
Suara seorang wanita yang dikenal jelas oleh Brian membuat pria itu langsung naik pitam. Dia tidak peduli, tak ingin menoleh karena pemilik suara itu adalah orang yang membuat dia dan putra kecilnya menderita.
Brian mengeraskan rahangnya, dia tidak mau menoleh. Namun suara mantan istrinya itu terus mengusiknya.
"Lama tidak berjumpa, ternyata kau masih sama saja," ejek Ana Jung mantan istri Brian sekaligus selingkuhan mantan suami Ella, sungguh hubungan yang sangat rumit.
"Sayang siapa dia?" bisik Erik yang juga ada disana, mereka sedang berbelanja, lebih tepatnya Erik sedang menghabiskan uangnya untuk wanita ular di sampingnya itu.
"Dia pria cacat, mantan suamiku yang dulu membuatku menderita dengan tinggal di gubuk tua miliknya, dia membuatku terluka sayang, dia pria yang kuceritakan dahulu," ucap Ana sambil menatap Erik dengan memasang wajah seolah dia adalah korban.
Brian tersenyum tipis namun sorot matanya menunjukkan kalau dia sedang marah, pria itu mengambil ponselnya lalu mengetik sesuatu disana, entah apa yang dia ketik, tampaknya sebuah hal penting.
"Ohhh jadi ini pria miskin dan cacat yang membuatmu menderita dengan mengandung anaknya? cihh syukurlah kau tidak tinggal bersama nya sayang, kau bisa menemui neraka sebelum waktunya!" umpat Erik.
Brian tak peduli dengan ocehan kedua pernah itu, dia fokus saja memilih pakaian untuk wanita dewasa dan anak anak, tanpa mempedulikan ocehan orang itu.
"Hei Solomon,apa kau tuli juga sekarang hah? kalau orang bicara lihat dong dasar cacat!" ejek Ana terang terangan, sangat menyenangkan baginya untuk merendahkan orang lain dan disaat yang sama dia berperan sebagai seorang korban.
Brian memutar tubuhnya dan menatap mereka sambil tersenyum seperti orang bodoh. "Maaf kupikir tadi bukan orang, ehh bukan bicara padaku, Ana? kau kah itu? kau semakin cantik saja!!!" ucap Brian sambil menarik tangan wanita itu sambil tersenyum ke arahnya seperti orang bodoh.
Dari kejauhan, Ki Jeong menyaksikan kejadian itu dan langsung membuatnya panik, sebab sebelum Brian memulai aksinya, dua melihat senyuman setan di bibir pria berparas tampan itu.
"Mampus, aku kecolongan lagi, Brian akan membuat kekacauan, apa yang harus kulakukan astaga kenapa ini terjadi di saat seperti ini!!!" gumam Ki Jeong sambil memukuli kepalanya sendiri.
Sementara Brian tersenyum menatap Ana dan menggenggam tangan wanita itu, hal ini tentu membuat Erik naik pitam dan langsung menghajarnya dengan pukulan telak di wajah pria itu.
Bughhh....
"Beraninya kau menyentuh kekasihku, manusia rendahan!!" pekik Erik sambil melayangkan pukulan telak yang membuat wajah Brian membiru.
Brakkk... Bughh...
Dengan sengaja Brian terjatuh, namun dia mengambil kesempatan untuk menendang tulang kering Erik menggunakan kaki besinya.
__ADS_1
krakk...
"aarrkhhhhh kakiku, sialan, kaki patah, arrkhhh sialaan!!!!" pekik Erik yang meringis kesakitan akibat ulah Brian.
"sayang kau tidak apa apa, ya ampun apa yang kau lakukan Solomon, kenapa kau melukai kekasihku, aku tau kau masih menyukaiku tapi aku sudah lama tidak memiliki cinta padamu, kenapa kau lakukan ini pada orang yang tidak bersalah!!!" Ana memasang air mata palsunya saat dia melihat orang orang mulai menyoroti mereka.
Playing victim adalah jurus jitu wanita itu untuk mengganggu lawannya dan Brian sudah hapal, dia hanya tinggal memanfaatkan kebiasaan wanita itu.
"Kenapa kau begini Solomon hiks hiks hiks... Erik tidak salah apa apa dasar bajingan!!" teriak Ana yang hendak memukul wajah Brian yang terjatuh di lantai namun tangannya ditahan oleh seseorang.
"Jangan sesekali berani menyentuh wajah tampan suamiku Tante tua!" umpat seorang wanita dengan suara kecil dan lembut tetapi tajam dan menusuk entah bagaimana dia melakukannya.
