
Gedung DRG
Ella dan brian bekerja sebagaimana biasanya, mereka berdua menyembunyikan identitas mereka dan bertingkah layaknya pasangan normal.
Kehadiran Lee min ki di perusahaan membuat geger seisi perusahaan itu, kedatangan dokter tampan yang terkenal dalam dunia kesehatan itu membuat semua karyawan khususnya para wanita langsung jatuh hati karena jarang jarang mereka bisa melihat Dokter lee yang fenomenal tepat di depan mata mereka sendiri.
Di dalam ruangan Brian, tampak pria itu fokus dengan proyeknya dengan Ella yang duduk di samping lee Min Ki sambil mengerjakan tugasnya dan taruhannya dengan Ki Jeong sebulan lalu berlanjut setelah mereka berdua saling sepakat.
“Wahh dokter Lee ternyata sangat tenar ya, banyak yang memanggilmu tadi hahahah..... wahh itu dokter Lee... itu dokter Lee...” celetuk Ella menggoda Lee Min Ki yang duduk di sampingnya sambil memperhatikan pekerjaan wanita itu.
“Ahhh aku tidak begitu terkenal nona Ella mereka hanya melebih lebihkan saja hahahhaha...” Ucap Lee Min Ki sambil tertawa, lesung pipinya langsung terlihat sangat jelas dan membuat pria itu semakin mempesona.
“Wahahhh pantas saja para wanita itu tertarik dan jatuh hati padamu, kau sangat tampan kalau tersenyum seperti ini hahahha ..... mereka pasti akan iri melihatku yang biasa saja ini berbicara dengan dokter Lee yang penuh pesona hahahha...” celetuk Ella yang memuji ketampanan pria itu.
“Ohh ayolah Ella jangan bicara seperti itu, kau cantik kok, jangan terlalu memujiku, aku jadi malu,” ucap Min Ki sambil menggaruk tengkuknya.
“ummm kamu memang tampan Min Min hihihii....” celetuk Ella yang mengubah nama panggilannya untuk Min ki.
“Uhukk... uhukk..... “ seseorang di sudut ruangan sana langsung tersedak minumannya saat mendengar nama panggilan yang diubah Ella.
“Min Min?” tanya Min Ki, jujur saja saat Ella mengatakan itu jantung dokter tampan itu langsung berdegup kencang tak karuan.
“he.. em.. Min Min... itu cocok untuk pria tampan dan menggemaskan ini heheheh...” ucap Ella sambil tersenyum ceria.
Deg... deg... deg.....
Jantung Min Ki berdegup kencang, wajahnya bersemu merah, “ ternyata kau punya sisi menggemaskan ini ya Ella,” ucap Min Ki sambil menepuk pucuk kepala wanita itu, namun matanya langsung tertuju pada kalung yang dipakai oleh Ella.
“Kalung itu...” gumam Min Ki.
“Ekhmmm... apa kalian tidak kepanasan, ayo keluar, Ella cepat ikut aku, kita keluar sekarang, aku jenuh dengan pekerjaan ini,” ucap Brian yang mulai gerah melihat Min ki dan Ella saling bertukar canda di ruangannya seolah mereka sedang berkencan dan Brian adalah pengawal mereka.
“Tapi ini belum selesai tuan Dominic,” ucap Ella sambil menunjuk laptop dimana pekerjaannya dia simpan.
“lanjutkan besok, kita keluar, kau ikut juga Min Ki, kenapa sejak tadi kalian berdua asik bicara membuatku tidak konsentrasi,” gerutu pria itu.
“Min Min? Panggilan apa itu... huweekkk mau muntah dengarnya,” celetuk brian.
__ADS_1
Ella menatap Brian sambil memicingkan matanya ke arah pria itu,” dasar kakek buyut, gak bisa ya lihat orang lain senang, ada ada aja,” celetuk Ella .
“Sudah Lala, biarkan saja dia, memang orangnya seperti itu, cukup kaku seperti kakek kakek jaman dahulu,” balas Min Ki.
“Min Ki awas kau ya, berani kau mengejek bosmu..” gerutu Brian.
“Itu fakta tuan brian hahahahahha... “
“Terserah, cepat kita pergi ke Mall, sudah kubilang kita harus segera mengubah penampilanmu itu, apa kau mau terus terusan jadi bahan pembicaraan dengan penampilan kolot mu itu nenek buyut...” ketus Brian.
“ ya sudah ayo kalau begitu,” ucap Ella yang malah menggandeng tangan Min Ki setelah dia memakai topi dan maskernya.
“apa kau tidak salah? Kau kekasihku Ella,” ucap Brian.
“Ohh iya, heheh maaf, habisnya Min Min kita sangat menggemaskan hahahahha...” kekeh Ella .
“Cepatlah,” ucap Brian dengan nada datar dan menatap Ella dengan tatapan kesal.
