Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien

Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien
Beraninya kau!


__ADS_3

Semua orang tercengang mendengar suara bentakan wanita elegan dengan pakaian kantor yang terlihat sangat rapi di tubuhnya yang sempurna.


"BERANINYA KAU MENDORONG PUTRAKU!!!" Teriak Ella, di benar benar naik pitam saat melihat kejadian itu langsung di depan matanya.


Ella langsung menggendong Brandon, dan memeluk anak kecil yang sedang menangis tersedu-sedu itu, dia mengusap punggung Brandon berusaha agar dia tetap tenang.


Wanita yang di dorong oleh Ella tak kalah marahnya, dia berdiri dan menatap Ella dengan tatapan tajam sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Beraninya kau bilang hah!!" pekik wanita yang dikenal sebagai istri dari perwakilan orang tua di sekolah dasar itu, mereka terkenal banyak memberi donasi untuk sekolah sehingga berhasil terpilih menjadi ketua perwakilan orang tua.


"Kau tidak lihat apa yang dilakukan anak sialan itu pada putraku, wajahnya terluka!!!" pekik Wanita yang biasa disapa Nyonya Song itu.


"Apa benar Brandon melukai wajah anak itu?" tanya Ella pada putranya yang masih menangis. Brian masih mengamati, Nanu. sejak tadi dia terlihat sibuk menghubungi seseorang melalui ponselnya, sekarang dia menyerahkan masalah itu pada calon istri nya.


Saat ditanya seperti Brandon menggelengkan kepalanya," Dia terjatuh, Brandon marah karena diejek gak punya Mama, terus mereka semua ejek Daddy hiks hiks hiks... tapi Brandon tidak melukai wajahnya," lirih anak itu, dia berbicara sambil menangis sesenggukan.


"Halaaahhh dasar anak pembohong, dengar dengar kau itu anak orang cacat bahkan tidak punya ibu? cihh pantas saja sikapmu buruk, dasar anak nakal!!!" teriak Nyonya Song.


"Ada apa ini sayang? kenapa anak kita menangis!?" suami wanita itu datang menghampiri mereka dengan wajah penuh tanya.


"Sayang ayo kita laporkan hal ini ke kepala sekolah, aku mau anak itu dikeluarkan dari sekolah, dia melukai putra kita!!!" rengek nyonya Song sambil menggendong putranya yang juga menangis.


Beberapa saat lalu sebelum para orangtua tiba, Brandon terlibat perkelahian kecil dengan anak tuan dan Nyonya perwakilan orangtua itu. Penyebab pastinya masih belum diketahui dengan jelas, hanya saja keduanya langsung bertengkar setelah pulang sekolah.


Anak tuan dan Nyonya song dua tahun di atas Brandon, mereka mengikuti kelas tambahan yang sama, meski berbeda dua tahun, postur tubuh Brandon dengan anak itu tidak jauh berbeda, bahkan Brandon terlihat lebih sehat dan kuat untuk anak seusianya.


Karena terus diejek setiap mengikuti ekstrakurikuler sekolah, Brandon akhirnya melawan dan tak sengaja mendorong anak itu.


"Wahh bisa gawat anak itu kalau sampai dilaporkan pada kepala sekolah, tuan dan nyonya Song adalah komplotan kepala sekolah, mereka sangat pintar menjilat!" orangtua murid yang lain saling bergunjing.


"Ada apa ini tuan tuan dan nyonya sekalian!?" suara kepala sekolah terdengar.


"nahh kebetulan pak kepala sekolah disini, Pak saya ingin anak nakal ini dikeluarkan, dia berbuat seenaknya dan melukai putra kami, dia harus dikeluarkan!!" ucap nyonya Song sambil menunjuk nunjuk Brandon.


Plakk...

__ADS_1


"Jauhkan tangan mu!!" ketus Ella sambil memukul tangan wanita itu dengan keras, dia sangat membenci wanita seperti nyonya song.


"sial!!" geram wanita itu, biasanya dia selalu menang, tetapi hari ini dia merasa harga dirinya dipermalukan oleh Ella.


"Bapak lihat kan perilakunya, saya ingin anak itu dikeluarkan, lihat wajah putraku, terluka karena ulahnya!!" ucap nyonya Jung.


"Kalau anda benar benar ingin memperpanjang masalah ini, maka kita bisa lihat siapa yang salah, jika sampai putra Anda yang mulai terlebih dahulu, maka kami akan memperluas masalah ini dan membawanya ke depan hukum!" Brian angkat bicara, dia berdiri di samping Ella sang merangkul wanita itu juga putranya.


Tuan dan Nyonya Song serta semua orang di dalam ruangan itu terdiam, hari ini Pak Kepala sekolah terlihat syok, saat dia melihat siapa yang menyuruhnya memeriksa kamera CCTV dan memerintahkan nya untuk turun ke bawah, ternyata pria itu adalah Brian, yang merupakan pemilik yayasan sekolah internasional itu.


