
📍Seoul Internasional Hospital,
Brian dengan cepat menggendong Ella dari dalam mobil, di saat yang bersamaan para petugas medis juga datang dengan membawa brankar.
"Bisa jelaskan kondisi pasien?" tanya dokter yang menangani.
"Periksa saja Lee Min Ki!" suara Brian terdengar tegas dan dingin.
Dokter itu terkejut," astaga apa yang kau lakukan disini?!!" Dokter yang kerap disapa Lee Min Ki itu terkejut saat melihat Brian sahabatnya ada disana membawa seorang wanita dengan keadaan sangat mengenaskan.
"Ck.. karena penasaran," ucap Brian dengan wajah cueknya.
Lee Min Ki yang hapal kebiasaan Sahabatnya itu tergelak," Hahahah..Astaga, ya sudah tunggu di ruang tunggu, aku akan menanganinya terlebih dahulu," ucap Dokter Lee.
Brian mengangguk paham, Ella dibawa ke ruang perawatan segera untuk ditangani. Brian sendiri duduk di ruang tunggu sambil menatap ruangan dimana Ella sedang ditangani oleh Dokter.
"Hmmm.... siapa dia?" gumam Brian.
"Dimana Ella, dimana dia? " suara Sasha terdengar di lorong rumah sakit itu.
Segera dia datang menghampiri Brian yang duduk di ruang tunggu. Brian cuek saja, dia berdiri sambil mengulurkan tangannya pada Sasha.
"Berikan!" ucap Brian dengan nada datar dan dingin seperti biasa dia berbicara pada orang orang.
Dia pria yang cuek tetapi tak bisa cuek jika sudah penasaran dan jika orang lain butuh bantuan, setidaknya dia masih punya hati nurani pada orang lain.
Sasha paham, dia memberikan kartu tanda pengenal yang belum sempat dia baca dan ponsel yang sejak tadi bergetar karena panggilan masuk yang bertubi tubi dari Hong Ki Jeong.
"Maaf, itu ada yang menghubungi anda sejak tadi," ucap Sasha sambil memberikan ponsel pada Brian. Sebenarnya dua penasaran apa hubungan Ki Jeong dengan Brian tetapi rasa penasarannya itu di tepis saat ini.
Brian mengangkat alisnya, siapa kira kira yang menghubungi nya di malam seperti ini.
"Ahh si homo soloensis," ucap Brian membaca nama panggilan Hong Ki Jeong di ponselnya.
"Kau percaya kan sekarang? " Celetuk Brian dengan tatapan datar dan cuek.
"Ahh... maaf kalau sebelumnya saya membuat anda tersinggung, te..terimakasih banyak atas bantuannya, saya akan membalasnya lain waktu, ini kartu nama saya," ucap Sasha sambil memberikan tanda pengenalnya pada Brian.
__ADS_1
Brian menatap benda kecil persegi panjang itu , “ Kepala pelayan rumah Jaya? Apa kepala pelayan sekarang ini memakai tanda pengenal? Sangat menggelikan,” gumam Brian namun masih bisa di dengar jelas oleh Sasha.
“Bukan hanya anda saja yang berpikir itu aneh, bahkan saya sendiri berpikir kalau itu benar benar aneh, tapi ini peraturan keluarga sinting itu,” batin Sasha yang hanya menjawab di dalam hati.
“Baiklah, jadi kau kepala pelayan di rumah besar K Fashion? Hmmm ... “ Brian manggut manggut.
“Lalu anda siapa?” tanya Sasha kali ini dia penasaran dengan pria yang membantu dirinya itu.
“Ahh Brian, just call me Brian, aku hanya seorang pekerja pabrik,” ucapnya sambil menatap kakinya.
“hmm... baiklah, terimakasih atas bantuannya Brian,” ucap Sasha dengan ramah.
“Baik lah nona Sasha,” ucap Brian yang kembali duduk di kursi tunggu sambil memainkan ponselnya.
Sasha menunggu di depan ruang perawatan dengan gelisah menunggu kabar dari sahabatnya.
“Ada apa Manusia purba?” suara Brian terdengar ketus.
“Ck... kenapa kau tidak menjawab panggilanku bos? Brandon sedang demam, aku menuju ke rumah sekarang, Brandon tiba tiba demam, Bibi Lee yang menelepon ku karena ponselmu tak bisa dihubungi,” Ki Jeong mengomel dari seberang sana.
