
Ella diobati oleh Min Ki, luka-luka di tubuhnya di balut dengan perban setelah diberi obat. Alhasil tubuh wanita itu kini dipenuhi dengan perban putih.
Min Ki benar benar terkejut dengan luka luka itu, tak menyangka kalau Ella akan mendapatkan luka sebanyak itu di tubuhnya.
Mereka membicarakan rencana yang dimaksud Brian sembari Ella diobati oleh Min Ki. Saat ini wanita itu sedang diinfus cairan vitamin untuk mempercepat penyembuhan lukanya.
Min Ki dan Ki Jeong sedikit terkejut saat tau siapa identitas asli wanita itu, istri yang selalu dibanggakan oleh keluarga Jaya namun hanya namanya saja yang dibanggakan, orangnya tak pernah muncul ke publik.
Ella mulai menceritakan kesulitannya di rumah itu, meski belum bisa terbuka tentang semua hal yang dia alami, setidaknya Ella bisa memberitahu mereka sedikit tentang dirinya dan apa yang terjadi di rumah keluarga Jaya.
Perubahan besar pada keluarga itu tidak lagi sebuah hal yang mengejutkan bagi Brian, Ki Jeong dan Min Ki. Namun penyiksaan terhadap Ella dan ancaman itu yang membuat mereka terkejut bagaimana bisa keluarga itu menjadi sejahat itu.
"Apa kau akan melakukan balas dendam mu Brian? apa ini sudah waktunya?" tanya Min Ki, dia menatap sahabatnya yang sudah bergabung dengan Ella dan Min Ki di ruangan kecil itu.
"Belum waktunya Min Ki, aku harus mempersiapkan semuanya dengan matang, tak ada satu pun yang bisa terluput dari rencana balas dendam ini," ucap Brian, terlihat matanya berapi-api setiap membicarakan keluarga Jaya.
"Tapi, apa aku boleh tau alasanmu ?" tanya Ella yang membuat mereka semua menoleh pada wanita itu. Tentu saja Ella penasaran dengan apa maksud dan tujuan pria itu membalas dendam serta dendam apa yang dimiliki Brian pada keluarga besar itu.
"Nanti akan kuberitahu, kau mau tidak bekerja sama denganku?" tanya Brian.
"Tapi apa alasanmu? kenapa kau punya dendam pada mereka?" tanya Ella penasaran.
"Nona tak perlu tahu, itu masalah pribadi Brian, kau hanya perlu mengikuti arahan nya dan jadi wanita baik, bukankah itu cukup sebagai balas Budi karena kami akan membantumu keluar dari sana?" Celetuk Ki Jeong yang tak ingin luka lama sahabatnya dibongkar.
Ella terdiam, bagaimana bisa mereka enggan mengatakan penyebabnya sedangkan Ella sudah menceritakan tentang dirinya pada mereka meski belum semua
"Baiklah," balas Ella, dia menunduk, dan enggan menatap mereka lagi, rasa percaya dirinya runtuh seketika, ingin mencoba dekat dengan orang orang yang akan menjadi partnernya justru membuatnya merasa dimanfaatkan.
"Lalu bagaimana keputusan mu? kau ikut atau tidak?" tanya Brian yang entah kenapa terus menatap wajah Ella.
__ADS_1
"Aku akan ikut, setidaknya wanita jelek ini bisa keluar dari rumah itu. Orang tidak penting ini, orang asing ini bisa balas budi," jawabnya tanpa menatap siapa pun, matanya hanya tertuju pada jarum infus di tangannya.
Ki Jeong dan Min Ki saling menatap, mereka merasa ada yang salah dengan Ella. Apalagi Ki Jeong merasa kalau dirinya disinggung disini.
"Baiklah, kalau begitu rencana pertama yang harus kau lakukan setelah pulang dari sini adalah meminta bercerai!" ucap Brian.
Min Ki dan Ki Jeong terbelalak, bagaimana bisa sahabat mereka mengusulkan cara itu, apakah tak ada yang lebih baik?
Ella masih menatap jarum infusnya,"semoga saja bisa, aku akan melakukannya, tetapi jangan kaget kalau aku keluar tanpa nyawa, semoga saja aku beruntung," ucap Ella.
