Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien

Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien
Kejadian Sebenarnya


__ADS_3

Selama di sekolah Brandon banyak mengalami kejadian menyedihkan yang tidak diketahui oleh Brian maupun Ella dan pihak sekolah karena kejadiannya dilakukan secara tersembunyi dan dengan cara halus namun berhasil membuat mental Brandon hancur.


Beberapa kali Brandon disuruh berdiri di depan kelas karena nilainya tidak sempurna padahal jelas ada nilai teman temannya yang lain jauh lebih rendah dari nilai Brandon. Namun salah satu guru disana mengatakan kalau Brandon tidak rajin belajar dan harus dihukum. Selama pelajaran berlangsung Brandon di suruh berdiri di depan kelas dengan kedua tangan di atas.Tak ayal waktunya Sampai 45 menit dan dia harus tahan dengan posisi itu.


Saat jam pelajaran olahraga Brandon tidak diikutsertakan dalam permainan bola kaki, dia disuruh menjadi anak pemungut bola padahal jelas ada staff untuk bagian itu, tetapi Brandon disuruh memungut bola bola yang jatuh di lapangan dan membersihkan peralatan olahraga sendirian tanpa pengawasan dengan alasan agar Brandon memiliki tubuh yang kuat.


Saat jam istirahat, anak anak lain mengganggu Brandon, ada yang mengambil barang barangnya dan meminjamnya sesuka hati dan tidak mengembalikan setelah meminjam, ada yang dengan jelas mengejek Brandon, namun saat Brandon memberitahukan pada guru yang merupakan wali kelas Brandon sekaligus guru yang menghukum Brandon berdiri, malah mengatakan kalau sesama teman harus saling berbagi dan saling membantu.


Saat Brandon mendapatkan nilai bagus dia tak akan umumkan di hadapan siswa, dia akan menasehati Brandon seolah anak itu tidak rajin belajar.


Ada satu anak yang selalu dia unggulkan yaitu anak dari tuan dan Nyonya Song dan juga cucu dari Menteri Keuangan yang juga bersekolah disana.


Jelas Jika Brandon lebih baik dari mereka, namun pengaruh orangtua mereka secara langsung membuat beberapa guru dan wali kelas Brandon berusaha untuk mencari muka pada anak anak emas itu, yang akan mendatangkan keuntungan bagi mereka jika mereka melakukan hal hal baik untuk mereka meskipun mengorbankan anak lain yang tidak bersalah.


Kretakk... Kretakkk...


Ella menggertakkan ruas ruas jarinya, rahangnya mengeras, dia benar benar ingin segera mengumpat saat ini saat melihat rentetan kejadian yang terekam kamera CCTV yang ternyata juga merekam suara.


Mengetahui apa yang dialami Brandon di sekolah membuat Ella tidak terima. Cara mereka memang halus, namun jika diperhatikan lebih detail dan diulangi, mereka jelas menunjukkan kebencian pada Brandon yang unggul dalam banyak bidang serta berprestasi lebih dari anak anak orang berpengaruh di sekolah itu.


"Dasar manusia penjilat... Arhhhh... Ingin aku... Grhhhh...." Ella hanya bisa mendengar kesal, dia menahan dirinya agar tidak kelepasan, dan tidak mengumpat di depan anak anak.


Brian menatap Ella, dia juga sama marahnya, namun tak Brian sangka kalau Ella bisa melihat perlakuan mereka secara detail.


"Bisa bisanya mereka melakukan itu!!!" Ella menatap Brian dengan mata berkaca-kaca sambil menunjuk layar komputer.


Brian menaruh jarinya di depan bibir sebagai isyarat agar Ella tenang karena Brandon masih mendengar.

__ADS_1


Ella menahan dirinya, "hemphh... Mengesalkan!!" Ketus Ella.


"Aku tau kau marah, tapi tahan emosimu, jangan membuat Brandon merasa tertekan, dia mendengar kita," bisik Brian di telinga Ella.


Wanita itu mengangguk, dia menatap Brandon, mengusap wajah anak itu dengan lembut, merapikan rambutnya dan membuat Brandon merasa nyaman.


"Mom... Hiks hiks hiks... Brandon gak mau sekolah, mereka jahat... Huaaaa..... Brandon gak mau satu sekolah sama mereka!!!" Anak itu menangis, bak menemukan tempat mengadu dia mengungkapkan kesedihannya di depan Ella, menunjukkan kelemahannya dan rasa sakitnya di depan kedua orang yang sangat penting baginya.


