Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien

Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien
Ayo kita menikah


__ADS_3

Setelah kejadian di Mall, Brian membawa Ella keluar untuk mencari udara segar sebab wanita itu masih belum selesai dengan amarahnya yang menggebu gebu.


Mereka berdua sedang berada di sebuah taman bermain dengan air mancur besar di tengah tengah taman itu.


Ki Jeong tidak ikut sebab ada rapat dengan klien, Karina dan Min Ki menjemput Brandon kecil sehingga yang tersisa hanya mereka berdua.


Ella duduk di bangku panjang taman itu, dia menatap ke arah air mancur, pikirannya dipenuhi dengan rangkaian kejadian tiba tiba tadi. Kata kata Ana terngiang ngiang di kepalanya, dia benar benar membenci wanita itu.


" harusnya kupatahka n kepalanya tadi, arrkhhhh sialan, kenapa dia setega itu pada putranya sendiri, Brandon adalah putra kandungnya tetapi dia tak memiliki kasih sedikitpun, bagaimana bisa ada seorang ibu seperti dia!!!" ucap Ella, dia.mantao air mancur itu sambil mengepalkan kedua tangannya dengan wajah benar benar kesal.


"Kau akan menghancurkan air mancur itu dengan tatapan tajam mu itu Ella, tenang kan dirimu!" suara Brian terdengar, pria itu baru saja kembali setelah membeli beberapa minuman kaleng dan roti untuk mereka makan.


"Aku kesal!" ucap Ella sambil mengerutkan wajahnya.


"aku tau," ucap Brian sambil menyodorkan sebuah minuman kaleng.


"Minumlah, marah marah juga butuh tenaga," ucap Brian sambil duduk di samping Ella.


"terimakasih," ucap Ella.


klekk... cletakkk...


Ella membuka kaleng minuman itu dan menenggak isinya dalam sekali tenggak, dia seperti nya sedang kehabisan tenaga hanya karena memikirkan kedua orang tadi.


Brian menggelengkan kepalanya," pelan pelan minumnya, kau akan tersedak!" ucap Brian.


"uhuhkk... uhukkk... uhukk..." Begit Brian selesai dengan kata katanya Ella.malah benar benar tersedak.


" kau menyumpahiku pak tua, dasar kau ini, ke apa bilang begitu saja aku minum uhuk... uhuk... uhukk..." Ella terbatuk batuk persis seperti yang dikatakan Brian.


Pletakkk....


Pria itu menyentil kening Ella," jangan sembarang bicara, kau yang salah, minumnya terlalu terburu buru, selalu begitu, tenang dan santai nikmati dulu jangan terbawa emosi, dasar kamu!" omel Brian.


Ella mengerucutkan bibirnya, lagi lagi dia terkena omelan pria tampan di sampingnya itu.


"cihh...


"Ngomong ngomong kenapa kau sampai sebegitu emosinya tadi La?" tanya Brian sambil menikmati roti lapisnya.

__ADS_1


Ella me oleh ke arah Brian sebentar lalu menatap ke depan sambil menarik nafas panjang.


"Aku pernah ada di posisi Brandon, tidak merasakan kasih sayang dari seorang ibu, aku bahkan tidak mengingat seperti apa rupa ibuku, entah wanita yang memberiku kalung ini ibuku atau tidak, atau mungkin orang lain, aku tidak tau," jelas Ella.


"Saat dia mengejek Brandon, aku merasa dia juga merendahkan aku, anak yang dibuang dan tak dianggap ini merasa terhina dengan ucapan wanita itu, bukan keinginan kami dilahir dari rahim seseorang, tetapi itu bukan berarti anak anak seperti kami bisa ditindas dan direndahkan, aku sangat membenci hal seperti itu," jelas Ella.


"Hmmm... kenapa kau sepertinya sangat sensitif jika membahas tentang anak anak?" tanya Brian penasaran.


Mendengar pertanyaan itu membuat Ella menatap pria itu, lalu dia menatap ke arah langit sambil mengusap perutnya, matanya berkaca kaca.


"Aku pernah kehilangan calon bayiku Brian, aku kehilangan satu satunya penyemangatku hanya karena keluarga sialan itu, " ucap Ella, tanpa sadar air matanya menetes membasahi pipinya.


Brian belum tau rahasia besar yang disembunyikan Ella selama ini, bahkan rahasia itu tidak bisa dia dapatkan dari informannya sebagai kejadian Ella keguguran di masa lalu dirahasiakan bahkan kehamilannya ditutup tutupi dari umum.


"Apa kau....


