
Seorang wanita dengan gaun di atas lutut tampak terkesan seperti seorang anak kecil dengan penampilan imutnya berjalan memasuki ruangan Brian tanpa seijin pria itu.
Bria adalah pria licik dan cerdik, dia memasang kamera di sepanjang lorong menuju ruangannya untuk melihat siapa yang akan datang jika pengawalnya kecolongan.
Beruntung Brian sigap dan langsung memakai masker dan topinya juga mengajak Ella. Jika tidak, identitasnya bisa ketahuan, Brian tak pernah menunjukkan wajahnya pada siapapun kecuali pada orang orang yang sudah dia ketahui jelas siapa dan seberapa penting orang itu baginya dan lingkungannya.
"Apa kerja para pengawal itu, kenapa boneka santet ini bisa sampai lolos dan masuk ke ruanganku dengan sembarangan!!!" gumam Brian yang masih bisa di dengar jelas oleh Ella.
"yaakk siapa dia? boneka santet dari mana? kenapa juga kau bawa bawa boneka santet kesini!?" bisik Ella di telinga Brian.
Brian dengan sengaja merangkul pinggang Ella agar terlihat mesra di depan gadis boneka santet yang sebenarnya dikirim oleh kakeknya untuk mengajaknya kencan hari ini meski belum tau wajah pria itu seperti apa.
"Dia wanita aneh yang dikirim si tua bangka itu untuk menemaniku makan siang, ini salah satu misinya untuk menjodohkan ku dengan semua gadis dan wanita yang dia anggap cocok, benar benar mengesalkan!" bisik Brian.
"Yang keberapa? dia yang ke... berapa?" tanya Ella penasaran.
"Kalau tidak salah dia gadis ke 148, " jawab Brian masih dengan berbisik.
"What!??.. pffthh bwahahahhahaha... Ka..kau sampai segitu banyaknya hahahahaah.... miris sekali hahahah hidupmu sangat merepotkan sayang!!!!" ucap Ella yang kelepasan tertawa mendengar ucapan Brian namun tak lupa dengan aktingnya.
"Ya begitulah baby, tapi sekarang aku tenang karena ada kamu disampingku setiap malam untuk kupeluk," ucap Brian yang memeluk Ella dengan lembut.
Wanita kiriman kakek Brian itu melongo menyaksikan kemesraan pasangan palsu itu di depannya. Dia mengepalkan kedua tangannya, pipinya menggembung dan matanya memerah sudah seperti banteng yang sedang mengamuk saja.
"Brian, aku dikirim kakekmu untuk makan siang denganmu bukan untuk melihatmu bermesraan dengan wanita sialan itu!!!!" pekik wanita itu.
Brian dan Ella sama sama terdiam, sungguh berani wanita itu mengejek Ella bahkan sebelum dia tau wajah kedua manusia di depannya itu.
Brian dan Ella memberikan tatapan dingin dan tajam ke arah gadis itu melalui mata dan gerakan tubuh mereka.
"Berani sekali kau masuk tanpa ijin ke dalam ruanganku dengan membawa nama kakekku, apa kau digaji untuk tidur dengan pria kolot itu hah!!" umpat Brian.
"A..aku... aku dikirim untuk menjadi teman kencanmu, tapi kau malah tertawa bersama wanita yang tidak tau darimana asal usulnya ini!" ucap wanita bernama Yeri itu.
"cihh... apa kau bahkan tau wajahku seperti apa nona Yeri Kim!? putri tunggal keluarga Kim dari grup BRK? berani sekali kau menghina kekasihku wanita tak beradab!" bentak Brian.
"A..aku... aku kan dijodohkan dengan mu sudah seharusnya aku marah!!" pekik wanita itu.
__ADS_1
"Waahh hebat sekali, belum juga tau apa apa tapi sudah sampai semarah ini? apa sebenarnya tujuanmu!?" Celetuk Ella, sejujurnya dia hanya melakukan aktingnya dan menjalankan perannya untuk memperpanas situasi, namun ternyata pertanyaan itu membuat Yeri terkejut dengan wajah syok.
"A..aku...
Brian tau ekspresi itu, dia sangat hapal dengan wajah dan cara melihat orang orang yang ingin memanfaatkan kebaikan kakeknya dan juga mengincar dirinya.
"KELUAR!" ucap Brian dengan dingin.
"Tapi aku harus menemanimu, itu perintah mutlak!!" ucap Yeri bersikukuh.
"KELUAR SEKARANG JUGA!!!" kali ini nada Brian penuh penekanan menandakan kalau dia sudah di luar kendali.
