
Seminggu berlalu,
🏡 Rumah keluarga Jaya.
Keadaan Ella tak lebih dan tak kurang masih sama seperti sebelumnya selalu diejek, disembunyikan dan disiksa oleh keluarga besar yang perikemanusiaannya sudah hilang dipatok ayam.
Hari menunjukkan pukul 3 sore, Ella masih sibuk dengan segala macam pekerjaan yang dibebankan padanya, yaitu membersihkan seluruh rumah dengan tangannya sendiri padahal jelas jelas puluhan pelayan dipekerjakan di rumah besar itu.
Ella membersihkan setiap sudut rumah dengan tangannya sendiri. Rumah tampak sepi, si nyonya Jaya sedang bersantai di taman bawah bersama kucing hitam peliharaannya, berenang dan menikmati cahaya matahari di kolam besar miliknya sambil menikmati segelas wine dan pastel buatan Chef yang diturunkan langsung dari Italia.
Ella menggunakan tangannya, membersihkan setiap sudut dan memastikan kalau rumah itu benar benar bersih.
Sasha menatap Ella dari kejauhan, dia juga tak bisa membantu, yang Sasha lakukan hanya memantau dan mengawasi Ella kalau kalau terjadi kecelakaan kerja atau butuh bantuan darurat.
“Sialan, wanita itu benar benar bodoh, dia jelas dijadikan pembantu di rumah keluarga suaminya tapi, dia masih mau bertahan disini? Arhhhh sial, kondisinya juga tidak menguntungkan, Ella selalu diancam oleh wanita kucing itu,” batin Sasha yang sangat geram dengan segala macam drama yang dia temukan di rumah besar keluarga Jaya.
Sementara itu Ella beranjak menuju lantai dua dimana dulu dia tidur disana bersama suaminya dan sekarang dia tidur di belakang rumah yang bahkan tidak lebih layak daripada kamar pelayan di rumah itu.
Ella masuk ke dalam kamar Erik, dibukanya kamar itu, tatanan kamar yang sudah berubah, tidak seperti dulu lagi. Tatanan kamar Erik tampak seperti tatanan seorang pria maskulin yang masih lajang dengan gaya klasik, tak ada tanda tanda kalau pemilik ruangan itu sudah menikah.
Bahkan foto pernikahan mereka diletakkan begitu saja di sudut ruangan tak terawat dan sudah usang .
Ella menghela nafas berat, dia benar benar sesak saat masuk ke dalam kamar itu, jika dahulu dia adalah ratu di kamar itu maka sekarang dia adaah budak untuk membersihkan kamar itu.
Ella memulai pekerjaannya, dia membersihkan semuanya dengan telaten, mengganti tirai, seprai, selimut, bantal dan segala perlengkapan di kamar itu di ubah dan dibersihkan.
Saat Ella membersihkan kasur Erik dia menemukan sebuah produk dalam kemasan plastik berbentuk persegi dengan ukuran kecil.
__ADS_1
Ella mengambil benda persegi itu dan menatapnya, betapa terkejutnya Ella saat melihat benda itu adalah alat kontrasepsi yang dipakai oleh pria untuk mencegah kehamilan.
“ya ampun.... kenapa ini ada di kamar Erik?!!” Ella terperangah, dia melemparkan benda itu, tak menyangka kalau dia menemukan benda itu di dalam kamar Erik.
Mereka tak pernah berhubungan intim sejak tau Ella hamil, tetapi Ella malah menemukan benda aneh mirip balon itu di atas kasur suaminya belum lagi tanggal pembuatannya adalah tahun ini yang menandakan kalau produk itu masih baru.
Ella terpaku menatap kamar itu, matanya berkaca kaca, apakah suaminya melakukan ‘hal itu’ dengan wanita lain?
Seketika tubuhnya lemah, dia menangis di dalam kamar itu sambil menepuk nepuk dadanya yang terasa sesak, tentu saja ada kemungkinan kalau Erik melakukan ‘itu ‘ dengan wanita lain, Erik pria normal yang sudah pernah menikah dan tentu saja bisa tergoda dengan para ular beludak di luaran sana.
“Di... dia juga selingkuh? A... apa ini benar...?” Ella benar benar tidak terima.
Dia masih terima kalau dirinya dihina, dipukul, dan di jelekkan di keluarga itu, tetapi untuk perselingkuhan ella benar benar tidak bisa menerima kenyataan pahit itu.
“Elllaaaaa..... wanita alieeennnn.... dimana kaauuuu?!!!!” suara melengking nyonya Jaya kembali terdengar di rumah itu.
