Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien

Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien
Keturunan Carol


__ADS_3

Brian menatap kesal ke arah Ki Jeong yang berbicara sembarangan dan membuat orang lain down.


"Apa aku pernah mengajarimu berkata buruk pada orang lain!?" kesal Brian.


"Ella tak perlu kau dengar kata katanya, anggap saja mulut bebek, " ketus Brian.


"Bos.. maaf," cicit Ki Jeong sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada seraya memohon di hadapan Brian.


"Kau minta maaf pada Ella bukan padaku, itu saja tidak mampu, dimana kemampuanmu Homo Soloensis!" Celetuk Brian sambil duduk di meja kerjanya.


"Nona Ella yang baik hati, cantik rupawan, lembut dan rendah hati saya minta maaf ya," ucap Ki Jeong yang langsung menatap Ella dengan tatapan memelas.


"Tidak dimaafkan, kau mengejekku dengan mengatakan aku cantik, apa matamu sudah rabun tuan Hong Ki Jeong yang terhormat, atau perlu kah kita pergi ke rumah sakit untuk memeriksa kondisi mata anda!?" Celetuk Ella.


"pffth..." Brian terkikik mendengar jawaban sarkas Ella.


Ki Jeong menggaruk tengkuknya, lagi lagi dia kalah telak berbicara dengan Ella.


"Maaf, aku minta maaf, toh yang kusampaikan tidak salah, cihh jangan pikir kau bos disini sampai aku haru memohon mohon maaf padamu, tak akan pernah!" Ketus Ki Jeong sambil bangkit berdiri dan menatap Ella dengan angkuhnya.


Brian memijit pelipisnya, Ki Jeong benar benar susah diajak kerjasama, saat dirinya ingin Ella cepat sembuh justru asistennya menghancurkan mental wanita itu dengan kata kata kasarnya.


Ella menatap kesal ke arah Ki Jeong, dia tak mau dirinya diejek ejek lagi, wanita itu mengepalkan kedua tangannya dengan gerahamnya yang bergeretak.


"Lihat saja kalau sampai kau terkejut dengan pekerjaan dan perubahanku, ku harap kau malu tuan Hong yang angkuh!!!" Ucap Ella .


"Solomon dimana tempat dudukku, aku akan mengerjakan berkas berkas ini, kita lihat pekerjaan siapa yang paling baik, jika sampai pekerjaan ku paling baik maka tuan Hong yang sombong ini harus membersihkan sampah selama sebulan penuh!" Ucap Ella dengan tegas.


"Duduk disini, di meja di sampingku, aku akan membantumu, sepertinya menyenangkan melihat asisten sombong ini membuang sampah setiap pagi!" Ucap Brian.


"Cihh kita lihat saja, kalau kau kalah maka tidak ada pekerjaan rumah untukku, semuanya dibebankan padamu!" Ketus Ki Jeong.


"Baiklah, satu lagi jika kau kalah tidak ada makan malam di rumah!" Ucap Ella.


"Ku terima tantangan mu dengan senang hati nona!" Balas Ki Jeong.


"Yaaakk kalian berdua cukup berdebatnya, mau sampai kapan hah, kalian benar benar keras kepala, sudah sana cepat lanjutkan pekerjaan kalian!" Kesal Brian yang mulai muak dengan perdebatan tiada akhir itu.

__ADS_1


Ki Jeong dan Ella memalingkan wajah mereka masing masing, sama sama kesal dan marah.


"Aku yakin baru satu lembar membaca kau pasti akan langsung menyerah!" Ketus Ki Jeong.


"Kau tidak tau siapa Arabell Caroline tuan Hong!," Ucap Ella sambil menaikkan sebelah alisnya dan menatap Ki Jeong dengan tatapan menantang.


Brian tersenyum tipis," kita lihat kemampuan keturunan Carol, apakan sesuai dengan rumor itu? Atau hanya cerita belaka," batin Brian.


"Kita lihat saja!" Ketus Ki Jeong.


"Ki Jeong saat jam istirahat nanti panggilan manager Cha ke ruangan ini, " ucap Brian.


"Manager Cha? Pembuat onar itu? Ohh buat apa Brian? Dia akan tau identitasmu, apa kau tertular penyakit gila dari dia!?" Kesal Ki Jeong sambil menunjuk Ella yang sudah sibuk membaca berkas berkas dan mengacuhkan mereka.


"Berani kau Ki Jeong!" Bentak Brian.


Seketika tubuh Ki Jeong diam membatu, tatapan Brian benar benar dingin dan membuat pria itu bergidik ngeri.


