
📍Rumah Dominic,
Brian dan Ella tiba terlebih dahulu di kediaman Dominic. Ella masih belum stabil, tampaknya kejadian tadi mempengaruhi kesehatan mental wanita itu.
"Ayo kita ke dalam, istirahat dahulu, Min Ki akan segera tiba," ajak Brian. Pria itu tanpa segan merangkul bahu Ella dan menuntunnya menuju kamar. Ella tampak melamun membayangkan suara suara dan potongan memori menyeramkan itu di kepalanya.
"Ada apa dengan nona?" para pelayan tampak khawatir, di rumah itu Ella cukup dekat dengan pelayan meski baru beberapa Minggu tinggal di rumah Dominic.
"Tolong kalian ambilkan makanan dan air hangat, bawakan ke kamar Ella," ucap Brian pada pelayan di rumahnya.
"Baik tuan!" jawab mereka.
"Tetapi apa kami boleh tau apa yang terjadi?" tanya salah satu pelayan.
"Ada sedikit kesalahan kecil saat di kantor, dan Ella sepertinya trauma, cepatlah ambil, dia sangat terguncang, jangan banyak tanya!" ucap Brian.
Meski Brian adalah bos yang tegas dan menyeramkan, namun dia tidak menganggap rendah pelayan atau pun bawahannya, dia akan tetap menjawab pertanyaan mereka dengan tenang meski pada akhirnya mereka akan dilarang bertanya tentang hal itu lagi.
Ella berbaring di atas tempat tidurnya, tatapannya kosong. Melihat kondisi Ella, membuat Brian merasa bersalah.
"Ella, apa yang kau pikirkan!?" tanya Brian.
"Suara suara itu Brian, aku tidak tau suara apa itu, mereka terngiang ngiang di kepalaku, sangat bisik, aku melihat hal hal mengerikan, aku melihat seseorang tertabrak melindungiku saat aku kecil aku tidak tau siapa itu... ada orang jahat.. aku... aku...
Ella lagi lagi bergetar ketakutan, dia menangis menjelaskan apa yang dia ingat.
"Ella, itu hanya potongan memori kecil, kau harus bisa menghadapinya, apa kau pernah mengalami kecelakaan? apa kau melupakan sesuatu? atau mungkin masa lalumu?" tanya Brian.
Ella menatap Brian," aku tidak tau Brian, aku tak bisa mengingat apa apa, semakin kucoba semakin sakit kepalaku," lirih Ella.
"Tenanglah, semua akan baik baik saja, dimana mulut cerewetmu tadi, kenapa sekarang kau malah menciut nona," Celetuk Brian.
"Aku...
"tuan ini makanan nya," ucap pelayan.
"Bawa kemari!"
Brian mengambil makanan dan minuman itu. Dia menatap Ella.
"Sekarang kau makan sebelum MinKi tiba, kau harus di rawat lagi Ella, buka mulutmu!" ucap Brian.
"Aku saja, aku bisa sendiri," ucap Ella.
"Menurut Ella, jangan membantahku, aku sedang baik hati menolongmu, jangan membantah!" tegas Brian sambil mengarahkan sesendok penuh makanan ke mulut Ella.
Wanita itu menurut, Brian menyuapi Ella dengan telaten.
__ADS_1
"Brandon bagaimana? siapa yang jemput Brian? " tanya Ella.
"Wanita ini masih mengkhawatirkan orang lain saat dia dalam kondisi seperti ini, benar benar cocok menjadi sosok seorang ibu, Haihh... apa yang kau pikir Brian!?" batin pria itu.
"Brandon dijemput Ki Jeong, lebih aman bersama Ki Jeong, sebentar lagi mereka akan tiba," jawab Brian yang dibalas anggukan kepala oleh Ella.
Brian menyuapi Ella sampai semua makanannya habis, tanpa mereka sadari Min Ki mengintip dari pintu kamar Ella.
"Ternyata si bos ada sisi baiknya juga ya, gak melulu jadi setan killer, tapi aneh baru kali ini si bos Deket sana perempuan, kalau dulu jarak satu meter aja udah disuruh pergi terbang jauh ke benua lain, aneh si bos," gumam Min Ki .
"Aku tau kau disana Lee Min Ki, cepat masuk!" ketus Brian yang sebenarnya sedari tadi sudah mengetahui keberadaan Min Ki.
"Tuh kan, kebiasaan jadi paranormal gak hilang, gimana caranya dia tau aku disini?" batin min Ki.
"Ekhmm.. maaf bos," ucap Min Ki.
"Apa yang terjadi padanya?" tanya pria itu .
"Syok, coba kau tangani, dimana rekanmu?" tanya Brian.
