
Suara pukulan di wajah Ana terdengar sangat renyah bahan terkesan bernada indah di telinga semua orang yang mendengarnya.
Brian, Ki Jeong, Min Ki dan Karina bahkan Erik serta semua orang yang menyaksikan hal itu terbelalak dengan apa yang dilakukan oleh Ella pada Ana tepat setelah wanita itu menghina Brandon dan Brian.
Ella naik pitam saat mendengar perkataan Ana tentang Brandon, jika dirinya dihina dia masih tahan tetapi jika Brandon anak yang tidak bersalah itu dijelekkan maka Ella mau tidak mau harus mengeluarkan taring yang sudah lama dia sembunyikan dari publik.
Ella menarik kasar rambut wanita itu, dia berhasil membuat Ana meringis kesakitan dengan sekali tarikan di kepalanya.
"Beraninya kau menghina putraku!!!" Ella menatap Ana dengan tatapan tajam, tatapan yang sangat mengintimidasi dan berhasil membuat wanita itu ketakutan.
"Siapa dia sebenarnya, tatapannya dan mata itu!!!" Ana merinding ketakutan, dia mencengkram tangan Ella yang menarik kepalanya, namun seolah tidak ada apa apanya Ella dengan ringannya mengakak tangannya dan...
Plakkk... Plakkk... Plakkk
wajah Ana digempur dengan tangan Ella hingga terluka karena tergores cincin kecil yang dipakai oleh Ella.
Crakkk....
"arrkhhhh.... Kau melukai wajahku, ini penyiksaan, aku.. aku akan melaporkanmu, sayang tolong aku jangan hanya berdiam diri disana!!!" Pekik Ana yang benar benar menderita dalam tangan Ella.
"Lepaskan, dia beraninya kau melakukan itu pada kekasihku wanita sialan!!!" Pekik Erik, dia mengangkat tangannya hendak memukul Ella namun...
Bughh... Brukkk....
Satu tendangan kuat dari kaki besi si tuan Dominic berhasil melumpuhkan Erik bahkan membuat pria itu terjerembab lagi ke lantai dengan benturan yang sangat keras.
"Jangan coba ikut campur bangsat!" Umpat Brian.
Sementara itu Ana terus meronta-ronta, tampaknya Ella tidak akan membiarkan Ana lolos kali ini.
"Brandon bukan anak yang seperti kau ucapkan itu wanita sialan, dia darah dagingmu tapi kau tidak layak menyandang status sebagai ibu dari anak berharga itu, manusia sampah seperti dirimu sekali sampah akan tetap menjadi sampah sampai selamanya!"Ella mengangkat tangannya lagi, sebenarnya Ana sudah cukup mendapat serangan dari Ella, tapi penghinaan wanita itu terhadap Brandon benar benar tidak bisa ditoleransi oleh Ella.
Bagaimana mungkin seorang ibu kandung tega mengejek dan tidak mengakui putranya sendiri.
"dia bukan anakku, dia hanya sampah kecil, penyakit memalukan yang pernah bersarang dan membuat rusak tubuhku selama satu setengah tahun!!!" Pekik Ana, dia benar benar membenci anak kandungnya, baru kali ini mereka semua menemui seorang ibu kandung yang sangat membenci anaknya sendiri.
Ella semakin geram dengan apa yang diucapkan oleh Ana. Dia mengayunkan tangannya dan mengepalkan tinjunya hingga...
__ADS_1
Bughh... Brukkk.
Ana dipukul sekuat tenaga, bukan sebuah tamparan tetapi pukulan kuat dari tangan Ella yang berhasil merobek wajah wanita itu bahkan sampai membuat bibirnya mengeluarkan darah.
"Ana!!!" Pekik Erik saat dia menyaksikan hal itu, dia benar benar marah karena kekasihnya diperlakukan seperti itu.
Namun tatapan tajam Brian berhasil mendominasi situasi, Erik bahkan tak bisa bangkit hanya dengan melihat tatapan pria itu.
"Perkataan mu ini akan menjadi bumerang bagimu wanita sialan, jangan sampai kau mengaku sebagai ibu kandung dari putraku, dia bukan anakmu, kau hanya media untuk Brandon dilahirkan ke dunia ini!!"Ella menatap tajam mata Ana.
Ana menyeringai," siapa juga yang mau mengakui anak sialan pembawa masalah itu, sampai kapan pun, aku tidak akan mengakuinya sebagai putraku!" Ucap Ana.
"Dan ingat ini, aku tidak sudi dicap sebagai ibu kandung dari anak pria bajingan penipu dan cacat ini, cuiihhh sialan, persetan dengan kalian!" Ana masih mengumpat.
Ella benar benar tidak tahan dengan sikap angkuh wanita itu, dia mendorong Ana ke arah Erik, membuat keduanya tampak sangat menyedihkan.
