
Seperti yang dikatakan oleh Ki Jeong, Ella dan Brian berangkat bersama menuju perusahaan milik Brian.
"kita akan berangkat ke perusahaan, kau pakailah ini, aku akan mengajarimu dunia bisnis, ini akan menguntungkan untuk kita berdua," ucap Brian sambil menyerahkan pakaian serta atribut yang harus dipakai Ella saat akan berkunjung ke perusahaan.
"Tunggu dulu, siapa kau sebenarnya, kenapa kita membicarakan bisnis dan perusahaan? Aku jadi bingung?!" Ella menatap Brian sambil menaikkan sebelah alisnya, tentu saja dia bingung dengan situasi ini, sebelumnya Brian hanyalah seorang pekerja pabrik tetapi kenapa Brian justru membicarakan bisnis dan perusahaan.
Brian tersenyum tipis," ikut saja, jangan bawel, kau akan tau saat aku membawamu ke perusahaan heheh...." Celetuk Brian.
"Cepat sana ganti pakaianmu!" Brian menarik lengan Ella dan mendorongnya ke dalam kamar wanita itu.
"Ehh tapi aku...
"Cepatlah Ella, aku juga akan bersiap, kita berangkat bersama, Ki Jeong sudah pergi terlebih dahulu dia ada jadwal meeting dengan perusahaan lain," jelas Brian.
"Baiklah, baik dasar bawel," ketus Ella.
"YAAAKK jangan mengejekku Ella!" Teriak Brian.
"Iya Baweeel, dasar tuan kaki besi bawel," cerocos Ella.
"Dasar nyonya alien, " ketus Brian.
Keduanya bersiap, Brian menyiapkan bahan yang akan dipelajari oleh Ella, dan semua yang akan dia hadapi di perusahaan mulai hari ini.
Dalam kontrak yang mereka bicarakan, Ella akan merangkap menjadi salah satu asisten Brian meski Ella belum tau asisten dalam hal apa dan ternyata dia akan dilibatkan dalam dunia bisnis.
Di dalam kamarnya, Brian membaca latar belakang Ella, semua informasi bisa dia dapatkan menggunakan jaringan dan kemampuan peretasan yang dia miliki.
"Latar belakang yang cukup menarik, ternyata kau wanita yang cerdas Ella, hahahah Keluarga Jaya membuang berlian murni, dasar manusia manusia bodoh!" Umpat Brian.
Dalam dokumen itu tertera pengalaman kerja dan nilai kerja Ella selama wanita itu berada pada puncak karirnya beberapa tahun lalu.
Semua prestasi yang berhasil dia capai baik dalam bidang akademik maupun non akademik. Ella dikenal sebagai si gadis serba bisa, dia bisa banyak bidang olahraga, bisa pelajaran, bidang pekerjaan dan bakat tentu saja dia adalah wanita idaman semua orang .
Keluarga Jaya benar benar bodoh karena telah membuang seseorang yang sangat berharga.
"Hanya tinggal dipermak dia akan jadi alat balas dendam terbaik dan paling sempurna, tunggu kehancuran kalian!" Gumam Brian.
Ella dan Brian pun menaiki mobil mewah milik Brian yang selalu dia gunakan jika pergi ke kantor.
Ella terkejut saat melihat mobil mewah yang jumlahnya bisa dihitung di negara itu, bahkan keluarga Jaya yang sudah terkenal kaya saja, hitung hitungan jika ingin membeli besi mahal itu.
"Siapa kau sebenarnya Park Solomon!!" Lagi lagi pertanyaan itu keluar dari bibir Ella.
__ADS_1
Brian hanya cengengesan menatap wajah heran wanita itu, entah kenapa membuat Ella kebingungan seolah menjadi euforia bagi pria itu.
Pletakk..
"Berapa kali kau menanyakan pertanyaan itu Arabella, sudah kubilang lihat saja," Celetuk Brian setelah dia Menyentil kening wanita itu.
"Shhh kenapa juga harus disentil dasar tidak berperasaan, kau menyebalkan!" Ketus Ella.
"Jangan melawan bosmu nona," ucap Brian seraya mengedipkan sebelah matanya pada Ella.
"Sejak kapan kau menjadi semengesalkan ini Solomon, kau benar benar aneh," Celetuk Ella.
"Sejak dulu hahah ahh dan lagi~~" Brian mendekatkan wajahnya ke arah Ella.
"Panggil aku Brian saat di kantor, jangan menggunakan nama asliku paham!?" Ucap Brian menatap intens wanita itu.
Ella membalas tatapan Brian," paham Brian, kalau begitu mundur! Kau terlalu dekat membuatku sesak!" Ucap Ella sambil mendorong kening Brian menggunakan jari telunjuknya.
"Ehh ... Ekhmm.. ya maaf," Celetuk Brian.
