Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien

Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien
Suami Istri


__ADS_3

Ella dan Brian sudah mendaftarkan pernikahan mereka ke pencatatan sipil, keduanya resmi menjadi suami istri di hadapan hukum hari ini.


Brian tampak menggandeng tangan Ella dengan lembut, senyuman di wajahnya tak lekang sejak mereka masuk ke dalam sana.


Namun ada sesuatu yang membuat Ella penasaran dengan Brian, " Brian aku ingin menanyakan sesuatu, tapi jangan marah," ucap Ella.


"Hei apa aku terlihat seperti pria tua pemarah? istriku mau menanyakan apa hmm?" goda pria itu sambil tersenyum.


Wajah Ella merona, namun dia kembali mengingat apa yang dia pikirkan tadi," kau ini, aku serius," ucap Ella.


"Baiklah tanyakan apa pun, toh kita sudah suami istri ," ucap Brian seraya mengedipkan sebelah matanya.


"Brian!!" gerutu Ella.


"Hahahahha.... baiklah baik, maaf membuatmu kesal, mau tanya apa hmm?" ucap Brian sambil membukakan pintu mobil pada Ella.


"Masuklah dahulu," ucap wanita itu," siap Nyonya Dominic!" ucap Brian .


Mereka berdua sudah berada dalam mobil, Ella menatap Brian penasaran," Dimana orangtuamu? maksudku keluarga kandungmu? aku belum mendengar cerita apa pun tentang mereka?" tanya Ella.


Mendengar pertanyaan Ella, membuat Brian terdiam menatap wanita itu. Seketika tatapan Brian berubah menjadi datar dan hal itu membuat Ella takut.


"Ka..kalau tidak mau jawab juga tak apa apa, aku tidak memaksa," ucap Ella dengan suara gugup, dia menunduk sambil memainkan kedua tangannya.


Brian sadar kalau dia baru saja menakuti istrinya, dia mengambil tangan Ella dan menggenggamnya ," maaf, bukan maskudku menakutimu," ucap Brian.


"Ibuku sudah meninggal dan itu semua karena ulah keluarga Jaya yang tidak bertanggung jawab, bahkan kaki ini juga karena mereka Ella, aku cacat karena mengalami kecelakaan bersama Mom, Mom meninggal di tempat dan saat itu aku kehilangan kakiku, tepat pada saat Brandon masih di kandungan, hari itu adalah waktu terburuk bagiku, semuanya hilang dariku, sedang ayahku tinggal berpisah dari kami di Jerman, menjalankan bisnis keluarga, dia juga sangat terpukul dengan kejadian yang menimpa Mom, " jelas Brian.


"Dan akhirnya Daddy juga meninggal dunia karena sakit, aku kehilangan banyak orang berharga dari sisiku La," jelasnya sambil menunduk.


"Sejak saat itu hanya Kakek yang sering kami sebut sebagai di pria tua yang menjagaku, Min Ki dan Ki Jeong adalah sahabatku sejak kecil saat mereka bermukim di Jerman, kami bertemu dan berteman sampai saat ini," jelas Brian.


Ella menatap Brian, tak dia sangat kalau pria yang kini menjadi suaminya itu mengalami begitu banyak hal pahit selama hidupnya, begitu banyak mengalami kehilangan dan kesakitan hanya karena perbuatan orang tak bertanggung jawab.


Dia memiliki kehidupan yang sama dengan Ella, menyedihkan dan sama sama melalui hal berat di masa lalu. Ella menunduk," setidaknya kau tau orangtua kandungmu, setidaknya kau kenal mereka, dibanding dengan aku yang bahkan tidak tau apa apa tentang keluarga kandungku, anak yang dibuang memang selalu berakhir miris tapi kuharap Brandon tidak mengalami hal serupa," ucap Ella yang sejak tadi menahan tangisannya.


Brian menatap wanita itu, dia mengusap kepala Ella dengan lembut. Jujur saja sangat sakit melihat Ella menangis seperti itu.

__ADS_1


"la... Aku sudah menemukan keluarga mu, tapi biarlah waktu yang mempertemukan kalian, aku akan mengawasimu dan menjagamu, " batin Brian.


"Apa kau ingin bertemu dengan keluarga kandungmu?" Tanya Brian Lembut.


Ella menggelengkan kepalanya," tidak, aku tak ingin, potongan ingatan di kepala ku tentang mereka sangat menyedihkan, mereka mungkin bukan orang yang seperti kuharapkan, lebih baik aku tidak memiliki mereka jika hanya akan mengganggu kehidupan ku yang sekarang," ucap Ella.


"apa kau serius? Apa kau mengingat siapa mereka?" Tanya Brian.


Ella mengangguk, dia tampak sedih, wanita itu menunduk sambil menitikkan air mata.


