Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien

Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien
Luka di tangan Ella


__ADS_3

Brian bersiap menuju sekolah untuk menjemput putranya. Dia berdandan yang rapi namun seperti biasanya dia menunjukkan kelemahannya yaitu kaki besi yang dia miliki.


“Apa kau tidak apa apa seperti itu Brian?” tanya Ki Jeong, mereka berdua sudah di dalam mobil.


“Tak masalah, aku sudah biasa, apa kau malu hah?” ketus Brian.


“Aku? Malu? Hahhaha yang benar saja..... kau dapat darimana jokesmu itu dasar....” ketus Ki Jeong.


“yaahhh siapa tau kau malu dengan pria berkaki besi ini,” ucap brian.


“terserah padamu,” ucap Ki Jeong.


“hhmmm ngomong ngomong kenapa kau tidak ke kantor hari ini? Kau bekerja online, tumben?” tanya Brian.


“Aku tak bisa tidur semalaman, banyak hal yang kupikirkan,” ucap Ki jeong yang sudah melajukan monilnya meninggalkan rumah Brian.


“Hmmm apa kau memikirkan seorang gadis?” ucap Brian tanpa menatap sahabatnya itu.


“ya begitulha.. wait... bagaimana kau tau?” Ki Jeong terkejut, dia smapai menatap brian.


“hanya menebak, wahhh~~ jadi benar ya?? gahhahahah~~ si kakek tua itu akan senag mendengar ini, hahahhahah” Brian tertawa puas.


“ yaaakkk jangan bilang apa apa, aku bisa tamat kalau dia sampai tau aku memikirkan seorang gadis bisa disuruh cepat cepat menikah aku,” ucap Ki Jeong.


“Hahhahaha kita lihat saja hahhahahah...” keekeh Brian.


Sepanjang jalan mereka bercanda satu sama lain, sementara itu di sekolah Brandon,


Ella berkerja dengan luka baru di lengan dan wajahnya, tadi pagi dia mendapatkan perlakuan kasar dari ketiga iblis di rumah keluarga Jaya ditambah selingkuhan Erik yang malah tingga di rumah itu bahkan kedua mertua Ella sangat menyukai Jung Ana yang sanagt pintar mencari muka.


Hanya karena kesalahan Kecil Ella di tampar bahkan dipukuli oleh suaminya, kemeja Erik tanpa sengaja terkena noda pembersih lantai karena Ana membawa kemeja itu dengan menenteng hanger yang menggantung baju itu saat Ella membersihkan rumah sebelum dia pergi bekerja.


Alhasil karena itu kemeja kesayangan Erik, Ella menjadi sasaran amukan keluarga itu, bahkan Ana berlaku seolah dia adalah korban dan mengatakan kalau Ella mengusiknya dan menjelek jelekkan dirinya.


Sesekali wanita itu meringis kesakitan , dia menyentuh luka lebam di pipinya, dia teringat lagi dengan permintaan ibu mertuanya untuk memberikan uang pada wanita itu hari ini, Ella harus melunasi biaya hidupnya untuk bulan ini padahal baru beberapa hari dia bekerja, bagaimana dia bisa menemukan uang sebanyak itu.


“Ahhh ini sakit sekali,” ucap ella .


Meski kesakitan dibagian lengan dan wajah, Ella terus melanjutkan pekerjaaannya, dia memakai masker agar tidak ada yang melihat wajahnya.

__ADS_1


Bel kembali berbunyi pertanda anak anak sudah puang sekolah.


Brian kecil berjalan dengan senyuamn sumringah, tadi dia menyerahkan hasil pekerjaan rumahnya pada guru pembimbingnya dan dia mendapat pujian karena gambarnya yang bagus.


Anak itu mencari cari dimana gerangan Mom Ellanya berada, langkah kecil itu berhenti saat dia melihat Ella duduk di tangga menuju lantai dua sambil memjit mijit lengannya yang terasa sakit karena di dorong oleh nyonya Jaya.


“Mom...” gumama anak itu sambil berlari menghampiri Ella.


“halo Mom..” sapa brandon dengan senyuman sumringah di wajahnya.


Ella sedikit terkejut karena dia tidak menyadari kedatangan Brandon sama sekali, dia cepat cepat menarik maskernya dan menutupi bagian yang lebam di pipinya.


“Ehhh Brandon, sudah pulang sekolah? Bagaimana sekolahnya? Menyenangkan?” anay Ella dnegan lembut sambil tersenyum di balik masker.


