Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien

Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien
Bertemu Karina 2


__ADS_3

Karina di tarik masuk ke dalam lift, tanpa sengaja dia tersandung kakinya sendiri karena tidak memperhatikan jalannya.


Brukk....


Braakkk...


Gadis itu terjatuh bersama dengan Ki Jeong dan posisinya sungguh membagongkan untuk mereka berdua.


Untuk kedua kalinya Karian terjatuh tepat di atas tubuh Ki Jeong dan benda kenyal di kepala mereka masing masing lagi lagi saling menyentuh.


Bibir Karina berada tepat di depan bibir Ki Jeong sungguh pemandangan yang aneh.


Ki Jeong terdiam membatu begitu juga dengan Karina, saat ini jantung mereka berdua berdegup kencang tak karuan.


Karina masih diam, tubuh Ki Jeong menegang, posisi kaki Karina yang salah membuat sesuatu di bawah sana bangun dari tidur lelapnya.


"ya Tuhan apa itu, kenapa di bawah tiba tiba keras!!!" batin Karina.


"Arrkhhhhhh...!!!!!" Karina sadar dia langsung bangun dan berteriak histeris saat tau posisi mereka benar benar ambigu.


Kecupan kedua kali tanpa status yang lebih, kedua manusia ini memang harus segera dipersatukan.


Ki Jeong bangkit berdiri,pintu lift sudah tertutup, Karina masih berteriak histeris.


"astaga apa yang kau lakukan padaku arrhhh... tiiidaaakkk... tidak mungkin ini terjadi dua kali!!!"pekik Karina.


"ehh... hmpkkh..." Karina sadar dengan apa yang dia ucapkan, spontan sia menutup mulutnya.


Ki Jeong menatap tajam gadis itu, "aahhh~~~ jadi kau ingat dengan jelas kejadian di atap waktu itu nona Cha!?" tanya Ki Jeong sambil menaikkan satu alisnya, dia melangkah mendekati Karina seolah mengancam gadis itu.


"Ehh~~ a.. aku tidak.. a..apa yang kau maksud tu..tuan.." balas Karina dengan wajah panik dan ketakutan.


"Sialan ! bodoh kau Karina kenapa membongkar aibmu sendiri!!" batin gadis itu merutuki dirinya sendiri.


Takkk...


Ki Jeong menyudutkan Karina dan mengungkung gadis itu sambil terus menatap wajahnya dengan intens.


"Tuan... A.. apa yang anda lakukan!!! " pekik Karina, dia sangat benci didesak seperti saat ini.

__ADS_1


"Kau mencuri ciumanku hingga dua kali, apa kau pikir kau bisa selamat dari hal itu Karina!?" tanya Ki Jeong sambil menaikkan sebelah alisnya.


"ehh aku... ti tidak sengaja, ya aku tidak sengaja Pak, lagi pula itu hanya sekedar ciuman, ck... kenapa dipermasalahkan!?" ketus Karina sambil mendorong tubuh Ki Jeong.


Mendengar kata kata Karina membuat Ki Jeong kesal," jadi menurutmu itu sebuah permainan? mengobrak abrik hati orang lain adalah sebuah permainan bagimu!?" kesal Ki Jeong.


"Bu... bukan begitu maksud ku Pak Hong," cicit Karina.


"Baiklah, kau mengecewakan!" ketus Ki Jeong sambil memalingkan wajahnya dan disaat yang sama pintu Lift terbuka.


"ingat ini nona Cha, kau akan membayar dengan harga yang mahal karena telah melakukan hal itu padaku!" tegas Ki Jeong sebelum dia benar benar keluar dari ruangan itu.


Entah kenapa mendengar kata kata itu dari bibir Ki Jeong membuat Karina merasa sedih dan kecewa pada dirinya sendiri.


"kenapa juga kau mengatakan hal itu Karina, itu bukan sesuatu yang bisa kau anggap remeh, arrhh sialan, mulutku ini memang benar benar harus dijahit seperti kata Ella, arrhhh hidupku hancur tanpa dia!!!!" Karina merutuki dirinya sendiri Karena selalu bertingkah aneh di depan orang orang yang dia anggap penting.


"tunggu! kenapa juga aku jadi merasa sedih saat dia mengatakan hal tadi!? astaga kau benar benar kehilangan akal sehatmu Karina!!!" gumam Gadis itu, dia berjalan mengikuti Ki Jeong dari belakang, menjaga jarak sejauh mungkin dari pria itu.


