
Keesokan harinya,
Demam Brandon sudah turun dan anak kecil itu sudah kembali sehat setelah mendapatkan perawatan terbaik dari dokter Lee Min Ki si pria dengan lesung pipit yang menarik hati.
Brian benar benar lega karena putranya sembuh dan kembali sehat. Brandon demam karena masuk angin dan beruntung obat yang di berikan Min Ki manjur.
"Boy, gak usah sekolah ya, kamu istirahat untuk hari ini," pinta Brian.
Pria itu duduk di atas kasur sambil menatap putranya dan memohon agar Brandon beristirahat sedikit lebih lama, dia takut putranya kembali sakit.
"Tapi Brandon tidak demam lagi Daddy, " ucap anak kecil itu sambil menatap Daddynya dengan puppy eyes yang sangat menggemaskan.
"iya, tapi Daddy tetap khawatir nak, demam kamu bisa kembali, Daddy gak mau anak Daddy makin sakit, kamu jangan sekolah ya untuk hari ini, istirahat saja di rumah dan belajar di rumah, Daddy akan bilang pada wali kelas kamu," ucap Brian.
"Daddy mohon ya," pinta Brian.
"Boleh tapi ada syaratnya,"ucap Brandon.
"Hmm? Syarat? Apa syaratnya nak?" Tanya Brian sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Brian ikut ke kantor!" Ucap anak itu dengan senyum menggemaskan dan mata berbinar binar.
"Loh, sama aja nak, kamu kan butuh istirahat, kalau ikut ke kantor kamu akan kecapekan, Daddy gak mau kamu sakit lagi, " ucap Brian.
"Kalau gitu Brian sekolah!"tegas anak itu sambil beranjak dari ranjangnya dan masuk ke dalam kamar mandi.
"Haihh... Anak ini benar benar keras kepala," Celetuk Brian.
"Lah, nurun dari Bos kan? " Sahut Ki Jeong yang juga ada di ruangan itu.
"Karena kamu keras kepala, ya anakmu juga ikut keras kepala hahahahah..." Min Ki menertawakan Brian dari luar pintu kamar dengan wajah hitam yang sebenarnya dilapisi dengan 'peel of mask',( pria ini sangat menjaga penampilannya!)
"Ck.... Apa apaan wajahmu itu, kau seperti perempuan saja!" Ketus Brian.
"Hahaha....ini perawatan terbaik untuk wajah tetap glowing dan muda," seloroh dokter muda itu.
" Sebaiknya bawa dia ke kantor Brian, setidaknya kau bisa mengatasinya disana, dan dia bisa istirahat di kamar pribadimu," usul Ki Jeong.
"Ahh si homo soloensis ini benar Brian, bawa saja Brandon, biasanya anak anak yang baru saja sakit selalu ingin dekat dengan orangtuanya, itu baik untuk mengurangi rasa kesepian Brandon," imbuh Min Ki.
__ADS_1
"Tumben otak kalian normal," ucap pria itu sambil berdiri dan masuk ke dalam toilet yang ada di kamar putra nya.
Min Ki dan Ki Jeong saling menatap, mereka tertawa kecil mendengar ucapan Brian.
" Ngomong ngomong bagaimana dengan wanita yang dibawa oleh Brian yang kau ceritakan semalam? Apa dia cantik? Atau mungkin dia memenuhi syarat sebagai kandidat Mommy untuk Brandon?" Tanya Ki Jeong yang penasaran dengan Ella yang diselamatkan oleh Brian semalam.
"HEI BISA KALIAN BAHAS ITU DI LUAR!!!" suara Brian terdengar tegas dan tak suka dengan topik bahasan Ki Jeong.
Bughh...
"Ck... Kenapa kau tanyakan itu disini PAOK!!!" Ketus Min ki tepat setelah dia memukul perut Ki Jeong dan berlari dari kamar itu sebelum Ki Jeong mengejar dirinya.
"Argghh sial, dasar anjing retriever!!!" Ketus Ki Jeong sambil berlari keluar dari sana mengejar Min Ki yang memiliki rambut panjang yang mirip dengan telinga panjang seekor anjing retriever.
Sementara itu, Brian masih di dalam kamar mandi menatap putranya yang sedang membersihkan diri.
"Nak, kamu ikut kantor deh, jangan sekolah biar Daddy bisa mengawasi kamu," Pinta Brian.
"Benarkah!!?" Brandon langsung menoleh pada Daddynya dengan mata berbinar binar, sebab dia sangat jarang ikut ke kantor Daddynya akhir akhir ini , alasannya karena Brandon harus belajar di rumah.
