Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien

Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien
Lemah


__ADS_3

Ella berjalan dengan cepat menuju ruangan pegawai, dia masih memakai maskernya, dia takut orang lain melihat wajahnya yang membiru akibat pukulan suaminya.


Cepat cepat langkah kaki wanita itu memasuki ruangan pegawai wanita. Ella menarik nafas panjang, dia langsung duduk sambil bersandar pada dinding.


“Huffhhh... harusnya Brandon tidak lihat, dia bisa ketakutan saat melihat wajahku, ck.... ini benar benar sakit,” lirih ella sambil membuka maskernya.


Wanita itu menyentuh luka memberi di wajahnya, dan menyingkapkan lengan pakaiannya, dia menatap luka luka itu di depan cermin, rasanya masih sangat sakit, dia butuh obat tetapi tak bisa membeli obat sebab gaji pun dia belum terima.


“arrhhh ini sakit, mau sampai kapan aku bisa bertahan terus di rumah itu, Kakek , nenek dan Karina juga orang orang baik yang pernah membantuku akan dibuat kesulitan oleh rang orang jahat iyu,"


“Apa yang harus kulakukan, wanita itu meminta uangnya saat ini, aku bahkan baru masuk bekerja,darimana aku bisa mendapatkan uang sebanyak itu, ahhhh~~ belum lagi aku harus menghadapi Erik dan wanita ular itu, hiks hiks hiks~~ kenapa hidupmu semenyedihkan ini Ella,” wanita itu meringkuk di atas lantai, memeluk lututnya sendiri dan menangis tersedu sedu disana, kebetulan hanya Ella seorang diri petugas yang tinggal, dan ruangan itu kosong sehingga bisa digunakan oleh Ella.


“Apa yang harus kulakukan, apa aku bisa meminta bantuan ibu Han, aahhh bagaimana ini... hiks hiks hiks... apa yang harus kulakukan...” gumam Ella sambil terus menerus menangis.


Luka di hatinya semakin besar, penghinaan yang dia terima begitu banyak membuat dirinya semakin terpuruk setiap hari. Tak ada tempat untuk bersanding, dia meninggalkan semuanya untuk melindungi apa yang berharga bagi dirinya, tak bisa bertahan justru akan membuat seluruh keluarganya hancur di tangan keluarga jahat itu.


Ella benar benar terpuruk, ingin dia menghubungi Karina menggunakan ponsel yang diberikan gadis itu padanya tapi dia sama sekali tak mau membuat sahabatnya itu kesulitan lagi, sebab dia tau Karina memiliki kesusahannya sendiri,Karina memiliki maslaah besar yang harus dia hadapi , dan lagipula Ella sudah memutuskan pertemanan mereka.


Wanita itu kini benar benar sendirian tak ada teman, tak ada tempat untuk pulang, tak ada cinta, tak ada tempat untuk mengadu, tak ada harapan untuk ya tetap hidup.


Ella berdiri dia benar benar pusing memikirkan segala macam ancaman besar yang diberikan oleh keluarga Jaya pada dirinya, tak kuat, sakit, dan hancur hati serta hancur fisik.


Kekerasan dalam rumah tangga, kebencian kedua mertua serta penghinaan dari seluruh keluarga besar Jaya. Bahkan wanita yang jelas jelas adalah pelakor, ular beludak berhasil memenangkan keluarga Jaya dnegan penampilan super licik dan menggoda itu.


Ella menangis sekencang kencangnya, dia tak lagi peduli apa orang akan mendengarnya,dia tak lagi peduli , dia menangis , betapa sedih dan menyakitkan.


“disini tidak terluka.. tapi rasanya sangat sakit, ini seperti ditusuk tusuk, hiks hiks hiks,... wanita menyedihkan, sungguh malang nasibmu Ella, setiap hari direndahkan tapan bisa membela diri, hancur sehancur hancurnya"


Ella mulai kehilangan kewarasannya, dia mulai menatap benda benda sekitar, dia menangis, berdiri dan berjalan gemetaran,

__ADS_1


“tak ada lagi gunanya kau hidup Ella, tak ada gunanya, mereka hanya memanfaatkan dirimu, kau tidak boleh hidup... ya... mati... mati adalah jalan terbaiknya, hiks hiks hiks...” Ella menangis dia mengambil sebuah tali putih matanya menatap ke arah tiang penyangga di ruangan itu.


