
Brian cepat cepat membawa Ella ke dalam ruangan perawatan darurat yang dia siapkan di rumahnya.
Dia membaringkan tubuh wanita itu disana dengan jelas dia bisa melihat wajah Ella yang pucat dengan luka di bibirnya dan lebam baru di wajahnya.
"apa yang terjadi padanya, apa dia dipukuli lagi!!" Brian tampak khawatir.
Lee Min Ki bergegas ke ruangan perawatan, dia berlari pontang panting saat mendengar suara Brian.
"Ada apa Brian!?" tanya Min Ki dengan wajah panik, Ki Jeong sendiri belum pulang sebab dia memiliki sebuah pertemuan penting perusahaan.
"Cepat periksa dia, jangan banyak bertanya!" ucap Brian.
Min Ki paham harus melakukan apa, cepat cepat dia memeriksa kondisi Ella. Memeriksa detak jantungnya dan tekanan darahnya.
"Dia demam, luka di wajahnya ini sepertinya terkena tamparan, bibirnya sobek, itu pasti menyakitkan!" ucap Min Ki.
Mata pria itu tertuju pada lengan Kanan Ella, lengan itu berwarna merah keunguan dan terlihat seperti gumpalan darah di lapisan kulitnya.
"Brian apa dia terjatuh tadi? apa yang terjadi pada lengannya!!?" tanya Min Ki yang menunjukkan memar di lengan Ella yang terluka.
Brian terkejut melihat memar keunguan itu, dia tidak tau apa yang terjadi.
"Aku tidak tau,dia tidak mengatakan apa apa tadi, sepertinya dia sudah pingsan sejak di dalam mobil, kupikir dia tertidur memangnya ada apa?" tanya Brian.
"aku harus melakukan scan pada lengannya, bantu aku menggeser nya ke alat scan!!" ucap Min Ki menunjuk mesin Scan di sisi ruangan itu.
Ruangan perawatan di rumah Dominic cukup lengkap sehingga jika terjadi sesuatu mereka bisa langsung memeriksa dan mendapatkan hasil.
Sebut saja jika sultan Dominic memindahkan sebagian besar fasilitas rumah sakit ke rumah mereka.
Min Ki memeriksa kondisi lengan Ella, dan apa yang dia dapatkan dari hasil scan berhasil membuat pria itu syok karena kondisi Ella.
" Ya ampun, bagaimana bisa lengannya seperti ini!!" Ucap Min Ki dengan wajah syok sambil menatap Brian.
Brian yang tidak tau apa apa membalas tatapan Min Ki dengan wajah bingung.
"Jangan menatapku seperti itu, katakan apa yang terjadi, kenapa di gambar itu terlihat seperti pecah, apa yang terjadi? apa itu patah?" tanya Brian dengan nada datar.
__ADS_1
Min Ki memijit pelipisnya, gambar hasil scan menunjukkan kalau tulang lengan bagian atas milik Ella mengalami keretakan, pantas saja lengan wanita itu sampai berwarna merah keunguan, terjadi pembekuan darah di bawah lapisan kulit dan luka di bagian dalam lengan wanita itu.
"Lengannya patah, apa yang terjadi padanya Brian!!" Lee Min Ki menatap tajam Brian sahabatnya, dia sangat kenal pria itu sampai dia takut kalau Brian yang menyakiti Ella.
"Kenapa kau menatapku seperti itu!? bukan aku pelakunya!!" ucap Brian seraya menggoyang kedua tangannya di depan Min Ki.
"Aku juga terkejut saat kau bilang lengannya patah Min Ki, aku tidak tau apa apa, aku sudah bilang kalau aku hanya menjemput nya saat mata mataku bilang kalau dia sudah keluar rumah, aku menjemput nya di jalanan komplek itu tak lebih!!" Brian membela dirinya.
Min Ki mengingat kejadian terakhir saat Brian tanpa segan menyakiti seorang wanita karena dengan lancang mengejek dirinya, saat itu wanita itu sampai dibawa ke rumah sakit karena jari telunjuknya patah, meski bukan kesalahan Brian sepenuhnya, wanita itu juga terjatuh karena Brian mendorongnya sehingga jarinya terluka.
oleh karena itu Min Ki takut kalau Brian sampai menyakiti orang lain demi tercapainya tujuan balas dendamnya.
"Kau yakin? kau tidak melakukan apa apa kan!?" kali ini Min Ki menatap Brian dengan tajam, jujur saja dia tak mau sahabatnya itu mendapat masalah besar.
