
Mereka semua menatap Brian dengan mata terbelalak tepat setelah pria itu melemparkan kaki palsunya ke tengah ruangan dan mengarahkan pistolnya ke arah kepala tuan Kim Jordan.
Tuan Jordan dan putrinya Yeri terbelalak bukan main saat melihat kondisi fisik Brian yang tidak sempurna, hal ini tidak diungkapkan oleh kakek Brian saat mencetuskan ide perjodohan ini.
“ka... kakinya buntung arrhhh ti.. tidak... aku tidak mau dijodohkan dengan pria kaki buntung , itu sangat menyeramkan... Papa aku menolak perjodohan ini...” pekik Yeri sambil menangis ketakutan menatap kaki palsu Brian.
“Papa juga tidak akan menerima perjodohan ini jika papa tau dari awal pria yang di jodohkan padamu adaah orang cacat, tak kusangka kau adalah pria dengan aib memalukan..” ejek tuan Jordan yang tanpa segan meremehkan Brian di depan teman temannya.
“KELUAR SEKARANG JUGA!!” pekik Brian sambil mengangkat pistolnya ke atas dan,...
DUARRR...
Satu tembakan lolos ke langit langit ruangan itu yang sontak membuat semua orang menunduk ketakutan. Di saat yang sama Ella berlari ketakutan sambil menutup kedua telinganya dan bersembunyi di bawah meja, kepalanya terasa sakit dan bayang bayang pistol tergambar jelas dalam ingatan wanita itu.
Tuan Jordan dan Kim Yeri berlari sambil berteriak histeris keluar dari ruangan itu, mereka dan anak buahnya sama sama ketakutan dengan sifat asli sang tuan Dominic yang tersohor.
“Pembunuh!! dia adalah monster, cepat pergi dari sini, aku tidak akan pernah menginjakkan kakiku lagi di tempat ini!!” pekik tuan Jordan yang panik, dia berlari sambil membawa putri manjanya keluar dari ruangan itu.
Ki Jeong terkejut menatap Brian, tak pernah dia lihat bosnya sampai semarah itu bahkan sampai melepaskan satu tembakan bebas ke langit langit ruangannya.
“ Bos...” panggil Ki jeong sambil bangkit berdiri dan menghampiri Brian yang terlihat sangat marah. Bahkan dadanya sampai naik turun karena luapan emosinya yang begitu besar.
“ Pastikan perusahan BRK hancur hari ini juga Ki Jeong, putuskan semua kerjasama kontrak dengan perusahaan itu bahkan sampai yang dipelosok, pastikan putrinya itu hancur berkeping keping, ahhh~~ gunakan nama Bos Park bukan nama Dominic, buat kebigungan di negeri ini!” titah Brian.
“Baik Bos,” ucap Ki Jeong sambil mengangkat kaki palsu Brian dan memberikannya pada pria itu.
“terimakasih,” balas Brian dengan nada dingin.
Klakk... srekkk ...klalkkk..
Pria itu memasang kembali kaki palsunya , tampak sedikit lecet di tepi kulit pahanya karena terlalu lama memakai kaki besi itu.
“Benar benar tidak nyaman,” gumam Brian.
__ADS_1
Dia berdiri dan menatpa ruangan, namun langsung sadar kalau disana ada yangkurang,” Ki Jeong dimana Ella?” tanya Brian dengan nada sedikit panik.
“ Nona Ella? Ehh.. ta... tadi ...” Ki Jeong juga kebingungan karena dia tidak memperhatikan Ella pergi ke arah mana.
Brian dengan inisiatif mencari wanita itu di ruangan besar miliknya, dia pergi ke arah mejanya dan betapa terkejutnya Brian saat melihat Ella duduk meringkuk di bawah meja kerja sambil menutup kedua telinganya dengan tubuh gemetaran.
Bayang bayang seorang pria berpakaian serba hitam berdiri di hadapannya sambil menodongkan pistol ke arahnya. Terdengar suara gencatan senjata yang Ella tidak tau dari mana itu berasal, terjadi peperangan dan porak porada di hadpaannya namun dia tidak tau harus berbuat apa .
Ella menangis ketakutan, kepalanya terasa sakit dan berdenyut karena ingatan itu semakin jelas.
“Ella... ada apa denganmu?” Brian menghampiri wanita itu.
“Pergii...... pergi penjahat kalian pergi... arrhkkkkkkk tolong!!!!” pekik Ella sambil menangis histeris. Dia mendorong Brian sambil menangis tersedu sedu.