Ella bisa melihat kemarahan hanya dengan menatap mata pria itu, Brian sedang dalam mode serigala yang siap untuk menghantam musuhnya.
"Tidak bisa begini, Nona kau keluar lah dahulu, jangan sampai kau terkena masalah karena keras kepala!" ucap Ella menghampiri Yeri dan menyentuh tangan wanita itu.
Namun yang didapatkan Ella justru sebuah tamparan keras di wajahnya.
Plaakkkk...
"beraninya kau menyentuhku wanita rendahan!!!" pekik Yeri yang sudah sangat marah, dia memukul wajah Ella yang ditutup dengan masker hingga masker itu terlepas, beruntung Ella sigap menutupi wajahnya sehingga identitasnya tidak terdeteksi.
"Pergi kau dari sini wanita sialan!!" pekik Brian sambil menepis tangan wanita itu.
Brian menghampiri Ella dan mengambil masker wanita itu," Wajahmu terluka," ucap Brian sambil memasang masker Ella dan membantunya berdiri.
" tak apa," jawab Ella pelan.
"Aku tidak akan pergi sebelum kau setuju, jika tidak, aku akan mati disini!!" pekik Yeri sambil mengangkat sebuah belati kecil dan mengarahkannya ke lehernya.
Brian dan Ella saling menatap, wanita itu benar benar nekat. Melihatnya seperti itu, pasti ada sebuah tujuan yang ingin dia capai namun tanpa memakai strategi yang matang sehingga membuat kekacauan seperti ini.
"Solomon apa yang akan kau lakukan? dia benar benar gila? aku tak menyangka wanita yang ada disekitar mu adalah wanita se bar bar ini!!" bisik Ella.
"Aku saja terkejut La," bisik Brian.
"Jangan berbisik!!" pekik Yeri sambil menatap mereka berdua dengan tajam.
__ADS_1
Tiba tiba seorang pria dengan stelan jas kerja datang berlari memasuki ruangan Brian dengan wajah panik, dia diikuti oleh Ki Jeong dan beberapa anak buahnya.
" Yeri Kim apa yang kau lakukan, letakkan benda itu!!!" pekik pria yang tak lain adalah ayah Yeri Kim, pimpinan grup BRK.
"Papa... mereka pa, mereka yang mulai, Yeri sudah bilang kalau kami dijodohkan tapi dia malah menertawakan Yeri bersama wanita itu!!!" pekiknya sambil menangis.
Tuan Kim Jordan tentu terkejut, " Tuan Dominic, anda benar benar tidak punya sopan santun, bagaimana bisa anda melakukan itu pada wanita yang dijodohkan pada anda!?" ucap tuan Kim sambil menatap Brian.
"Dan wanita ini, aku yakin dia hanyalah seorang wanita tak berguna yang merayu mu, sudah jelas putriku lebih baik, tapi kenapa Anda melakukan hal ini!?" ucap tuan Kim Jordan dengan nada angkuh.
Ki Jeong menggigit bibirnya sendiri melihat dan menyaksikan perdebatan ini, belum lagi Ella dibawa bawa.
"Mampus, kalian membangkitkan serigala dari tidurnya!!!" gumam Ki Jeong.
Ella hanya menatap mereka dengan tatapan kesal dan marah, sudah dipukul mendapat hinaan pula, apakah penderitaan Ella selama ini masih kurang sampai dia harus menghadapi hal seperti ini lagi!?
"Ki Jeong jaga Nyonya Besar Dominic, jangan sampai mereka menyentuh Nyonya Besar Dominic!!" ucap Brian dengan menekankan kata katanya.
Baik tuan Kim maupun putrinya sama sama terkejut saat mendengar Brian menyebut Ella sebagai nyonya besar.
Brian berjalan ke mejanya dan mengambil sesuatu dari dalam lacinya," Jika kalian tidak segera pergi dari tempat ini," Brian mengangkat sebuah pistol ke arah mereka berdua dan anak buah tuan Kim.
"Maka terimalah sambutan malaikat maut kalian bajingan!!!!" pekik Brian sambil mengarahkan pistolnya ke arah Kepala Tuan Kim.
"Tapi... Ka..kami!!!
"Kalian benar benar ingin bersama pria ini hah!!!" Brian membuka kaki palsunya dan melemparkannya ke hadapan tuan Kim dan Yeri.
Klakkk... klakkk... Braaakkk
tangannya masih memegang pistol dan kembali mengarahkannya ke kepala tuan Kim.
"A... apa itu!!!!" pekik mereka berdua dengan wajah pias dan pucat saat melihat Brian melepaskan kaki palsunya.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😉😊