"jangan berdiri terlalu dekat, kau harus menjaga batas nona Cha yang suka mencuri ciuman orang lain, entah sudah berapa orang yang kau perlakukan seperti itu!" ketus Ki Jeong tanpa menoleh ke arah Karina.


Sementara mereka dalam keadaan canggung, di dalam ruangan Brian suasana tampak seperti kuburan karena sangat hening.


"ck... sudah berkali kali kuhitung, tetapi nilainya berbeda, ini ketiga kalinya, kenapa laporan dari bagian distribusi tidak seimbang dengan data dari bagian akuntansi keuangan, aneh, apa yang sebenarnya terjadi disini!" gumam Ella.


Brian yang sedang serius menangkap suara wanita itu. Dia diam diam melirik Ella yang benar benar serius, entah kenapa dia tak bisa mengalihkan pandangannya dari wanita itu.


Ella memegang lehernya," ck... kalung itu dimana sih? aku jadi tidak bisa berpikir!" gumam Ella.


Kalung yang dia sembunyikan dari keluarga Jaya sebenarnya selalu dia pakai namun dengan cara yang berbeda agar keluarga itu tidak menyadari kalau Ella memakainya.


Brian teringat dengan benda kecil itu, dia membuka lacinya dan mengambil kalung biru itu.


Pria itu berdiri, dengan spontan dia berjalan di belakang kursi Ella.


" Kau pasti mencari ini, maaf lupa mengembalikannya, aku baru teringat," ucap Brian sambil memasang akan kalung itu di leher Ella.


"ehh jadi.. kau yang ambil? kenapa baru bilang? kupikir ini hilang!" ucap Ella sambil menyentuh kalung itu dan menatap Brian.


"ya kan aku sudah minta maaf," ucap Brian.

__ADS_1


"Kau harus bersikap lebih lembut Solomon, atau tidak akan ada orang yang mau dekat denganmu!" ucap Ella seraya melirik Brian.


"Aku sudah punya segalanya, buat apa menambah teman, toh tidak ada gunanya, mereka akan meninggalkan ku karena kondisiku ini Ella," ucap Brian sambil menunjuk kaki besinya yang dia tutupi dengan celana kerja.


"Dasar sombong!" ketus Ella.


"Lalu bagaimana denganmu, apa kau sudah bisa berteman dengan banyak orang? sendirinya belum bisa, berani beraninya menasehati orang lain," Celetuk Brian.


"kau benar benar kasar Solomon, kau harus berubah, apalagi saat berbicara dengan kedua temanmu itu, kau tampak seperti seorang raja yang menindas bawahannya!" ucap Ella.


"itu bukan urusanmu!" ketus Brian sambil duduk di kursinya.


" terserah padamu Park Solomon, aku sudah mengingatkan, jangan sampai kau kehilangan banyak orang dengan sikap kasar dan angkuhmu itu, " ucap Ella sambil geleng geleng kepala dan melanjutkan pekerjaannya.


Brian diam, dia duduk sambil melipat kedua tangannya dan melirik Ella.


"Berani sekali dia menasehati atasannya, apa dia punya banyak nyawa!?" batin Brian .


Pria itu melanjutkan pekerjaannya, namun kata kata Ella terngiang ngiang di telinga nya membuat dia tak bisa konsentrasi bekerja.


"Apa aku sekasar itu? sepertinya tidak!?" gumam Brian seraya mengusap usap dagunya dan melirik Ella.


"Ck... kenapa dia bilang aku sombong? toh itu semua milikku dan mereka bawahanku, jadi wajar kan kalau aku berbicara tegas!?" gumam Brian.


"Ya kau tegas Brian bukan sombong, wanita itu yang salah menilai orang!" ucap Brian.


Ella tersenyum tipis melihat tingkah Briand Ari ekor matanya, " dasar kekanak kanakan!" gumam wanita itu.


Di saat yang sama, pintu ruangan Brian diketuk dan Ki Jeong masuk bersama seorang gadis.


Karina masuk ke dalam ruangan itu untuk pertama kalinya, matanya langsung tertuju pada seorang wanita yang sangat dia kenali, sedang duduk di samping Presdir perusahaan itu.


"ARABELLA CAROLINE SANBERS!!!!!!!" pekik Karina dengan mata membulat sempurna menatap Ella duduk di samping Brian.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😉😊


__ADS_2