Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien

Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien
Mom Ella disini?


__ADS_3

Keesokan harinya,


📍 Rumah Dominic


"Daddy!!!!" Pekikan seorang anak terdengar menggelegar di dalam rumah besar itu.


Brandon baru saja bangun tidur, dan anak kecil itu menangis histeris sambil berteriak sekencang-kencangnya memanggil sang Daddy.


Sontak seisi rumah berlarian mendengar suara tangis anak lelaki menggemaskan itu.


Brian tersentak dari tidurnya, dia melompat dari kasur nya dan langsung berlari ke kamar putranya yang berteriak sambil menangis, satu hal yang Brian khawatirkan saat ini adalah takut kalau putranya mengalami mimpi buruk.


"Brandon, Na..." suara orianitu terdengar lirih, dia berlari dengan pakaian seadanya memasuki kamar putranya yang tidak dikunci.


Jam masih menunjukkan pukul 6 pagi dan para penghuni rumah itu sudah mulai beraktivitas.


Pria itu masuk ke dalam kamar Brandon, dia mendapati putranya duduk di tengah kasur sambil menangis tersedu-sedu.


"Daddyy... arrkrhhhhh.... mana Mom Ellaaaaa!!!" pekik bocah itu, air matanya bercucuran, dia menangis histeris saya dia bangun dan tidak menemui Ella di sampingnya.


Seingatnya saat dia tertidur kemarin sore, Ella memeluknya dengan sangat erat, membuat dirinya merasa sangat nyaman bahkan tertidur sampai pulas.


Brian terkejut saya putranya malah menanyakan Ella, wanita yang sedang beristirahat di kamar yang sudah mereka siapkan di rumah itu.


"Nak... ada apa? kenapa mencari Nona itu sepagi ini?" tanya Brian seraya mengusap wajah putranya.


Brandon menatap sang Daddy, dia menangis sesenggukan, bahunya naik turun menunjukkan kalau dia bersedih hati saat ini.


"Daddy... arrhkkk mana Mom Ella, semalam masih disini, semalama sudah Brandon peluk dengan erat supaya Mom tidak pergi hiks hiks hiks...." Anak itu menangis.


"Semalam Brandon berusaha agar Mom betah disini,Brandon sampai pakai kostum paling Brandon benci, Brandon berusaha agar Mom tidak pulang, tidak pergi meninggalkan Brandon huaaaa.....


Tapi kenapa...


Kenapa Mom tidak disini, saat Brandon bangun Mom tak ada lagi hiks hiks hiks... Kenapa Brandon ditinggalkan terus hiks hiks hiks~~"


Dia menangis di depan Daddynya, matanya memerah air matanya mengalir dengan sangat deras.


Hati Brian sangat sakit saat melihat itu," Sebesar itu keinginanmu untuk memiliki Seorang mom anakku sayang, selama ini kamu gak bilang apa apa ke Daddy, tapi saat dia muncul kamu langsung menyukainya, anakku yang malang,~"lirih Brian.


Mata Brian berkaca kaca, dia menarik Brandon kecil yang histeris ke dalam pelukannya, mendekapnya dengan erat dan memberikan ketenangan pada putranya yang membutuhkan sosok seorang ibu.


"Daddy hiks hiks hiks.. Kenapa Mom Pergi, kenapa Brandon ditinggal lagi, huaaa...Brandon mau Mom Ella... pokoknya Mom Ella!!" ucap anak itu.


Dia masih menangis, tangan Brian menepuk nepuk punggung Brandon kecil.


"Tenang nak, kamu pasti akan ketemu Mom Ella, jangan menangis seperti ini, Daddy juga akan sedih kalau putra Daddy menangis," ucap Brian.


Brandon menatap wajah Daddy nya dengan mata berkaca-kaca," Hiks hiks hiks...Daddy, Mom Ella~~ Brandon butuh Mom~~" lirih anak itu.

__ADS_1


Hati Brian tak kuat, dia menarik anak itu ke dalam pelukannya, memeluknya erat memberikan ketenangan bagi anak kecil itu.


Brandon sangat berharap agar Ella tinggal sampai dia bangun lagi, namun nyatanya saat dia membuka matanya dia tak lagi menemukan wanita itu di sampingnya.


Kecewa? lebih dari sekedar kecewa, dia sangat sedih, dia melakukan berbagai hal yang dia benci hanya untuk membuat Ella nyaman di rumah itu dan tidak pergi dari sana.


"Daddy... Mom Ella... hiks hiks hiks... " Tangis anak itu masih terdengar.


Brian memeluknya, dia belum mengatakan kalau Ella ada di rumah itu.


" Apa ada yang mencari Mom Ella?" suara seorang wanita terdengar di ujung pintu kamar bernuansa biru itu, khas anak lelaki.