"aku keguguran di masa tiga bulan kehamilanku, anakku tidak sempat melihat dunia ini, aku menyesalinya karena itu salahku, aku terjatuh dan... yahh begitu yang terjadi," ucap Ella yang tak lagi sanggup menahan air matanya setiap dia mengingat kejadian ketika dia kehilangan janinnya.


Brian tau ini berat bagi Ella, dia memberanikan diri menepuk punggung wanita itu dengan lembut. Pantas saja Ella sangat menyayangi Brandon, dia pernah mengalami kehilangan yang menyakitkan, tentu dia tak ingin hal itu terjadi lagi pada dirinya.


" Semuanya sudah berlalu Ella, kuatkan dirimu, bukankah kau juga sekarang adalah seorang Ibu? Brandon benar benar menyayangimu, dia tak pernah sedekat itu dengan wanita lain selain kamu," jelas Brian.


"Tunggu dulu!" ucap Ella, dia mengusap air matanya.


"apa?" tanya Brian.


"jadi Ana adalah mantan istrimu!!!??" ucap Ella dengan mata terbelalak, bagaimana bisa dia baru menyadarinya sekarang?


Brian diam lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Ya dia mantan istriku, kupikir kau sudah tau," ucap Brian.


"Bagaiman aku bisa tau, kau saja tidak memberitahukan hal itu padaku!?" ucap Ella dengan wajah syok.


"kupikir ku sudah tau melihat bagaimana aksimu tadi menghajar wanita itu, ternyata kau belum tau ya? tapi sekarang sudah jelas kan?" ucap Brian Dnegan enteng.


"yaaakkkkk kenapa kau tidak bilang dari awal!!!" Ella memukuli lengan Brian dengan wajah kesal karena merasa seperti ditipu oleh pria itu.


"yaahh kan kamu yang gak tanya Ella, " ucap Brian.

__ADS_1


"dasar kau ini, seandainya kutahu dia mantan istrimu lebih awal, pembalasan bisa dipersiapkan lebih matang!!!!" gerutu Ella.


"Sudahlah jangan membahasnya lagi, toh sudah terjadi," kilah Brian.


"ckk... dasar kau ini,"


"Lalu apa Brandon tau wanita itu?" tanya Ella penasaran.


"ya, dia tau siapa ibu kandungnya, " jawab Brian.


"Lalu apa dia tidak mencarinya? maksudku, Brandon bahkan tidak pernah membahas tentang Ana sekalipun saat aku bersamanya," tanya Ella.


mendengar pertanyaan Ella membuat Brian menatap wanita itu dengan tatapan datar. Sesungguhnya dia bukan orang yang terbuka, tetapi entah bagaimana wanita memaksanya untuk berkata jujur tentang dirinya pada Ella.


"Brandon membenci Ana, dia tau semua perbuatan Ana, aku yang beritahu agar Ana Tidka memanfaatkan Brandon suatu hari nanti, " jelas Brian.


"Selain itu, aku kenal dengan anakku Ella, dia tidak akan membahas ibu yang sudah membuangnya saat ada seorang ibu yang mau menerimanya dengan baik, dan wanita itu adalah dirimu, dia anak yang tidak ingin menyakiti hatimu karena dia benar benar menyayangimu," jelas Brian.


"jadi kuharap kau tidak menyakitinya dan tidak pernah meninggalkan Brandon Ella, dia akan hancur jika kau lakukan itu;" ucap Brian dengan nada sedikit mengancam.


Ella terdiam mendengar jawaban Brian, Dia menyadari betapa Brandon menyayangi nya begitu pun dengan Ella dia juga menyayangi anak baik itu.


"Tapi tak mungkin aku akan terus di sisinya Brian, aku juga suatu saat akan melanjutkan hidupku sendiri setelah kontrak ini berakhir, aku akan pergi, aku tak bis menjanjikan hal seperti itu," ucap Ella.


"Kenapa kau harus pergi?" tanya Brian.


"Ten..tentu saja harus, aku hanya orang asing, hanya sekedar partner SOS mu, kita bekerja sama membalas dendam pada kedua manusia itu dan saat semuanya selesai aku akan pergi, bukankah seperti itu?" tanya Ella.


"Bagaimana jika aku mengatakan tidak?" tanya Brian, kali ini dia menatap mata Ella dengan serius.


"ma..maksud ba..bagaimana?" Ella terlihat gugup.


"Ayo kita menikah, Demi Brandon!" ucap Brian Dnegan tatapan serius dan penuh harap.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😉😊


__ADS_2