
Ella tampak berlari mendekati lemari pakaian mereka, mengeluarkan beberapa pakaian dan sebuah tas.
"La kamu mau kemana? maaf aku gak bermaksud jangan gini sayang, i'm so sorry!!"Brian duduk di samping Ella sambil memohon maaf pada istrinya, dia terkejut saat melihat Ella mengepak barang barangnya.
"Kamu jahat, egois!!" ucap Ella sambil menangis, dia enggan menatap suaminya.
Brian benar benar pusing, dia menyentuh bahu Ella, namun langsung ditepis oleh wanita itu.
"Sayang bukan begitu maksudku, aku... aku hanya tidak ingin kamu dibawa pergi oleh keluarga mu!!!!" Brian sedikit membentak, akhirnya dia mengungkapkan alasan kenapa dia sangat ingin memiliki anak.
Mendengar itu, Ella terdiam sambil menggenggam sesuatu di tangannya. Dia menatap suaminya yang terlihat menunduk sedih.
"Apa maksudnya?" tanya Ella pelan.
Brian menunduk," maaf, aku tidak jujur, sebenarnya aku sudah tau siapa keluargamu sayang, aku.. aku sudah menemukan mereka, tetapi ada dua pihak dari mereka, aku tak ingin kau dibawa oleh mereka, dengan mengandung itu berarti kau tidak akan dibawa pergi dan dijodohkan dengan pria lain, maaf.. maafkan aku tidak mengungkapkan ini sejak awal, aku... aku...
Ella langsung memeluk suaminya dengan erat, matanya menganak sungai. " Kau melakukan hal sepenting itu, kau melindungi ku kenapa harus minta maaf hiks hiks hiks... pasti kau menderita menahannya sendirian selama ini, maaf kalau aku marah tadi huaaa... maafkan aku!!!" Ella malah menangis tersedu-sedu sambil memeluk suaminya.
"Sayang, aku takut kau marah padaku, aku takut kau pergi, aku takut semuanya terulang kembali, maafkan aku, aku tak akan menanyakan hal itu lagi, maaf membuatmu menangis," ucap Brian.
"Jadi, apa liburan ini juga rencanamu?" tanya Ella.
Brian mengangguk lemah, dia mengakui semuanya di depan Ella.
Ella membingkai wajah suaminya sambil menangis," terimakasih," ucap Ella.
Brian merasa bingung dengan sikap istrinya yang berubah ubah dalam hitungan detik.
"Maaf kalau aku tidak meminta persetujuan kalian, aku tak bisa membiarkan mu dibawa oleh mereka, di Seoul masih belum aman, Papa dan kakak kakakmu juga sedang mencarimu, hanya satu dari mereka yang kupercaya oleh karena itu aku menyembunyikan dirimu dari mereka, belum lagi ada pihak keluarga yang memintaku menyembunyikan dirimu maaf tidak bilang," ucap Brian.
Ella tersenyum," tak apa, kau telah melakukan banyak hal, terima kasih sudah melindungi kami sayang," ucap Ella sambil memberikan secarik kertas dan sebuah stik ke tangan Brian.
"mmm? apa ini?" tanya Brian.
__ADS_1
"Kita berhasil, Baby is coming soon!!!" seru Ella dengan senyum sumringah sambil menunjuk perutnya.
Mata Brian terbelalak, dia membuat kertas yang ternyata berisi foto hasil USG dan sebuah Plano test bergaris dua. Mata pria itu langsung berkaca-kaca menatap istrinya, rahangnya terjatuh dan tak bisa berkata kata lagi.
"A... apa ini benar!!!??" Brian terbelalak.
Ella tersenyum sambil mengangguk," you are father of two!" seru Ella.
Brian menangis, rasanya dia tak bisa lagi membendung kebahagiaan yang meluap luap ini, apa yang dia inginkan akhirnya tercapai, istrinya hamil dan dia akan memiliki seorang anak dari Ella.
Brian diam membeku, menatap Perut Ella, wajah istrinya dan benda yang ada di tangannya secara bergantian.
"Sayang!??" panggil Ella sambil menyentuh lengan pria itu.
Brian tersadar, dia menarik Ella ke dalam pelukannya dengan sangat lembut," Ahahahha... hiks hiks hiks... terimakasih sayang, arrhh terimakasih banyak, aku... jadi Daddy lagi huaaa... akhirnya Ellaku hamil yeaayyy!!" pria itu dengan teriakan bahagia.