Brian dan Ki Jeong terbelalak saat mendnegar tangisan wabiat itu, ini kali pertama mereka melihat dan menyaksikan Ella syok seperi itu.
“Apa yang sebenarnya terjadi pada wanita ini? Kenapa dia sampai sebegitu ketakutannya?” gumam Ki Jeong.
“Ki Jeong panggilakan manager Cha, kurasa dia tau cara menangani Ella, aku akan membawa Ella ke bawah, kita bertemu di rumah, segera hubungi Ki Jeong,” titah Brian yang mulai panik.
Brian mendekati Ella dia menyentuh bahu wanita itu,” Ella,” panggilnya dengan lembut namun Ella masih tidak menghiraukan panggilannya dan malah menangis semakin kencang.
“Ella tenanglah, tidak apa apa, sadar Ella...” panggil Brian lagi , dia berusaha keras untuk membuat Ella tidak menangis.
Ella menengadah dia menatap Brian dengan wajah berlinang air mata, sungguh sedih melihatnya ketakutan seperti itu.
“ Solomon.... ada orang jahat hiks hiks hiks... tolong aku...” tangis wanita itu.
“ Kemarilah keluarlah, tak apa, semua akan abik baik saja,” ucap Brian sambil menarik lengan wanita itu dengan lembut, keluar dari bawah meja kerja itu.
Ella menurut, dia mengikuti Brian, ingatan ingatan itu membuatnya sampai selemah ini.
“Ada apa?” tanya Brian sambil membawanya duduk di atas sofa agar wanita itu tenang.
__ADS_1
“Aku melihat sesuatu dalam ingatanku, setelah suara tembakan yang kau lepaskan tadi, ingatan itu muncul, aku tidak tau apa itu, tetapi tembakan itu membuatku ketakutan,” jawab Ella.
Brian menghela nnafas, dia mengambilkan segelas air minum untuk Ella,” munumlah dan tenangkan dirimu, tidak akan terjadi apa apa, semuanya baik baik saja Ella,” ucap Brian.
“Aku tidak tau apa itu brian, tetapi sangat jelas diingatanku bahwa ada seorang pria dengan pakaian serba hitam berdiri di depanku sambil mengarahkan pistolnya ke kepalaku , dia tertawa, sangat menyeramkan.. dan.. dan disana terjadi peperangan... aku.. aku tidak bisa berbuat apa apa semuanya kacau..
“tenanglah Ella..” ucap Brian sambil menepuk punggung wanita itu saat dia melihat Ella kembali diserang gangguan panik yang dideritanya.
“hiks hiks hiks... maaf,” ucap Ella sambil menunduk.
“Kita pulang, cukup kerja untuk hari ini, kau harus mendapatkan terapi lagi, sepertinya pengobatan mereka belum menunjukkan hasil yang signifikan melihat kondisimu yang semakin parah ini,” ucap Brian sambil mengambil jaketnya dan memasnagnya di tubuh Ella.
“kita pulang,” ucap Brian sambil merangkul wanita itu, meski sedikit canggung, dia melakukannya dengan tenang.
“ Brandon... ki.. kita harus menjemput Brandon, ini sudah jam pulang , dia bisa kebingungan nanti,” ucap Ella yang masih mengingat si Brandon Kecil.
“Supir akan menjemputnya, kau tak mungkin menjemput Brandon dalam keadaan seperti ini, dia bisa panik dan malah mengkhawatirkan dirimu dan ujung ujungnya aku jadi korban si bocah tengil itu, sudah jangan pikirkan ,” celetuk Brian.
“Terimakasih,” ucap Ella.
“ Nanti saja berterimakasihnya, saat dendammu sudah terbalaskan Ella, “ ucap Brian.
Mereka berdua berjalan keluar dari ruangan itu , tak lupa memakai masker dan topi, keduanya dikawal ketat oleh para pengawal.
“ Kenapa keamanan di kantorku malah merosot, dan orang orang sialan itu bisa masuk ke dalam ruanganku dengan sembarangan, sialan..” umapt Brian di dalam hati.
Tanpa mereka ketahui, dari kejauhan tampak seseorang mengambil foto mereka berdua di sudut bangunan itu.
“Siapa wanita ini, dan seperti apa wajah Dominic, kenapa mereka terlihat sangat misterius?” gumam orang itu.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 😉😊