
Sesuai dengan rencana Brian, Mereka semua berangkat menuju kampung halaman Ella, dimana wanita itu dibesarkan oleh sepasang kakek nenek sejak dia kecil, dan sebenarnya mereka bukan kakek nenek kandung Ella, mereka adalah orang tua angkat ibu Ella.
"Yeeeaaayy kita liburaaaann!!!" seru Brandon dengan senyum sumringah di wajahnya, dia tertawa bahagia karena ini trip liburan pertamanya bersama keluarga lengkapnya.
"Wahahahahha akhirnya setelah sekian lama, aku liburan juga huaaaa... ini menyenangkan!!!" seru Si nona Bar bar yang berdiri sambil mengeluarkan kepalanya dari atas kap mobil, tertawa bahagia sambil menikmati semilir angin dengan Min Ki di sampingnya.
"Waaah kenapa kita membawa radio rusak rusak ini Brian, kau tidak dengar suaranya yang melengking itu? merusak telingaku saja!!!" gerutu Ki Jeong.
"Heh gak usah ngadu deh pak Hong, emang ya pria kayak bapak itu susah ngelihat orang senang, senang ngelihat orang susah, dasar, pantesan gak dapat jodoh!!!" ketus Karina.
"pffthh bwahahahhahaha..." Min Ki tertawa terbahak bahak mendengar celetukan Karina, gadis itu memang benar benar mulut lebar, seenaknya bicara meski ucapannya ada benarnya.
"dengar Ki Jeong, kurasa itu sebabnya kau tak berhasil mengejar gadis itu, bahkan sampai sekarang kau hanya bisa melihatnya, bukannya kau mengatakan akan menjadikan dia milikmu!??" ejek Min Ki yang dengan sengaja bersandar di bahu Karina sambil melirik Ki Jeong yang duduk di kursi belakang.
"Cihhh diam kau, tak usah ikut campur!!" gerutu Ki Jeong.
"Wahahahahha... Pak Hong punya perempuan yang disukai? waaah perempuan gila mana yang mau sama asisten prik seperti bapak hahahahhah.... kasihan sekali gadis itu hhahahahah....."ejek Karina sambil tertawa terbahak-bahak.
"Huaaaa.. hiks hiks hiks... kasihan sekali kau Karina, kau tidak akan bisa memiliki Pak Hong, huaaa dia sudah memiliki gadis yang dia sukai, aarhhh menyedihkan sekali!!!" batin Karina berteriak.
Sementara itu Ki Jeong terdiam di belakang, dia menekuk wajahnya," dasar bodoh, apa kau tidak tau kalau itu dirimu!!" gerutu Ki Jeong dengan wajah kesal.
"Dia mana tau kalau kau tidak bilang Ki Jeong," bisik Brian yang duduk di seberangnya. Mereka menggunakan mobil jenis Van namun dengan bagian atas yang bisa di buka dan isinya bisa dirombak.
"Apa yang harus kulakukan? haruskah ku bawa tidur dulu lalu kunikahi?" ucap Ki Jeong asal bicara.
"Ide bagus hahahahah..." celetuk Brian sambil tertawa terbahak-bahak.
"heh jangan begitu dia bisa sakit hati dan merasa kalau dirinya gak berharga, jangan melakukan hal yang akan kau sesali," Tegur Ella.
"Heheheh yahh kan cuma bercanda sayang, lagian Ki Jeong masih terlalu waras untuk melakukan hal itu," ucap Brian.
"Mungkin itu bukan ide yang buruk," ucap Ki Jeong.
Pletak... Bughh...
Pasangan Dominic memukul tubuh Ki Jeong setelah dia mengatakan hal itu," Dasar bodoh sempat kau sentuh sahabatku kujauhkan dia darimu!!!' ancam Ella dengan suara tajam.
"haha dengar itu!!" tambah Brian.
__ADS_1
Ki Jeong memutar bola matanya," hehe iya iya, baiklah, dasar pasnagan aneh, bikin kesal saja, mending aku tidur!!!" gerutu Ki Jeong sambil menutup kedua matanya dan memilih tidur.
Brian dan Ella cekikikan melihat Ki Jeong yang jelas jelas punya perasaan pada Karina tapi sampai saat ini belum melakukan langkah apapun.
Tak beberapa lama kemudian, mereka tiba di Kota Busan kampung halaman Ella, mereka menuju desa kecil di salah satu bagian kota itu.
Kakek Nenek Ella sudah lama tinggal disana, Ella keluar kota untuk bersekolah dan bekerja sehingga dia jarang pulang tetapi dia sering menghubungi kakek neneknya.