Diambilnya kursi, diikatkan nya tali itu pada tiang.


Ella menangis tersedu-sedu, benar benar sakit, pusing, dan stress memikirkan keluarga suaminya yang tidak menganggap dirinya sebagai seorang manusia.


Ella mengikat lehernya di tali itu, dia menggantung dirinya sendiri di dalam ruangan pegawai.


"Ini cara terbaik, kalau aku mati, mereka tidak akan bisa mengusik orang orang yang berharga bagiku, maafkan aku Kakek, nenek, Karina... maaf karena mengambil keputusan seperti ini," ucap wanita itu sebelum dia benar benar menggantung dirinya disana.


Ella bergelantungan di tiang penyangga, dengan seutas tali yang mengikat lehernya, wajahnya mulai memerah, kakinya bergerak kesana kemari, nafasnya mulai tercekat.


Air mata Ella terus mengalir, keputusan ini dia ambil, mengakhiri hidup yang menyakitkan ini.


Saat dia berada di penghujung hidupnya, bayangan saat pertama kali dia bertemu dengan Erik dan jatuh cinta dengan suaminya tergambar jelas dalam pikirannya.


Dia adalah seorang perempuan yang banyak didambakan oleh orang- orang pada masanya, dia bebas berkreasi, bebas mengekspresikan dirinya bebas menjadi apa yang dia mau.


Ella menangis mengingat bagaiman perjuangan kakek dan neneknya untuk menyekolahkan dirinya sejak dia kecil, sejak dia di uang oleh orangtuanya.


Orang orang baik di sekitarnya, sahabat baiknya dan semua orang yang pernah dekat dengannya.


Kebahagiaan, tawa dan senyuman yang dia rasakan teringat jelas di memori wanita itu. Berpacaran dengan kekasih hatinya selama sekian tahun lalu memutuskan untuk menikah.


Namun semua kehidupan bahagia yang dijalani hancur di awal pernikahan nya, disaat dia mengandung anak pertamanya, perubahan bentuk tubuhnya yang signifikan membuat suaminya lantas membuang dirinya.


Kedua mertuanya menekan dan menyalahkan dirinya. Burung yang bebas itu dikurung dalam sangkar emas, tak bisa menunjukkan dirinya, menjadi si buruk rupa yang dibenci semua orang.


Kurang apa lagi penderitaan wanita itu, dihancurkan sampai ke dasar paling jauh, direndahkan bahkan lebih hina dari binatang, dianggap sampah, dikucilkan dan diremehkan, siapa yang sanggup menghadapi hal seperti itu.

__ADS_1


Depresi, tekanan batin dan kerusakan mental serta trauma besar yang dialami oleh Ella mengubah seluruh hidupnya yang cemerlang.


Memori itu berputar, seolah mengucapkan selamat tinggal pada dirinya. Bayangan Karina terpampang nyata dalam pikirannya, gadis baik yang setia menemaninya bahkan di saat dia tak bisa bertemu dengan Karina.


Braaakkk


Pintu dibuka dengan kasar, pria kaki besi itu masuk ke dalam ruangan pegawai wanita dengan wajah panik.


"Yaarrrkkk... orang bodoh!!!" pekik Brandon sebelum dia memotong tali pengikat di leher Ella.


Brukk...


Tubuh kecil dan kurus Ella terjatuh membentur lantai yang dingin setelah Brian memotong tali itu dengan gunting yang dia bawa dari luar.


Brian tampak panik, dengan cepat dia membantu wanita itu dengan memeriksa pernafasan Ella. Dia melepaskan tali itu dari leher Ella.


Ella pingsan karena kekurangan oksigen. Brian mengecek denyut nadi wanita itu, dia mencoba membangunkan Ella.


"Hei wanita bangunlah, hei... kumohon bangunlah, kenapa kau melakukan hal bodoh seperti itu, yaakk... bangunlah!!" teriak Brian, dia masih memeluk wanita itu dan memukul mukul pelan wajah Ella.


"Eghh..." Ella melenguh kesakitaan, dia membuka matanya, dan mendapatkan kembali kesadarannya.


"Hei kau tak apa, kau baik baik saja? kenapa kau seperti itu? apa yang kau lakukan ini!!!"


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen


__ADS_2