
Setelah dijadikan pembantu oleh suaminya untuk menjadi pelayan kekasih gelapnya, Ella akhirnya bisa pergi keluar untuk bekerja, beruntung dia diminta datang bekerja pada pukul 12 siang dan masih tersisa dua jam untuk dia bergegas ke lokasi tempat dia bekerja.
Ella bersiap, dia berpakaian lebih rapi kali ini karena pakaiannya yang tadi kotor akibat ulah Ana yang dengan sengaja menyiramnya dengan jus mangga yang dia minta dibuatkan oleh Ella.
Ella berjalan keluar dari rumah itu, panas hatinya saat ini karena perlakuan kedua manusia bejat itu.
Tak ada lagi teman baiknya untuk berbagi cerita menyedihkan itu, yang ada hanya lara dan pilu yang harus dia hadapi sendirian mulai saat ini.
Ella berjalan kaki menuju sekolah dasar dimana dia akan bekerja sebagai OG. Tak terlalu jauh dan tak terlalu dekat namun sudah menguras seluruh tenaga wanita itu.
Dia berjalan dan melewati rumah Karina, sahabatnya yang dia putuskan hubungan.
Wajah Ella murung, dia menatap rumah mewah itu, dia sedih, air matanya kembali mengalir, jujur saja sangat berat melepaskan persahabatan selama bertahun tahun, tetapi jika tidak dia lakukan seperti itu maka sahabatnya yang berharga itu akan terluka.
"Maafkan aku Karina, maaf karena memutuskan hubungan kita secara sepihak, aku... aku hanya tak bisa melihatmu terluka karena mereka," ucap Ella yang tanpa sadar meletakkan sekuntum bunga mawar yang dia petik dari rumah beberapa saat lalu.
Wanita itu meletakkan nya di pintu gerbang rumah mewah itu.
Ella kembali menelusuri jalannya, jalanan di kota Seoul yang ramai cukup aman di siang hari, seluruh daerah dilengkapi dengan CCTV yang dipantau langsung dari kantor kepolisian.
"fiuhhh...." Ella menghelas nafas, setelah perjalanan satu jam, dia akhirnya tiba di sekolahan itu.
Dia menatap sekolah internasional itu, beruntung dia bisa diterima bekerja paruh waktu disana dengan gaji yang lumayan.
Ella melangkahkan kakinya memasuki area sekolah, dia berjalan menuju kantor administrasi tempat dia melamar pekerjaan.
Langkah kaki wanita itu terdengar jelas, dia masuk dan menemui kepala administrasi kepegawaian.
"Selamat siang pak, saya datang," sapa Ella dengan ramah.
Kepala administrasi seorang wanita gendut dengan rambut disanggul dan kacamata petak bertengger di wajahnya menatap wanita itu, seketika wajahnya tersenyum.
"Ahh kamu sudah tiba, tapi ini masih jam sebelas lewat lima belas, cepat sekali," ucap wanita yang biasa di sapa Ibu Han itu.
"Lebih cepat lebih baik Bu," jawab Ella dengan ramah.
__ADS_1
Ibu Han tersenyum, seluruh pegawai di kantor itu sudah hapal dengan kepala administrasi yang super menyebalkan dan sangat ketat itu.
mereka terheran bahkan sampai menaikturunkan kacamata mereka menatap perubahan ekspresi ibu Han saat berbicara dengan wanita yang merupakan karyawan baru di kantor itu.
" Hei hei lihat si Ibu mertua itu, dia tertawa tidak seperti biasanya!!" bisik salah satu guru di ruangan itu.
Nama panggilan Ibu Han adalah 'Ibu mertua', usut punya usut, ternyata panggilan tersebut didapatkan oleh Ibu Han secara tidak langsung karena sifat Ibu Han yang cerewet dan pemarah bahkan terkesan suka memojokkan dan pilih pilih seperti sifat ibu mertua pada menantunya.
Oleh karena itu Ibu Han kerap dipanggil dengan sebutan 'Ibu Mertua '.
"Wahh keajaiban dunia nih, setan apa yang merasuki 'ibu mertua' sampai dia tersenyum pada karyawan baru itu, hiii aku jadi merinding!!" Celetuk yang lain.
Mereka bisik bisik melihat ekspresi Ibu Han yang tampak ramah dan seperti sudah kenal dekat dengan Ella.
"Kerjakan saja pekerjaan kalian, kita beda divisi dasar tukang gosip!!!" ketus Ibu Han sambil menatap para guru dan staf yang berbisik bisik disana.
Mere semua terdiam dan langsung kembali ke pekerjaan mere masing masing sebelum 'si ibu mertua' benar benar mengamuk pada mereka.
