Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien

Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien
Ingatan Ella


__ADS_3

Brian dan Ella terdiam sejenak saat mendengar suara seseorang minta tolong masuk ke dalam rumah itu.


Terdengar suara benda jatuh, sepertinya orang itu terjatuh di lantai.


"Siapa itu, cepat lihat!!" Ella terdengar panik.


"Ki Jeong apa itu kau!??" Brian berlari menuju ruang depan, dia hapal dengan suara sahabatnya.


Pria itu berlari sekencang-kencangnya, dan benar saja Ki Jeong tergeletak di atas lantai dengan wajah bersimbah darah dan luka di bagian lengannya, serta beberapa lebam menghiasi wajah tampannya.


"Ki Jeong apa yang terjadi padamu!!!??" teriak Brian, dia panik melihat temannya tak sadarkan diri dengan penampilan yang begitu berantakan.


" Pengawal segera panggil Min Ki ke ruang perawatan!!" teriak Brian.


" Maaf tuan, tetapi tuan Lee sudah berangkat pukul 4 pagi tadi ke rumah sakit, " jawab anak buah Brian.


"Arrkhhh sial, apa yang harus kulakukan!" kesal Brian.


"Segera bawa dia ke rumah sakit, dia pasti kehilangan banyak darah, aku akan menjaga Brandon!" ucap Ella yang sejak tadi memperhatikan mereka.


"Tapi Brandon harus ke sekolah!" ucap Brian.


"Apa kalian punya supir? aku bisa membawanya ke sekolah bersama supir, kau urus dulu temanmu itu, kasihan dia!" ucap Ella.


Brian berpikir keras, Ki Jeong benar benar dalam kondisi darurat saat ini, sedang Min Ki tak bisa diganggu karena jadwalnya di rumah sakit.


"Cepatlah, dia bisa kehilangan lebih banyak darah!" ucap Ella, dia juga khawatir, namun anehnya dia tak mau mendekat sama sekali karena melihat darah, dia menyembunyikan tangannya yang gemetaran di belakang tubuhnya.


"Baiklah, Kuserahkan Brandon padamu, ahh~ dan mulai hari ini kau menjadi pengasuh Brandon, maaf baru mengatakannya sekarang, Brandon menjadi tanggungjawab mu, aku akan mengurus Ki Jeong dulu!" ucapnya memberi penjelasan singkat pada Ella.


"Baiklah, cepat bawa dia, nanti kita bicarakan lagi," ucap Ella yang dibalas anggukan kepala oleh Brian.


Pria itu mengangkat tubuh Ki Jeong dan membawanya ke depan.


"Nanti kalian akan ditemani oleh supir, kalau ada apa apa segera hubungi aku, kau bisa minta nomor ponselku dari Brandon,"pesan Brian sebelum dia benar benar pergi keluar.


"Baiklah," jawab Ella.


Mereka pergi dan tinggal Ella serta beberapa pelayan dan pengawal tinggal dalam ruangan itu.


"haaahh....

__ADS_1


Ella ambruk ke lantai, dia memegang dadanya yang berdetak sangat kencang, wanita itu bergetar ketakutan saat melihat darah.


Sebuah potongan ingatan terbersit di kepalanya.


Gambaran seorang anak kecil perempuan yang kala itu berdiri di tengah jalan sambil menangis memegang boneka beruang cokelat. Dia baru saja diturunkan dari mobil dan dibiarkan di tengah jalan sendirian.


Sebuah mobil sedan hitam melaju kencang ke arahnya namun tubuhnya tiba tiba melayang dan terlempar ke bahu jalan, dia mendapatkan luka di bahunya.


Seorang wanita bersimbah darah di tengah jalan, wanita itu menyelamatkan gadis kecil itu dan mengorbankan dirinya untuk gadis itu.


Perlahan dia merangkak mendekati gadis kecil yang menangis histeris di pinggir jalan yang sepi dan bersalju itu.


Tubuh wanita itu remuk, namun dia berusaha sekuat tenaga mengejar anak kecil itu.


"Pakai ini sayang, kau akan aman," ucapnya sambil memberikan kalung bermata tetasan air dengan motif kilat di tengahnya, memakaikannya di leher anak itu sebelum akhirnya dia kehilangan kesadarannya.


Saat ini Ella diam membeku di tengah ruangan saat potongan ingatan itu semakin jelas, kepalanya sakit dan jantungnya berdegup tak karuan.


"nona anda baik baik saja!?" tanya salah satu pelayan wanita yang terkejut melihat Ella ambruk di atas lantai.


Ella mengangguk, namun wajahnya sedikit pucat, dia seharusnya masih istirahat, tetapi malah memaksakan dirinya untuk beraktivitas.