Saat mende suara yang dia rindukan, Brandon melepas pelukannya dari sang Daddy dan menoleh dengan cepat ke arah pintu.


Brian juga menatap ke arah pintu, dia cukup terkejut saat mendengar suara wanita itu.


"Mom? hiks hiks~~~


"ini benar benar Mom Ella? Mom Ella disini!???" suara Brandon seketika berubah menjadi ceria.


Brian menatap perubahan besar pada putranya, dia mengusap Surai anak lelaki itu sambil menghisap air matanya.


Di pintu terlihat Ella berdiri dengan tangan kanannya yang di balut dengan perban dan memakai penyangga tangan, beberapa menit lalu dia terbangun dari tidurnya saat mendengar suara Brandon kecil.


Saat sadar tentu dia bingung saat melihat situasi di sekitarnya, kamar yang berbeda dan suasana yang berbeda, belum lagi di tangannya dipasangi infus.


Saat mende tangisan anak itu, dia cepat cepat beranjak dan sadar kalau dia berada di rumah keluarga Dominic.


"Selamat pagi anak tampan," sapa Ella, dia memasang wajah tersenyum dan menatap Brandon dengan sangat lembut, masuk ke dalam kamar itu sambil menyeret tiang infusnya.


Brandon tersenyum bahagia,dia menatap Daddynya," Kenapa Daddy tidak bilang kalau Mom disini!??" tanya anak itu.


"Heheh... kamu Menangis terus, tidak memberi Daddy kesempatan untuk bicara, dasar anak cengeng!" ejek Brian seraya mengacak acak rambut putranya.


Brandon terkekeh, cepat cepat dia bangkit dari kasurnya," terimakasih Daddy!" ucap Brandon .


Cup...


Sebuah kecupan mendarat di pipi Brian, hal yang sangat jarang dilakukan anak itu.


Brian sampai terperangah, kehadiran Ella benar benar membawa perubahan besar pada Brandon.


"Apa wanita ini seorang penyihir? bagaimana bisa dia mengubah putraku sampai sebanyak ini!!?" batin Brian.


Brandon kecil berjalan mendekati Ella, dia terkejut melihat lengan Ella dan wajah pucat wanita itu.


"Mom kenapa!?" tanya anak itu.


Ella tersenyum dia melirik lengannya," terjatuh heheh, Mom gak hati hati, kamu jangan seperti Momnya, kalau jalan hati hati nanti bisa terluka," ucap Ella.

__ADS_1


Wanita itu mensejajarkan tubuhnya di depan Brandon dan mengusap wajah anak itu.


"Kenapa menangis sayang? mimpi buruk hmm?" tanyanya.


Brandon mengangguk," Brandon takut," ucapnya pelan.


"Anak hebat nggak boleh takut, itu hanya mimpi, Brandon itu kuat iya kan sayang?" ucap Ella.


"Heheh... iya Brandon kuat!" seru anak itu.


"pinter anak Mom nah sekarang anak tampan harus sekolah kan? ayo mandi dulu jangan sampai terlambat!" ucap Ella.


"Apa boleh Brandon gak ke sekolah? " tanya Anak itu.


"kenapa gak mau sekolah?" tanya Ella.


"Mau sama Mom," ucapnya pelan.


"mm? no.. nggak boleh, Brandon, kamu harus sekolah, kalian baru masuk, jangan bolos!" keli ini Brian mengeluarkan suara tegasnya.


"Tapi kan...


"Sayang sekolah ya, nanti kali udah pulang Mom masakin makanan enak, janji deh, kan kamu anak hebat sayang, nggak boleh bolos," ucap Ella.


"Haihh... baiklah Brandon menurut, tapi nanti Mom temani Brandon!" ucapnya.


"Baiklah, sudah sana siap siap!" ucap Ella.


Brandon langsung menurut, dia masuk ke kamar mandi dan mulai membersihkan dirinya.


" Aku heran, siapa yang orangtua kandungnya, ke apa dia menurut padamu, apa kau memakai sihir!?" Celetuk Brian.


Ella terkekeh," mungkin dia bosan pada pria datar seperti anda," ucap Ella sambil melangkah keluar dari kamar itu.


"Hey... siapa bilang aku pria datar, dasar wanita aneh!!" kesla Brian.


"Hahah~~ anda itu pria datar, cara bicara, pakaian, tatapan dan segala hal tentang Anda terlalu kaku, pantas saja Brandon kesal hahaha..." Ella tertawa cekikikan mengejek Brian.


"Heh wanita aneh, sudah berani ya mengejek ku!" kesal Brian yang tanpa sadar menari lengan Ella yang terluka.


"Arwhhhh~~~ kau menyakitiku!!" Ella meringis kesakitan.


"Briaaan tolong akuu!!!!!!"


Bruk... Braakk....


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😉


__ADS_2