Pria itu dengan terburu buru meninggalkan acara pertemuan dan membiarkan sekretarisnya yang mengambil alih karena Brandon dalam keadaan tidak baik baik saja.
“Min Ki apa kau sudah selesai, Brandon demam,” suara Brian terdengar panik.
Lee Min Ki yang mendengar hal itu juga ikut panik, beruntung ada beberapa dokter yang turut menangani Ella disana.
“Aku akan pergi bersamamu,” ucap Min Ki.
“Bagaimana wanita itu?” tanya Brian.
“Dia akan abik baik saja, dokter di sini dokter terbaik, kau tau itu ,” ucap Min Ki.
“Kuserahkan dia pada kalian, lakukan dengan benar,” ucap Min Ki pada dokter lainnya.
“baik Dok,” jawab mereka dengan hormat.
Kedua pria itu berlari keluar dari ruangan perawatan Ella, tampak sangat tergesa gesa. Sasha yang hendak memanggil mereka mengurungkan niatnya karena melihat kedua orang itu benar benar panik saat ini.
__ADS_1
“Kenapa mereka tampak panik? Tunggu bukannya itu dokter Lee? Maksudku Lee Min Ki teman Ki Jeong?” lagi lagi Sasha dibuat kaget saat melihat dokter Lee yang tak memperhatikan dirinya saat keluar dari ruangan itu beberapa saat lalu.
“Ahhh terserahlah, “ gumam Sasha.
drrt...drrt..
Tiba tiba ponsel Sasha berbunyi,” Tuan Jaya? Ada apa?” gumam Sasha.
“Halo dengan saya Sasha tuan, ada yang bisa saya bantu?” tanya Sasha.
“Dimana wanita itu? Kenapa dia tidak ada di kamarnya Sasha?” suara tuan Jaya terdengar emosional.
“Nyonya Ella sedang di rawat di rumah sakit tuan, beliau sedang ditangani oleh dokter, saya tidak mungkin membiarkan ada seseorang yang meninggal di rumah keluarga Jaya tentu hal itu akan mempengaruhi nama keluarga Jaya,” ucap Sasha to the poin seperti kebiasaan yang sering dia lakukan jika malas mendengar ocehan keluarga Jaya.
“Ahhh baiklah, setelah diobati segera bawa dia pulang besok pagi, aku harus melihatnya di rumah ini besok, jika tidak kau akan terkena maslah dariku sasha,” ancam tuan Jaya.
"Baik tuan akan saya laksanakan,” ucap Sasha sambil mematikan ponselnya, tak peduli entah dia disebut tak sopan atau apa pun yang penting dia harus mengakhiri pembicaraan mereka sebelum dia mengeluarkan sisi aslinya.
“Sial!!” umpat gadis itu sambil mengepalkan kedua tangannya dan mencengkram erat ponselnya.
Ting....
Notifikasi pesan masuk terdengar dari ponsel gadis itu, “ Sha, kenapa Ella tak bisa dihubungi, kau sudah memberikan ponsel itu kan?” pesan suara dari Karina masuk ke ponsel Sasha.
“Ohh iya aku harus memberitahukan ini pada Karina, setidaknya mereka bisa bertemu di tempat ini, tapi apa Karina akan baik baik saja ketika melihat Ella seperti saat ini?” gumam Sasha.
Lagi lagi dia menggelengkan kepalanya,” aku harus memberitahukan Karina,” ucap Sasha.
Akhirnya dia menghubungi Karina, sahabat baik Ella dan memberitahukan keadaan Ella saat ini. Benar perkiraan Sasha, saat mendengar berita itu, Karina terdengar Shock, gadis itu langsung mematikan ponselnya dan beranjak menuju rumah sakit dimana Ella di rawat saat ini.
Di jalan menuju rumah sakit Karina terus menerus menangis, dia mengemudikan mobilnya sambil sesenggukan memikirkan bagaimana keadaan sahabatnya saat ini.
“Hiks hiks hiks... Ella, sahabatku, akhhh kenapa nasibmu buruk sekai, kenapa kau harus menikah dengan anak keluarga sialan itu!!!! arrkhjhhhh... sialaaannn..” umpat gadis itu sambil memukul kemudi mobilnya. Dia melaju dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit.
.......
.......
__ADS_1
.......
...Like, vote dan komen🤪😊...