Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien

Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien
Degup


__ADS_3

Brian, Ella, Min Ki, Karina dan Ki Jeong saat ini berada di sebuah mall terbesar di kota itu.


Brian dan Ella tak perlu menutupi identitas mereka lagi sebab ini sudah di luar kantor. Mereka masuk ke dalam Mall itu sebagai orang biasa, Brian dengan kaki besinya dan Ella dengan penampilan sederhana nya sedangkan Karina, Min Ki dan Ki Jeong tetap dengan penampilan formal mereka sebagai karyawan DRG.


Ketiga Ki Jeong, Karina dan Min Ki menjadi pusat perhatian karena visual dan daya tarik mereka, maka Ella dan Brian menjadi bahan olok olok dan bahan perbandingan oleh para manusia yang hanya mementingkan penampilan.


Karina menggandeng tangan Ella, Ki Jeong dan Min Ki mengkawal Brian, hal ini menunjukkan kedudukan Brian disana.


"Karina, kau bantu si cerewet ini memilih pakaian, setidaknya selera fashionmu masih bisa diakui, tapi jangan terlalu ekstrim seperti yang biasa kau pakai, dia tidak cocok dengan itu," ucap Brian pada Karina.


"Siap pak bos, saya Karina akan memilihkan yang terbaik untuk si cantik ini!" Ucap Karina sambil tersenyum manis ke arah para pria.


Ki Jeong yang melihat senyuman Karina lagi lagi hanya bisa diam dan mengalihkan pandangannya karena degup jantungnya benar benar membuatnya salah tingkah.


"Kita ke toko mana Pak ?" Tanya Karina.


"Toko yang disudut sana saja, mereka menyediakan pakaian terbaik dan tentu dengan kualitas yang tiada tanding!" Usul Min Ki.


"Wahh mata pria tampan ini ternyata tidak salah, anda tau Fashion ya Pak Dokter," Celetuk Karina.


"Tentu saja, tidak kah kau lihat penampilan ku?" Ucap Min Ki sambil berpose di depan Karina dan Ella.


"Huweekkk..." Brian dan Ki Jeong memasang wajah mual menanggapi kenarsisan tingkat dewa sahabat mereka itu.


"Pffthh hahahhahahah..." mereka semua tertawa terbahak-bahak.


Mereka berjalan menuju toko yang dimaksud, Karina langsung melesat menggandeng tangan Ella menuju pakaian perempuan dan memilih yang mana saja pakaian yang cocok untuk sahabatnya itu.


"Ayo nona Ella, kita pilih pakaian terbaik untuk mu!" Seru Karina.


"Tunggu dulu!" Ucap Ella, dua menghentikan Karina yang juga membuat para pria menatap ke arah mereka.


"Ada apa? Apa kau tidak suka toko nya?" Tanya Brian .


"Bukan begitu, toko ini hanya menjual merek ternama, terlalu mahal aku tidak bisa menghabiskan uang hanya untuk membeli pakaian pakaian mahal, lebih baik kita cari toko yang sedang obral saja, murah dan berkualitas, ini terlalu mahal!" Ucap Ella sambil menatap sekeliling toko yang hanya memajang produk fashion dengan merk ternama dunia.


Karina, Ki Jeong, Brian dan Min Ki saling menatap. kepolosan dan sifat lemburan serta tidak tamak wanita itu membuat mereka tersentuh, padahal jelas Ella diberikan gaji yang besar dan kartu tanpa batas tetapi dia menolak membelanjakan uangnya untuk membeli pakaian mahal.


"Kenapa kau menolak? Bukannya semua wanita menyukai barang branded?" Tanya Brian.

__ADS_1


"Bukan kah begitu nona Cha?" Tanya Brian yang langsung dianggukkan oleh Karina, gadis itu memang penyuka barang Branded.


"Tidak semua orang Park Solomon, selama masih bisa membeli barang dengan harga murah tetapi berkualitas kenapa harus membeli barang Branded yang satu item ya saja sudah bisa menjamin anak anak jalanan di luar sana makan tanpa kekurangan selama setahun penuh, toh fungsinya sama dan yang membedakan hanya merk-nya saja, itu tidak akan membuat perubahan apa pun pada diri seseorang," jelas Ella.


Mereka semua terdiam dengan ucapan wanita itu.


"Toh fungsinya sama, kenapa harus beli dengan harga mahal? Tidak perlu sampai segitunya," ucap Ella.


"Aku akan memilih barang di toko obral saja, ini terlalu mahal," ucap Ella.