"Ya.. aku sangat yakin, aku tidak tau apa apa, aku saja terkejut saat dia demam, apalagi Luka di wajahnya semakin banyak, jangan menuduhku Min Ki!" ketus Brian sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
Min Ki menatap Brian sekali lagi," ck.. baiklah, aku percaya padamu, jangan bertindak gegabah, kalau sampai kau terkena masalah..!!!" Min Ki menatap Brian.
"Akan ku laporkan pada Brandon!!" ucap Min Ki sambil mengangkat kepalan tangannya.
Brian membalas tatapan Min Ki sama tajamnya," bonus tahunanmu kupotong 40 persen!" ketus Brian.
"Min Ki!!!" kesal Brian.
"Beraninya Kau!" kesal Brian.
"tenanglah Brian, ini sudah malam, Brandon bisa mendengar suara bebekmu itu!" ketus Min Ki.
"Ck.. diam kau anaconda, kerjakan saja pekerjaan mu dengan benar!" kesal Brian.
Pria itu duduk disana, matanya tak lepas dari Ella yang sedang diperiksa dan diobati oleh Min Ki.
"Apa yang terjadi sebenarnya? kenapa orang itu belum mengirimkan videonya? dasar lelet!" Batin Brian.
"Sepertinya mereka memukuli Ella lagi, tetapi wanita itu berhasil mendapatkan tanda tangan pria bajingan itu, hmmm... rencana pertama berhasil, tapi Ella..." Dia menatap Ella.
Ada sedikit rasa iba di hatinya melihat kondisi Ella yang sangat menyedihkan, wajahnya yang terluka sudah jelas adalah sebuah bekas tamparan, dan lengannya juga retak.
__ADS_1
"Ck... Aku jadi merasa bersalah, sial, kenapa juga aku harus merasa seperti ini!!! ayolah Brian, kau hanya membantu nya keluar dari rumah itu, tidak lebih!!" batin Brian yang berdebat dengan hati dan pikirannya yang tak sinkron itu.
Jika dalam otaknya yang cerdas dia harus memanfaatkan Ella sebanyak mungkin maka hatinya mengatakan untuk melindungi wanita itu, aneh dan saling bertolak belakang.
"Ck.. sialan, bisa gila aku begini!!!" gerutu Brian sambil mengacak-acak rambutnya.
Lee Min Ki menatap Brian heran, tak pernah dia melihat pria itu seperti saat ini, bertingkah aneh bahkan sampai memandangi Ella dengan cara yang tak biasa.
"Yaaakkk... ajuhshi apa kau sudah gila hah? jangan buat keributan di ruang kerjaku!" kesal Min Ki.
"Cihh diam kau, toh ini milikku!" ketus Brian.
"Keluar kau sana, entah ini milikmu atau milik moyangmu aku tak peduli, sekali kau mengganggu pekerjaan ku kau hanya hama di sini, sana keluar , mengganggu saja!" kesal Min Ki yang sedari tadi panas mendengar pria itu bergumam dan bergerak kesana kemari, terdengar sangat mengganggu.
Min Ki bukan dokter yang suka jika pekerjaannya terganggu oleh orang lain meski itu sahabatnya sendiri.
"Obati dia dengan benar!" ucap Brian yang memilih keluar dari dalam ruangan itu.
"Aku tau apa yang harus kulakukan, kurasa lebih baik kau mengkhawatirkan game kesayanganmu itu Brian, kau sudah tidak online seharian!" ucap Min Ki.
Brian terbelalak, sontak dia memijit kepalanya sendiri saat teringat kalau hari ini dia dan tim game onlinenya akan menerima tantangan tim lawan, bisa bisanya dia lupa dengan hal itu.
"Ya ampun aku sampai lupa, mereka semua pasti sudah menungguku aarrrhhhkkk sial, kenapa baru kau ingatkan sekarang Min Ki!!!" gerutu Brian yang langsung pergi dari sana, berlari menuju kamarnya.
Min Ki geleng-geleng kepala," Dasar maniak game!" ketus Min Ki.
Setelah kepergian Brian, pria itu mengobati Ella dengan sepenuh hati, dia merasa kasihan pada wanita itu.
"Kau wanita yang unik, ck... kenapa ada orang yang tega menyakitimu!" gumam Min Ki.
"Kalung ini cantik," gumam Min Ki sambil melepaskan kalung yang dipakai Ella di lehernya, sebuah kalung dengan liontin berbentuk tetasan air berwarna biru emerald dengan garis seperti kilat di tengahnya.
"Seperti pernah lihat," gumam Min Ki.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😉😊