"Berani sekali kau wanita sialan, kau melukai kekasihku, ingat ini aku akan membawa perkara ini ke jalur hukum!" Ucap Erik sambil merangkul Ana.
Ella menatap mereka dengan tatapan kebencian, wanita itu hendak membuka maskernya untuk menunjukkan dirinya pada kedua orang itu, namun saat sudah terlepas, Brian langsung menarik Ella ke dalam pelukannya dan menyembunyikan wajah wanita itu.
"Mereka harus diberi pelajaran Brian, aku tidak bisa membiarkannya lagi, ini benar benar keterlaluan!" Ucap Ella, suaranya terdengar lirih.
"Tenanglah, biar aku yang selesaikan!" Ucap Brian.
Brian menatap mereka berdua masih dengan posisi Ella dalam pelukannya.
"Jung Ana, setelah lama tak bertemu ternyata sifatmu semakin liar, aku tidak yakin sudah berapa pria yang kau gaet setelah bercerai dan memilih meninggalkan kami, " Ucap Brian seraya melirik Erik.
" Apa maksudnya Ana? Apa ada laki laki lain selain aku hah!??" Tanya Erik sambil menatap tajam Ana.
"Jangan percaya omongan si cacat itu sayang, kau bagaimana sih, kenapa kau jadi mencurigaiku hiks hiks hiks... Padahal aku sangat mencintaimu!" Ucap Wanita itu sambil menangis memasang wajah seolah olah dia adalah korban disini.
"Cuihh... Jangan sampai kita bertemu lagi!" Umpat Brian.
"Ayo sayang, kita pergi, biarkan mereka kaum rendahan itu disini!" Umpat Brian.
Pria itu membawa Ella keluar dari toko itu meninggalkan Erik dan Ana.
__ADS_1
"Katakan padaku, apa maksud pria tadi Ana? Apa kau punya laki laki lain hah!!?" Erik berteriak menatap Ana
"Hiks hiks hiks... Dia berusaha menjelekkan aku sayang, dulu memang aku pernah bertemu pria lain tapi itu jauh sebelum aku bertemu denganmu, aku sudah menghabiskan banyak waktu bersama mu apa kau masih meragukan aku!?" Ana menangis, dia berusaha merayu Erik dengan kata kata dan air mata buayanya.
"Jika itu benar, maka pria sialan itu sedang mencoba memprovokasi kita sayang, tenang saja aku akan selalu disisimu selama kau tidak main main denganku, " Ucap Erik sambil memeluk Ana.
"Hiks hiks hiks... Terimakasih, aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu sayang!!!" Teriak Ana sambil memeluk Erik dengan Erat.
"Sialan kau Solomon, lihat apa yang akan kulakukan pada wanita sialan itu, juga anak itu,aku akan mendapatkan mereka berdua dan menghabisi mereka dengan tanganku sendiri!!!"Batin Ana.
" Sayang wajahmu terluka, kita akan mengambil tindakan tegas atas masalah ini, aku akan membawa ini ke jalur hukum, kau wanita yang lembut, dia memperlakukan mu dengan kasar, maaf aku sempat meragukan mu," ucap Erik yang kelihatannya sudah dimabuk cinta pada kekasihnya itu.
Ana tersenyum lembut seperti biasa, itu adalah satu satunya cara bagi Ana untuk mendapatkan hati Erik kembali dan selalu berhasil apalagi jika dia memasang wajah memelas.
"Tidak apa apa, selama kesayanganku selalu disisiku," Ucap Ana sambil mengusap wajah Erik.
"Cihhh bodoh kau Erik, kau akan tetap dalam genggamanku sampai keluarga Jaya benar benar tunduk padaku, sampai semuanya ada di bawah kontrolku, dan untukmu wanita asing, aku akan menghancurkan keluarga barumu itu dengan tanganku sendiri!!"
"Aku akan cari tau siapa wanita sialan itu!!!!" Batin Ana.
Sementara itu di balik patung pajangan tampak Karina tengah cekikikan menyaksikan pasangan maksiat itu kalah telah oleh Ella seorang.
" Hihihih.... Ini akan berguna saat waktunya tiba hahahahah.... Kasihan kalian berdua manusia busuk, tak lama lagi kita kan mendengar kehancuran manusia manusia jelmaan iblis seperti kalian .." Ucap gadis itu.
Ki Jeong dan Min Ki saling melirik, tingkah Karina memang di luar nalar, bayangkan saja gadis itu sampai naik ke atas pangkuan patung pajangan hanya untuk mendapatkan angle yang pas untuk videonya.
"Ayo pulang monyet hutan!" Min Ki dan Ki Jeong menggandeng lengan Karina dan menyeret gadis itu dari sana.
"Huwaaahhhh lepaskan akuuu......"
.
.
.
Like, vote dan komen 😉😊
__ADS_1