"Heheh maaf ya Ella, karyawan disini memang sedikit aneh, tapi saya harap kamu nyaman bekerja disini, " ucap Ibu Han dengan senyuman lembut, sebuah hal yang tidak pernah dia lakukan pada orang lain.
Ella membalas senyuman ibu Han, dia bersyukur mendapatkan seorang atasan yang ramah menurut meski bagi staf lain dia adalah sang kepala administrasi killer.
Melihat semangat wanita itu, Ibu Han tersenyum," Baiklah ini seragam dan name tag kamu, kamu bisa ganti ruang ganti staff di samping ruangan saya, untuk pekerjaan sesuai dengan yang saya jelaskan sebelumnya, mengerti kan Ella?" tanya Ibu Han sambil menyerahkan seragam OG milik Ella.
"Baik Bu saya mengerti, terimakasih atas bantuannya," ucap Ella sambil membungkuk dan tersenyum pada Ibu Han.
Ella beranjak dari sana, Ibu Han menatap Ella dengan senyuman lembut.
"Dia hanya perlu sedikit dipoles dan di rawat maka dia akan menjadi perempuan paling cantik, hmmm mata orang itu tak pernah salah, tapi tumben dia... ahh terserah lah yang penting aku sudah melakukan tugasku, saatnya mencari korban heheheh..." senyum smirk ibu Han muncul, dia keluar dari sarangnya sambil membawa penggaris kayu.
"Mampus, Bu Han beraksi woiiii!!!"
Sementara Ella bekerja, di perusahaan DRG terjadi kekacauan, siapa lagi dalangnya kalau bukan si wanita bar bar Karina.
ð Atap gedung DRG
__ADS_1
Beberapa orang karyawan berkumpul di atas menyaksikan Karina yang mabuk mabukan di dekat lalang pembatas rooftop gedung bertingkat 20 itu, sungguh niat wanita itu duduk dengan wajah merah karena mabuk disana.
"Yaaakk Karina kemari jangan disana apa yang kau lakukan? semua masalah bisa di atasi kenapa kau memilih jalan seperti ini!!!" teriak salah seorang rekannya.
"Bu Cha, jangan seperti ini, kita masih punya banyak proyek Bu, banyak spot untuk cuci mata cari cowok cowok tampan kenapa ibu nyerah sih!!!" teriak anggotanya.
"Bu Cha kemari yok Bu nanti saya beliin permen Bu jangan nangis gak guna loh Bu!!!" teriak yang lainnya.
Mereka mengeluarkan segala jurus bujuk rayu untuk meminta wanita itu berjalan mendekati mereka. Alasan mereka tak langsung mendekati Karina karena wanita itu sedang mabuk dan takutnya melakukan hal di luar nalar.
"Huaaaaahhhhh pergi kalian semua hiks hiks hiks... temanku, teman terbaikku pergi huaaa dia pergi aarrhrhhhhh...." Karina menangis histeris, meneriaki mereka semua sambil menunjuk mereka dengan wajah merah karena pengaruh alkohol itu, bisa bisanya dia membawa alkohol ke kantor.
" Arabel sahabatku sayang kenapa kau begitu, kau memutuskan hubungan kita sepihak huaaa... aku... tidak... relaaaaa... aku menyayangimu!!!" Racau wanita itu.
Sejak Ella memutuskan pertemanan mereka, hidup Karina menjadi kacau, belum lagi mendengar berita dari Sasha kalau Ella menghindari Sasha bahkan ketika mereka di tempat tersembunyi.
"Huaaa... sahabatku... sayangku... huhuhu... mengapa kau pergi, aku menyayangimu tak bisa tanpamu... huuuu... lalala....
Karina meracau sambil menangis dan bersenandung dengan sedih.
" Astaga apa Bu Cha terlibat friend Zone dengan pria idamannya? kenapa dia selalu membuat kacau seperti ini!!!!" Para karyawan mulai bergunjing mengenai sikap Karina yang terkesan sesuka hati, padahal mereka tidak tau apa yang menjadi alasan gadis itu menjadi orang yang semrawut seperti saat ini..
" Nananann Ellaaa... kenapa kau tinggalkan aku... hiks hiks hiks...Ellla... Ella... huaaa.....
Karina menenggak Soju, salah satu minuman beralkohol yang cukup banyak diminati Masta di negeri ginseng itu.
Tiba tiba...
" Yaaakkk pembuat ONAAAR!!!!!!!
.......
.......
.......
__ADS_1
...Like, vote dan komen ðð...
...Jangan lupa like, vote dan komentar ya, karena komentar kalian penyemangat Author!!ðĪŠ...