Brian menggelengkan kepalanya, " Tidak, kau harus menurut, jika kau benar benar ingin membalas orang gila itu maka turuti semuanya, Karina bawa dia, pilihkan semua barang branded dengan harga paling mahal dan sedang trend, Kuserahkan padamu!" Ucap Brian .


"Sudah kubilang tidak perlu Brian, kau hanya memboros saja, " ucap Ella.


"Menurut lah nona Arabella, atau perlu aku yang mengganti pakaianmu hmmm?" Ucap Brian sambil mendorong Ella menuju ruang ganti dan memberikan beber potong pakaian untuk dicoba wanita itu.


Ella meronta ronta, " yaaakk lepaskan aku, kenapa kau memaksaku sih, dasar kau ini, mengesalkan sekali, sudah kubilang tidak mau!!!" Gerutu Ella.


Brian membawa paksa Ella ke dalam ruang ganti dengan beberapa potong pakaian, pria itu mengungkung Ella dan menatap mata wanita itu dengan intens.


"Menurut lah nona, jangan sampai aku memaksa mengganti pakaianmu, ini untuk kebaikan mu, kau harus bisa menyaingi wanita sialan itu jika kau ingin mengalahkan mereka!" Tegas Brian.


"Eh... Ba..baiklah... Kalau begitu," ucap Ella sambil menjauh dari Brian.


" Ekhmmm... Ganti pakaianmu, kami menunggu di luar," ucap Brian yang langsung mengalihkan pandangannya sebab dia merasakan hal aneh dalam dirinya.


"Kenapa wajahmu merah, telingamu juga Brian!?" Ucap Ella.


"Bukan apa apa, lakukan yang kubilang tadi, jangan banyak bicara!" Ketus Brian sambil keluar dari ruang ganti.


"Sialan, kenapa denganku, ahh matanya membuatku gugup, hufftt.... Apa aku penyakitan?" Pikir Brian sambil menepuk nepuk dadanya.


Karina, Ki Jeong dan Min Ki menatap Brian dengan tatapan heran pasalnya pria itu keluar dengan wajah bersemu merah dan salah tingkah.


"waahh bos apa di dalam terjadi sesuatu yang membuatmu meledak ledak hahahahah...wajah anda merah hahahah cieee ngapain tadi di dalam!!!"Celetuk Karina dengan mulut ceplas ceplos.


"Yakkk kau tidak sadar sedang berbicara dengan siapa? dasar bodoh!!" tegur Min Ki.


Brian menatap Karina dengan tatapan mautnya, seketika gadis itu menciut dan bersembunyi di belakang tubuh Ki Jeong.

__ADS_1


"maa..maaf Pak heheh, bercanda saya," cicit gadis itu.


"Ekhmmm... apa yang kau lakukan di belakangku nona Cha!" ucap Ki Jeong sambil menatap mata gadis itu.


Deg...


Jantung Karina bagai disambar petir, berdebar tak karuan saat wajah pria itu berada tepat di depannya.


Bayangan saat tragedi di atap itu tergambar jela dan Karina mengingat rasa manis saat dia menyambar benda merah jambu di depan matanya itu.


"ekh..... menjauh sana arrhhhh..." pekik gadis itu sambil mendorong tubuh Ki Jeong, bukannya Ki Jeong yang jatuh malah Karina yang kehilangan keseimbangan Karena tidak berhati hati.


Greepp...


Dengan sigap Ki Jeong merangkul pinggul rampung gadis itu agar Karina tak terjatuh..


"Ehhh...


"Hati hati Karina!" ucap Ki Jeong.


Cepat cepat Karina melepaskan diri dari Ki Jeong sebelum jantungnya benar benar keluar dari rongga dadanya.


"ma...maaf heheh... maaf, Ekhmm ahhh... sepertinya... se.. seperti nya ini akan Cocok untuk Ella, Ekhmm aku akan memilih pakaian yang lain!!" Celetuk Karina sambil melarikan diri dari sana.


Ki Jeong diam membatu, Brian melamun, Min Ki menatap mereka berdua sambil memicingkan matanya.


"ckk .. jadi tinggal aku yang belum punya gebetan nih? hmmm mereka main duluan ya, dasar kunyuk kunyuk ini!!!" batin Min Ki sambil geleng-geleng kepala.


"Apa aku jatuh cinta?" pikir Brian.


"ini namanya cinta!!!" batin Ki Jeong.


.


.


.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2