"kapan kau mengingat semuanya la?" Tanya Brian.


"Dua hari yang lalu, aku.. aku mengingat semuanya, kejadian saat aku ditinggalkan di tengah jalan, dan saat itu... Mama menyelamatkan ku dan memberikanku kalung ini, .." jelas Ella.


"keturunan bangsawan Carol dari Eropa, mereka adalah keluarga ku, tapi aku tak mengenal mereka, bagaimana bisa aku menemui maupun bertemu dengan mereka," ucap Ella.


"Dia, demi hidupku meninggal di tengah jalanan yang dingin di musim salju, apa aku sanggup menerima keluarga itu lagi, mereka yang menyebabkan Mama meninggal bahkan Papa kandungku cacat karena ulah mereka, aku tak sanggup Brian... Hiks hiks hiks... Aku... Hanya mengingat kejadian itu saja.. aku..." Ella tak melanjutkan kata katanya, dia menangis tersedu sedu.


Brian menarik Ella dan memeluknya dengan erat," semua akan baik baik saja, kita sudah menikah, maka kau adalah tanggung jawabku mulai saat ini," ucap Brian.


Ella menangis tersedu-sedu dalam pelukan suaminya, tentu saja dia merasa sedih dengan semua ingatan itu.


"Sudah sayang, jangan menangis lagi, mereka hanya masa lalu, kalau tidak mau bertemu jangan bertemu, kalau tak ingin bersama mereka maka kita akan melarikan diri ," goda Brian sambil membingkai wajah Ella dengan kedua tangannya.


Ella menatap Brian masih dengan mata berkaca-kaca," terimakasih," lirih wanita itu.


Brian tersenyum, dia mengusap air mata istrinya dengan lembut.


" Sudah menangisnya, lihatlah wajahmu jadi sembab, dasar cengeng," Brian mengambil tisu dan membersihkan wajah Ella dengan lembut.


Ella tersenyum, dia memeluk Brian dengan tiba tiba, " terimakasih atas semua perhatianmu, aku bahagia bersamamu," ucap Ella.


"Ciee yang tiap hari jatuh cinta sama Suaminya heheheh..." goda Brian sambil tertawa.


"tentu saja, setiap hari aku akan jatuh cinta padamu, itu janjiku, dan akan kutepati," ucap Ella.


Brian mengangguk, "kalau begitu kita bulan madu kemana sayang?" goda Brian lagi seraya mengusap pinggang istrinya dengan lembut.

__ADS_1


"Yaakkk Brian!!" gerutu Ella, usapan sensual itu membuat Ella merinding, pria ini benar benar pintar membuatnya merasa panas dingin.


"Hahahahhaha... kau langsung malu, toh kita akan melakukannya iya kan sayang," goda Brian.


"Briaaann... jangan bahas itu sekarang!!" ucap Ella, wajah nya bersemu merah bahkan jantungnya berdegup tak karuan.


"Hahahahha... gemesin banget sih istriku," ucap Brian sambil mencubit gemas wajah Ella.


"Dasar mesum!" ketus Ella sambil mencubit pinggang suaminya.


"Awhh sayang jangan cubit disana," ucap Brian dengan jahilnya.


"heh kenapa lagi?" tanya Ella sambil menatap Brian heran.


Brian membisikkan sesuatu di telinga Ella, seketika wajah wanita itu tersipu malu," Yaaakkk... kau senang sekali menggodaku, dan kenapa bahasa mu itu itu saja!!!" gerutu Ella.


"Hahahahha... karena aku ingin punya anak denganmu La, kau mau kan? aku ingin rumah kita ramai, aku tidak ingin kesepian seperti dulu, aku ingin Keluarga kita lengkap!!" ucap Brian.


Ella menatap suaminya," tentu aku mau, tapi.. aku takut tak bisa punya anak Brian," ucapnya.


"Aku pernah keguguran, aku takut kehilangan lagi," ucap Ella pelan.


"Banyak banget sih traumanya sayang, makin gemes deh!!"celetuk Brian.


"Jangan takut dong, belum juga di coba, aku ingin punya anak denganmu, jadi bersiaplah hehehhe..." goda Brian, dia tak ingin istrinya sedih lagi mengingat masa lalu, oleh karena itu dia bercanda dan membuat suasana lebih ceria.


"Dasar pria mesum!!!"


"Bukan mesum sayang, tapi kan memang butuh hahhahaha..."


"Mesum mesum mesum!!!" gerutu Ella.


Mereka berdua tertawa di dalam mobil itu, tanpa Ella sadari, mobil mereka di kawal ketat oleh anak buah Brian, bahkan sengaja disamarkan, Brian memasang keamanan tingkat tinggi saat dia bersama Ella, sepertinya ada sesuatu yang diketahui pria itu.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 😉😊


__ADS_2