Wanita itu adalah Ella, dia memakai masker dan topi sesuai perintah Brian. Ternyata tadi dia mengirim pesan darurat pada Ella dan langsung dimengerti oleh wanita itu..
Ana terperangah, Erik dan Brian juga demikian, bahkan Ki Jeong yang berada tak jauh dari mereka menjatuhkan ponselnya ke lantai karena kaget dengan kemunculan Ella yang tiba tiba.
Belum lagi penampilan Ella kali ini sangat mempesona, dia mengenakan jumpsuit berwarna biru putih, pinggang ramping nya terlihat indah dan proporsi tubuhnya sangat mengagumkan, sontak hal itu menarik perhatian Erik si pria mata keranjang.
"Ara?" panggil Brian.
"Apa kau tidak apa apa sayang," ucap Ella sambil mengusap lengan pria itu
"wah wah wah... jadi sekarang di cacat ini sudah punya pasangan baru ya? cihhh jelas punya istri tapi masih berani menggoda KEKASIHKU!" ucap Erik dengan menekankan kata katanya .
Ella tersenyum di balik maskernya," Game dimulai!" batin wanita itu. Karina yang bersembunyi di balik pakaian terperangah melihat sorot mata Ella, dia bisa merasakan aura Ella yang bangkit berkali kali lipat.
"Buset, Ella benarkah itu dirimu!?" Gumam Karina dengan mata membulat besar mantap Ella.
"Dia terlihat berbeda!" ucap Min Ki yang berdiri di samping Karina.
"ehh buset, sejak kapan disini dok!? kau membuatku kaget!" ucap Karina sambil mengelus elus dadanya.
"Maaf heheh, mau minum? cocok untuk drama siaran langsung ini;" ucap Min Ki sambil memberikan segelas Coca pada Karina.
__ADS_1
"terimakasih minumannya dok," balas Karina.
Kembali ke Brian dan Ella.
"Sayang apa kau menggoda mantan istrimu ini ? kau membuatku kecewa!" ucap Ella masih dengan suara yang dibuat buat.
" Tidak mungkin sayang, bagaimana bisa aku memungut sampah yang sudah kubilang, tadi itu hanya akting heheheh... ternyata sayangku cemburu, aku semakin yakin kau mencintaiku dan tak akan meninggalkan ku," ucap Brian seraya merangkul pinggul Ella dengan mesra.
Ki Jeong, Karina dan Min Ki menganga menatap kehebatan akting mereka berdua, benar benar natural dan tanpa celah.
Ana dan Erik saling menatap, entah mengapa mereka berdua merasa terhina dengan situasi ini, seharusnya yang menjadi tokoh utamanya adalah mereka berdua, namun sayang pasangan licik di depan mereka mengambil show.
" Jangan sok mesra, aku yakin kau akan ditinggalkan, mana mungkin ada wanita normal yang mau dengan pria cacat seperti dirimu!" ejek Ana dengan angkuhnya.
"Wahh wah wah, kalau begitu apa kau tidak khawatir jika tuan muda keluarga Jaya meninggalkan bekas orang seperti dirimu Tante tua? hihihi... aku yakin kau akan segera dibuang hahhahah iya kan tuan Jaya?"ucap Ella seraya mengedipkan sebelah matanya ke arah Erik.
Erik terdiam, baru kali ini dia menemui wanita semenarik itu, "Siapa wanita ini!? auranya benar benar kuat, dan dia..." Erik menatap tubuh Ella," Sangat seksi!" batin pria itu.
Melihat tatapan liar Erik membuat Brian segera menutup tubuh Ella dengan jaketnya," Tubuh istriku bukan untuk dipertontonkan!" ucap Brian dengan angkuhnya.
"Cih... dengar ya wanita aneh, kau akan mendapatkan kesulitan jika bersama pria cacat ini, apa kau tidak tau kalau dia punya anak yang sama menjijikkan nya dengan dirinya? cihh dimana kau buang anak sialan yang merusak tubuhku itu hah? apa dia masih hidup!??" Ucap Ana dengan sarkas.
Mendengar itu seketika membuat Brian naik pitam, dia mengepalkan tangannya, menatap Ana dengan tatapan tajam karena anaknya dihina.
"Sialan kau!!!!"
Plaakkkk... Plaaakkk.... Bugghk....
"Mati kau Jal**g!!"
.
.
__ADS_1
..
like, vote dan komen 😉😊