Mereka berdua berangkat menuju gedung DRG, sepanjang jalan Brian membicarakan tentang rencana dan strategi untuk mengubah Ella.
Brian terus menerus meminta Ella untuk jadi dirinya sendiri dan berdiri dengan teguh jika ingin berhasil melawan Keluarga Jaya.
"Iya iya, sudah ratusan bahkan ribuan kali kau mengatakan hal yang sama, ke apa kau ini suka sekali mendesak orang sih!??" Gerutu Ella sambil melemparkan tatapan kesal pada Brian.
" cihh sombong!" ketus Ella.
Setibanya di gedung DRG, kedua orang itu keluar dari dalam mobil sambil bergandengan tangan, ini semua adalah skenario yang sudah diatur oleh Brian.
Brian dan Ella memakai pakaian couple dengan warna senada yaitu hitam. Keduanya lengkap memakai masker dan topi untuk menutupi identitas mereka.
Ki Jeong menyambut kedatangan mereka bersama beberapa anak buah yang selalu siap sedia mengawal Presdir grup itu.
"Selamat datang tuan Presdir!" salam mereka sambil membungkuk hormat membuka jalan bagi Presdir misterius di DRG.
Ella terkejut bukan main saat mendengar sapaan hormat mereka pada Brian, Presdir? yang benar saja, saat ini Ella bergandengan tangan dengan seorang presdir belum lagi Presdir itu adalah Presdir dari grup ternama yang tak pernah memunculkan wajahnya di publik.
"yang benar saja? kau seorang Presdir!?" pernyataan itu keluar begitu saja dari mulut Ella membuat semua orang menatap wanita itu.
"lihat itu, Presdir datang bersama kekasihnya, tapi sepertinya dia tidak tau kalau Presdir adalah seorang Presdir!?!"
"haha apa maksudmu? " Celetuk Karina yang kebetulan sedang berada di lobi perusahaan itu.
__ADS_1
Gadis itu menatap ke arah kedatangan Presdir dia menatap wanita bergaun Hitam sepanjang mata kaki dengan tatapan penasaran.
"Siluetnya... seperti pernah lihat, tunggunya mirip Ella, Haihh Ella sahabatku kemana kau sekarang huaaa...." Karina lagi lagi menangis dia pergi dari antara kerumunan itu.
Kembali dengan Brian dan Ella, mereka berdua kini menjadi pusat perhatian apalagi saat mendengar pertanyaan konyol keluar dari mulut Ella yang mereka pikir kekasih Presdir mereka.
"Hei bisakah kau pelankan suaramu, kau ini benar benar membuat seluruh mata tertuju pada kita," bisik Brian dengan mata yang menatap Ella.
Ella menaikan alisnya," aku bingung kau tidak bilang apa apa dasar mengesalkan,lagi pula biarkan saja semua orang menatap kita, toh ini bagian rencanamu kan?" bisik Ella dengan posisi ambigu seolah oleh mereka berdua sedang berpelukan.
"Hahahah... kekasihku memang benar benar polos, dia bahkan tidak tau siapa yang dia kencani, aku jadi semakin sayang padamu!!!" ucap Brian memulai akting ya.
Semua orang tercengang saat pria itu menyebut Ella sebagai kekasihnya, tak pernah terlihat dekat dengan seorang wanita membuat hubungan romantis pria itu dilirik banyak orang.
"Bosss mereka bisa menyebarkan ini, kau bisa terkena masalah, apalagi kalau sampai pak tua itu tau!!!" bisik Ki Jeong yang malah terkena masalah sebab masalahnya sudah cukup menimbun.
" tenang saja, justru ini caraku untuk menghindari si kakek tua cerewet itu, " bisik Brian.
"Haihh terserah padamu, kau sangat susah dibilangin!" kesal Ki Jeong.
"Ekhmmm.. ayo sayang, kita masuk ke kantor ini, " ucap Brian, dia merangkul pinggang Ella dengan mesra.
Ella merasa gugup dan sedikit tidak nyaman," Brian aku...
"maaf, tahan sebentar saja sampai kita tiba di ruanganku, " bisik Brian.
"Ba...baiklah, " cicit Ella.
Pembicaraan sebelumnya,
"Kau akan menjadi kekasih pura puraku!" ucap Brian saat dia membicarakan kontrak kerja bersama Ella beberapa waktu lalu.
"hah? kekasih pura pura!? tapi kenapa? kau tidak berpikir ya? kalau orang lihat penampilanku mereka akan yakin kalau aku hanya kekasih bohongan, kau pikir lah dengan benar tuan Solomon!!!" ketus Ella.
"ckk... pokoknya kau akan jadi kekasih pura pura saat waktunya tiba, titik!!" tegas Brian.
"Ck...dasar keras kepala, terserah, kau juga akan terkena akibatnya, suatu saat aku juga akan memanfaatkan mu!" ketus Ella.
" Deal!!"
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen 😉😊