Brian mengangguk," ya, kamu boleh Ikut, tapi janji harus taat dengan ucapan Daddy ya,?" Ucap Brian sambil menatap putranya.
Brian menepuk pucuk kepala putranya," anak Daddy yang berharga, kasihan kamu jadi kesepian karena wanita sialan itu, tenang nak Daddy akan selalu menjadikan dirimu prioritas dalam hidup Daddy," batin Brian yang menatap putranya sambil tersenyum.
"Daddy? What are you thinking right now?" Tanya bocah kecil itu karena melihat Daddynya melamun.
"Eh... Ummm.. Daddy hanya bersyukur karena punya kamu di hidup Daddy, only two of us, sudah membuat Daddy bahagia nak," ucap Brian dengan senyuman secerah mentari di depan Brandon.
"Brandon juga demikian Daddy, Brandon sayang Daddy," ucapnya.
"And i Will take my revenge for that women Daddy!" Ucap anak itu yang tatapan matanya tiba tiba berubah menjadi tajam dan dingin.
Brian sendiri sangat terkejut saat mengetahui karakter putranya adalah fotokopi dirinya, bagaimana bisa anak sekecil itu mengucapkan kata kata itu.
Dia tau Daddynya disakiti oleh wanita yang melahirkan dirinya, rasa benci itu tidak ditanamkan oleh siapa pun tetapi muncul secara alami di dalam hati Brandon.
Mendengar kisah perjuangan Daddynya dari Ki Jeong, Bibi Lee dan Dokter Min Ki membuat anak itu dewasa meski usianya baru akan menginjak tujuh tahun.
"Jangan bicara seperti itu nak, pembalasan itu hanya Tuhan yang boleh melakukan, kalau Brandon mau balas, Brandon harus balas dengan prestasi dan menjadi orang yang lebih baik dari dia!" Ucap Brian, dia tak ingin putranya jadi orang tanpa hati seperti ibu kandungnya, Brian mengajari anaknya dengan sangat baik.
__ADS_1
"Kamu harus balas dan melibas orang yang kamu benci dengan menjadi lebih baik dan lebih hebat dari mereka, seperti yang Daddy lakukan, bangkit dan lupakan mereka, jangan jadi orang orang tak berperikemanusiaan seperti mereka, karena apa yang kita tabur itu juga yang akan kita tuai,paham nak?" Tanya Brian.
Brandon mengangguk," baik Daddy," ucapnya dengan semangat.
"Pinter anak Daddy!" Brian tersenyum sambil mengacak acak rambut putranya.
Sementara itu di rumah sakit terjadi keributan karena ulah si gadis bar bar Karina.
"Pokoknya kamu gak boleh pulang ke rumah itu Arabella!!!" Pekik gadis itu sambil menahan barang barang Ella.
Ella menatap sahabatnya, matanya berkaca, lagi lagi ancaman nyonya Kaya terngiang di kepalanya.
"JIKA KAU BERANI MELARIKAN DIRI, MAKA MEREKA BERTIGA AKAN MATI!!!!" Kata kata Nyonya Jaya yang mengarah pada Kakek, Nenek dan sahabat Ella.
"Maaf Karina, aku harus pulang, aku harus bertemu suamiku," ucap wanita itu sambil menunduk.
"Ck.. sial!!!" Pekik Karina lagi.
Gadis ini kelihatannya saja wajahnya kalem, aslinya dia seorang gadis yang bar bar.
"Suami? Suami apa hah? Kau sebut pria macam si bangsat itu suamimu!!!" Karina mengumpat.
Sejujurnya pihak rumah sakit sudah kenal betul dengan gadis itu, alasannya karena beberapa kali Karina marah marah tak jelas di rumah sakit kalau terjadi sesuatu yang salah dan tak sesuai keinginannya.
Terkadang gadis ini terluka dan datang ke rumah sakit, tetapi berakhir marah marah, tempramennya benar benar buruk!
"Astaga apa yang harus kita lakukan, wanita itu selalu saja membuat kacau," bisik para perawat.
"Apa kalian bisik bisik disitu hah!!" Lagi lagi para perawat kena semprotan maut Karina.
Para perawat dan dokter terdiam, Karina sudah jadi langganan tetap di rumah sakit itu, dan selalu berbuat seperti itu, benar benar bar bar.
.......
.......
.......
...Like, vote dan komen 😊😉...
__ADS_1