
Ella menatap wanita itu dengan tatapan tajam, dia menarik tangan Ana dan memelintirnya dengan sangat keras bahkan tulang lengan wanita itu sampai berbunyi.
Kraakkk...
"Arrhhh sakit... lepaskan aku!!!" pekik Ana sambil merintih kesakitan, dia tak menyangka wanita yang sangat kurus itu memiliki tenaga yang sangat besar.
"Sakit? cihh... dasar lemah, apa kau pikir wajahku ini sebagai tempat untuk mendaratkan tangan sialmu itu,?" ketus Ella.
Erik, tuan dan Nyonya Jaya terbelalak melihat apa yang dilakukan Ella, baru kali ini Ella bertindak di luar batas seperti itu.
"Akhhhh lepaskan aku!!! sayang tolong aku, ini sangat sakit huaaaa.... dia menyakitiku... dia membenciku!!!" rengek Ana, dia meminta bantuan pada Erik.
Pria itu naik pitam, dia menarik tangan Ella dengan kasar dan melepaskan Ana dari genggaman wanita itu.
Erik memutar tangan Ella dua kali lebih kuat dari yang dia lakukan pada Ana. Pria itu melukai lengan Ella.
Krakk...
"Wanita murahan, berani beraninya kau melakukan itu pada kekasihku, pergi kau dari rumah ini sialan!!!" bentak Erik sambil mendorong Ella dengan kasar ke atas lantai.
Plaakkk.. Plaaakk...
Dua pukulan telak mendarat dari tangan nyonya Jaya di wajah Ella, bahkan wajah wanita itu sampai terluka parah.
Lengan kanan Ella mati rasa dan bibirnya luka karena pukulan Nyonya Jaya.
"Akhh... sakit.... aku juga kesakitan Erik, dia hanya mendapatkan apa yang dia pantas dapatkan, dan aku? apa sejak awal kau pernah memikirkan perasaanku Erik!!!"pekik Ella, dia kesakitan tetapi hatinya lebih sakit.
"Aku tidak pernah mencintaimu Ella, aku hanya terpikat oleh kecantikan mu yang tidak bertahan lama itu, pergi kau dari rumah ini wanita pembawa sial!!!" pekik Erik yang merangkul kekasih gelapnya dengan erat.
"Ella..." lirih Sasha, ingin dia bergerak membantu Ella namun Ella meliriknya seolah berkata jangan ikut campur.
Hancur hati Ella, ternyata selama ini dia terjebak dalam cinta sepihak, hanya dia yang benar benar tenggelam dalam kata kata cinta pria itu.
Ella meringis kesakitan, hatinya pedih, dia menangis, lengannya yang terluka akibat ulah Erik seolah tak ada rasanya lagi saat mendengar kata kata itu keluar dari mulut pria yang beberapa menit lalu menandatangani surat perceraian tanpa keraguan, bahkan membaca surat itu pun dia tidak sudi.
Air mata wanita itu mengalir, dia berdiri menatap mereka semua.
"Mau apa lagi? cepat pergi dari sini!~ pengawal usir wanita ini, kedepannya aku tidak ingin melihat wajah alien ini di sekitar rumah Jaya, dia bukan bagian keluarga Jaya, apa pun yang berkaitan dengan dia bukan urusan keluarga ini lagi!!!" titah Tuan Jaya.
__ADS_1
Para pengawal datang dan menarik Ella dari sana, Ella menatap tajam mereka, tanpa mengucapakan satu kata pun dia pergi keluar dari dalam rumah itu sambil menggenggam kertas dokumen perceraian yang sudah ditandatangani oleh Erik.
"Tunggu pembalasanku keluarga Jaya, dan kau Jung Ana, kau akan melihat siapa Arabella sebenarnya!!" batin Ella.
Wanita itu dibawa keluar, matanya terus menatap Ana dan Erik, dia tersungging dengan tatapan licik menatap kedua orang itu.
"Sa..sayang dia tersenyum, menyeramkan sekali, bagaimana bisa kau menikah dengan perempuan gila seperti dia!!!" Ana memeluk Erik seolah dia ketakutan.
Erik juga melihat tatapan Ella yang tak biasa, namun baginya wanita itu tak sekedar wanita gila yang merusak hidupnya dan mengganggu kesenangan nya.
"Tenang sayang, mulai sekarang ada aku, tak akan ada yang berani mengganggu mu lagi," ucap Erik.