"Tuan Presdir sampai turun tangan karena ini masalah anaknya, sialan, kenapa juga anak kedua manusia penjilat ini membuat masalah dengan anak Presdir, jika sampai aku terkena masalah... arhrhh sialan!!!" batin kepala sekolah.


Brian menatap Kepala sekolah yang dia pilih secara khusus, pria itu tau siapa Brian dan juga Brandon namun tidak sekalipun dia membocorkan rahasia itu sebab nyawa dan keluarganya adalah taruhan besar saat dia menerima tawaran Brian dengan gaji tinggi sebagai kepala sekolah Dasar.


Pria yang biasa disapa Pak Cho itu mendekat tuan dan nyonya Song.


"Ekhmmm... mohon kepada yang tidak ada urusan segera pergi dari sini!" ucap Pak Cho.


Orangtua murid yang tidak ada sangkut pautnya keluar dari ruangan itu. Kini tersisa Keluarga Dominic, kepala Sekolah dan keluarga Song serta beberapa guru dan juga pengawal.


Sementara Pak Cho berbicara dengan kedua orang itu, Brian mendekati Ella yang masih menggendong Brandon yang tampak terguncang.


"Sayang?" panggil Brian sambil mengusap punggung Brandon, dia duduk di samping Ella.


"Dia syok Brian, aku tidak rela kalau putraku sampai seperti ini!!!! aku harus membalas wanita itu, ck... apa disini ada CCTV, aku ingin lihat kejadian dengan jelas!!!" kesal Ella.


Brian menatap Ella, dia merasakan ketulusan wanita itu pada putranya. Dia merangkul Ella agar Ella sedikit tenang," kita akan periksa, jangan marah marah tidak enak dilihat oleh anak anak," ucap Brian Dnegan Lembut.


"Huffthh.... kenapa mereka jahat, kasihan Brandon," ucap Ella.


Brandon memeluk Ella dengan erat dia tampak diam dan tak bersemangat, hal ini membuat Brian dan Lela merasa khawatir, beberapa hari ini Brian juga mengalami perubahan perilaku, dia malas ke sekolah, sering menangis dan harus dipaksa pergi sekolah, mereka khawatir terjadi Sese pada Brandon.


"Aku takut terjadi sesuatu padanya Brian, dia tidak mau terbuka, dia sama sepertimu, kalian sama sama ornag yang tertutup, sudah tau terluka tapi masih sok kuat!" ketus Ella.


"sshhh jangan dibahas disini, anak anak dengar, nabati kuat periksa, ruangan ini punya CCTV, lihat itu!" ucap Brian sambil menunjuk tiga kamer CCTV dalam ruangan bermain anak.

__ADS_1


Setelah berbincang, Pasangan song dan Pak Cho menghampiri mereka," Ekhmmm... aku tidak akan memperpanjang masalah ini, jika sampai kulihat dia mengulangi kejadian yang sama, maka aku akan menuntut kalian!" ketus Nyonya Song.


"ayo pergi!" ucap wanita itu dengan angkuh, entah apa yang diberitahukan oleh Pak Cho ,tetapi keduanya tampak melunak, namun Ella tidak akan membiarkan mere berdua lolos.


"Aku tidak akan membiarkan, siapa pun yang menyentuh putraku lolos, termasuk guru maupun orangtua murid, kalian semua akan terkena akibatnya!" ucap Ella sebelum semua orang benar benar pergi.


"Apa yang diketahui oleh Ella?" batin Brian.


Setelah semua orang pergi, Ella dan Brian juga Pak Cho membawa Brandon ke ruangan kontrol.


"bagaimana bisa kami mengakses ruangan ini pak, apa anda tidak akan terkena masalah?" tanya Ella dengan polosnya.


"Tak akan nyonya, ini milik tuan Brian, seluruh sekolah ini milik suami anda!" ucap Pak Cho dengan hormat.


"haaahh??? kenapa kau tidak bilang?" tanya Ella terkejut.


"Kupikir itu tidak terlalu penting," jawab Brian dengan santai.


"Hmm terserahlah, sekarang tunjukkan padaku rekaman kelas Brandon, koridor kelas satu, rumah Guru, toilet anak lelaki dan ruangan bermain!" ucap Ella.


Mereka menunjukkan rekaman CCTV di seluruh ruangan pada Ella, pengecekan selalu dilakukan selain seminggu, dan ini masih belum waktunya sehingga tidak ada yang tau terjadi masalah apa di sekolah itu.


Saat Ella, Brian dan Pak Cho meneliti apa yang terjadi disana, seketika Ella dan Brian naik pitam saat tau kebenaran nya.


Brakkk...


"Beraninya Mereka!!!!!" geram Brian, Ella memeluk Brandon dengan erat, dia menangis mengetahui kebenaran itu.


"Lihat apa yang akan kulakukan pada kalian!!!!" Batin Ella.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😉😊


__ADS_2