"Bisa bantu aku, kumohon," ucap Ella dengan nada lirih, dia terlalu lemah saat ini.


Ella dibawa ke sofa, dan diberikan minuman hangat agar wanita itu tenang, tampak wajah Ella benar benar sendu saat ini.


" nona minum dulu, ini bisa membantumu tenang," ucap salah satu pelayan.


"Ahh terimakasih, dan maaf karena merepotkan dirimu nona, maaf semuanya," ucap Ella sambil membungkuk ke arah mereka semua yang dibalas dengan cara yang sama juga.


Ella terdiam sejenak," Ingatan apa itu? kenapa aku melihatnya hari ini? apa itu sebenarnya? dan wanita itu siapa? kalung?... ohh iya kalungku, kalungku dimana!?" Ella meraba raba lehernya namun tak menemukan kalung biru itu.


"Apa kalian melihat kalungku? aku terus memakainya dan tak pernah melepas benda itu, tetapi kini hilang," tanya Ella pada mereka.


Para pelayan dan pengawal saling tatap, mereka juga tidak tau dimana benar yang disebutkan oleh Ella, sebab ada batas yang tidak boleh mereka lewati saat Bekerja di rumah itu termasuk ruangan perawatan.


"Kalian tidak tau ya, ya sudahlah nanti ku tanyakan pada mereka," ucap Ella yang dibalas anggukan kepala oleh mereka.


"Mom!?"suara si kecil Brandon yang sudah rapi dan tampan terdengar memanggil Ella.


Para pelayan sampai terkejut karena panggilan Brandon pada Ella.

__ADS_1


"Kamu sudah siap sayang? wah tampan sekali!" ucap Ella dengan senyuman hangat di wajahnya, meski penampilannya saat ini tidak menarik, tetapi senyuman wanita itu mampu menarik perhatian orang lain.


"Siapa sebenarnya wanita ini, jika dilihat dari penampilannya tak mungkin dia kekasih tuan Brian, tetapi kenapa Tuan muda memanggil nya dengan sebutan itu!!!" para pelayan mulai bergunjing.


Kehadiran Ella memang cukup mengejutkan apalagi melihat penampilan nya yang sama sekali tidak menarik bahkan masuk predikat jelek.


Siapa pun pasti tidak menyukai penampilan wanita itu, bahkan terkesan jijik padanya.


Namun para pelayan melihat reaksi Brian dan Brandon, mereka terkejut kedua Dominic beda generasi itu justru dengan mudah menurut pada Ella.


" Sudah mom, tadi Brandon sudah sarapan sandwich dan sudah bawa bekal, dimasakin sama bibi pelayan, biasanya sih Bibi Lee tapi Bibi Lee lagi pulang kampung, " jelas anak itu.


"hmmm baiklah, ayo kita ke sekolah!" ucap Ella.


"Baik, tapi Daddy dimana?" tanya Brandon.


"ahh Daddy tadi pergi bersama paman Hong, ada urusan, Mom yang antar kamu ke sekolah, kita pergi bersama supir," ucap Ella.


"Ahh baiklah Mom!" ucap anak itu dengan senyum sumringah.


"Nona, ini tadi tuan Brian menitip kartu dan ponsel untuk nona, katanya gunakan sesuai kebutuhan dan juga untuk membeli makanan, nomor tuan sudah tertera disana," ucap pelayan yang memberikan ponsel dan sebuah kartu Perak pada wanita itu.


"Untuk apa? kenapa dia memberikan ini pada ku?" Ella terheran.


"ini milik bibi Lee, pengasuh tuan Brandon terdahulu, karena nona menjadi pengasuh tuan Brandon, maka Anda yang memegang ini sekarang nona," jelas pelayan yang merupakan asiten bibi Lee.


"ohh jadi begitu, baiklah, terimakasih atas bantuannya nona," ucap Ella sambil menerima kedua benda itu.


Ella dan Brandon akhirnya berangkat ke sekolah, Ella rencananya akan menemui kepala administrasi untuk meminta sedikit cuti sampai tangannya benar benar pulih.


Setelah kepergian mereka para pelayan dan pengawal bergunjing,


" Asisten Lee, apa benar itu milik Bibi Lee? aku tak pernah dengar soal ini!?" tanya salah satu pelayan.


" hmmm itu sih tuan yang bilang, kebenarannya~~~ hmmm percaya saja,jangan sekali kali meragukan keputusan tuan!" ucap mereka.


"Hei ada berita besar, apa kalian sudah menontonnya!!!"" ucap salah satu pengawal yang berlari menghampiri mereka sambil membawa ponselnya.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 😉😊


__ADS_2