Ella terperanjat, cepat cepat dia menghapus air matanya dan merapikan kamar itu kembali, maslah benda sakral itu, Ella akan menanyakannya pada Erik jika ada kesempatan, untuk saat ini dia harus menghindari amukan si Nyonya Jaya yang selalu berpikir kalau dia adaah Marilyn Manroe yang fenomenal.
“hha... haa... Ada apa ma?” Ella terengah engah sambil berdiri di hadapan Nyonya Jaya yang berdiri dengan arogannya sambil menggendong si kucing hitam kesayangannya.
“Mulai besok kau harus bekerja dan bayar semua fasilitas yang kau gunakan di rumah ini, aku tidak ingin ada pertanyaan lain, kau cari pekerjaan dan bayar padaku sebanyak 1000won per bulan(dalam rupiah kurang lebih 11.6 jt),” tegas nyonya Jaya dengan angkuhnya sambil menatap Ella dari anak matanya.
Mendengar hal itu membuat Ella terbelalak, bekerja dan membayar seluruh fasilitas di rumah itu, belum lagi membayar dengan nominal tak masuk akal melihat keadaan Ella selama di rumah itu apa nyonya Jaya yang terhormat sudah kehilangan akalnya atau dia memang benar benar sangat senang wanita itu tersiksa?
“ Taa... tapi Ma.... dari mana aku bisa mendapatkan uang sebanyak itu, dan aku harus bekerja juga? Ba... bagaimana caranya?” Ella bena benar terkejut, belum lagi nominal yang disebutkan oleh nyonya Jaya cukup berat untuknya.
“Mana kutahu, kenapa kau tanya padaku, jika kau tidak menuruti kata kataku, kakek dan nenekmu akan menjadi sasaran pertamaku, mereka mungkin akan sangat nyaman jika tinggal di panti jompo di Amerika, kurasa itu akan co..
__ADS_1
“Jangan....ba.. baiklah aku akan melakukannya, aku janji akau akan bayar dan aku akan bekerja,” ucap Ella yang langsung duduk memohon di depan kaki nyonya Jaya, dia benar benar takut kakek dan neneknya di pindahkan ke negeri orang asing, dia tak ingin keluarga satu satunya itu dalam bahaya.
“Hmmm baiklah,” nyonya Jaya Menatap Ella dengan tatapan merendahkan .
“kalau begitu bekerja mulai besok dan bayar semuanya dengan baik, jika tidak sahabatmu itu juga akan kena akibatnya,” ancam nyonya jaya .
Setelah menyampaikan ancamannya, Nyonya Jaya pergi dari ruangan itu sambil mengelus elus kucing gemuknya dan meninggalkan ella disana.
“jika kau tidak mampu, jual saja tubuhmu, ehh tubuh? Ups... aku lupa hahhaha tubuhmu kan sudah tidak ada harganya lagi hahahhaa...” tawa nyonya Jaya menggelegar di tengah tengah ruangan itu.
Ella mengepalkan kedua tangannya, dia menangis menahan rasa sakit di dadanya, sesak, sungguh menyedihkan diperlakukan lebih rendah dari seekor kucing.
“Arkkhhh... bangun Arabella, ayo bangun...” suaranya terdengar bergetar.
Belum masalah suaminya terpecahkan sudah datang lagi masalah baru yang membuat Ella semakin tersiksa di rumah itu. Bekerja dan membayar uang fasilitas rumah semahal itu? Wahh yang benar saja? Apa niat nyonya Jaya ingin mengusir ella dari ruah itu?
Ella berdiri, berpegangan pada tongkat sapu, dia berjalan dnegan hati yang lemah dan pikiran yang kaut, hutang, alat kontrasepsi di kamar suaminya, ancaman, kakek nenek, Karina semuanya berputar di kepala wanita itu membuat sakit maagnya kembali kambuh.
“Arrhhh sial sial sial.... kenapa kau tidak melawan bodoh...” Sasha mengumpat dari ruang kerjanya, dia mengawasi rumah itu melalui kamera CCTV yang terhubung dengan komputernya.
“Bodoh kau Ellaaaa!!!!!” geram wanita itu.
“Aku harus mengeluarkannya dari rumah ini.. aku tak sanggup lagi, ini akan jadi kesempatan yang bagus,” ucap Sasha yang sedang mengutak atik ponselnya untuk menemukan nomor Karina si wanita bar bar yang misterius, jujur saja latar belakang Karina belu diungkap.
.......
.......
__ADS_1
.......
...like, vote dan komen 😊...