“Sudah sana, dia marah tuh,” bisik Min Ki.
“Baiklah, ayo” ajak Ella sambil keluar dari dalam ruangan itu sendirian tanpa menggandeng tangan Brian.
“Kan masih belum dilihat karyawan kenapa kita harus gandengan pacar pura puraku?” tanya Ella.
“ehh i.. iya sih.. ekhmmm ck... jangan memutar balikkan keadaan Ella, kita harus membangun citra yang baik, jika tidak pria tua itu akan tau, “ elak Brian.
“Hmmm? Apa dia tau kita sedang apa? Kurasa tidak perlu sampai seperti itu Brian,” balas Ella.
Sementara mereka berdebat Min Ki hanya bisa cekikikan melihat wajah bosnya yang jelas jelas terlihat cemburu dengan keakraban Ella dengan dirinya.
“lucu juga melihat wajah Brian cemburu hahaha... “ batin Min Ki.
“ Ella!!” kali ini Brian membentak wannita itu dengan suara tegas agar dia menurut pada brian.
“Ehh ba.. baiklah, tidak perlu sampai marah marah seperti itu, kau mengesalkan,” ucap Ella sambil) menggandeng tangan Brian.
“jadi wanita penurut Ella, jangan membantahku terus,” ucap brian.
__ADS_1
“lama kelamaan kau mirip dengan Erik,!"ucap Ella pelan.
Brian terdiam, dia tidak bermaksud menjadi seorang pria pemaksa, tapi entah kenapa dia tidak nyaman melihat Ella dekat dengan pria lain.
“Min Ki pergi lah panggil Ki Jeong dan Karina, kita akan pergi bersama mereka, ada yang ingin aku bicarakan pada Ella,” ucap Brian.
Min Ki yang juga mendengar perkataan Ella langsung paham, dia pergi dari sana menuju ruangan Ki Jeong.
“ Ella,” ucap Brian, dia menggenggam tangan wanita itu dan menatapnya, “ a.. aku tidak bermaksud begitu, aku hanya.. aku hanya ingin memastikan kemistri kita dihadapan para karyawan tetap terjaga agar mereka dan kakekku tidak curiga dan aku tidak harus mendapatkan gadis gadis aneh seperti wanita sebulan lalu, maafkan aku,” ucap Brian panjang lebar, meski tanpa disuruh dia menjelaskannya dengan begitu jelas.
Ella terkejut dia menatap Brian sambil mengedipkan matanya hingga beberapa kali, “ ka.. kau tidak harus menjelaskan semunya, aku minta maaf kalau kata kataku tadi membuatmu tidak nyaman, hanya saja caramu tadi membuatku teringat dengan si berengsek itu, dia benar benar membuat darahku mendidih dan ingin rasanya aku segera menghabisi keluarga sialan mereka itu, apalagi wanita aneh bernama Ana itu grrhhh benar benar ingin segera kuhabisi mereka,” ucap Ella yang tiba tiba saja berkobar kobar.
Brian menatap Ella, dia pikir Ella marah padanya ternyata wanita itu malah terlihat sangat bersemangat dnegan rencana balas dendam mereka.
“Ka... kau tidak marah?” tanya Brian yang malah terlihat seperti orang konyol di depan Ella.
“marah? Siapa yang marah? “ ucap Ella.
“Kau.. tadi kau sepertinya ka.. kau marah karena aku membentakmu.
“Haihhh apanya yang marah? Aku tidak marah Brian, aku hanya terlalu bersemangat ingin segera mematahkan kaki dan tulang tulang Erik dan Ana bodoh itu, haihhh ingin rasanya cepat cepat memberi mereka kejutan seperti yang dilakukan oleh si Bos Park yang fenomenal itu,” ucap Ella jujur.
“Jadi kau benar benar tidak marah?” tanya Brian sambil menatap Ella dan memegang bahu wanita itu.
“Eh.. aku mana mungkin marah, sudah jangan ambil hati kata kataku tadi, kau memang sedikit mirip dengan pria kasar itu kalau sedang bad mood makanya jangan suka marah marah,” celetuk ella .
“yaaakk jelas jelas kami berbeda, kau tidak lihat? Kami orang yang beda Ella, kenapa kau bilang aku mirip dengan orang itu sih?!” gerutu Brian.
“pokoknya kau terlihat mirip , mulai dari pakaian dan cara membentak kau seperti iblis hahhahahahha... atau jangan jangan kau adalah kembaran Erik yang terpisah? Hahahhaha” Ella berlari meninggalkan brian sambil terus terusan mengejek pria itu.
“Yaakkk Ella aku tidak seperti itu..” teriak Brian.
“ Kau mirip hahahhahah...” balas Ella yang sangat menyukai wajah brain saat pria itu marah.
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen