
Ella dan Brian duduk di dalam ruang kerja pria itu, ruangan yang dicatat sangat apik dan rapi.
"Apa kau sudah makan siang?" tanya Brian sambil membuka bungkusan makanan yang dia bawa dari luar tadi.
"Belum, kami belum selesai kebersihan tadi jadi belum sempat," ucap Ella.
"Makanlah, ini kubawa dari luar, tak bisa menghabiskan sendirian," ucap Brian yang sudah mengambil bagian miliknya.
"Eh.. apa boleh?" tanya Ella sambil menatap kebab daging sapi dan tteobeokki yang terlihat menggugah selera itu.
"Makan saja, isi perutmu! " ucap Brian dengan santai sambil menikmati kebabnya.
Ella mengangguk dan mulai menyantap makanan yang jadi bagiannya.
"sudah lama tak makan ini, aku merindukan rasanya, ini sangat enak," gumam Ella yang memakan semuanya dengan lahap.
Dia terlihat seperti seorang wanita yang tidak makan selama bertahun-tahun, makanan yang terbatas membuat Ella begitu menikmati pemberian Brian.
Pengalaman pahit di rumah Jaya membuatnya kesulitan makan, bahkan sampai mengalami gangguan makan.
Ella melahap makanan itu dengan terburu buru, bayang bayang Erik dan keluarganya tentu saja masih melekat di kepala Ella.
Ketakutan saat makan sesuatu membuatnya gugup dan tidak bisa tenang jika memakan makanan seperti ini.
"Jangan sampai dimuntahkan, makan saja semuanya dengan tenang, tak ada yang memarahimu disini, makan dengan tenang dan nikmati," ucap Brian saat dia melihat bagaimana cara Ella melahap makanan itu.
Memakan semuanya dengan sangat terburu buru seolah dia dikejar hantu, sama sekali tidak tenang.
Ella bukannya mendengar kata kata Brian, dia malah memakan semuanya dengan cepat bahkan hampir tersedak, menyedihkan memang.
Tangan Brian menarik tangan wanita itu," Pelan pelan saja, pelan pelan, kau harus tenang Ella!" ucap Brian dengan nada tegas.
Ella terdiam, dapat Brian rasakan kalau tubuh wanita itu gemetaran. Dengan inisiatif, Brian pindah ke samping Ella dan duduk disana.
Tangannya menepuk nepuk punggung wanita itu agar dia tenang.
"Tenang saja, tak ada yang memarahimu, tak ada yang mengganggumu di rumah ini, makan dengan perlahan," ucap Brian.
Sisi lembutnya keluar begitu saja, seandainya Ki Jeong dan Min Ki melihat hal ini, mereka pasti akan kebakaran jenggot alias panik karena Brian melakukan hal selembut itu pada seorang Wanita.
Ella mulai tenang, dia makan perlahan," Maaf," cicit wanita itu, dia merasa tak enak pada Brian.
"Tak apa, semua orang punya kelemahan,"ucap Brian.
__ADS_1
"Apa kau sudah mendengar berita itu?" tanya Brian, dia fokus pada makanannya namun matanya melirik Ella yang mulai tenang.
Ella mengangguk," sudah, aku sudah mendengarnya, ini semua sudah ada dalam perkiraanku, aku harus menerimanya meski namaku jelek, tapi aneh, aku tak menemukan fotoku satu," pun ucap Ella.
"Wah benarkah? bagus dong, tak ada yang mengenalimu, bisa repot kita," celetun Brian.
"Aku sedikit baik hati dengan menghapus fotomu Ella, ini balasan untuk masa lalu, jika bukan karena mu aku tak akan melihat putraku tumbuh besar," batin Brian.
"Bagaimana dengan kakek nenekmu, apa kau tidak khawatir kalau mereka tau?" tanya Brian.
"aku sudah bicara pada mereka dan menjelaskan yang sebenarnya, Kakek dan nenek sedih, tapi aku menjelaskan kebenarannya dan mereka mengucap syukur karena aku keluar dari rumah itu," jelas Ella.
Brian mengangguk," baiklah, kalua begitu mulai hari ini seperti yang kukatakan tadi kontrak kita berjalan, kau akan jadi pengasuh putraku sampai tiga bulan ke depan dan mengikuti semua kegiatan yang sudah kita sepakati, apa perlu kuperjelas lagi?" tanya Brian.
"Aku sudah paham, terimakasih banyak atas bantuannya, dan ini..." Ella memberikan kartu milik Brian.
"ini untuk apa? bukannya dalam kontrak kerja tidak ada?" tanya Ella.
"Pakai saja, itu gaji pertamamu, gunakan dengan baik sampai pembalasan kita tiba pada waktunya, uang itu milikmu sekarang, dan ingat ini kalau tidak dipakai itu jadi hutang!" ucap Brian.