"Waaah tak kusangka kota ini sudah banyak berubah, aku merindukan rumah," ucap Ella sambil menatap hamparan kota itu dengan senyuman bahagia.
"Mom, apa Mom lahir disini?" tanya Brandon.
Ella terdiam mendengar pertanyaan anak itu, dimana dia lahir? tentu dia bingung menjelaskannya bagaimana.
"Emm kalau menurut akta kelahiran, Mom lahir di Kota Seoul sayang," ucap Ella sambil membelai rambut putra angkatnya.
"ohhhh... Lalu kita akan bertemu kakek neneknya Mom?" tanya Brandon lagi.
"He.. em.. kita akan bertemu kakek neneknya Mom, usia mereka sudah sangat tua, 90 tahun, tapi mereka hidup damai," jelas Ella.
"uwaaahhh 90?? banyak sekali, kakek nenek Mom pasti orang baik!!" seru Brandon.
"tentu saja, Karena hanya orang baik yang umurnya panjang, berarti kakek nenek Mom orang baik," ucap anak itu.
"Tentu saja mereka orang baik sayang, mereka menjaga Mom kamu sampai saat ini," ucap Brian menengahi pembicaraan mereka.
"Kakek buyut Brandon juga baik tapi Nenek cepat meninggal, apa nenek bukan orang baik Daddy?" tanya anak itu.
"Ummm nenek buyut adalah orang paling baik sayang, tapi karena sakit, Nenek tidak seberuntung kakek buyut, sehingga tidak memiliki umur panjang," jelas Brian.
"ooohhh....
Mereka menikmati perjalanan yang diikuti dengan pengawalan ketat secara rahasia, bahkan mobil Van mereka dibuat mirip dengan beberapa Van lainnya untuk menghindari orang orang dari Kebangsawanan Eropa yang tengah mencari Ella.
Beberapa saat kemudian mereka tiba di rumah keluarga Ella, sebuah rumah bergaya tradisional Korea bernuansa cokelat dan sangat kental dengan budaya lama Korea.
Rumah itu terlihat sangat nyaman, pencahayaan yang baik, tanaman yang baik bahkan tatanan rumah yang apik.
"Waahhhh ini benar benar luar biasa, setelah sekian lama tak kesini, akhirnya aku melihat rumah antik ini lagi!!!" celetuk Karina yang cepat cepat keluar dari dalam mobil dengan senyuman sumringah.
__ADS_1
"Hahahah... Karina kau masih sama energiknya seperti
saat pertama kali kesini ya," ucap Ella.
"tentu saja Bestie!!" ucap Karina sambil mengedip sebelah matanya.
Mereka semua keluar dari dalam mobil Van besar itu, jalanan menuju tempat itu sudah diamankan.
Karina berlari ke dalam rumah," Kakek nenek!!!" seru gadis itu dengan suara bahagia.
"Kakek Nenek Ariinn dan Ellaaaaa pulaaang!!" seru Karina .
Saat itu juga datanglah sepasang kakek nenek yang usianya sudah renta, diikuti beberapa pelayan yang menyambut kedatangan mereka.
"ohhh cucuku... mana Ara sayang, cucu nenek.. uhuk.uhukk.. mana diaaa... sayang kemarilah, Nenek merindukan mu!!!" Nenek Ella yang biasa disapa Nenek Jeon malah memeluk Karina dengan erat.
"Nenek.... ini cucu nenek yang lain, ini Arin bukan Ellaaaa..." ucap gadis itu.
"Ohohoho... maafkan nenek sayang, ternyata ini Arin si pembuat masalah, hayyuuuhh sini sini nenek peluk lagi," ucap nenek Jeon
"Maklumi saja, nenek sudah rabun," ucap kakek Jeong.
"Kakek, Arabella pulang, Ella rindu kalian!!" Ella langsung memeluk kakeknya dengan erat, sedangkan Karina masih terhimpit dalam pelukan di nenek Jeon.
"Apa kabar kakek nenek!!" sapa Brian, Ki Jeong, Min Ki dan Brandon sambil membungkuk hormat.
"Ohh... apa kabar semuanya, selamat datang, ayo masuk ke dalam, waah ramai sekali ya," ucap Kakek Jeon mempersilakan mereka masuk.
Mereka semua terlihat bahagia dengan pertemuan itu, bahkan Ella menangis bahagia karena dia bisa menemui kakek neneknya di usai renta mereka.
"Akhirnya kami berkumpul hiks hiks...
"ssttt, sudah jangan cengeng, ini hari bahagia," ucap Brian sambil mengusap air mata istrinya.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 😉😊