


"Tidakkah menurutmu Brian terlalu kejam memanfaatkan wanita itu sebagai umpan untuk menyakiti Keluarga Jaya?" tanya Ki Jeong pada Min Ki.


"Dia membantunya keluar, secara logika, ini adalah bentuk balas budi yang tepat bro, tak usah memikirkan hal berlebihan, Kau tau keputusan Brian tak bisa digugat, ikuti saja dan pastikan semuanya aman kalau tak ingin dia kembali ke sifat lamanya," Celetuk Min Ki sebelum dia akhirnya masuk ke dalam kamar nya.


Ki Jeong menatap pintu, Dia sedikit risau dengan rencana Brian, apakah dia akan berhasil? tidakkah caranya itu akan menyakiti Ella suatu saat nanti apalagi jika Ella tau kebenaran kalau dirinya dimanfaatkan oleh pria itu.


"Brian benar benar licik, dia menggunakan kesempatan ini untuk memanfaatkan Ella sebagai alat balas dendam dan menjadi pengasuh putranya, Ella bahkan tak tau siapa Brian, tetapi dia menurut agar bisa keluar dari rumah itu," gumam Ki Jeong.


"Brian, ku harap kau tidak membuat wanita itu sebagai alat balas dendam, membuatnya kembali terluka karena niat balas dendammu itu, Ana bukan wanita yang mudah dihadapi, aku takut Ella jadi korbannya!" gumam Ki Jeong.


"Hahh.... sial, kenapa aku jadi risau begini! lebih baik aku menghubungi Si wanita bar bar itu, sepertinya dia masih belum ingat dengan apa yang dia lakukan padaku," ucap Ki Jeong seraya mengusap bibirnya mengingat apa yang dilakukan Karina padanya.


"Manis,aku menginginkan lebih..."


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😉😊.


__ADS_2