Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien

Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien
Tangisan Karina dan Ella


__ADS_3

Ella dan Brian sama sama terkejut saat mendengar suara teriakan melengking dari si gadis bar bar Karina Cha yang sangat membenci nama aslinya itu.


Brian menatap tajam ke arah Ki Jeong, seolah mengatakan mengapa dia membawa Tarzan ke dalam ruangannya secara bebas


Yang ditatap malah diam menunduk seolah mengatakan kalau ini kesalahan besarnya tidak memperhatikan mahluk jenis apa yang sedang dia bawa ke dalam ruangan bosnya.


"Ck... Dasar pembuat onar, beraninya kau berteriak di dalam ruangan Presdir!" Bisik Ki Jeong yang langsung menghampiri Karina karena melihat tanda bahaya di mata Brian.


Karina terdiam membeku demikian juga Ella di ujung sana.


Jika Ella diam membatu Karena akhirnya bisa bertemu sahabatnya maka Karina terdiam membisu dengan situasi saat ini karena dia berada di dalam ruangan Presdir DRG yang berarti dia adalah karyawan wanita pertama dan satu satunya yang berhasil masuk ke dalam ruangan itu dengan bonus melihat wajah asli sang Presdir misterius yang tak pernah mengungkapkan jati dirinya.


"Mampus, kenapa tidak bilang dari tadi Pak Hong, saya bisa dipecat hari ini, tamat sudah riwayatku Pak Hong..." Bisik Karina yang berjalan dengan pelan ke belakang tubuh Ki Jeong dan menyembunyikan wajahnya dari tatapan sang tuan Dominic yang tersohor.


"Rumor yang mengatakan kalau Presdir DRG adalah realisasi dari si raja Es ternyata memang kenyataan, tatapannya sangat dingin bahkan berhasil membuatku orang kecil ini merinding ketakutan... Aarrrhhh siapa pun selamatkan aku dari sini!!!" Gumam Karina.


Ki Jeong mendengar celotehan gadis itu, " lemah, dasar gadis cerewet, keluar kau dari sana, sudah kubilang untuk jaga jarak dari Karina Cha!!! " Tegas Ki Jeong, dia masih kesal dengan kata kata Karina tadi.


"Eh... Ma.. maaf Pak," ucap Karina, gadis itu berjalan mundur, namun karena saking ketakutannya Karina sampai tersandung untuk kesekian kalinya.


"Eh... Eh... Arrhhhhkkk...


Greepp... Hap!!


Ki Jeong dengan sigap merangkul pinggul gadis itu dan menarik nya ke dalam pelukannya sebelum Karina benar benar terjatuh ke atas lantai.


"Karina!!" Pekik Ella panik.


"Kenapa kau ceroboh sekali NONA CHA!!!!" kali ini suara Ki Jeong terdengar marah, dia menatap tajam Karina yang terlalu teledor bahkan sangat sering membahayakan dirinya sendiri.


"Kau harus ganti rugi untuk semua yang kau lakukan padaku, termasuk kata katamu di lift tadi!!" Bisik Ki Jeong.


Ella menatap sahabatnya, dia bisa melihat kalau Karina saat ini benar benar kacau dari penampilannya.


Karina sedang berada di titik terendah dan paling buruk dalam hidupnya. Bagaimana bisa? Penampilannya tidak menunjukkan itu bahkan sifatnya tidak menunjukkan kalau dia sedang dalam masalah?

__ADS_1


Tentu semua orang yang tak mengenalnya akan berpikir demikian, namun tidak untuk Ella, dia tau dan sangat hapal dengan gadis itu.


Hanya melihat Karina mengganti warna rambutnya, mengganti jenis sepatunya ataupun outfitnya, Ella sudah bisa mengetahui masalah yang sedang dihadapi gadis itu.


Ella menatap Brian dengan mata berkaca-kaca," boleh aku menemui nya?" Tanya Ella pelan, baru kali ini Brian melihat wanita itu tampak sesedih itu.


"Pergilah, bicara dengannya, selesaikan masalah kalian, aku dan Ki Jeong tidak akan mengganggu," jelas Brian.


"Tapi bicara di ruangan ini saja, kau paham kan maksud ku?" Tanya Brian.


Ella mangangguk paham, dia berjalan mendekati Karina yang tampak diam dan menunduk di dekat Ki Jeong.


"Ki Jeong kemari, bantu aku menyelesaikan ini!" Panggil Brian.


"Baik Bos!" Balas Ki Jeong.


