Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien

Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien
Workaholic


__ADS_3

Ella menatap sahabatnya, meski Larinabtak mengatakan kalau dia khawatir tetapi Ella tau jelas sifat wanita itu.


Sama sama menyembunyikan rasa sedih mereka, keduanya bertahan dengan ego masing-masing, berusaha untuk tidak melukai diri masing masing.


"Karina, tenanglah dulu, kumohon," Ella mendekati sahabatnya dan menggenggam tangan Karina lalu memeluk gadis itu.


Sasha sendiri menatap Karina sambil geleng-geleng kepala, temannya yang satu itu benar benar memiliki tempramen yang buruk, baru bangun tidur sudah marah marah.


"Tempramennya benar benar buruk," gumam Sasha yang membereskan barang barang Ella yang dibuat berantakan oleh si gadis bar bar itu.


Karina terdiam saat Ella memeluknya," aku merindukanmu Cha Ha Reum, sahabatku," suara Ella terdengar lirih, hal ini langsung membuat Karina terdiam.


Dia membalas pelukan Ella, tak ingin menunjukkan kalau dia khawatir," sudah kubilang jangan memanggilku dengan nama itu gadis nakal!" Ucap Karina dengan nada ketus untuk menutupi kesedihannya.


Ella tersenyum lalu menatap sahabatnya," terimakasih atas perhatian mu Karina aku bersyukur memiliki sahabat seperti dirimu, aku harap kita selalu menjadi sahabat baik, meski kita akan sulit bertemu," ucap Ella sambil mengusap wajah sahabatnya.


Karina mengambil tangan Ella," jangan bicara seperti kau akan mati bodoh!" Ketus Karina.


"Aku hanya berharap sahabatku yang dulu bar bar dan temanku yang gila kembali menjadi dirinya yang dulu, kalau pun tak bisa kau harus bahagia Ella!!" Ucap Karina lagi.


"Aku bahagia Karina, aku bahagia dengan fakta kalau aku memiliki orang orang baik di sekitarku," ucap Ella sambil memandang Karina dan Sasha bergantian.


"Aku harus pulang, kalau kau ingin melihat sahabatmu ini aman, maka biarkan aku pulang Karina, aku akan menyelesaikan ini," ucap Ella.


Karina menghela nafas berat," you are so dumb!!" Umpat Karina.


"Baiklah sana pulang, kau harus sehat, ingat makan obatmu, dan makan makanan yang ku kirim, selalu kabari aku melalu ponsel itu!!!" Ucap Karina, kali ini dia mengalihkan pandangannya dan menahan air matanya agar tidak tumpah .


Ella tersenyum lemah," aku janji aku akan sehat Kar, terimakasih banyak," ucap Ella.


Karina mengangguk," ya..ya.. ya.. sana pergi kau, sebelum aku memaksa mu tinggal disini!" Ketus Karina.


"Ayo Sa kita pulang, kami pergi Karina!" Ucap Ella sambil menepuk pundak Karina.


Karina hanya mengangguk saja sambil menatap ke arah dinding, dia menahan air matanya.


Ella dan Sasha keluar dari rumah sakit itu, meninggalkan Karina sendirian disana.


Karina diam,terus diam hingga Ella dan Sasha benar benar pergi dari sana.


Tiba tiba.....

__ADS_1


"Huaaaaa..... Hiks hiks hiks... elllaaaaaa..... Arhhhh..~~~


Karina menangis histeris di tengah tengah lobi rumah sakit itu hingga membuat semua orang menoleh ke arahnya.


"Astaga wanita ini benar benar!!!" Tak ada yang berani mendekati Karina karena takut kena semprot gadis itu.


Karina menangis sejadi jadinya di tengah lobi rumah sakit, menangis histeris dengan keadaan sahabatnya saat ini.


"Arrhhh sialan!!!!" pekik gadis itu, dia menangis tersedu sedu.


"Sakit, hatiku sakit melihatmu seperti itu Ella, huaaa.... Ella kasihan sekali dirimu!!!" Karina meluapkan kesedihannya tanpa malu, dia berteriak histeris di tengah tengah rumah sakit itu.


Mata semua orang tertuju pada gadis itu, tapi seolah tak peduli, dia menangis disana.


Sementara itu, beberapa menit perjalanan menuju rumah keluarga Jaya, akhirnya Ella dan Sasha tiba disana.


Dengan langkah cepat mereka berdua masuk ke dalam rumah itu.


