Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien

Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien
Partner SOS


__ADS_3

Ella bingung melihat keadaan ini, dia jadi merasa tak enak pada mereka berdua yang berdebat saat dia berkunjung ke rumah itu.


"Brandon sana ganti pakaian mu, setelah itu kamu boleh menemui Mom di ruangan paman dokter yang kamu bilang tadi, menurut ya sama Daddynya," Ucap Ella dengan lembut sambil menatap bocah keras kepala persis seperti Daddynya itu.


"Tapi Brandon mau menemani Mom," cicitnya.


"Ohh ayolah sayang, bukankah Brandon anak baik dan pintar? Masa ganti pakaian harus tunggu tunggu dulu," ucap Ella seraya menoel pipi Brandon.


" Haihh baiklah Mom, baik..." Balas anak itu,dia membuka sepatu dan kaos kakinya lalu menempatkan pada tempatnya dengan benar.


Ki Jeong dan Brian menatap bocah itu dengan mata yang hampir terjatuh ke lantai, bisa bisanya Brandon menurut pada Ella tapi tidak pada Daddy kandungnya.


"Astaga... Ki Jeong katakan padaku siapa yang orang tua kandungnya? Kenapa anak laknat itu menurut pada orang baru sedangkan aku? Aku yang membesarkan nya astaga anak ini benar benar!!!!"Gerutu Brian sambil menunjuk Brandon, dia menatap Ki Jeong seperti anak kecil yang sedang mengadu.


Plaaakk...


" Ya kalian kan sama-sama keras kepala,dasar tolol!" Ketus Ki Jeong sambil memukul kepala Brian.


"Yaaakk...."


"Daddy bawa Mom!!!" Teriak Brandon dari dalam kamarnya.


"Haihh~~~ dasar, anak siapa sih !!!"ketus Brian.


Ella tersenyum geli melihat tingkah laku mereka, rumah ini seolah olah memberikan suasana segar baginya, benar benar nyaman.


"Nona ayo ikut aku, Ki Jeong kau urus Brandon sebentar, bilang dia makan lalu masuk ke ruangan Min Ki setelah itu kau datang, ada yang ingin ku bicarakan!" Ucap Brian pada mereka berdua.


"Baik!"Jawab keduanya.


Ki Jeong mengejar Brandon ke dalam kamarnya sedang Brian dan Ella berjalan menuju ruangan pribadi milik Min Ki yang memang disediakan di rumah itu.


Mereka berdua naik ke lantai dua,Ella menatap rumah dengan desain modern itu, sangat nyaman dengan ornamen dominan putih dan barang barang yang tidak terlalu banyak, rapi dan bersih, siapa pun pasti akan nyaman di rumah besar itu.


Brian berjalan menuju sebuah ruangan Dnegan pintu berwarna Kuning, pria di dalam ruangan itu adalah maniak warna kuning.


"Ini ruangannya, tapi jangan terkejut kalau kau melihat semua barang di dalamnya berwarna kuning, "Jelas Brian sambil membukakan pintu untuk Ella.


Keduanya masuk ke dalam ruangan itu, suara musik nan teduh menemani langkah mereka masuk ke kamar yang cukup lebar dan ditata dengan rapi itu.


Benar kata Brian,semua isi kamar itu di dominasi oleh warna kuning. Foto tiga orang pria serta foto seorang anak kecil tergantung di dinding kamar itu,foto yang sama dengan foto orang yang sama dengan foto di dinding saat mereka naik tangga, hanya berbeda pose saja.

__ADS_1


Tam..tadadam..tadadada..nanana....


Alunan musik yang indah membuat siapapun nyaman di kamar kuning itu.


"Min Ki !!" Teriak Brian saat dia tak melihat Min Ki di dalam ruangannya.


"Haihh kemana dia!!"


"Duduklah disini, kita tunggu saja," Ucap Brian sambil mengarahkan Ella duduk di kursi dalam ruangan itu.


"Terimakasih " Ucap ya sambil duduk disana.


Mereka duduk disana suasananya cukup canggung, keduanya hanya diam, belum lagi Brian terus menatap Ella dengan tatapan mautnya itu.


Ella menunduk sambil memainkan jari jarinya, dia tak terbiasa dengan hal ini, tatapan seperti itu mengingatkan nya pada tatapan tatapan tajam orang yang melihatnya dan mengejeknya karena penampilannya.


"Bi..bisakah tidak melihatku dengan cara itu?" Cicit Ella dengan suara sepelan mungkin,dia merasa terintimidasi dengan tatapan Brian dan rasanya tidak nyaman.


"Eh.. maaf, bukan maksudku,aku hanya heran," Ucap Brian jujur.