“Sudah pulang, sekolahnya seru, tadi Brandon dapat pujian karena gamabra Brandon bagus, heheh makasih atas sarannya Mom,” ucap anak itu yang langusng duduk dan memeluk ella dari samping.


Ella tersenyum, entahg kenapa melihat tingkah anak itu bisa membuat moodnya kembali membaik, belum lagi senyuman menawan bocah itu sangat menarik hati.


“Wahhh hebat kamu sayang, nilai kamu pasti bagus dong ... selamat yaaa...” ucap Ella sambil menepuk pucuk kepala Brandon.


“Terimaksih Mom, tapi....” Brandon menatap Ella dengan serius.


"Ehh ng..nggak apa apa kok, Mom gak apa apa, kamu nunggu jemputan ya? Kita tunggu di depan saja yuk, nanti mereka kecarian kalau kita di sini," ajak Ella yang langsung mengubah topik pembicaraan.


Brandon merasa sikap Ella hari ini sedikit berbeda, belum lagi wanita itu berjalan dengan sedikit tertatih.


Mereka berdua berjalan menuju pintu depan sekolah, Ella menggenggam tangan Brandon dengan erat sedangkan anak itu terus menatap Ella, dia merasa Ella benar benar aneh.


Jiwa penasaran bocah itu turun dari Daddynya, dia tidak bisa tenang kalau belum tau betul apa yang terjadi pada Ella.


Karena penasaran, Brandon menarik lengan baju Ella, kebetulan wanita itu menggunakan atasan dengan lengan longgar.


Anak itu menarik lengan baju Ella dan betapa terkejutnya dia saat melihar luka lebam di pergelangan tangan Ella dan memar di sisi yang lain.


"Mom!!!" pekik Brandon tepat saat mereka berada di depan sekolah.


Di saat yang sama, Brian dan Ki Jeong sudah tiba dan dengan jelas melihat Ella dan Brandon disana.


Kedua pria itu terkejut mendengar suara teriakan Brandon, “ loh Brandon kenapa itu??!,” Brian terdengar khawatir, mereka berlari ke arah Ella dan brandon.

__ADS_1


Ella juga sama paniknya saat mendengar teriakan bocah itu, namun seketika Ella terkejut saat Brandon menyingkapkan lengan bajunya dan menunjukkan lengannya yang terluka.


“Brandon, ke... kenapa nak?” tanya Ella dengan wajah panik, cepat cepat dia menutup lengan bajunya agar lukanya tidak terlihat oleh Brandon.


“Tangan Mom kenapa biru biru seperti itu? Tangan Mom kok bisa begitu? Ada apa? Mom terluka? Apa yang terjadi?” tanya Brandon dengan nada Khawatir.


Siapa yang tidak khawatir melihat luka lebam biru keunguan yang terlihat menyakitkan itu, brandon memgang erat tangan wanita itu dengan wajah Khawatir, meski dia baru akan menginjak usia 7 tahun dia adalah anak yang sangat dewasa.


“Ehh i.. ini gak apa apa kok, jangan khawatir ya, bukan apa apa kok,” ucap Ella .


“ada apa nak? Kenapa kau berteriak?” Brian langsung mmenghampiri putranya, dia berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan putra kecilnya, dia takut tejadi apa apa pada anak itu.


“Apa yang terjadi nona?” tanya Brian dengan nada sedikit membentak, dia berpikiran kalau Ella melukai anaknya.


“Ma... maaf sa.. saya ..


“Daddy, tangan aunty Ella.. itu tangan aunty lebam, harus diobati, harus segera diobati, panggil paman dokter, cepat Dadyy... ayo cepat ...” brandon menarik narik tangan Daddynya sedang tangannyayang lainmasih menggenggam erat tangan Ella.


“Apa anda terluka nona?” tanya Brian seraya menatap gerak gerik Ella yang tampak sedikit kikuk saat ditanyai hal itu.


“Ahh sa.. saya baik baik sjaa tuan, bukan maalah besar,lengan saya hanya terkilir sudah diobati,” jelas Ella.


“Brandon tak perlu khawatir ya, aunty baik baik saja, kalau begitu samapi besok, aunty kerja dulu,” ucap Ella seraya menepuk pucuk kepala Brandon.


“tapi itu tangannya....


“Aunty pergi dahh.... permisi tuan tuan...” ucap Ella sambil membungkuk.


“Daddy... paman Hong... tangan...


Brandon masih menatap Ella,


“Biar Daddy yang tangani, kamu ikut paman Hong,” ucap Brian.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen


__ADS_2