Ella menghampiri Karina, gadis itu terlihat diam dan menunduk, dia tau sahabatnya yang membuat dia hampir kehilangan nyawanya dan kehilangan kewarasannya kini berdiri di depannya dengan penampilan yang lebih sehat dibanding dengan saat terakhir mereka bertemu di rumah sakit kala itu.


Ella menarik lemburan tangan Karina dan menggenggam tangan gadis cantik itu.


Karina masih diam, dia menunduk entah apa yang dipikirkan gadis itu.


Ki Jeong dan Brian mengamati kedua wanita itu dengan serius, namun yang Brian heran disini adalah tatapan mata Ki Jeong yang tak bisa lepas dari Karina.


"Sepertinya pria ini jatuh cinta, hmmm menarik sekali kalau Ki Jeong kupermainkan hihihi~~~" Batin Brian dengan senyuman jahat di wajahnya.


"Wahh seperti nya Brian mulai tertarik pada seorang wangi, tak ada salahnya membuta dia cemburu kan? Hehehhe~~~ Min Ki akan sangat cocok dengan peran ini," Batin Ki Jeong yang meski fokus pada Karina masih mengamati Brian.


Kembali ke Ella dan Karina, kedua wanita itu hanya berdiri disana tanpa ada lagi yang bicara. Ella menatap sahabatnya, dia menangis tersedu sedu, menyesali semua yang terjadi.


"Karina.. maafkan aku, maaf untuk semua yang terjadi, aku.. hiks hiks... Aku memang jahat, maafkan aku, aku tidak layak menjadi temanmu... Aku jahat Karina, ~~


Hap...


Karina menghamburkan oeluk pada gadis yang dia sebut sebagai kunci keamanan dalam hidupnya. Karina memeluk Ella tanpa berbicara sepatah kata pun. Yang terdengar hanya suara Isak tangis Karina yang begitu jelas di telinga Ella.

__ADS_1


"Ka..Karina?!" Panggil Ella.


"Huaaaa... Syukurlah kunci keamananku sudah kembali, syukurlah kau keluar dari sana Ella, terimakasih karena masih hidup sampai saat ini, terimakasih banyak Ella, huaaa... Kupikir aku tidak akan bisa menemui mu lagi Ella, sahabatku, teman baikku, kau segalanya bagiku!!!" Karina berteriak sambil menangis histeris memeluk Ella yang benar benar dia rindukan selama beberapa waktu belakangan ini.


Brian menyumbat telinganya, suara tangisan Karina memang membuat siapa pun bisa mengalami ketulian namun tidak untuk Ki Jeong.


"Maafkan aku Karina, maafkan aku, maaf atas semua yang terjadi dengan kita," Ucap Ella, dia juga menangis.


Karina masih memeluk Ella, pelukan panjang yang sangat hangat dan dia rindukan, tak bisa bertemu dengan bebas bersama Ella membuat Karina begitu merindukan sahabatnya.


"Aku tau kau melakukan semua itu untuk kebaikan orang orang disekitar mu Ella, tapi kau salah, kau selalu mengorbankan dirimu, jangan lakukan hal itu lagi La, kau juga berhak untuk bahagia hiks hiks hiks..."


"Saat kudengar berita perceraian itu, aku bersyukur dan bersorak gembira karena akhir sahabatku lepas dari neraka itu, terimakasih sudah hidup Ella..." Lirih Karina sambil menatap Ella dengan wajah berlinang air mata.


Ella mengangguk sambil mengusap air mata sahabat nya," aku juga minta maaf karena membuatmu depresi Karina, aku..."


"Sudah jangan dilanjut, aku tau, aku paham, sahabatku yang berharga akhirnya kembali, aku bahagia, separuh hidupku kembali aktif, terimakasih banyak Laaa..."Ucap Karina yang kembali memeluk Ella dengan erat.


Setelah tenang, mereka berdua duduk di sofa dalam ruangan itu.


"Tapi bagaimana bisa kau ada di ruangan ini la? Ini ruangan untuk Presdir loh, apa kamu..."Karina menatap Ella dan menyadari ada sesuatu yang sejak tadi benar benar janggal.


"Tunggu dulu!!!" Pekik Karina sambil menutup mulut dan berdiri menatap Ella dan Brian bergantian.


"Ada apa Karina!?" Tanya Ella.


"Mau beraksi apa lagi gadis bodoh ini!" Gumam Ki Jeong.


"Hmmm tontonan yang menarik, ternyata punya banyak orang seperti dia ini cukup menghibur, apalagi kalau sampai Ki Jeong cemburu hahhaha...." Batin Brian yang tak bisa berhenti memikirkan pembalasan, pria ini benar benar aneh.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😉 u


__ADS_2