Mendengar kata kata Brian, Ella menatap pria itu.


"Heran kenapa? Apa karena aku aneh?" Balas wanita itu, dia merasa tidak nyaman dengan dirinya.


"Ahh.... Ma..maaf kalau membuatmu tak nyaman," Ucap Ella.


"Bukan itu,"


"Aku hanya heran kenapa kau banyak sekali berubah dibandingkan dengan lima tahun yang lalu, benar-benar berbeda-beda," Jelas Brian.


"Ahh... Te..tentu saja seseorang bisa berubah, tidak selamanya sama bukan? kau juga begitu, banyak berubah," Balas Ella.


"Bukan cuma penampilan yang kubicarakan disini nona, tetapi jati dirimu, ini tidak seperti dirimu, bukannya kau menikah dengan keluarga Jaya? Tapi kenapa kau seperti ini?" Tanya Brian to the point.


"Ku..kurasa pertanyaan mu terlalu pribadi tuan, " balas Ella.


"Tapi bagaimana kau tau aku...


"Aku tau, kan aku dengar berita pernikahan itu nona, aku tidak gaptek, aku juga menonton berita,"Jawab Brian dengan ketus.


"Apa kau dipukuli? Disiksa? Dari kata katamu saat di sekolah tadi, dan caramu ingin membunuh dirimu jelas kalau kau tersiksa Arabella, kenapa kau tak mau terbuka?" Tanya Brian.

__ADS_1


Ella terkejut, pria di depannya itu sangat pintar, " Kalau pun ku beritau memangnya apa yang bisa ku perbuat? Tak ada gunanya Park Solomon!" Balas Ella.


"Ck..aku bisa membantu mu!" Ucap Brian tanpa basa basi.


"Membantu? Kau tidak sedang dalam keadaan tidur kan? Kau masih waras kan? Bagaimana bisa kau membantu seorang wanita yang disiksa suaminya sendiri, bahkan wanita itu baru kau temui setelah sekian lama!"Ucap Ella, kali ini dia menatap Brian dengan heran.


"Tentu saja aku waras, aku tak segila itu membantu istri orang, bisa bisa aku dipanggil perebut istri orang, aku hanya ingin menawarkan kerja sama," Ucap Brian.


" Kerja sama? Tapi kenapa? Kenapa kau mau membantuku? Bukannya kita ini hanya orang asing?" Tanya Ella, dia benar benar dibuat heran dengan kata kata pria itu.


Bibir Brian tersungging, dia menatap Ella," orang asing apanya nona, kita sudah menyelamatkan hidup masing masing, dan dipertemukan dengan cara ini, bahkan anakku saja memanggilmu dengan panggilan Mom, bukankah hubungan kita lebih dari sekedar orang asing? Atau lebih tepatnya kita menyebutnya partner SOS," ucap Brian sambil menaikkan sebelah alisnya.


"partner SOS? Maksudnya?" Tanya Ella.


"Begini...dengar baik baik!" Brian memegang kedua bahu Ella dan menatapnya dengan intens.


"Di masa lalu, kita bertemu saat aku dalam keadaan darurat antara akan mati atau tidak dan kau menyelamatkanku dan tadi kita mengalaminya, saat kau dalam keadaan darurat aku menyelamatkan mu, bukankah kita ini pantas disebut partner SOS yang saling membutuhkan di saat darurat?" Jelas Brian.


"Tapi alasanmu membantuku?"


"Aku punya dendam pada keluarga itu Ella, dan kau juga punya dendam bukan ? Kita sama sama punya dendam, tidakkah kau membenci mereka karena tidak menganggap mu sebagai manusia? Aku menawarkan kerja sama, mungkin ini akan butuh waktu sedikit lebih lama, tetapi aku ingin membalas Keluarga sialan itu, bagaimana?" Tanya Brian dengan seringai licik di wajahnya.


Ella menatap Brian heran sekaligus merinding dengan tatapan penuh dendam pria itu.


"Aku memang ingin membalas mereka tapi aku tak punya kekuatan" Ucap Ella.


"Makanya ku ajak kerja sama, aku akan membantumu, hanya ikuti saja arahanku, " Ucap Brian.


Ella tampak ragu, dia benar benar takut, melawan keluarga itu sama saja menjerumuskan dirinya ke dalam neraka penyiksaan.


"Bagaimana?" Tanya Brian lagi dengan nada mendesak.


Ella menatap pria itu, "a..aku....."


"Yaaaakk arrrrkkkk apa apaan itu!!!!!!!!" Tiba tiba Ella berteriak sambil menutup matanya.


Gedebuk... Brakk...


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 😊😉


__ADS_2