Rumah tampak sepi, tampaknya para pembuat Onar sudah pergi bekerja atau mungkin masih tidur, siapa yang tau?


"Sepertinya tidak ada orang di rumah, La kau istirahat saja di dalam kamarmu, tak usah keluar, nanti mereka sendiri yang menanyakan mu, aku hanya bisa mengantar sampai di depan," ucap Sasha sambil melirik kamera pengawas yang ada di dalam rumah besar itu.


Berbicara pun mereka dalam jarak yang jauh dan berusaha tidak terlihat akrab sama sekali.


"Jangan bilang begitu, kita ini teman!" tegas Sasha.


Ella menatap Sasha sebentar dan dia tersenyum," terimakasih, aku masuk dulu," ucap Ell.


Sasha mengangguk, mereka berpisah di ruangan besar itu.


Ella berjalan menuju kamarnya yang kecil, sempit dan sumpek sedangkan Sasha berjalan menuju ruangan kepala pelayan.


Ella masih sakit, dia berjalan dengan pelan. penanganan dokter semalam membuatnya bisa bertahan hari ini.


Wanita itu berjalan tertatih tatih sambil membawa beberapa barang miliknya serta obat yang diresepkan untuk dirinya.


Seharusnya dia masih menjalani rawat inap tetapi perintah tuan Jaya adalah segalanya dia tak bisa melawan hanya bisa menurut jika keluarga dan sahabatnya ingin selamat.


Karena rumah tampak kosong, dan ternyata ketiga pembuat onar itu sudah keluar dari rumah, Ella bisa setidaknya bernafas lega karena dia bisa istirahat untuk sebentar.


Ella masuk ke dalam kamarnya dan membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur yang tipis itu.

__ADS_1


Lama kelamaan dia terlelap disana tanpa gangguan sedikit pun dari keluarga Jaya yang gila itu.


Hari menjelang malam,


๐Ÿ“Kantor DRG


Ini adalah jam pulang bagi para pegawai kantor itu. Mereka telah melaksanakan pekerjaan mereka dan waktunya untuk pulang ke rumah dan beristirahat.


Namun di sebuah ruangan terpisah dari karyawan lainnya yang diberi label Manager Marketing, tampaknya tak ada tanda tanda kalau penghuni ruangan itu akan segera pulang, sebab terlihat seseorang masih sibuk dengan pekerjaannya, banyak dokumen bertebaran di atas lantai, jari jemarinya menari nari di atas komputer, kacamatanya bertengger di atas hidung mancungnya, bibirnya komat kamit membaca dan mengulangi semua yang dia tulis dalam komputer itu.


"Apa terjadi masalah? kenapa ibu Cha jadi gila seperti itu?" bisik salah satu anggota tim Marketing yang beberapa menit lalu sudah diperbolehkan pulang oleh wanita di dalam ruangan itu.


"Sepertinya ada masalah pada ibu Cha, jika tidak dia tak akan mau bekerja sampai larut malam, dia benar benar gila!" ucap karyawan yang lain.


Wanita yang ada di dalam ruangan itu adalah Cha Ha Reum alias Karina Cha, sahabat Ella yang bekerjasama sebagai Manager Marketing di Perusahaan DRG.


Masalah yang datang bertubi-tubi, membuat wanita itu berusaha melupakan semuanya dengan bekerja, bekerja dan bekerja.


"Apa yang kalian lakukan disini!!?" suara seseorang terdengar tegas, para karyawan yang mengintip Karina terkejut saat mendengar suara Hong Ki Jeong yang ternyata nimbrung di belakang mereka.


"Eh... Pak Hong," ucap mereka terkejut.


"Ada apa?" Ki Jeong melirik ruangan Karina.


"Tidak ada apa apa pak, kami hanya melihat ibu Cha, dia sedang dalam masalah sepertinya," jelas karyawan A.


"Masalah? sepertinya tidak, dia malah bekerja dengan giat," ucap Ki Jeong.


"Emm... ya begitulah Pak, ka...kalau begitu kamu permisi Pak, selamat sore" ucap para karyawan itu.


Ki Jeong mengangguk saja, dia melipat kedua tangannya di depan dada lalu menatap Karina yang bekerja di dalam ruangannya.


"Apa pembuat onar itu seorang workaholic, " gumam Ki Jeong.


"terserah," ketusnya sambil berjalan meninggalkan ruangan itu.


.......


.......


.......

__ADS_1


...To be continued ๐Ÿคช...


...Jangan lupa like, vote dan komen ๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜Š...


__ADS_2