Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien

Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien
Catatan Sipil


__ADS_3

"Sialan kenapa mereka semua tidak ada yang bisa dihubungi!?" geram Jung Ana yang sedang mondar mandir di balkon rumah keluarga Jaya, sudah sebulan penuh dia tinggal disana sebab sebentar lagi dia akan menikah dengan Erik.


Jung Ana tampak menatap kesal ponselnya, beberapa kali dia mengubungi orang orang suruhannya yang dia minta mengawasi Brandon, tetapi sebanyak itu juga mereka tak.menjawab panggilan Ana bahkan ada yang nomornya sudah tidak aktif.


"Apa yang mereka lakukan, apa tak ada satupun yang berhasil menyingkirkan anak sialan itu? padahal aku sudah membayar mereka dengan harga tinggi!!" gumam Ana.


Saat dia sedang fokus, tiba tiba lengan Erik melingkar di pinggang nya," Ada apa sayang? kenapa kau terlihat muram, Lusa kita akan menikah, Lalu kenapa wajahmu ditekuk seperti itu?" tanya Erik.


Ana memasang wajah cemberut," tak ada satupun orang suruhanku yang bisa dihubungi sayang, aku ingin memastikan kalau anak itu sudah disingkirkan, aku benar benar membencinya hiks hiks hiks.." ucap Ana dengan segala tingkah palsunya.


Erik mengusap air mata Ana dan memeluk wanita itu dengan erat," tenang sayang, dia tidak akan mengganggumu lagi, dia itu hanya sampah begitu juga dengan pria cacat itu, mereka hanya beban bagi mu, jangan buat dirimu kesulitan, pikirkanlah hal hal bahagia mulai saat ini," ucap Erik.


Jung Ana memutar tubuhnya, kini dia menatap Erik sambil tersenyum dan menangkupkan kedua tangan di wajah pria itu.


"Aku senang bertemu dengan mu, kau membuatku bahagia," ucap Ana sebelum akhirnya mere berdua berciuman mesra yang pasti ujung ujungnya adalah permainan panas di atas ranjang.


Sementara itu di sisi lain kita Seoul, Ki Jeong sedang memeriksa info tentang Ella. Ida berada di rumah miliknya yang jarang dia tempati karena rumah Dominic lebih menyenangkan. Ki Jeong akan pulang ke rumahnya jika ada urusan penting.


Pria itu sedang menatap komputer, bersamaan dengan itu televisi sedang menyiarkan kedatangan bangsawan Eropa dari keluarga Carol yang tersohor di Benua Eropa.


Kedatangan mereka ke Korea sontak membuat geger massa dan para petinggi, pasalnya mereka adalah orang berpengaruh di dunia.


"Mereka sudah tiba, apa mereka akan langsung menemukan Ella? atau apakah mereka sudah tau tentang Ella!??" batin Ki Jeong.


Ternyata Ella adalah keturunan bangsawan dari benua Eropa yang dibuang oleh mantan ibu tirinya di tengah jalan dan diselamatkan oleh Ibu kandungnya yang harus meregang nyawa kala itu untuk menyelamatkan Ella kecil dari kecelakaan maut.


Ella kecil diberi kalung sebagai penanda kalau dia adalah putri dari kerajaan Carol yang seharusnya hidup sebagai bangsawan.


Wajah dan kecantikan Ella yang unik turun dari Ayah dan Ibunya. Ibunya adalah seorang wanita yang sangat cantik dan ayahnya seorang bangsawan cerdas yang berkharisma.


Namun pihak keluarga Carol tidak suka dengan ibu kandung Ella, sehingga mengatur segala macam strategi agar kedua orangtua Ella yang saling mencintai satu sama lain berpisah.

__ADS_1


Pada akhirnya Ibu Ella menyerah, dia mendapatkan ancaman pembunuhan dari wanita yang dijodohkan dengan suaminya. Dan ibu Ella memilih berpisah meski ayah Ella harus mengorbankan kedua kakinya agar wanita itu tetap bertahan.


Ella adalah satu satunya keturunan asli wanita yang tersisa dari bangsawan Carol, istri kedua ayahnya mandul dan kerabat mereka yang lain banyak melepaskan gelar bangsawan Carol, dan sisa keturunan lainnya adalah pria.