"Ba..baiklah tuan Dominic yang terhormat, a..aku akan memanggilnya kesini nanti!" Ucap Ki Jeong dengan suara bergetar.


"Cihh banci, kupikir baja tua tau taunya alumunium foil, lemah!" gumam Ella yang tentu saja di dengar jelas oleh Ki Jeong.


"Apa kau mau berdiri disana terus Ki Jeong!?" Ketus Brian .


"Eh ma..maaf aku akan keruanganku permisi," ucap Ki Jeong.


Pria berwajah tampan itu berjalan keluar dari ruangan Presdir dengan wajah masam, tak dia sangka kalau Ella memiliki kepribadian yang benar benar mengesalkan.


"Haishhh sial, kupikir kalem tau taunya sama sama gila seperti sahabatnya itu!" Gerutu Ki Jeong.


"Ahh Karina, hmm... Sepertinya aku harus mengganggu gadisku dulu hehehhe...." Senyuman jahat tergambar jelas di wajah pria itu.


Dia melangkah dengan ringan menuju ruang presentasi Departemen Pemasaran untuk melihat gadis yang sudah dia cap sebagai miliknya itu.


Sementara itu di ruangan Presdir, kedua manusia beda gender itu sedang melakukan pekerjaan. Suasana hening karena keduanya terlarut dengan berkas berkas yang ada dihadapan mereka masing-masing.


Ella masih mengingat semua ilmu yang dia dapatkan dan pengalaman yang pernah dia lalui saat bekerja di sebuah perusahaan ternama di negara itu.

__ADS_1


Dia hanya perlu merefresh semua pengetahuannya dan mengupdate info terbaru. Wanita itu tampak sangat serius, dia meminta laporan keuangan dan manajemen perusahaan itu pada Brian dan memulai pekerjaannya dengan baik.


Brian dan Ella sama sama diam, Brian merasa Ella terlalu hening untuk seseorang yang baru kembali ke dalam dunia bisnis, dia menghentikan pekerjaannya dan melirik Ella.


Jari jari wanita itu menari nari di atas papan keyboard komputer, tatapannya benar benar serius dan tidak teralihkan sama sekali.


"Serius sekali, apa dia benar benar berniat membuat Ki Jeong kehilangan makan malam dan membuang sampah selama seminggu, wajah benar benar menarik, tapi apa pekerjaannya akan baik? dia sama sekali tidak bertanya," batin Brian.


"Ekhmmm..." Brian berdeham.


Ella sama sekali tak terusik," Ekhmmm Ella," panggil Brian barulah wanita itu menghentikan pekerjaannya.


" Ada apa? apa butuh sesuatu?" tanya Ella dengan cepat.


"Apa kau tidak kesulitan? kau baru masuk ke dunia bisnis apa kau tidak perlu bertanya sesuatu?"Brian tampak menawarkan bantuan.


Ella tersenyum lembut," data data ini sudah cukup menjelaskan bagaimana keadaan perusahaan selama trimester terakhir dan akan di hubungkan dengan berkas berkas yang diberikan oleh Pak Hong," jelas Ella.


"Semuanya saling berhubungan, kolerasi antara dokumen laporan masa lalu dengan yang sekarang tidak jauh berbeda karena sistem manajerialnya disusun dengan apik, jadi tidak terlalu sulit untuk menganalisis data data ini," Tambah Ella.


Brian sedikit tertegun, dia mengangguk paham, Ella ternyata sangat pintar, selama ini berlian berharga itu hanya di kurung di dalam kandang dan dijadikan bunga pajangan tanpa tau betul jika dia dilepas akan jadi orang hebat dalam dunia bisnis.


"Darimana kau mempelajari itu semua? bukannya selama dua tahun terakhir kau... maaf maskudku kau kan dikurung?" tanya Brian.


"Pengalaman tidak akan pernah mengkhianati hasil tuan Park, meski aku dikurung aku juga tetap belajar bisnis melalui koran dan berita, aku punya telinga untuk dipakai, dan mata untuk membaca jadi tidak terlalu ketinggalan," ucap Ella.


"hmm kita lihat saja, apa kau bisa mengalahkan Ki Jeong, dia yang terbaik dalam urusan bisnis," ucap Brian.


Ella tersenyum," mungkin mengalahkannya saya belum bisa, jam terbang Pak Hong lebih tinggi dan kemampuannya pasti jauh dibandingkan dengan saya, tapi untuk sekedar menggertak, mungkin bisa," balas Ella.


"hmmm... menarik," gumam Brian.


"Rumor itu benar, keturunan Carol tak pernah mengecewakan!" batin Brian.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 😉😊


__ADS_2