"Ta..tanpa nyawa!??" Ki Jeong dan Min Ki benar benar speechless, tetapi tidak untuk Brian.
Jujur saja, sejak dia keguguran dia benar benar ingin keluar dan bercerai dengan pria itu.
"Apa kau yakin Brian? kau meminta istri orang untuk bercerai? apa kau sudah kehilangan kewarasan mu? kau mau merusak rumah tangga orang lain? belum lagi itu keluarga Jaya, ibunya adalah seorang keturunan Chaebol!!" ucap Min Ki dengan mata terbelalak.
Sedikit informasi, Keluarga Chaebol di Korea Selatan adalah keturunan keluarga bangsawan dan termasuk dalam jajaran orang kaya raya, tak banyak penduduk yang memiliki garis keturunan ini, dan rata rata orang yang berada dalam garis keturunan itu adalah orang-orang ternama di negara itu.
"Yaaakkk... Brian kau gila apa? kau hanya seorang pekerja pabrik di sebuah perusahaan, apa kau berani melawan keluarga gila itu? yang ada kau yang diusik, bodoh!" ketus Ki Jeong .
Brian menatap Ki Jeong, dia hampir lupa kalau sedang menutupi identitas aslinya, seorang CEO DRG yang tersohor.
"Pekerja pabrik di sebuah perusahaan?" ucap Ella heran, tentu saja heran bagaimana bisa seorang pria yang hanya bekerja sebagai seorang karyawan di sebuah perusahaan berani bermain-main dengan keluarga Jaya.
"Kenapa? apa kau ragu? atau kau...
Ella terdiam, dia menatap mereka semua, dia merasa sedikit risau dengan kerja sama yang ditawarkan oleh Brian, bukan tanpa alasan, sebab lawan mereka disini adalah keluarga Jaya yang terkenal itu, mereka bisa melakukan apa saja untuk menghancurkan setiap orang yang mengganggu mereka.
"Apa ini tidak terlalu berisiko? mereka orang orang sinting, aku takut Brandon dalam bahaya," balas Ella.
__ADS_1
Ketika dia mendengar pekerjaan Brian yang jauh di bawah Keluarga Jaya, Ella takut kalau keluarga pria itu justru jadi incaran keluarga Jaya, bukan meremehkan Brian, tetapi lawan mereka adalah lawan yang cukup kuat.
"Bukan maksud merendahkan pekerjaan mu, tetapi lawan kita disini adalah keluarga Jaya, aku hanya khawatir kalau mereka akan menyakiti Brandon, " ucap Ella.
Ketiga pria itu saling menatap, Ella memang tidak tau pekerjaan asli Brian, tetapi dia tetap menunjukkan rasa hormat nya pada pria itu meski tau kalau dia hanya seorang pekerja pabrik walaupun pura pura.
"Dia mengkhawatirkan Brandon sampai segitunya padahal mereka baru bertemu beberapa kali, sebenarnya kenapa mereka berdua sampai sedekat itu?" Batin Brian.
"Dia mengkhawatirkan Brandon, dan tidak merendahkan Brian dengan rencana gila dan tak masuk akal itu," batin Ki Jeong.
"Siapa wanita ini sebenarnya? hmmm... menarik sekali," Min Ki menatap Ella sambil memicingkan kedua matanya.
"Kau tak perlu mengkhawatirkan hal itu, lakukan saja seperti yang ku katakan tadi, kau mau kan?" tanya Brian lagi.
"Aku pasti akan memastikan kalau kau aman Ella, jika bukan untuk menyempurnakan rencana balas dendam yang sudah kurancang bertahun tahun, aku tak akan melibatkan wanita seperti dirimu!" batin Brian Dnegan tatapan datar.
"Ba..baiklah kalau begitu, aku akan melakukannya, huhhff~~" ucap Ella diakhiri dengan hela nafas yang terdengar berat.
"Mommy?" suara si kecil Brandon terdengar memasuki ruangan itu.
Seketika keempat orang itu menghentikan pembicaraan mereka, Brandon melangkah dengan kaki kecilnya sambil memasang senyum cemerlang di hadapan mereka semua.
"Brandon!!???"
Ketiga pria disana terbelalak saat melihat anak itu masuk, sepertinya ada yang salah dengan Brandon.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😉😊