"Hahahahaha kau sesenang itu!?" tanya Ella.
"Tentu Saja!!!" ucap Brian yang langsung melonjak kegirangan karena kabar bahagia ini, dia melompat kesana kemari, seperti seorang anak yang mendapatkan kejutan luar biasa.
"Aku sangat senang Ella, akhirnya aku bisa menyombong di depan mereka yeaaayyyy!!!" seru Brian.
Dia berlari keluar kamar sambil membawa kedua benda itu di tangannya dan lupa kalau dia masih pakai bathrobe.
"Yeaaayyyy... yuhuuu... semuanya aku ada kabar bahagiaaaa!!!" teriak Brian yang membuat heboh seluruh rumah.
Mata Ki Jeong terbelalak saat melihat pria itu keluar dari kamar hanya dengan bathrobe, disana banyak perempuan," yaaakkk bodoh, mau ngapain kau, kenapa tidak pakai baju dodol!!!" Ki Jeong langsung berdiri di depan Brian untuk menutupi penampakan ABS pria itu agar tak terlihat orang lain.
" Aku punya kabar bahagia Ki Jeong, Ella hamil, Brandon punya adik yeaayyy!!!;" seru pria itu dengan senyum sumringah.
"Apaaaa!!!" mereka semua terkejut bahagia dengan kabar ini.
"Brandon punya adik? mana adiknya? mana Daddy Brandon mau ketemu adik!!!" seru bocah itu sambil berlari ke dalam kamar orang tuanya dengan wajah gembira.
__ADS_1
"Waahh hebat pak bos, goyang tiap hari yaa hahahahahha... yeyayayya ponakan saya ada lagi," celetuk Karina.
Min Ki, Kakek, nenek dan para pelayan tertawa terbahak bahak mendengar ucapan gadis itu, bisa bisanya dia mengucapkan kata kata ambigu itu di depan para pria.
"Hahahhahahah.... astaga si Karina ini bibirnya lemes ya, ngomong gak liat Kanan kiri hahahhahaha...." Mereka tertawa terbahak-bahak.
Ki Jeong geleng-geleng kepala melihat tingkah gadis yang sudah resmi menjadi kekasihnya beberapa Minggu lalu setelah tragedi Alkohol kembali terulang di pinggir pantai.
"Urus kekasihmu dengan baik Ki Jeong, jika tidak dia bisa di ambil orang atau diculik orang, mulutnya terlalu ceplas ceplos, " celetuk Brian.
"Haihhh biarkan saja selama dia senang hahahah... by the way selamat atas baby nya, aku turut senang pak Bos!!!" Ki Jeong memeluk Brian.
"Aku sudah tau lebih dulu hahahah, kupikir Ella akan memberitahumu begitu kami selesai dari Obgyn tiga hari lalu, ternyata di baru mengabarimu ya hahhahah " Min Ki tidak lagi terkejut sebab dia yang menemani Ella ke rumah sakit Beberapa hari lalu.
"Dasar kau ini, tapi kenapa sikapnya sangat aneh, saat Brandon dulu dalam kandungan, ibunya tidak separah itu?" tanya Brian.
"Bagian mananya yang parah?" tanya Min Ki.
"Semuanya, termasuk urusan ... Ekhmm... kau Taulah," ucap Brian.
"Pffthh hahahhahahah.... itu sih akal akalan si bumil hahah dia hanya mengerjaimu, tapi untuk sikapnya yang lain seperti malas malasan, susah makan dan yang lainnya, kau pasti sudah tau, itu bawaan si bayi, tapi kalau untuk yang itu aku tidak yakin hahahahhaha....." Min Ki tertawa terbahak bahak.
Brian menekuk wajahnya, sepertinya dia sudah habis diakal akali oleh wanita itu, bahkan dia sampai melupakan pekerjaan nya untuk memenuhi keinginan si bumil.
"Mungkin Dia ingin dekat denganmu nak, apalagi di masa kehamilan dengan pengalamannya pernah keguguran, pasti menyakitkan membayangkan kalau dia kehilangan lagi, ikuti saja, dan jangan buat dia sedih, " ucap Nenek Jeon.
"Baik Nek, Brian akan jaga istri Brian dan anak anak Brian, terimakasih atas nasihat nya," ucap Brian sambil membungkuk hormat.
"Aku pasti akan melindungi mereka," ucap Brian .
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😉😊