Ella terbelalak, " ba..bagaimana bisa itu jadi hutang, seharusnya kan...
"Sshhh jangan ribut," ucap Brian memotong perkataan Ella.
"Ta..tapi... apa gajimu cukup ... ma.
maksudku, aku...
" Aku bukan pekerja pabrik, tenang saja, uangku lebih banyak dari yang kau pikirkan, ikuti saja alurnya maka kau akan selamat," ucap Brian.
"Baiklah, aku ikut isi kontrak, aku juga tidak bisa hidup seperti ini terus," ucap Ella.
"nah itu kau sadar, ubahlah penampilan mu, pakailah pakaian yang layak Ella, kau itu berharga, hargai juga tubuhmu, hidup yang sehat, jangan jadi wanita alien seperti dulu,sudah jelas disakiti masih mau aja tinggal disana," Celetuk Brian sambil berdiri dan berjalan menuju meja kerjanya.
"Hei aku bukan wanita bodoh, jangan mengejekku seperti itu tuan kaki besi!" kesal Ella.
"Terserah apa katamu nyonya Alien, habiskan makananmu, setelah ini kita jemput Brandon, dia akan mengomel kalau kau tidak datang, ck... kenapa dia jadi lengket padamu sih?" ketus Brian.
"ohh ayolah tuan, aku saja tidak tau kenapa dia begitu senang dekat denganku, mungkin dia mulai bosan denganmu," balas Ella seraya memicingkan matanya ke arah Brian.
"Ck... bosan apanya? aku ini Daddynya bagaimana bisa dia begitu, jelas jelas aku yang merawatnya, tapi saat bertemu denganmu seolah dia bertemu belahan jiwanya kan aneh," balas Brian sambil menatap Ella.
"Itu bukan aneh, anak anak biasanya akan lebih dekat dengan seseorang yang berhati lembut, berbicara juga lembut dan juga... tidak sangar seperti anda hahahah..." Ella tertawa mengejek Brian.
__ADS_1
"Jadi kau menyalahkan aku? wahh sudah berani kau ya Ella!" Brian sampai berdiri dan menunjuk Ella dengan mata melotot.
"Hahahha lihat kan, mana mungkin Brandon betah dengan Daddy tukang marah, dia pasti kabur hahahah... " Ella lagi lagi mengejek Brian.
"heh kenapa aku seperti deja vu ya? kau mengejekku seperti lima tahun lalu, wahh kau benar benar mulai kembali jadi dirimu ya Ella!!" ucap Brian yang berjalan ke arah Ella.
Melihat Brian mendekati dirinya cepat cepat Ella berdiri dan berlari kabur dari ruangan itu sambil tertawa.
"waaah kabur hahhaha....
"yaaakkk mau kemana kau dasar wanita ini, berani beraninya kau mengejekku!!!" teriak Brian yang tanpa sadar malah mengejar Ella keluar dari ruangannya.
akhirnya jadilah aksi kejar kejaran di rumah itu, Ella berlari sekencang-kencangnya.
" Permisi permisi semuanya, tolong sembunyikan aku dari Pria sangar itu huaaa~~~ dia terus menerus mengejar ku!!" Ella bersembunyi diantara para pelayan.
Brian menangkap keberadaan Ella, " kemari kau dasar wanita aneh, sini kau beraninya mengejekku!!" kesal Brian.
Para pelayan dan pengawal menatap Brian dan Ella dengan wajah terheran heran, bagaimana bisa kedua orang dewasa itu bertingkah seperti anak kecil yang sudah lama tidak bertemu.
Para pelayan lebih tercengang lagi saat mendengar Celetukan yang keluar dari mulut Brian, ini kali pertama mereka mendengar hal itu dari bibir Brian.
"wahh si bos ternyata bisa banyak bicara sama perempuan benar benar mengejutkan!!" ucap para pelayan.
Sementara itu di rumah sakit, Ki Jeong yang sudah sadarkan diri diberitahu kalau Brian pulang ke rumah menemui Ella.
Entah setan apa yang merasukinya, dia penasaran dengan kedua sejoli itu. Akhirnya Ki Jeong membuka Rekaman CCTV yang terhubung ke ponselnya, bukan hanya ponsel Ki Jeong, Min Ki dan Brian juga terhubung untuk mengawasi rumah.
"Astaga!!!" Ki Jeong terbelalak bahkan sampai melemparkan ponselnya.
"Yakk ada apa ? kenapa kau lempar lempar ponselmu dodol!!" ketus Min Ki yang terkejut karena Ki Jeong berteriak.
"lihat, Brian bermain dengan wanita !!!
"APAAAA!!!!!
.
.
.
Like, vote dan komen 😉😊
__ADS_1