"Anak Mom hebat, menangislah untuk saat ini, suatu saat kamu akan jadi orang hebat, kamu bisa mengalahkan mereka semua, karena Mom percaya pada anak Mommy," ucap Ella, dia tersenyum dengan lembut untuk memastikan kalau putranya merasa tenang dan aman.


"Jangan lupakan Daddy sayang, kita hadapi semuanya bersama sama, Anak Daddy yang terbaik, serahkan semuanya pada Daddy dan Mom, semuanya akan baik baik saja," tambah Brian.


Pria itu memeluk Ella dan Brandon dalam pelukannya, tubuhnya yang bidang membuat kedua orang itu muat dalam pelukannya.


"Entah kenapa aku merasa hangat, merasakan bagaimana indahnya keluarga, ini yang kurindukan, ternyata Tuhan memberikan lebih dari apa yang kuharapkan, keputusan ku menikah dengan Brian tidak salah, semua ini demi kebaikan Brandon, aku tak bisa membiarkannya dibully hanya karena tidak punya ibu!!" Batin Ella yang sudah bulat dengan keputusannya menjadi ibu sambung yang sah secara hukum bagi Brandon.


"Apa dengan kejadian ini Ella akan semakin yakin menikah denganku, hmmm beruntung juga ada kejadian seperti ini aku jadi... Eh tunggu kenapa otakmu korsleting Brian!!!" Batin pria itu.


"Astaga bagaimana bisa aku bersyukur atas kejadian yang menimpa putraku dan malah berharap seorang wanita akan dengan yakin menerima lamaranku tanpa ada keraguan lagi, gila kau Brian!!!" Gumam pria itu sambil geleng-geleng kepala.


"Kau kenapa? Sakit kepala? Kau juga bilang keluhanmu jangan didiamkan, kalau sempat aku mendengar ada keluhan yang tak tersampaikan dan malah membuat diri sendiri rugi, kalian semua akan merasakan akibatnya!" Ancam Ella.


"Ternyata kau lebih bar bar dari si manager Cha tukang mabuk itu!" Ketus Brian.


"Hmm terserah mau bilang apa, yang penting sudah kuingatkan," ucap Ella.


Keduanya kembali terdiam dan larut dengan pikiran mereka masing-masing.

__ADS_1


"Ck... Hukuman apa yang akan cocok pada mereka, pembalasan harus dilakukan dua kali lipat lebih besar, mata ganti mata, gigi ganti gigi, otak ganti sampah!!!" Batin Ella.


" lihat apa yang akan kulakukan pada kalian semua, telah berani mengejek putraku dan juga menjelek jelekkan calon suamiku, maka kalian akan habis di tanganku wahai manusia munafik!!!" gumam Ella.


Brian sesekali melirik wanita itu, dia merasa ngeri melihat tatapan Ella yang benar benar berubah, baru kali ini Ella terlihat seperti itu.


"Wahh jangan sampai ada pertumpahan darah, dia benar benar berniat menghancurkan mereka semua," batin Brian.


Sementara itu di sebuah apartemen mewah, seorang wanita yang tak lain adalah Jung Ana dan Erik sedang melakukan ritual keluar masuk mereka di tengah malam yang syahdu setelah berhasil menerima kabar baik dari anak buah mereka.


"emphhh... sah..yang... jangan keras keras... " Terdengar suara suara liar di dalam apartemen itu.


Erik dan Ana sedang melakukan ritual terlarang mereka, saling berbagi tubuh dan kenikmatan malam.


"Apa kau benar benar membenci anak itu sampai kau ingin membunuhnya?!" tanya Erik di sela sela permainan mereka.


"Aku hanya ingin Solomon pria cacat itu menderita, dan akan lebih baik wanita sialan tadi.. emphh... juga ikut menderita karena anak pembawa sial itu akan mati di tanganku.. ahhh ... pelan pelan!" ucap Ana.


"Huh... tapi dia darah dagingmu!" ucap Erik.


"Dia itu aib bagiku, Karena sejak mengandung anak sialan itu, aku kehilangan jobku, dan semua ketenaranku dulu!!!" ucap Ana.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😉😊


__ADS_2