"fuuuhhhh... akhirnya hama sialan itu pergi dari rumah ini tanpa kita suruh, beruntung dia yang mengucapkan kata cerai, nama baik kita akan tetap bersih!" ucap Tuan Jaya yang langsung duduk di singgasananya.
"Tak sia sia kita mengancamnya menggunakan nama kakek, nenek dan sahabat miskinnya itu, hahaha akhirnya dia pergi!!" tambah nyonya Jaya.
Sasha terbelalak, ternyata selama ini keluarga itu membiarkan Ella tetap disana dan memberikan siksaan bagi wanita itu hanya untuk membuat Ella keluar sendiri dari rumah itu.
"Jadi mereka menahan Ella hanya untuk menjaga nama baik keluarga mereka? hanya agar nama Jaya tidak tercoreng dengan skandal pernikahan yang merugikan mereka!?" Sasha terdiam.
"Kejam!!" ucap gadis itu di dalam hatinya.
"Kita berhasil mengeluarkan hama itu, nama keluarga Jaya akan tetap bersinar dan nama wanita itu akan dikenal sebagai seorang wanita pembuat sial, dan segera hapus nama keluarga Jaya dari namanya, dia tidak cocok dengan itu!" ucap nyonya Jaya.
"Aku akan membereskan hal itu ma, seluruh dunia akan tau kalau Ella adalah seorang wanita menjijikkan, dia akan di cap sebagai wanita busuk, dan nama kita akan tetap Jaya hahahhaha..." Erik tertawa puas, dia berpikir kalau rencananya berjalan dengan sempurna.
Sementara mereka tertawa terbahak-bahak di dalam ruangan besar itu, Ella kini sudah diusir keluar dari rumah itu.
Lengan dan wajahnya sangat sakit, bahkan sampai berdenyut, dia butuh pengobatan tetapi tak punya uang untuk ke rumah sakit.
Ella berdiri menatap ruang besar itu, hari sudah malam, dia menatap rumah itu sambil menangis dan menahan sakit nya.
"Akan kupastikan, kalian semua mendapat balasannya!!" ucap Ella dengan mata berkaca-kaca.
"arkkhh ini sakit... hiks hiks hiks... kemana aku harus pergi..." lirih wanita itu, Ella berjalan perlahan menyusuri jalanan di sekitar komplek perumahan elit itu, hari sudah malam dan tak ada kendaraan yang lewat.
Ella berjalan perlahan lahan, menahan rasa sakit di lengannya, tiba tiba sebuah mobil hitam berhenti di dekatnya membuat wanita itu terkejut dan ketakutan, dia khawatir itu adalah orang suruhan keluarga Jaya.
Seorang pria keluar dari mobilnya,"Ella ayo masuk!" suara bariton pria yang mengajaknya kerja sama terdengar.
__ADS_1
"Kau, ~~
"Ini aku, Brian... maksudku Park Solomon, ayo masuk, ini sudah malam!" ajak Brian.
Dia membuka pintu untuk Ella, cukup gelap disana, sehingga dia tidak melihat dengan jelas luka di wajah Ella dan bagaimana pucatnya wajah wanita itu saat ini.
Ella menurut dia masuk sambil menekan lengannya yang sangat sakit.
Brian juga turut masuk ke dalam mobil, mereka melaju menuju rumah pria itu. Tak ada pembicaraan selama perjalanan, keduanya sama sama diam.
Brian sesekali melirik Ella, namun wanita itu sama sekali tak bergerak.
"Apa dia tidur? mungkin kelelahan," gumam Brian.
Namun nyatanya Ella pingsan tak sadarkan diri akibat luka di lengannya serta luka lebam baru di wajahnya.
Wanita itu kehilangan kesadarannya dan Brian tidak tau hal itu.
Mereka tiba di rumah keluarga Dominic," Kita sudah tiba, turunlah!" ucap Brian sambil keluar dari dalam mobil.
Dia menunggu Ella, namun tak kunjung keluar, beberapa menit menunggu akhirnya Brian membukakan pintu Ella.
"Ella bangunlah kita sudah sam...
Brian terkejut saat merasakan tubuh Ella sangat panas, wanita itu demam tinggi.
Brian panik, cepat cepat dia memeriksa keadaan Ella.
" Ya Ampun dia pingsan!!!!" ucap Brian yang baru sadar.
Pria itu mengangkat tubuh Ella, berlari ke dalam rumah dengan wajah panik, dia membawa Ella ke ruang perawatan keluarga yang lebih besar dibandingkan ruangan Min Ki.
"Lee Min Ki cepat ke ruangan perawatan!!!" pekik pria itu.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 😉😊