"Sedang ke toilet," jawabnya.
"Kau tangani dia, aku ke depan dulu," ucap Brian yang dianggukkan oleh Min Ki.
Ella diperiksa oleh Min Ki bersama dengan rekannya ahli psikologi yang selama beberapa waktu terakhir menjadi dokter pribadi Ella atas perintah Brian.
"Paman Hong, Mom dimana? kenapa gak datang sama mom tapi sama boneka Annabelle!?" Celetuk Brandon sambil menunjuk Karina.
"Pffth..." Ki Jeong terkikik mendengar sebutan itu dari bibir Brandon.
"Mom sudah di rumah bersama Daddy, dan ini bukan boneka setan sayang, dia teman Mom Ella," jelas Ki Jeong.
"Apa! Mom Ella? sejak kapan si Ella brojol danmojnya anak sebesar ini!?? kau tidak main main kan Pak Hong !!" Kali ini Karina terkejut bukan main.
"Ck... diamlah Boneka Anabelle, ini bukan urusan manusia aneh seperti dirimu," Celetuk Ki Jeong.
"Aku bukan boneka setan itu!!!" gerutu Karina.
"Paman Hong mobilnya jadi ribut, Paman sih bawa Tante Tante aneh," Celetuk Brandon.
"Bwahahahahha.... ya maaf Brandon Daddy yang suruh," Ki Jeong tertawa terbahak bahak mendengar ucapan Brandon.
Karina hanya mendengus kesal, sudah diejek si asisten tambah lagi ejekan anak kecil tengil yang membuat Karina semakin badmood.
"Tapi siapa anak ini?" tanya Karina.
"Nggak perlu tau Boneka Anabelle!!" ucap Ki Jeong dan Brandon bersamaan.
__ADS_1
"arrhkkk... lama lama stress aku, lagian mau ngapain sih bawa bawa saya Pak Hong!!! Ella mana? kita mau kemana? apa kalian mau menculikku hah!!!" Gerutu gadis itu, dia tak tau apa apa dan malah terjebak disana bersama kedua orang itu.
Saat di kantor tadi, dia ditarik paksa oleh Ki Jeong dari ruangannya tanpa menjelaskan apa yang terjadi, hanya mengatakan"Presdir memanggilmu, Ikut aku!" .
Mobil itu melaju menuju rumah Dominic dengan ocehan Karina yang tak ada habisnya, Brandon dan Ki Jeong sampai geleng geleng kepala mendengar semua ucapan gadis pembuat onar itu.
"Paman, kurasa Mom harus periksa telinga!" ucap Brandon.
"Kenapa begitu?" tanya Ki Jeong.
"Bagaimana Mom selama ini bertahan mendengar ocehan speaker rusak rusak ini, aku tidak yakin kalau Tante itu sahabat Mom," Celetuk Brandon.
"Hei anak tengil, aku bukan speaker rusak, kau ini sangat mengesalkan," ketus Karina.
"Kau ini sebenarnya anak siapa sih!?" ketus Karina.
"Aku yakin jika kau tau dia anak siapa, kau akan menarik semua ucapanmu itu Karina," ucap Ki Jeong.
Tak beberapa lama, mereka tiba di rumah Dominic, rumah yang didesain dengan gaya modern dan sangat nyaman sebagai tempat tinggal.
"Ini rumah siapa Pak Hong? jangan bilang kau mencukikku!!" teriak Karina yang lagi lagi heboh sendiri.
Ki Jeong memutar malas kedua bola matanya, sedangkan Brandon tertawa cekikikan melihat tingkah Karina.
"Diam, Ella menunggu di dalam, dia menangis saat di kantor tadi, kurasa kau bisa menenangkannya," ucap Ki Jeong
Mendengar hal itu sontak membuat Karina dan Brandon terbelalak.
Brandon kecil cepat cepat berlari masuk ke dalam rumah.
"Mommy!!!" pekik anak kecil itu .
"Ikut aku, dan jangan buat masalah, ini rumah Presdir, dan anak yang tadi itu adalah anak Tuan Dominic!" jelas Ki Jeong yang tentu tak ingin ada masalah di dalam rumah bosnya.
"A.. apa! ja.. jadi anak yang tadi!??.." Karina terkejut bukan main, dia benar benar syok mendengar hal itu.
"Ayo masuk, jangan berdiri disana, berperilaku sopan!" ucap Ki Jeong, jelas pria itu terlihat seperti seorang ayah yang tengah menasehati anak gadisnya yang super aktif.
"Ba..baik.."
"Mampuslah, aku berdebat dengan anak Pak Presdir, ya ampun bagaimana ini.... karirku hancur dalam sekejap!!" batin Karina.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 😉😊