Mereka mendapatkan informasi tentang Ella dari seseorang yang misterius. Ella sejak lahir sudah dijodohkan dengan pria pilihan keluarganya, meski demikian Ella masih diberi pilihan untuk mengikuti tradisi itu atau tidak.


Tujuan bangsawan Carol datang ke Korea adalah untuk menjemput putri Arabella kembali ke Eropa.


"Apa Brian akan membiarkan Ella pergi? apalagi kalau Brandon sampai tau, dia bisa kecewa dengan semua ini!" gumam Ki Jeong.


Sementara itu di rumah keluarga Dominic tampak Ella dan Karina sedang memasak, lebih tepatnya Karina sedang diajari masak oleh Ella dan dibantu oleh Brian, Min Ki dan Brandon yang melakukan semuanya sesuai dengan perintah Ella.


"aku merindukan kakek dan nenek, bagaiman kabar mereka di kampung ya?" ucap Ella.


"Apa kau tidak pernah menghubungi mereka la?" tanya Karina.


"Sering sih, tapi kangen pengen ketemu!" ucap Ella sambil tersenyum. Saat mendengar hal itu, Brian merasa kecewa pada dirinya sendiri karena tidak tau apa yang diinginkan oleh Ella.


"Apa!???" mereka semua terkejut.


"iya loh, besok kita ke kampung Ella, tapi setelah kami mendaftarkan pernikahan di pencatatan sipil, lalu mengadakan acara kecil disana bagaimana!?" tanya Brian.


"maaaaauuuuu!!!" seru mereka dengan senyuman sumringah.


Brian tersenyum, hanya melihat wajah ceria mereka saja sudah membuat Brian bahagia.


"emmm ngomong ngomong si Pak Hong kemana? sudah dua hari gak lihat, kangen juga nih!!" celetuk Karina yang secara spontan berbicara seperti itu didepan mereka.


"Ki Jeong sedang ada pekerjaan penting, dia sedang sibuk sekarang, tapi hari ini akan kembali," jelas Min Ki.


Setelah selesai makan siang, sesuai dengan yang dikatakan oleh Brian tadi, Dia dan Ella berangkat menuju kantor pencatatan sipil, Brandon sendiri ditinggal bersama Karina dan Min Ki di rumah.

__ADS_1


Keduanya berangkat menuju kantor pencatatan sipil untuk mendaftarkan pernikahan mereka secara hukum. Sepanjang jalan Brian tak segan segan menggenggam tangan Ella.


"La apa kau yakin tidak ingin ada resepsi?" tanya Brian.


Ella menatap Brian," aku ingin, tapi hanya keluarga kecil kita dan sahabat sahabat saja, aku tidak ingin resepsi besar, semua itu boros uang dan boros waktu, aku ingin pernikahan ini jadi lebih bermakna, tapi....


Ella berhenti bicara membuat Brian meliriknya," Tapi apa la?" tanya Brian.


"Aku takut Solomon, aku takut pernikahan ini berakhir seperti masa lalu, aku.


Brian mengehentikan mobilnya ke bahu jalan, dia menatap Ella dengan serius, "La... jujur saja saat membuat keputusan ini aku takut, aku takut kita akan menghadapi masalah dan malah tidak bisa bersama, aku takut kau pergi dan menolakku, tapi semua yang terjadi di masa lalu hanyalah sebuah pengalaman, kuharap kita tidak mengulanginya di masa ini, kita jalani bersama pasti bisa," ucap Brian.


Ella menatap Brian dengan mata berkaca kaca," Aku hanya khawatir, aku tidak ingin ini hancur untuk kedua kali, kalau itu terjadi aku mungkin tak bisa hidup Brian," jelas Ella.


Brian menarik Ella dalam pelukannya, tentu saja mereka risau mengingat pengalaman pertama mereka dengan dunia rumah tangga.


"Kita menjalaninya bersama sama, hal belum terjadi jangan dipikirkan, aku akan memastikan kita terikat janji pernikahan sampai maut memisahkan, aku tak akan meninggalkanmu," ucap Brian.


Ella membalas pelukan pria itu, dia menangis bahagia karena ada Brian di sisinya, dia menemukan keluarga baru, kerusakan rumah tangga di masa lalu tidak akan membuatnya lemah.


"Terima kasih Brian!" ucap Ella.


"Aku mencintaimu...'


.


.


.


like, vote dan komen 😉😊

__ADS_1


__ADS_2